Page 16 (data 451 to 480 of 753) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Aisyah Nurul Hanifah
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Jakarta
Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur 13220, Indonesia
*aisyahnurulhanifah[at]gmail.com
Abstract
Aplikasi handout berbasis android merupakan pengembangan berbasis IPTEK untuk mendukung Kurikulum 2013 dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk sumber belajar sebagai prinsip dasar pembelajaran yang termaktub dalam Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Tujuan pengembangan aplikasi handout berbasis android adalah menghasilkan bahan ajar mandiri materi fisika SMA yang dapat diakses tidak terbatas ruang dan waktu, HANTAM FISIKA, untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran. Penelitian dilakukan dengan metode Research and Development (R&D) yang mengacu pada model pengembangan Dick & Carey. Pengembangan dilakukan menggunakan aplikasi web sumber terbuka, yaitu App Inventor. Sebagai bahan ajar, aplikasi handout berbasis android berisikan pokok materi fisika SMA kelas 10 sampai dengan 12 yang sesuai dengan silabus dan disusun sistematis berdasarkan kompetensi dasar dalam Kurikulum 2013. Uji validasi menggunakan instrumen skala Likert 1-5 dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1) uji validasi keterbacaan oleh peserta didik dalam kelompok kecil; 2) uji validasi oleh ahli materi dan ahli media; 3) uji validasi oleh peserta didik dalam kelompok besar dan tenaga pendidik. Berdasarkan hasil uji validasi keterbacaan, didapat skor 83,06% dengan kriteria interpretasi sangat baik.
Keywords
android; bahan ajar mandiri; handout; Kurikulum 2013
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Asih Kurniasih
Institutions
Pendidikan Fisika
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Abstract
Kurikulum 2013 mengamanahkan pencapaian nilai-nilai akademik dan karakter. Keberhasilan pecapaian amanah itu bergantung pada guru dalam proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan fakta-fakta di lapangan bahwa yang menjadi pusat perhatian dalam proses pembelajaran hanya pada pencapaian nilai-nilai akademik dan mengesampingkan nilai-nilai karakter. Hal ini terbukti dengan pemberitaan di media bahwa (1) hampir separuh (47,2 %) pelajar Indonesia menjadi perokok, ternyata sudah dalam status adiksi atau ketagihan (2) berdasarkan laporan KPAI bahwa 84% murid di Indonesia yang berusia 12-17 tahun mengalami kekerasan di sekolah (3) data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kelompok survei 2014 menyatakan bahwa jumlah estimasi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan pelajar sebanyak 1284,87 orang. Oleh karena itu, perlu adanya proses pembelajaran yang dapat menumbuhkan karakter siswa. Melalui media permainan kucing-kucingan dalam proses pembelajaran IPA Terpadu diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan hasil belajar siswa SMP. Media ini berbasis permainan tradisional karena berdasarkan penelitian Kurniati (2011:13) menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat mestimulasi anak dalam mengembangkan kerjasama, membantu anak menyesuaikan diri, saling berinteraksi secara positif, dapat mengkondisikan anak dalam mengontrol diri, mengembangkan sikap empati terhadap teman, menaati aturan, serta menghargai orang lain. Penelitian ini menggunakan metode kuasi ekperimen, pendekatan kuantitatif dan kualitatif, desain penelitian nonrandomized control group pretest and postest design. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII SMP yang ada di Serang. Sampel akan diambil dua kelas secara acak dengan menggunakan teknik simple random sampling. Satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas lainnya sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar pengamatan, lembar angket siswa, lembar angket uji ahli, instrumen soal pretes dan postes. Media pemebelajaran ini dipilih karena mempunyai keunggulan yaitu memberikan kesenangan siswa dalam belajar IPA Terpadu dan melestarikan permainan tradisional bangsa Indonesia yang semakin hari tergerus oleh perkembangan zaman.
Keywords
Media Pembelajaran, Permainan Tradisional Kucing-kucingan, Karakter, Hasil Belajar
Topic
Physics
Corresponding Author
Novia Wirawan
Institutions
1 Mahasiswa S2 Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
2 Dosen Pendidikan Fisika Universitas Tadulako, Palu
Abstract
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kemampuan memecahkan masalah fisika antara penalaran kausal dan penalaran analogi berbasis etnosains. Penelitian ini menggunakan � The non equivalent pretest-posttest design�. Analisis data tes dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak untuk melihat perbedaan rerata skor tes awal dan rerata N-gain berdasarkan data hasil kemampuan memecahkan masalah fisika kedua kelas eksperimen. Rerata N-gain dengan taraf nyata α = 0,05 diperoleh thitung = 2,20 dan ttabel = 2,00, kriteria penerimaan Ho dimana �t (1 � 0,5α) < t < t (1 � 0,5α) tidak terpenuhi, Ho ditolak dan H1 diterima artinya terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah fisika yang signifikan antara kedua kelas eksperimen. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah fisika yang signifikan antara model penalaran kausal dan model penalaran analogi berbasis etnosains. Kata Kunci : Kemampuan Memecahkan Masalah fisika, Penalaran Kausal, Penalaran Analogi, Etnosains ABSTRACT The aim of the research was to know the difference of physics problem solving skills between causal reasoning and analogy reasoning based on ethnoscience. The research design was used� The non equivalent pretest-posttest design�. Sampling method was purposive sampling. Data analysis was done by using t-test statistic (two-sample test-related) to know the difference of pretest and N-gain scores average based on the result of physics problem solving skills significantly on two experiment classes. Based on N-gain scores average with a real level α = 0.05 was obtained tcounted = 2,20 and ttable = 2,00, so the acceptance criteria Ho with �t (1 � 0,5α) < t < t (1 � 0,5α) can not completed, Ho was rejected and H1 was accepted. It mean that there was the difference of physics problem solving skills significantly between causal reasoning and analogy reasoning based on ethnoscience. Key words : Physics Problem Solving Skills, Causal Reasoningl, Analogy Reasoning , Ethnoscience
Keywords
Key words : Physics Problem Solving Skills, Causal Reasoning Model, Analogy Reasoning Model, Ethnoscience
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Putri Mustika Widartiningsih
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Sifat LPG yang mudah terbakar baik dalam fasa gas maupun cair menimbulkan bahaya karena jika dalam fasa gas, maka akan terjadi ledakan yang akan mengakibatkan kerugian yang besar. Untuk mengatasi resiko yang terjadi akibat penggunaan gas LPG, zat mercaptan ditambahkan untuk memberi bau pada gas LPG sehingga akan tercium jika terjadi kebocoran. Gas LPG memiliki berat jenis yang lebih besar dari udara sehingga cenderung bergerak di ketinggian rendah. Namun karena hal ini pula penyebaran gas LPG cenderung lambat, sehingga memungkinkan bau mercaptan gas tidak langsung tercium saat terjadi kebocoran. Penelitian kami akan membahas posisi detektor gas supaya dapat bereaksi dengan cepat dan optimal terhadap kebocoran gas pada mulut tabung gas. Detektor yang digunakan adalah sensor MQ-6, dimana sensor tersebut akan berkurang resistansinya ketika bereaksi dengan gas LPG. Dari hasil dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa detektor akan baik jika disimpan di dasar ruang gas.
Keywords
gas LPG, sensor MQ-6, ATMega 328P
Topic
Instrumentasi (INS)
Corresponding Author
Henny Johan
Institutions
Prodi S3 Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana UPI. Universitas Bengkulu
Abstract
Telah dilakukan penelitian untuk mengembangkan program perkuliahan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa berbantuan media visualisasi untuk meningkatkan kemampuan bernalar mahasiswa pada materi litosfer. Penelitian ini menggunakan mixed methods desain embedded experiment yang meliputi empat tahapan kegiatan, yaitu: tahapan studi dan analisis kebutuhan, tahap perancangan program, tahap pembuatan program dan validasi program serta tahap uji implementasi program. Tahap implementasi program dilakukan terhadap 15 orang mahasiswa S1 semester dua pada prodi Pendidikan Fisika FKIP salah satu Universitas di Provinsi Bengkulu. Tahap uji implementasi program dilakukan dengan menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest design. Untuk keperluan pengumpulan data dikembangkan instrumen tes kemampuan bernalar dalam bentuk esai. Analisis data hasil tes kemampuan bernalar dilakukan dengan menggunakan teknik analisis yang dikembangkan oleh Furtak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program perkuliahan IPBA memberikan efek pada peningkatan kemampuan bernalar mahasiswa yang signifikan, hal ini ditunjukkan oleh rata-rata skor N-gain kemampuan bernalar yang mencapai 0,71 yang mengindikasikan peningkatan kemampuan bernalar mahasiswa pada kategori tinggi. Sebelum implementasi program, keadaan penalaran sebagian besar mahasiswa berada pada level 1 yaitu tidak memiliki kemampuan bernalar. Setelah implementasi program, terjadi perubahan, dimana kemampuan bernalar sebagian besar mahasiswa sudah berada pada level 3 yaitu bernalar berdasarkan bukti dan level 4 yaitu bernalar secara induktif-deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program perkuliahan IPBA yang dikembangkan memiliki potensi yang cukup baik dalam membekalkan kemampuan bernalar di kalangan para mahasiswa.
Keywords
Program Perkuliahan IPBA, Media Visualisasi, Kemampuan Bernalar, Litosfer
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Herni Yuniarti Suhendi
Institutions
a) Prodi Pendidikan Fisika, UIN Sunan Gunung Djati Bnadung
Jl. A.H. Nasution No 105 Cibiru Bandung 40614
b) Prodi Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Fisika
Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung 40154
Abstract
Penelitian yang dilakukan Karplus (Mirawati, 2011) menunjukkan bahwa masih banyak siswa SMA yang kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang memerlukan pemikiran abstrak secara efektif. Dari penelitian IAEEA menyatakan minat baca anak Indonesia masih rendah. Pembelajaran dengan inquiry dapat dijadikan solusi dari permasalahan tersebut karena melalui inquiry dapat memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan serta dapat meningkatkan kemampuan kognitif. Wenning mengungkapkan ada lima tingkatan pendekatan pembelajaran. Inquiry lesson merupakan salah satu pendekatan pembelajaran inquiry yang dapat memfasilitasi siswa membangun pengetahuan. Reading infuson dengan teknik membaca SQ3R merupakan singkatan dari survey, question, read, recite, dan review. Metode tersebut bersifat praktis dan dapat diaplikasikan dalam berbagai pendekatan belajar. Peneliti ingin mengetahui kemampuan kognitif dari pembelajaran inquiry dengan reading infusion, maka dilakukan penelitian quasi experiment dengan menggunakan one group pretest-postest design pada salah satu SMA Negeri di kota Bandung. Peningkatan dari kemampuan kognitif diukur melalui nilai rata-rat gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan kognitif mengalami peningkatan dengan kategori sedang
Keywords
inquiry, reading infusion, kemampuan kognitif.
Topic
Physics
Corresponding Author
Melisa Cahyadi
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Benda tegar yang menggelinding melakukan gabungan dua gerakan sekaligus yaitu gerak translasi dan gerak rotasi. Saat melakukan gerak rotasi benda tersebut memiliki kecepatan sudut sedangkan saat melakukan gerak translasi benda tersebut memiliki kecepatan linier. Momen inersia benda tegar dirumuskan dengan I=k MR^2dimana k merupakan koefisien momen inersia. Kecepatan linier benda tegar pada setiap waktudapat diketahui dari grafik hubungan kecepatan linier terhadap waktu selama bernda tersebut bergerak. Penggabungan persamaan tinjauan gerak translasi dan rotasi pada benda tegar yang menggelinding dapat digunakan untuk menentukan besarnya koefisien momen inersia tersebut. Dalam penelitian ini, objek yang digunakan berupa bola pejal homogen, bola pejal heterogen dan silinder heterogen. Pengumpulan data dilakukan dengan perekaman video saat benda tegar menggelinding pada bidang miring. Video tersebut kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Video Tracker.Gerak benda tegar dalam video tersebut kemudian dirunut (track) untuk menghasilkan data posisi terhadap waktu.Metode perunutan data dilakukan dengan dua cara yaitu manual tracking dan auto tracking. Data hasil perunutan (tracking) dibuat menjadi grafik hubungan kecepatan linear terhadap waktu. Kurva kecepatan linier terhadap waktu ini kemudian dicocokkan (fit) secara linier yang kemudian akan menghasilkan nilai percepatan. Dari hasil perhitungan dan analisis data diperoleh koefisien momen inersia bola besi pejal homogen adalah sebesar 0,393 pada sudut 45�, bola pejal heterogen sebesar 0,59 pada sudut 45�, dan silinder pejal heterogen 0,229 pada sudut 36�. Jika dibandingkan dengan nilai koefisien momen inersia dari literatur data yang dihasilkan untuk bola pejal mempunyai nilai error sebesar 2,45%.
Keywords
video tracker, konstanta momen inersia,bola pejal
Topic
Inovasi (INV)
Corresponding Author
Hendra Ari Winarno
Institutions
Universitas Muhammadiyah Gresik
Abstract
Pasien yang mengalami stroke akan mengalami kelemahan kontraksi otot. Metode terapi pasien pasca stroke bermacam-macam, namun berhasil tidaknya terapi ditentukan oleh kontraksi otot pada saat pasien setelah diterapi. Kontraksi otot dapat diketahui berdasarkan sinyal EMG pasien tersebut. Sinyal EMG (Electromyography) yang dihasilkan oleh tubuh akan menghasilkan frekuensi tertentu berdasarkan kontraksi pada otot, range frekuensi 20 Hz sampai 1 Khz. Banyak metode analisa berdasarkan domain frekuensi, domain waktu, dan domain frekuensi-waktu. Pada restorasi lower limb pada pasien pasca stroke, perubahan kontraksi pada otot mempengaruhi hasil terapi. Dengan menggunakan metode CWT (Continuous Wavelet Transform) dengan domain frekuensi-waktu, maka kontraksi otot pasien dan kapan waktunya muncul frekuensi tersebut dapat diketahui. Dengan metode CWT diharapkan mempermudah dalam melihat perkembangan terapi pada pasien yang telah diterapi.
Keywords
Electromyography, Continuous Wavelet Transform
Topic
Instrumentasi (INS)
Corresponding Author
Aswin Hindami Zaradini
Institutions
a) Laboratorium Biokonversi, Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi ITB, Jalan Ganesha 10 Bandung, 40132
*erestiawaty[at]sith.itb.ac.id
b) Program studi Rekayasa Hayati, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung
Laboratorium Instruksional II, Jalan Let. Jend. Purn. Dr. (HC) Mashudi, Nomor 1, Sumedang-Jawa Barat
aswin.hindami[at]students.itb.ac.id
Abstract
Sistem fermentasi yang dilengkapi dengan pelucut gas digunakan pada penelitian ini. Pelucut gas tersebut diyakini dapat memulihkan perolehan produk fermentasi yang bersifat volatil. Adapun sistem fermentasi yang digunakan pada penelitian ini adalah sistem fermentasi dengan substrat tetes tebu menggunakan agen hayati Clostridium acetobutylicum B530 untuk produksi senyawa aseton, butanol, dan etanol. Fermentor batch dengan sistem gas-stripping menggunakan botol Erlenmeyer berukuran 1000 mL sebagai reaktor berisi medium Reinforce Clostridia Medium yang dimodifikasi dan dihubungkan pada kondensor dan sistem sirkulasi gas dilengkapi pompa peristaltik dua putaran. Rancangan fermentor dilakukan pada siklus fermentasi pada suhu inkubasi 35oC selama 95 jam dengan empat jenis perlakuan yaitu medium RCM dengan konsentrasi gula total 5 g/L, 62 g/L, dan tetes tebu 6% (w/v) dan penambahan FeSO4.7H2O 30 ppm dengan konsentrasi inokulum 0,23 g/L (OD600 0,58), serta tetes tebu 6% (w/v) dengan penambahan FeSO4.7H2O 30 ppm dan asam butirat 2% (v/v) dan konsentrasi inokulum 1,375 g/L (OD600 3,5). Analisis kurva pertumbuhan C. acetobutylicum B530 pada empat variasi medium berdasarkan laju pertumbuhan spesifik dan waktu pengandaan bakteri. Fenomena acid crash terjadi pada variasi medium RCM modifikasi dengan tetes tebu 6 % (w/v) dengan penambahan larutan FeSO4.7H2O sebesar 30 ppm dan asam butirat sebesar 2% (v/v).
Keywords
Tetes tebu, butanol, acid crash, C. acetobutylicum B530, Sistem pelucut gas
Topic
Energi
Corresponding Author
Endra Putra Raharja
Institutions
Laboratorium Teknologi Pembelajaran Sains, Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Ahmad Dahlan.
Abstract
Telah dilakukan eksperimen sederhana untuk memverifikasi berlakunya hukum kelestarian tenaga pada peristiwa tumbukan. Alat yang digunakan dalam eksperimen ini adalah accelerator paradox, sebuah alat yang terdiri dari beberapa bola besi dan sebuah bola magnet. Lintasan bola dibuat sedemikian rupa sehingga gesekan yang terjadi sangat kecil, untuk meminimalkan ralat. Empat buah bola besi dan sebuah bola magnet diletakkan di tengah lintasan (lintasan melengkung) dalam posisi diam. Sebuah bola besi lainnya digelindingkan dari atas lintasan, setelah terjadi tumbukan sebuah bola yang mula-mula diam akan langsung meluncur dengan sangat cepat. Hal ini terjadi karena transfer tenaga dari bola yang bergerak, ditambah dengan gaya dorong dari bola magnet. Menggunakan teknik analisis video, gerak bola dapat di-tracking untuk mencari besar tenaga awal dan tenaga setelah tumbukan. Hasil analisis menunjukan bahwa tenaga sebelum dan setelah tumbukan tetap, dengan ralat relatif hanya sebesar 2,3%. Dapat dikatakan bahwa hukum kelestarian tenaga berlaku pada peristiwa tumbukan menggunakan alat accelerator paradox. Ini teramat menarik jika dibawa ke ruang kelas, dengan eksperimen yang sederhana, siswa bisa langsung membuktikan adanya hukum kelestarian tenaga pada peristiwa tumbukan.
Keywords
hukum kelestarian tenaga, accelerator paradox, tumbukan
Topic
Physics
Corresponding Author
Chandra Okta Fiandi
Institutions
Mahasiswa Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan kognitif peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Student Teams-Achievement Divisions (STAD) pada pembelajaran IPA terpadu tipe shared pada materi pokok cahaya. Metode Penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan desain The Mathing-Only Pretest-Posttest Control Group. Dilaksanakan di Kelas VIII tahun pelajaran 2014/2015 SMP Negeri 01 Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pretest dan posttest kognitif yang berupa soal tertulis pilihan ganda. Rerata N-Gain kemampuan kognitif siswa dengan penerapan model STAD 0,39 dengan kategori sedang dan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional 0,14 dengan kategori redah. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan Independent Sample t-Test pada program SPSS versi 22.0 for windows. Hasilnya diperoleh nilai sig (2 �tailed)= 0,00 yang lebih kecil dari nilai α = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan terdapat peningkatan yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran STAD dengan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik pada penerapan pembelajaran IPA terpadu tipe shared pada materi pokok cahaya.
Keywords
Student Teams-Acievement Divisions, Cahaya, Keterpaduan Tipe Shared, Kemampuan Kognitif
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Junita Cindy Afika
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta,
Jl. Rawamangun Muka No. 1, Jakarta Timur 13220
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengasilkan media e-learning dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah pada pokok bahasan gerak harmonis sederhana untuk SMA. E-learning merupakan media yang dapat digunakan guru dan siswa dalam aktivitas pembelajaran yang tidak terbatas pada ruang dan waktu. Model penelitian yang digunakan adalah model ADDIE dengan lima langkah pengembangan yaitu analisis, desain, pengembangan produk, implementasi produk, dan evaluasi produk. Model ini dijadikan acuan dalam mengembangkan, memvalidasi, dan menguji efektivitas produk e-learning yang dihasilkan. Dalam e-learning terdapat fitur-fitur utama yaitu Assignment, Quiz, Forum, Chat, dan Rapor yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran yang diterapkan di e-learning sesuai dengan tahapan pembelajaran berbasis masalah yaitu mengorientasi masalah kepada siswa, mengorganisasi siswa untuk meneliti, membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Dalam e-learning ini guru mengambil permasalahan nyata di kehidupan yang berkaitan dengan materi yang akan diselesaikan siswa dan membuat siswa dapat berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah.
Keywords
E-learning, Pembelajaran Berbasis Masalah, Fisika, Gerak Harmonis Sederhana
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Nia Kurniasari
Institutions
Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Jalan A.H Nasution No.105 Cibiru, Bandung 40614, Indonesia
Abstract
Telah dilakukan penelitian terhadap variasi jumlah dan ukuran voxel menggunakan metode Monte Carlo untuk menganalisis Percentage Depth Dose (PDD) pada water phantom. Metode Monte Carlo pada penelitian ini digunakan dengan program EGSnrc yang memiliki dua komponen utama yaitu BEAMnrc untuk mensimulasikan transport partikel pada geometri treatment head linac, dan DOSXYZnrc untuk pemodelan transport partikel pada elemen volume (voxel) phantom yang telah disiapkan dalam 3 dimensi. Pengujian variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi pada sumbu X, sumbu Y dan sumbu Z. Variasi pada sumbu X dan Y masing-masing dilakukan dengan 3 variasi jumlah voxel yaitu 3, 5 dan 7 voxel. Sedangkan pada sumbu Z adalah 18, 25 dan 100 voxel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah dan ukuran voxel pada phantom PDD hanya berpengaruh pada sumbu Z, dikarenakan PDD yang menggambarkan distribusi dosis pada arah vertikal (kedalaman). Semakin banyak voxel yang digunakan, semakin banyak jumlah kedalaman dan dosis yang diserap oleh phantom sebelum mencapai titik maksimumnya yaitu pada daerah build up.
Keywords
Monte Carlo, EGSnrc, BEAMnrc, DOSXYZnrc, Percentage Depth Dose (PDD)
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Puspa Monalisa
Institutions
Program Studi Magister Pengajaran Fisika
FMIPA
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganeca 10 Bandung
Abstract
Model untuk tumbukan antara partikel dengan dinding pada umumnya mengabaikan waktu kontak selama tumbukan sehingga model yang dihasilkan bersifat diskontinu. Penentuan parameter tumbukan antara benda dengan lantai tanpa mengabaikan waktu kontak memerlukan model lain dari tumbukan. Salah satu model yang dapat digunakan adalah mass-spring-damper dimana selama tumbukan, benda dianggap memiliki sifat elastik seperti pada pegas dan juga mengalami gaya hambat. Model tersebut menghubungkan parameter koefisien elastik dan faktor redaman dengan besaran-besaran yang terukur, seperti waktu kontak dan koefisien restitusi tumbukan. Grafik antara hasil eksperimen dan hasil pemodelan secara matematis dibandingkan untuk mengetahui kesesuaian model yang dibuat dengan hasil eksperimen. Berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan, model ini memiliki nilai error yang kecil pada kasus mendekati lenting sempurna. Hal tersebut disebabkan karena untuk simplifikasi model yang digunakan mengasumsikan bahwa faktor osilasi jauh lebih besar daripada faktor redaman
Keywords
Mass-damper-spring, pemodelan, tumbukan, waktu kontak
Topic
Physics
Corresponding Author
Rustan Rustan
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang menyebabkan kerugian moril dan materiil. Ada 2 faktor esensial penyebab terjadinya tanah longsor yaitu litologi dan curah hujan. Faktor litologi berupa parameter tanah khususnya sifat fisis tanah bisa mempengaruhi kestabilan lereng. Dari studi literaturi beberapa penelitian diperoleh bahwa terjadinya tanah longsor bisa dikaitkan dengan sifat fisis tanah. Sifat fisis tanah yang dianalisis antara lain: ukuran butiran, porositas, dan permeabilitas. Ketiga parameter ini pada umumnya dikarakterisasi menggunakan metode eksperimen di laboratorium. Pada penelitian ini, sifat fisis tanah tersebut akan dianalisis menggunakan analisis citra digital (Digital Image Analysis) hasil pemindaian dengan perangkat mikro-CT. Hasil perhitungan ukuran butir, porositas dan permeabilitas kemudian digunakan untuk menentukan apakah sampel tanah tersebut termasuk sampel tanah yang memiliki resiko rentan terhadap longsor atau tidak.
Keywords
ukuran butiran, porositas, permeabilitas, tanah longsor, analisis citra digital.
Topic
Kebumian (EPS)
Corresponding Author
Ahmad Zatnika Purwalaksana
Institutions
a) Laboratorium Elektronika,
Kelompok Keilmuan Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132.
*purwalaksana[at]students.itb.ac.id
Abstract
Telah dibuat program simulasi Surface Plasmon Resonance (SPR) menggunakan JavaScript. Penggunaan Smartphone sangatlah pentig bagi kehidupan saat ini terutama yang memerlukan mobilitas tinggi, termasuk perannya dalam menjalankan berbagai program simulasi. Akan tetapi, untuk membuat program simulasi menggunakan bahasa paskal, c, bahkan menggunakan program aplikasi yang sudah ada seperti MatLab akan sulit dijalankan di Smartphone, oleh karena itu digunakan JavaScript untuk memecahkan masalah tersebut. Program yang dibuat adalah simulasi SPR dimana dalam pembuatan program JavaScript ini digunakan perhitungan matriks untuk n-lapis untuk perhitungan matematikanya. Program simulasi SPR ini sudah bisa dijalankan di Smartphone dan komputer. Grafik hasil simulasi tersebut dapat disimpan dalam bentuk JPEG atau PNG.
Keywords
JavaScript, Simulasi, Surface Plasmon Resonance.
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
Akhmad Yusuf
Institutions
Laboratorium Teknologi Pembelajaran Sains, Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Abstract
Hukum kelestarian pusa merupakan salah satu topik pembahasan fisika yang tak habis-habisnya untuk dibahas. Dikalangan sekolah menengah, peristiwa ini lebih sering dipelajari secara teoritik. Kalaupun ada eksperimen, kebanyakan menggunakan kasus tumbukan satu dimensi. Salah satu penyebabnya adalah sulitnya peristiwa ini untuk diamati secara langsung, secara kasat mata. Pada penelitian ini, dilakukan analisis hukum kelestarian pusa pada peristiwa tumbukan dua dimensI. Biasanya yang sering dijadikan contoh adalah pada permainan karambol. Namun kali ini digunakan bola nirgesekan, bola yang bisa mengambang di udara untuk meniadakan gesekan dengan lantai. Analisis dilakukan dengan menggunakan video based laboratory (VBL) maka dengan mudah bisa dicari kecepatan sebelum dan setelah tumbukan terjadi. Dari data yang diperoleh kemudian dihitung pusa sebelum dan setelah tumbukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusa selalu lestari, sebelum dan setelah tumbukan sama dengan kesalahan relatif kurang dari 1%. Ini menunjukkan bahwa dengan meniadakan gesekan pada peristiwa tumbukan dua dimensi, hukum kelestarian pusa memang benar-benar berlaku.
Keywords
hukum kelestarian pusa, tumbukan dua dimensi, video based laboratory
Topic
Physics
Corresponding Author
Saprudin M.Pd
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Khairun
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektifitas penerapam model kooperatif berbasis multimedia untuk meningkatkan penguasaan siswa SMA terhadap kemampuan yang diujinasionalkan pada mata pelajaran fisika di provinsi Maluku Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain randomized control group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X semester genap tahun ajaran 2014/2015 pada salah satu SMA di Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan hasil analisis statistik disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif STAD berbasis multimedia lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa pada kemampuan yang diujinasionalkan dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif STAD tanpa penggunaan multimedia dan pembelajaran konvensional.
Keywords
Model kooperatif STAD, multimedia, ujian nasional
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Gigih Pamungkas
Institutions
a) Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi, Kelompok Keilmuan Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*pamungkas.gigih[at]gmail.com
Abstract
Hidroponik sistem NFT (Nutrient Film Technique) merupakan metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi hidroponik yang dangkal dan tersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen. Tanaman tumbuh dalam lapisan polyethylene dengan akar tanaman terendam dalam air yang berisi larutan nutrisi yang disirkulasikan secara terus menerus dengan pompa. Digunakan arduino sebagai mikrokontroler yang mengatur komposisi larutan yang berisi nutrisi untuk disirkulasikan dengan pompa yang sesuai dengan Hidroponik sistem NFT. Dihasilkan alat yang mampu mengatur sirkulasi nutrisi untuk hiroponik sistem NFT secara otomatis
Keywords
Hidroponik, NFT, Arduino, Otomatis
Topic
Instrumentasi (INS)
Corresponding Author
Silviana Hendri
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Berdasarkan deklarasi UNESCO pada tahun 2010, pendidikan masa kini harus diarahkan pada : 1) pembelajaran holistik dan lintas disiplin ilmu daripada pembelajaran berbasis mata pelajaran; 2) pembelajaran berbasis nilai-nilai dan berpikir kritis daripada menghafal; dan 3) pembelajaran yang melibatkan pembuatan keputusan (Christenson, Rundgren, dan Zeidler, 2014). Sejalan dengan hal tersebut, pembelajaran sains harus dapat menghubungkan konsep sains (ilmiah) dengan isu sosial yang berkembang di masyarakat. Isu semacam ini dikenal dengan isu sosial-ilmiah (socioscientific Issue). Dengan memperkenalkan dan membahas isu sosial-ilmiah dalam pembelajaran sains, yakni menjadikan isu sosial-ilmiah sebagai konten utama materi pembelajaran, siswa mampu mengembangkan keterampilan berargumentasi. Keterampilan berargumentasi diperlukan untuk membuat keputusan secara bijak berdasarkan pengetahuan sains yang diperoleh siswa dalam menyikapi berbagai isu sosial-ilmiah. Makalah ini mendiskusikan tentang pentingnya keterampilan berargumentasi, isu sosial-ilmiah yang yang dapat dikembangkan menjadi tema dalam pembelajaran sains, dan kualitas argumentasi berdasarkan Toulmin�s Argumentat Pattern (TAP).
Keywords
keterampilan argumentasi, isu sosial ilmiah,TAP, pembelajaran sains
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Dita Grinanda
Institutions
a)Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi ITB, Jl. Ganesa 10 Bandung 40132 Indonesia
*erestiawaty[at]sith.itb.ac.id
b) Program Studi S1 Rekayasa Hayati, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati,
Institut Teknologi Bandung (ITB)
Jl. Let. Jen. Purn. Dr. (HC) Mashudi, No.1 Sumedang-Jawa Barat, Indonesia
Abstract
Proses produksi biobutanol dapat dilakukan melalui proses fermentasi gula oleh Clostridium sp. Pada proses industri, aplikasi fermentasi ini sering mengalami kendala karena perolehan butanol yang rendah dan biaya nutrisi untuk pertumbuhan agen hayati yang cukup tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan kendala-kendala tersebut adalah dengan menggunakan medium fermentasi yang dimodifikasi. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi berupa penambahan FeSO4.7H2O dan peniadaan komponen ekstrak daging sapi dalam medium fermentasi reinforced clostridial media (RCM). Penambahan ion besi dengan konsentrasi tertentu dapat mempengaruhi pembentukan asetil ko-A yang diperlukan dalam proses sintesis produk-produk fermentasi. Peniadaan komponen ekstrak daging sapi dalam medium fermentasi dilakukan karena memiliki harga relatif mahal, perlakuan ini menyebabkan fase lag bakteri menjadi lebih lama dari kontrol, namun tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap laju pertumbuhan spesifik, yaitu 0,369 jam-1(kontrol) dan 0,255 jam-1(modifikasi). Pada penelitian ini, diperoleh produk solventogenik berupa etanol dengan konsentrasi 0,452 g/L dan 0,317 g/L masing-masing pada medium fermentasi kontrol dan modifikasi. Produk butanol belum terdeteksi, diduga karena konsentrasi asam butirat dan tekanan parsial gas di dalam sistem fermentasi belum mencukupi untuk pembentukan butanol.
Keywords
Clostridium acetobutylicum, solventogenik, glukosa, ion besi, asam butirat
Topic
Energi
Corresponding Author
Akbar Adipraja
Institutions
Astronomi - ITB
Abstract
Abstark Salah satu ilmu dasar sains yang mampu mendidik dan mengajarkan kepada siswa cara berpikir saintifik adalah Ilmu Astronomi. Metode ilmiah seperti analisis data dan pembuatan model terhadap hasil observasi yang didapat, pembuatan hipotesa, dan pengujian hipotesa dengan data baru menjadi ciri khas dalam mempelajari astronomi. Jagat raya dan alam semesta beserta seluruh isinya yang sangat luas adalah laboratorium besar Astronomi yang selalu siap untuk dipelajari dan diungkapkan rahasiannya. Ilmu Astronomi bukan sekedar ilmu hapalan semata bagi para siswa, tapi ilmu yang akan memahamkan dan mengarahkan langsung terhadap fenomena alam yang sebenarnya sering mereka alami sehari-hari antara lain pergerakan matahari, peredaran bulan, fenomena gerhana, munculnya rasi-rasi bintang, pergerakan meteor, dan pergerakan komet. Dengan menyampaikan fenomena Astronomi yang kemudian dicarikan alasan logis tentang fenomena yang terjadi akan melatih siswa berpikir secara logis yang akan mengajarkan cara berpikir saintifik yang benar. Upaya untuk membangun pemahaman saintifik tersebut tentu akan lebih terarah bila disertai sebuah media pembelajaran. Media pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam keberhasilan proses belajar mengajar dimana saja. Tujuan penulisan ini adalah membuat modul belajar astronomi dalam rangka melengkapi kekurangan bahan ajar untuk siswa SMA/MA yang modelnya dikembangkan dengan pendekatan inkuiri terbimbing. Dengan modul belajar yang kami buat ini, siswa akan dapat langsung mempraktekkannya di lapangan. Modul-modul belajar yang kami buat diantaranya modul penentuan arah suatu kota dari pengamat (seperti penentuan arah kiblat) dan modul fase bulan.
Keywords
Modul,inkuiri terbimbing
Topic
Physics
Corresponding Author
Firmansyah -
Institutions
a)Departemen Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung 40154, Indonesia
*firmansyah72[at]student.upi.edu
b) Pusat Penelitian Geoteknologi (P2G-LIPI)
Komplek LIPI Jl. Sangkuriang, Bandung 40135, Indonesia
c) Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha No. 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Kondisi geomorfologi di wilayah Provinsi Jawa Barat menjadikan salah satu faktor penyebab banyaknya sebaran daerah yang rentan terhadap aktivitas pergerakan tanah dan sudah tercatat sebanyak 290 kejadian di Jawa Barat pada tahun 2014 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pada umumnya, kejadian tersebut banyak terjadi pada bukit atau lereng yang cukup terjal dengan kemiringan antara 30-50% yang disertai dengan pengaruh lainnya seperti gempa, curah hujan dan lain sebagainya. Telah banyak kajian mengenai tanah longsor yang sudah dilakukan, diantaranya yaitu mengunakan metode geolistrik untuk mengidentifikasi adanya nilai resistivitas yang kontras yang mengindikasikan adanya bidang gelincir namun memiliki keterbatasan dalam hal interpretasi dimana harus dikorelasikan dengan data bor. Lalu terdapat metode geologi teknik untuk menghitung kemantapan (stabilitas) lereng yang dapat memberikan informasi mengenai zona potensi longsor namun tidak sampai memprediksi jarak jangkauan pergerakan tanah. Oleh karena itu, pada paper ini mengusulkan suatu model sederhana untuk memprediksi jangkauan pergerakan tanah. Dimana pendekatan yang diterapkan pada model ini adalah massa tanah longsor dianggap sebagai satu kesatuan titik pusat massa dan perhitungan jangkauan menggunakan teori gesekan Coulomb.
Keywords
Jarak jangkauan; Model gesekan Coulomb; Pergerakan tanah; Stabilitas lereng
Topic
Kebumian (EPS)
Corresponding Author
novrita mulya rosa
Institutions
a) Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indraprasta PGRI,
Jakarta, Indonesia
*muly4ros4[at]gmail.com
b) Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indraprasta PGRI,
Jakarta, Indonesia
Abstract
Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh waktu belajar dan kemampuan awal terhadap pemahaman konsep kimia. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indraprasta PGRI yang mengikuti perkuliahan Kimia Dasar berjumlah 40 orang mahasiswa dengan rincian masing-masing kelompok penelitian 20 orang. Pemilihan kelas sampel menggunakan teknik multistage random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melaksanakan tes kemampuan awal dan tes pemahaman konsep kimia, masing-masing menggunakan tes berbentuk uraian. Analisa data penelitian menggunakan teknik ANKOVA dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rerata pemahaman konsep kimia mahasiswa yang signifikan menurut faktor waktu belajar dengan mengontrol kemampuan awal kimia mahasiswa (F = 6,264 ; p = 0,017). Uji hipotesis satu pihak menggunakan uji t diperoleh nilai t = 2,226 dengan nilai p = 0,032 sehingga disimpulkan bahwa pemahaman konsep kimia mahasiswa yang belajar di pagi hari secara signifikan lebih tinggi dari pada mahasiswa yang belajar di sore hari, setelah mengendalikan kemampuan awal mahasiswa.
Keywords
pemahaman konsep kimia, waktu belajar, kemampuan awal
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Fourier Dzar Eljabbar Latief
Institutions
Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, FMIPA ITB
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB
Abstract
Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang sering tidak disukai oleh siswa maupun mahasiswa. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pendekatan kontekstual dengan pengamatan maupun eksperimen yang menarik, dan menggunakan perangkat modern yang mudah digunakan. Dalam makalah ini, pengamatan dan eksperimen mengenai gerak lurus dalam topik mekanika akan dilakukan dengan menggunakan teknik Multiple Exposure. Multiple Exposure adalah suatu teknik yang digunakan untuk merekam dua atau lebih adegan dan menggabungkannya dalam satu frame. Teknik ini biasanya digunakan untuk merekam dua atau lebih adegan baik gerak maupun diam dalam suatu frame dengan tujuan untuk menghasilkan gambar agar terlihat lebih dramatis dinamis dan artistik, namun dalam penelitian ini dimanfaatkan untuk mendeteksi apakah sebuah objek yang bergerak lurus memiliki kecepatan konstan (GLB) atau memiliki percepatan (GLBB). Besaran posisi dan waktu adalah besaran yang dapat langsung teramati menggunakan teknik Multiple Exposure yang dapat diperoleh dengan teknik pengolahan dan analisis citra digital sederhana. Dalam pengamatan dan percobaan yang dilakukan, sebuah mainan yang dilengkapi dengan sumber cahaya lampu LED bergerak sepanjang lintasan lurus. Perangkat kamera yang digunakan dirangkaikan dengan perangkat tambahan berupa papan berputar dengan lubang yang akan menjadi celah bagi kamera untuk menangkap gambar dari objek yang bergerak. Dari hasil percobaan yang dilakukan, dengan mengubah gaya penggerak benda, teramati adanya percepatan yang berbeda-beda. Untuk sistem dengan gaya penggerak sebesar 0,08 N, percepatan yang dihasilkan adalah 8,28 m/s^2, untuk gaya sebesar 0,10 N percepatannya adalah 20,08 m/s2, sedangkan untuk gaya sebesar 0,28 N percepatannya adalah 58,23 m/s^2. Dari percobaan sederhana ini, dapat disimpulkan bahwa perangkat yang dibuat dapat mengidentifikasi jenis gerak lurus (GLB/GLBB) dan dapat digunakan untuk menghitung percepatan sistem benda tersebut.
Keywords
kinematika, gerak lurus, percepatan, multiple exposure
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Annisa Aprilia
Institutions
1 Departemen Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Padjadjaran, Jl. Raya Bandung-Sumedang KM 21, Jatinangor 45363
2 Departemen Fisika, Fakultas MIPA, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10, Bandung 40132
Abstract
Lapisan tipis ZnO Nanorod terdoping aluminium telah berhasil dipreparasi menggunakan metoda self-assembly. Proses penumbuhan dilakukan di atas substrat konduktif AZO (aluminum doped ZnO) dan FTO (fluorine tin oxide). Lapisan ZnO:Al nanorod selanjutnya akan digunakan sebagai fotoanoda pada sel surya tersensitisasi dye / DSSC (dye sensitized solar cell). Untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh dopan aluminium terhadap pertumbuhan struktur ZnO nanorod pada jenis subtrat yang berbeda, maka konsentrasi aluminium (Al) pada lapisan inisiator (seed layer) dan larutan penumbuh (growth solution) divariasikan sebesar 0 wt% (undoped), 1 wt% dan 0,5 wt% terhadap zinc nitrate heksahidrat dan Zinc acetate dihidrate (raw material). Struktur ZnO yang terbentuk dianalisa berdasarkan data spektrum difraksi sinar-X (XRD) dan diketahui bahwa terdapat puncak Zinc Aluminate (ZnAl2O4) pada lapisan ZnO: Al nanorod yang ditumbuhkan di atas substrat AZO maupun FTO. Spektrum XRD pada lapisan ZnO:Al nanorod yang dilapisi pada substrat AZO menghasilkan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan penumbuhan pada subtrat FTO. Perbedaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh kondisi lattice mismatch antara substrat dan lapisan ZnO: Al, sehingga menghasilkan kualitas Kristal yang berbeda. Morfologi dari lapisan ZnO: Al nanorod diamati menggunakan perangkat scanning electron microscope (SEM) dan diketahui bahwa orientasi pertumbuhan ZnO tegak lurus terhadap substrat sehingga membentuk struktur rod (batang). Lapisan ini kemudian diaplikasikan sebagai fotoanoda pada sel surya tersensitisasi dye dengan efisiensi yang berhasil dicapai sebesar 0,78 % untuk lapisan FTO/ZnO:Al (1 wt%).
Keywords
ZnO nanorod, Zinc aluminate, self assembly, difraksi sinar-x, sel surya dssc
Topic
Material (MAT)
Corresponding Author
Syam Hadinugraha
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Pembelajaran yang menarik bagi siswa diperlukan untuk memastikan keterlibatan siswa dalam memperoleh pengetahuan dan meningkatkan literasi sains yang dimilikinya. Diterapkan hybridized writing dan mind mapping dalam pembelajaran IPA terpadu materi Ekosistem dan Lingkungan untuk meningkatkan literasi sains dan ketertarikan siswa terhadap belajaran IPA di kelas 7 (n=64). Metode kuasi-eksperimen yang melibatkan dua kelas digunakan dalam penelitian. Sekelompok siswa di kelas pertama membuat sebuah cerita yang menggabungkan genre naratif dengan genre ilmiah. Kelompok siswa di kelas kedua membuat sebuah peta pikiran yang menggambarkan pemahaman ilmiah yang dimilikinya. Capaian pembelajaran dinilai menggunakan butir tes literasi sains yang dilengkapi dengan kuesioner sikap serta matriks penilaian keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian diduga menunjukkan bahwa kegiatan membuat peta pikiran dan hybridized writing dapat meningkatkan literasi sains siswa kelas 7 pada beberapa aspeknya. Satu metode mungkin relatif unggul dibanding metode lainnya dalam meningkatkan literasi sains.
Keywords
literasi sains, peta pikiran, hybridized writing
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Dede Trie Kurniawan
Institutions
Program Studi Pendidikan IPA SPs UPI Bandung
Abstract
Pada makalah ini dipaparkan bagaimana seharusnya perkuliahan fisika dasar diberikan untuk calon guru matematika dalam upaya pemenuhan kompetensi literasi matematikanya. Perkuliahan fisika untuk calon guru matematika selama ini lebih banyak dipandang sebagai bentuk pengetahuan daripada sebagai bentuk cara berpikir atau cara menyelidiki dalam pengasahan literasi matematika. Hal inilah yang menyebabkan hasil perkuliahan fisika belum menunjukan kebermanfatan yang signifikan terhadap kompetensi calon guru matematika. Salah satu kompetensi yang dimiliki calon guru matematika adalah kemampuan proses berpikir matematik. Makalah ini bertujuan untuk memaparkan pencapaian salah satu keterampilan proses berpikir matematik yaitu representasi grafik dan matematik. Adapun yang menjadi indikator kemampuan representasi grafik matematik ini adalah membuat konjektur, interpretasi grafik, konstruksi grafik, solusi masalah, Konstruksi model matematis, representasi grafik dan ekstrapolasi grafik. Penelitian dilakukan di Salah satu Program Studi Pendidikan Matematika LPTK Swasta Kota Cirebon. Subjek Penelitian ini adalah tujuh puluh mahasiswa tingkat I yang mengambil perkuliahan Fisika dasar tahun ajaran 2016/2017. Instrumen yang digunakan adalah TPGK (Tes pemahaman Grafik Kinematik). Dari Hasil Penelitian dapat diketahui bahwa calon guru matematika memiliki ketercapaian yang tinggi di bagian indikator Interpretasi grafik (44.92 %) dan Ekstrapolasi (62.31 %). Namun Masih rendah untuk Konstruksi (17.93 %) dan Model Matematis (13.04 %) untuk penyelesaian masalah.
Keywords
Representasi Grafik Matematik, Calon Guru Matematika, Fisika Dasar
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Albi Gifani
Institutions
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Prodi Pendidikan Kimia
Abstract
Hasil studi pendahuluan disalahsatu SMAN di Karawang bahwa pada pembelajaran titrasi asam-basa belum sepenuhnya dilakukan praktikum walaupun alat dan bahan sudah cukup tersedia. Hasil belajar siswa sebelumnya pada konsep larutan asam-basa belum optimal dengan memperoleh nilai rata-rata 60. Dibutuhkan pembelajaran yang melakukan praktikum dengan mengoptimalkan penggunaan LKS. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis kemampuan siswa dalam menyelesaikan LKS sesuai tahapan pendekatan saintifik dan menganalisis keterampilan generik sains siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kelas. Subjek penelitian adalah siswa disalahsatu SMAN di Karawang kelas XI IPA 1 yang merupakan siswa/i semester genap tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 40 orang. Hasil LKS pendekatan saintifik pada tahap mengasosiasi memperoleh 89, mengumpulkan data 85, mengkomunikasikan 80, dan menanya 73,3. Nilai keterampilan generik sains pada indikator pemodelan matematika memperoleh 92, bahasa simbolik 90, pengamatan langsung 85, inferensi logika 80, kerangka logika 73,3 dan membangun konsep 76. Pendekatan saintifik dapat mengembangkan keterampilan generik sains siswa pada setiap indikator secara optimal.
Keywords
pendekatan saintifik, keterampilan generik sains, titrasi asam-basa
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Galih Restu Fardian Suwandi
Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Polimer poly(vinyledene)fluoride (PVDF) merupakan material yang memiliki sifat piezoelektrik dan pyroelektrik. Disamping itu, material ini dapat menunjukkan perilaku kimiawi-elektrik yang disebut sebagai sifat chemico-electric. Sifat ini dapat dengan mudah diamati dengan menguji stuktur molekul PVDF yang disebut sebagai fase-B. Selama proses, transfer elektron terjadi dalam bentuk perubahan rapat muatan. Fenomena ini diikuti dengan induksi dipol listrik pada film PVDF kemudian dapat dideteksi dan diukur sebagai arus listrik. Konsentrasi zat kimia yang bereaksi tiap waktu terindikasi sebagai besar arus listrik yang terukur. Hasil pengukuran menggunakan I-V Meter menunjukkan kondisi reaksi tiap waktu. Studi ini dilakukan dengan melakukan reaksi kimia antara enzim glucose-oxydase (GOx) dan gula pada berbagai konsentrasi. Hasil studi ini menunjukkan adanya kaitan yang kuat antara arus terukur dengan laju reaksi yang terjadi.
Keywords
Arus listrik, Enzim, Gula, Konsentrasi, Laju reaksi, PVDF.
Topic
Material (MAT)
Page 16 (data 451 to 480 of 753) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats