Indonesia Conference Directory


<< Back

Search Paper

Page 17 (data 481 to 510 of 753) | Displayed in 30 data/page

PROFIL GRAPHING SKILL SISWA KELAS X PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN
Nurcahya Meisadewi (1*), Sri Anggraeni (2) , Bambang Supriatno (2)

PDF (330 kB) Show More

Corresponding Author
Nurcahya Meisadewi

Institutions
1) Mahasiswa Departemen Pendidikan Biologi Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
*nurcahyameisadewi[at]gmail.com
2) Dosen Departemen Pendidikan Biologi Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Graphing skill merupakan keterampilan membuat dan menginterpretasi grafik, yang termasuk bagian dari keterampilan kuantitatif. Keterampilan ini perlu dimiliki oleh siswa guna menghadapi tantangan di abad 21 yang lebih kuantitatif, khususnya menunjang keberhasilan biologi di abad 21. Guna membekali siswa dengan keterampilan tersebut, pengembangan graphing skill siswa perlu didasarkan pada profil atau gambaran awal graphing skill siswa di lapangan. Penelitian deskriptif ini dilakukan di sebuah sekolah di Jawa Barat dengan tujuan untuk mendapatkan profil (gambaran) awal graphing skill siswa kelas X pada materi perubahan lingkungan. Data diambil dari salah satu kelas X di sekolah tersebut (34 orang). Instrumen graphing skill yang digunakan dikembangkan berdasarkan indikator tingkatan menginterpretasi dari Bertin�s (1983), sedangkan untuk instrumen membuat grafik menggunakan data tabel terkait materi perubahan lingkungan. Instrumen tes berupa tes tertulis, sebelumnya telah melalui tahapan validasi (judgement expert) dan ujicoba. Secara umum hasil analisis data menunjukan bahwa skor tertinggi siswa berada pada kemampuan menginterpretasi grafik tingkat dasar, sedangkan untuk keterampilan membuat grafik diperoleh bahwa siswa masih kesulitan dalam: (1) menentukan tipe grafik, (2) menuliskan judul grafik yang tepat, (3) menentukan sumbu koordinat untuk variabel bebas atau variabel terikat, beserta label sumbu dan satuannya, (4) membuat legend, dan (5) menentukan skala.

Keywords
Graphing Skill, perubahan lingkungan, keterampilan kuantitatif

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/BgYUpbAfDQRM


Profil Sikap Pada Pembelajaran Suhu dan Kalor Dengan Menggunakan Model ICARE
Yoana Nurul Asri*, Dadi Rusdiana, dan Selly Feranie

PDF (179 kB) Show More

Corresponding Author
yoana nurul asri

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Sikap merupakan salah satu hal penting dalam dunia pendidikan. Menjadikan siswa memiliki ketertarikan terhadap fisika merupakan model utama untuk pembelajaran selanjutnya. Hal ini dapat dilatihkan dengan pengajaran melalui model ICARE dengan tahapan introduction (pendahuluan), connection (koneksi), application (aplikasi), reflection (refleksi) dan extension (perluasan). Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa kelas sepuluh SMA di kota Bandung. Instrumen yang digunakan berasal dari skala sikap The Colorado Learning Attitudes about Science Survey (CLASS). Penelitian ini terbagi menjadi tiga tahapan: 1) persiapan termasuk studi literatur, pesiapan instrumen dan skenario pembelajaran; 2) penerapan, termasuk pemberian perlakuan pada sampel penelitian; dan 3) akhir termasuk teknik pengolahan data dan analisis hasil. Indikator dikatagorikan menjadi beberapa hal yaitu hubungan dengan dunia nyata, ketertarikan pribadi, kemauan/usaha, hubungan konseptual, penerapkan pemahaman konseptual, pemecahan masalah umum, pemecahan masalah kepercayaan diri, dan penyelesaian masalah pengalaman. Diantara indikator tersebut, penerapan pemahaman konseptual merupakan sikap yang paling menonjol diantara yang lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model ICARE dapat menumbuhkan sikap positif pada pembelajaran fisika.

Keywords
fisika, ICARE, sikap

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/3ZRepVqfKANG


STUDI EFEK GEOMETRI TERHADAP PERFORMA BAHAN BAKAR PEBBLE BED REACTOR
Ginanjar(a*), M. Nurul Subkhi(a), Dwi Irwanto(b), Topan Setiadipura(c)

PDF (769 kB) Show More

Corresponding Author
Ginanjar Ginanjar

Institutions
(a)Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
*anjar[at]student.uinsgd.ac.id
(b)Kelompok Nuklir dan Biofisika, Departemen Fisika, ITB
(c)Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional Serpong, Tangerang Selatan

Abstract
Reaktor nuklir tipe Pebble Bed Reactor (PBR) merupakan salah satu pilihan menarik untuk memenuhi keperluan listrik dan panas yang semakin berkembang. Rilis radioaktif dari PBR ke lingkungan dijamin sangat kecil dalam kondisi apapun, bahkan seandainya terjadi kecelakaan terparah sekalipun. Salah satu faktor penting yang menjamin hal tersebut adalah performa bahan bakar TRISO yang digunakan pada PBR. Studi ini hendak melakukan analisis terhadap efek geometri partikel TRISO terhadap performa bahan bakar PBR. Studi ini menggunakan software TIMCOAT yang mampu memodelkan kondisi teras PBR dan melakukan analisis performa bahan bakar TRISO dimana performa bahan bakar diwakili oleh parameter probabilitas kegagalan partikel TRISO. Berdasarkan hasil yang diperoleh probabilitas kegagalan paling rendah dari masing-masing lapisan adalah 300 �m pada diameter kernel, 70 �m lapisan buffer, 35 �m lapisan IPyC, 36 �m lapisan SiC dan 37 �m pada lapisan OPyC. Hasil ini menunjukan bahwa bahan bakar PBR memilki performa yang tetap baik meskipun terjadi perubahan geometri.

Keywords
Pebble bed reactor, TIMCOAT dan TRISO.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/8WqneJ3Pb2cE


Penggunaan Sensor Inframerah MLX90614 untuk Pengukuran Suhu Tinggi secara Non-Kontak Berbasis Arduino dan Labview
Ni Putu Yuni N., Jesi Pebralia, Yunita Citra Dewi dan Hendro

PDF (362 kB) Show More

Corresponding Author
Jesi Pebralia

Institutions
ITB

Abstract
Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemukan kejadian untukbisa mengetahui suhu suatu benda yang mempunyai suhu tinggi. Pengukuran secara kontak pada suhu tinggi sulit untuk dilakukan karena akan merusak alat ukur yang digunakan. Oleh sebab itu, telah dirancang detektor pengukur suhu secara non-kontak menggunakan sensor inframerah MLX90614 berbasis arduino dan labview. Setiap benda yang mempunyai suhu di atas 0o C dapat memancarkan radiasi inframerah. Sensor inframerah dapat mendeteksi radiasi inframerah yang dipancarkan oleh sebuah objek. Parameter yang diukur oleh sensor untuk menentukan suhu sebuah benda adalah emisivitas dan panjang gelombang pancaran radiasi inframerah. Arduino digunakan untuk mengolah dan membaca hasil pengukuran suhu yang dilakukan oleh sensor dan labview digunakan untuk menampilkan hasil pengukuran suhu dalam bentuk grafik.

Keywords
sensor inframerah MLX90614, suhu, non-kontak, arduino dan labview

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/aY6ymgXdNDAT


Penentuan Formulasi Adjustable Robust Counterpart untuk Masalah Transportasi dengan Diskon dan Pembelian dari Sumber Eksternal
Rufaida Nurnaini, Diah Chaerani, Sukono

PDF (504 kB) Show More

Corresponding Author
Rufaida Nurnaini

Institutions
Departemen Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21 Jatinangor, Sumedang 45363

Abstract
Dalam paper ini dibahas permasalahan transportasi dengan faktor diskon dan pembelian dari sumber eksternal. Terdapat ketidaktentuan pada jumlah permintaan konsumen sehingga menyebabkan pembelian dari sumber eksternal yang sulit di prediksi. Selain itu, terdapat jumlah kendaraan yang harus disewa dan jumlah kendaraan yang akan digunakan untuk mendapatkan potongan harga (discount) yang sesuai pada setiap pengiriman. Penyelesaian masalah tersebut diatas dilakukan dengan Adjustable Robust Counterpart. Model awal dalam bentuk masalah transportasi yang dapat diselesaikan dengan Pemrograman Linear, diubah menjadi bentuk Robust. Sehingga, bedasarkan hasil eksperimen numerik dapat disimpulkan bahwa model yang diimplementasikan dapat menyelesaikan permasalahan ini. Biaya transportasi yang dihasilkan dari model ini tergantung kepada banyaknya pembelian dari sumber ekternal dan besar diskon yang didapatkan. Semakin kecil selisih antara kendaraan yang dipakai dan kendaraan yang dipesan pada setiap perjalanan, maka semakin optimum biaya transportasi yang dihasilkan.

Keywords
Masalah Transportasi; Optimisasi Robust; Pemrograman Linear; Adjustable Robust Counterpart

Topic
Komputasi dan Pemodelan

Link: https://ifory.id/abstract/qH4vgjV6UTJY


Pengukuran kecerahan langit malam arah zenith untuk penentuan awal waktu fajar
Dhani Herdiwijaya

PDF (668 kB) Show More

Corresponding Author
Dhani Herdiwijaya

Institutions
ITB

Abstract
Cahaya dari Matahari akan berinteraksi dengan lapisan-lapisan atmosfer, sehingga muncul fase peralihan dari malam menuju siang, dan sebaliknya. Fenomena peralihan yang relatif singkat, yaitu orde satu jam, sangat penting bagi kehidupan, baik manusia, flora, dan fauna. Berbagai upaya untuk telaah fisis optika atmosfer, serta dampak bagi kehidupan masih sangat relevan dilakukan, untuk pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi terkini. Salah satu cara untuk mengkuantisasi fase peralihan malam menuju siang adalah mengukur kecerahan langit dengan alat sederhana pengukur intensitas cahaya yang disebut fotometer. Makalah ini menyajikan hasil pengukuran kecerahan langit dengan fotometer saku pada arah zenith untuk hari tertentu yang dipilih dengan kriteria yang ditentukan, yaitu cuaca cerah, minimal awan, dan tidak ada sabit Bulan. Hasil pengukuran kecerahan langit untuk empat lokasi, yaitu Observatorium Bosscha, Cimahi, Yogyakarta, dan Kupang memperlihatkan bahwa langit tergelap malam hari terjadi di Kupang. Tetapi cahaya Zodiak (fajar semu) tidak diamati di Kupang. Sedangkan Cimahi mempunyai tingkat polusi cahaya paling tinggi. Polusi cahaya sangat berpengaruh terhadap nilai kegelapan malam hari. Efek malam semu ditemukan dalam studi ini, yaitu kondisi dimana perubahan kecerahan langit yang kecil sampai sudut elevasi -11 derajat, akibat dari cahaya Matahari yang terserap oleh partikel-partikel polutan di atmosfer rendah. Cahaya Matahari berinteraksi dengan lapisan atas atmosfer Bumi mulai terjadi pada sudut elevasi -17 derajat atau sekitar 65 menit sebelum Matahari terbit, sehingga sudut ini dapat menjadi awal dari waktu salat Shubuh. Makalah ini juga memperkirakan ketinggian atmosfer dimana cahaya Matahari mulai dihamburkan oleh atmosfer.

Keywords
kecerahan langit, waktu fajar

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/nNBW8p9RAaE2


Synthesis and Characterization of Zirconia Nanocrystalline and Thin-Film from ZrCl4 through Sol-Gel Method
Ahlul Hafizan Resha, Aep Patah

PDF (694 kB) Show More

Corresponding Author
Ahlul Hafizan Resha

Institutions
Departemnt of Chemistry, ITB

Abstract
Nano-zirconia has been succesfully synthesized with ZrCl4 as precursor through sol-gel method. Effects of temperature, solvent composition, pH hydrolysis, and calcination temperature of the nano-zirconia phase was observed. According to TGA and XRD results, the formation of pure tetragonal phase could be conducted through not-chilled precursors, the volume ratio of ethanol : water = 5 : 1, pH hydrolysis is 9, and calcination temperature at 400 �C. Calcination at 600 �C exhibited higher crystallinity with emergence of monoclinic phase. Zirconia thin film has been fabricated through spin coating deposition technique by performing a variation of the sol concentration, spinning speed, and spinning duration. Solid zirconia films obtained from the sol with a concentration of 0.02 M were spinned at a speed of 1200 rpm for 30 seconds. Nano-zirconia has a wide band gap at 5.10 to 5.17 eV with photoluminescence properties could be observed at λemission 362 nm and 420 nm, excited by λexcitation 265-325 nm. Broad peak and high intensity at λemission 440 nm, excited by λexcitation 354 nm. Zirconia thin film has a wide band gap at 3.4 eV and 4.6 eV with photoluminescence properties observed at λemission 362 nm, excited by λexcitation 265-340 nm, was measured by UV-Vis spectrophotometry DRS and photoluminescence. Therefore, thin film zirconia nanocrystal and has potential as an optoelectronic material.

Keywords
Sol-Gel, Spin Coating, Nano-ZrO2, Thin Film ZrO2, ZrCl4, Optoelectronic

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/6BuCtbeQVqZP


Pengaruh Energi dan Sudut Datang Elektron pada Transmittansi dan Polarisasi Spin Elektron dalam Heterostruktur Semikonduktor Berpenghalang Tunggal
Hantika Mardianti, Tisa A. Istiqomah, Fatimah A. Noor, Khairurrijal

PDF (413 kB) Show More

Corresponding Author
Hantika Mardianti

Institutions
ITB

Abstract
Pada paper ini akan dianalisis pengaruh energi elektron dan sudut datang elektron terhadap transmitansi dan polarisasi spin elektron pada heterostruktur semikonduktor berpenghalang trapezoid. Polarisasi spin elektron terjadi karena efek bulk inversion asymmetry (BIA) pada penghalang potensial yang memiliki struktur zinc-blende. Pembahasan dimulai dengan menghitung transmitansi elektron dan kemudian menghitung polarisasi untuk masing-masing keadaan spin. Perhitungan transmitansi elektron dilakukan dengan perhitungan berbasis fungsi airy. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa transmitansi elektron terhadap energi datang untuk masing-masing keadaan spin berbeda. Untuk energi yang lebih kecil dari tinggi penghalang, nilai transmitansi meningkat sedangkan untuk nilai transmitansi lebih besar dari tinggi penghalang nilai transmitansi berosilasi. Hasil perhitungan transmitansi terhadap sudut datang menunjukkan bahwa transmitansi tidak simetrik terhadap sudut datang, namun bersifat kuasi simetris. Di sisi lain, hasil perhitungan polarisasi menunjukkan bahwa dominasi keadaan spin berada pada selang energi tertentu dan bergantian antara spin up dan down. Didapat pula bahwa polarisasi bernilai negatif pada sudut datang negatif, begitu pula sebaliknya.

Keywords
Bulk inversion asymmetry, Dresselhaus, Polarisasi, Spin, Transmitansi

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/47Ca9nJTjXfy


Penyelesaian Model Optimisasi Spasial untuk Masalah Alokasi Persediaan Air Menggunakan General Algebraic Modeling System (GAMS) untuk Studi Kasus Daerah Irigasi Waduk Jatiluhur
Ahmad Dinu Haq, Diah Chaerani, Isah Aisah

PDF (283 kB) Show More

Corresponding Author
Ahmad Dinu Haq

Institutions
Universitas Padjadjaran

Abstract
Defisit air di berbagai wilayah telah menjadi permasalahan yang serius terkait keberlangsungan hidup makhluk hidup. Perubahan iklim menjadi salah satu faktor permasalahan ini terjadi. Namun, secara matematis, masalah ini telah diselesaikan oleh Murray et al (2012) melalui rancangan Model Optimisasi Spasial untuk Masalah Alokasi Persediaan Air (MOSMAPA) berbentuk Pemrograman Linear dan telah menyelesaikan masalah defisit air di wilayah Phoenix Amerika Serikat. Model ini menjelaskan bahwa permasalahan mengenai defisit air di suatu wilayah dapat diselesaikan dengan mengalokasikan persediaan air dari wilayah yang mengalami surplus air ke wilayah yang mengalami defisit air. Tujuan utama dari model optimisasi ini adalah meminimumkan defisit air yang terjadi di suatu wilayah pada periode tertentu. Paper ini menjelaskan penggunaan MOSMAPA dalam menyelesaikan pengalokasian pemenuhan kebutuhan air di daerah irigasi Waduk Jatiluhur untuk Wilayah Tarum Barat, Tarum Utara, dan Tarum Timur. Perangkat lunak General Algebraic Modeling System (GAMS) digunakan dalam menyelesaikan MOSMAPA pada studi kasus yang dipilih. GAMS merupakan perangkat lunak yang dirancang khusus untuk menyelesaikan masalah optimisasi linear, nonlinear, dan optimisasi mixed integer. Hasil yang diperoleh adalah GAMS menghasilkan solusi optimal alokasi persediaan air untuk setiap eksperimen numerik yang dibahas. Solusi optimal yang diperoleh dapat dijadikan dasar kebijakan alokasi persediaan air di daerah irigasi Waduk Jatiluhur.

Keywords
defisit air, MOSMAPA, Pemrograman Linear, dan GAMS.

Topic
Komputasi dan Pemodelan

Link: https://ifory.id/abstract/zTxZWVvPk368


Alat Ukur Nilai Transmisi dan Absorpsi Cahaya Pada Suatu Material (Mika dan Cairan) dengan Memanfaatkan Hukum Lambert-Beer Berbasis Arduino dan Labview
Wenny Wahyuni*, Nanda Novita, Fajriani dan Hendro

PDF (459 kB) Show More

Corresponding Author
Wenny Wahyuni

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Besarnya cahaya yang ditransmisi dan di absorpsikan dapat dianalisa dengan menggunakan hukum Lambert-Beer. Transmisi dan absorpsi dari material dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya warna, konsentrasi dan ketebalan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu alat yang dapat menghitung transmisi dan absorpsi yang berbasis arduino dan labview. Alat ukur yang digunakan menggunakan sensor photodioda dengan dua sumber cahaya yang berbeda, yaitu laser dan super bright. Arduino berfungsi sebagai perangkat elektronika yang menggunakan IC Atmega, dimana arduino ini juga dibutuhkan untuk memberi tegangan input pada alat ukur selain itu arduino juga dapat membaca sinyal output dari alat ukur tersebut dan dalam penampilan data digunakan labview. Labview disini dapat menampilkan data output yang dikirim dari arduino, tampilan Labview tersebut dapat berupa data digital, analog dan grafik. Dari percobaan yang telah dilakukan, untuk absorpsi oleh sumber cahaya super bright hasil yang paling besar ditunjukkan oleh mika dengan warna merah, sedangkan absorbsi yang terkeecil diperlihatkan oleh mika yang berwarna putih hal ini juga terjadi pada cairan, sedangkan untuk sumber cahaya laser absorpsi terbesar dihasilkan oleh mika yang berwarna biru dan yang paling rendah oleh warna putih. Sedangkan untuk trasmisi terbesar cahaya super bright diberikan oleh mika berwarna putih dan terkecil oleh mika merah, untuk sumber cahaya laser transmisi terbesar oleh mika putih dan transmisi terkecil pada mika biru. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan panjang gelombang dari masing-masing sumber cahaya.

Keywords
hukum Lambert-Beer, LED super bright, laser, arduino, Labview

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/bPm3XNQhpnDa


Fisika Gunungapi: Meletusnya Gunung Talang Berdasarkan Perspektif Al Quran dan Sains-fisika
Ari Yuneldi1,a), dan Lilik Hendrajaya2,b)

PDF (317 kB) Show More

Corresponding Author
Ari Yuneldi

Institutions
1Laboratorium Fisika Bumi,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

2Laboratorium Fisika Bumi,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a)Ariyuneldi1202[at]gmail.com (corresponding author)
b)Lilik.hendrajaya3[at]gmail.com

Abstract
Aktivitas Gunung Talang Sumatera Barat sangat menarik untuk dipelajari karena dipengaruhi struktur geologi daerah zona depresi Sesar Sumatera, lebih menarik lagi apabila dikaji dari dua perspektif yang berbeda yaitu Al Quran dan Sains-fisika. Gunung Talang merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia yang terletak di Pulau Sumatera yang geografi sumatera sendiri didominasi oleh jajaran pegunungan yang bernama Bukit Barisan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif berdasarkan sumber pengamatan dari vulkanologi dan penelitian terdahulu. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa meletusnya Gunung Talang diawali pengaruh gaya luar yang menyebabkan meningkatnya aktivitas gunung dan pergerakan lempeng yang menyebabkan perbedaan tekanan. Apabila tekanan di bawah kantong magma lebih besar maka magma akan terdorong keluar dan dikeluarkan dalam bentuk debu dan pasir sebagaimana dijelaskan Al Quran. Gunung Talang banyak mengandung silika yaitu material yang dapat menyuburkan tanah sehingga cocok untuk pertanian dengan kadar SiO2 pada debu vulkanis sebanyak 63.45% (634500 ppm), CaO 4.40% (44000 ppm), dan MgO 1.40% (14000 ppm).

Keywords
Gunung Talang, Fisika gunungapi, gunungapi perspektif Al Quran dan Sains-fisika

Topic
Kebumian (EPS)

Link: https://ifory.id/abstract/cWt3mjRUKwrF


Pengaruh Jumlah dan Energi Foton terhadap Kualitas Citra pada CUDA EGS
Sitti Yani1,2, Freddy Haryanto1, Idam Arif1

PDF (1,179 kB) Show More

Corresponding Author
Sitti Yani

Institutions
1 Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
2 Akademi Kebidanan Pelita Ibu Kendari

Abstract
Simulasi Monte Carlo (MC) digunakan secara luas untuk mensimulasikan efek radiasi pengion pada beberapa aplikasi fisika medis misalnya radioterapi dan pencitraan sinar-X. Salah satu source code yang memanfaatkan algoritma MC adalah CUDA EGS. CUDA EGS ini dapat mensimulasikan mekanisme transport foton dalam EGSnrc untuk mensimulasikan X-ray hamburan Compton dan Rayleigh yang muncul dalam aplikasi pencitraan. Dalam simulasi ini digunakan phantom inhomogenitas yang berupa silinder air dengan diameter 12 cm dan tinggi 12.8 cm. Di dalam phantom terdapat dua silinder terkecil (diameter 3 cm, panjang 10 cm) yang terdiri atas jaringan tulang dan adipose, dua bulatan teflon dengan diameter 1 cm dan batangan alminium persegi dengan ketebalan yang bervariasi dari 1 mm sampai 4 mm. Sumber sinar-X yang digunakan merupakan sumber titik yang diletakkan 30 cm dari pusat phantom sepanjang sumbu utamanya. Image plane tegak lurus terhadap sumbu pusat phantom dan berada 30 cm di belakang pusat phantom. Image plane (detektor) terdiri dari pixel persegi sebanyak 512�512 pixel dengan panjang sisi 1 mm. Simulasi dilakukan dengan memvariasikan besar energi foton yaitu pada energi 20 keV, 80 keV, 380 keV, 800 keV dan 1 MeV dengan jumlah history sebanyak 109 foton. Sedangkan jumlah history foton yaitu 105, 106, 108, 109 dan 1010 dengan energi foton sebesar 380 keV. Semua citra yang dihasilkan oleh CUDA EGS menunjukkan jumlah dan distribusi dari foton yang sampai pada detektor. Jumlah dan distribusi foton tersebut digambarkan dalam nilai grayscale tiap pixel pada detektor. Semakin tinggi nilai grayscale pada hasil simulasi untuk tiap citra menunjukkan semakin banyak foton yang mampu menembus material dan sampai pada detektor. Waktu simulasi yang dibutuhkan akan semakin lama jika energi foton yang digunakan semakin besar. Dalam simulasi MC untuk transport foton semakin besar history yang digunakan maka hasil yang diperoleh semakin akurat.

Keywords
Monte Carlo, CUDA EGS

Topic
Lain-lain

Link: https://ifory.id/abstract/xCd7QMZnkagT


DEVELOPING TOOL KIT OF BIPOLAR MOTOR STEPPER CONTROLER
Cahyaning Nur Karimah, Syifaul Fuada, Dyah Lestari

PDF (1,306 kB) Show More

Corresponding Author
FUADA S

Institutions
Electronic and Photonic Universitas Indonesia
Microelectronic, Institut Teknologi Bandung
Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang

Abstract
Abstract� Motor stepper is one an example electromagnetic device that change electric energy to mechanic energy, now motor stepper is implemented on every industrial activity in this technology era, we are know that Selecting the best motor for your application depends on a few key design criteria for your system including cost, positional accuracy requirements, torque requirements, drive power availability, and acceleration requirements. Seeing a lot of applied science on the stepper motor, so the trainer of Stepper Motor controlling is required to developed for understanding of students both from theory and practice very easy. Through this project, hopes to materialize a learning media that caters to the learning process at Vocational High School. This project contains material about: (1) Stepper motors principle, and (2) Shaft drive control, (3) Controller and driver wiring, (4) Control of the number of pulses, and (5) Sequential control. This paper described how to develop motor stepper controlling focus on bipolar motor and controlling CW and CW. With the trainer allows the learners to be able to learn with easy, fun and achievable goals as expected. Accordingly, an educator is required to be able to improve the effectiveness of learning so that the learning can be useful..

Keywords
Trainer of Motor Stepper controlling, Make easy learning, CW and CCW controlling, Vocational High School applied, development

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/mK6REuYb9TJU


PENURUNAN KADAR ION Fe2+ DENGAN VARIASI KONSENTRASI ZEOLIT ZSM-5 DAN LAMA PERENDAMAN
Lutfi Ulinuha1, Ana Hidayati Mukaromah2, Diah Heti S.3

PDF (403 kB) Show More

Corresponding Author
Ana Hidayati Mukaromah

Institutions
S3 Chemistry ITB

Abstract
Besi (Fe) adalah logam dalam susunan unsur berkala termasuk logam golongan VIII B, dengan berat atom 55,85 g.mol-1, nomor atom 26, berat jenis 7.86 g.cm-3 dan mempunyai valensi 2 dan 3 (selain 1, 4, 6). Kadar besi dalam air tidak boleh melebihi 1,0 mg/L, karena dapat menimbulkan rasa, bau, menyebabkan air berwarna kekuningan, menimbulkan noda pada pakaian dan tempat berkembangbiaknya bakteri Creonothrinx. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penurunan kadar Fe2+ menggunakan variasi konsentrasi Zeolit ZSM-5 dan lama waktu perendaman. Penelitian dilakukan di Laoratorium Kimia Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang. Waktu penelitian dilaksanakan pada Bulan Januari � Mei 2015. Sampel penelitian menggunakan larutan baku Fe2+ dengan konsentrasi 50 ppm kemudian dilakukan perendaman menggunakan Zeolit ZSM-5 dengan variasi konsentrasi (0,25% b/v, 0,50% b/v, 0,75% b/v, 1,00% b/v) dan waktu perendaman (30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit). Hasil penelitian diketahui waktu optimum menurunkan kadar Fe2+ adalah 60 menit pada konsentrasi zeolit ZSM-5 (0,25% b/v, 0,50% b/v, 0,75% b/v, 1,00% b/v ) berturut-turut dapat menurunkan kadar Fe2+ sebanyak 11,79%, 16,17%, 10,50% dan 22,28%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah variasi konsentrasi dan lama perendaman Zeolit ZSM-5 paling optimum dalam menurunkan kadar Fe2+ adalah 1,00% b/v selama 60 menit dapat menurunkan kadar Fe2+ sebanyak 22,28%.

Keywords
Fe2+, zeolit ZSM-5, Variasi Koncentrasi, Waktu Perendaman

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/JCW7bQFjGY2H


Pengembangan LKS berbasis POE (Predict Observe Explain) pada Pokok Bahasan Suhu dan Kalor Fisika SMA kelas X
Ulfanie Wiyatama*, Vina Serevina, Betty Zelda Siahaan

PDF (896 kB) Show More

Corresponding Author
Ulfanie Wiyatama

Institutions
Universitas Negeri Jakarta, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta, Jl. Pemuda No.10, Jakarta 13220
*ulfanie.wiyatama[at]gmail.com

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS yang berbasis dengan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) pada pokok bahasan Suhu dan Kalor untuk SMA kelas X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). LKS yang dikembangkan berisi: 1) cover LKS, 2) daftar isi, 3) pendahuluan, 4) petunjuk penggunaan LKS, 5) tata tertib praktikum didalam kelas, 6) langkah-langkah dari model Predict Observe Explain (POE) . Langkah-langkah dalam mengembangkan LKS adalah analisis, mendesain LKS, pembuatan, revisi dan penyempurnaan. Hasil analisis kebutuhan yang dilakukan di beberapa sekolah SMA di Jakarta dengan jumlah responden 50 siswa menunjukkan hasil sebesar 64% siswa tidak pernah menggunakan LKS saat belajar fisika materi suhu dan kalor dan sebanyak 78% siswa menginginkan adanya sebuah pengembangkan LKS yang dapat membantu mereka dalam belajar fisika di kelas. Sedangkan berdasarkan hasil uji keterbacaan kepada beberapa siswa SMA diperoleh sebanyak 70% menyatakan sangat setuju bahwa LKS dapat mempermudah siswa dalam melakukan percobaan fisika dan 70% menyatakan sangat setuju bahwa LKS jelas dan mudah dipahami. Keseluruhan hasil uji keterbacaan LKS memperoleh interpretasi sangat baik Hasil penelitian pengembangan LKS diharapkan dapat dijadikan bahan ajar pendukung pembelajaran fisika pada materi suhu dan kalor.

Keywords
LKS, Predict Observe Explain, ADDIE, Suhu dan Kalor.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/fUpe8bzkPZnK


PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING LABORATORY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN
Suharyadi, Ida Farida, Sari

PDF (394 kB) Show More

Corresponding Author
Suhar Yadi

Institutions
Program Studi Pedidikan Kimia, Jurusan Pendidikan MIPA,
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan,
UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
suharyadi948[at]gmail.com

Abstract
Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMAN 1 Cileunyi pada mata pelajaran kimia kelas XI MIPA menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan belum baik. Hal tersebut terbukti dari nilai ulangan harian siswa pada konsep tersebut. Sebagai upaya untuk meningkatkan hasil beajar siswa maka digunakan model problem solving laboratory. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas siswa pada setiap tahapan model dan peningkatan hasil belajar siswa. Metode penelitiannya pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dimana sampel yang terpilih yaitu siswa kelas XI MIPA 1 angkatan 2017. Data aktivitas siswa diperoleh melalui lembar observasi dan data peningkatan hasil belajar melalui tes berupa soal uraian. Hasil penelitian selama dua kali pertemuan menunjukkan bahwa siswa mengikuti setiap tahapan model dengan baik dan terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan model problem solving laboratory dengan nilai rata-rata N-Gain 0,654 berkategori sedang. Dengan demikian, model problem solving laboratory dapat diterapkan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Keywords
problem solving laboratory, hasil belajar, kelarutan dan hasil kali kelarutan

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/XbCJjNDz9HvL


Pengukuran Medan Magnet dari Kumparan Kawat Berarus Menggunakan Sensor Magnetik pada Smartphone
Melda Taspika, Lely Nuraeni, Dadang Suhendra dan Ferry Iskandar

PDF (437 kB) Show More

Corresponding Author
Melda Taspika

Institutions
Laboratorium Listrik Magnet
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

Abstract
Pengukuran medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan kawat berarus dilakukan menggunakan sensor magnet pada smartphone sebagai pengganti sensor magnetik yang relatif mahal. Mapping dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui posisi sensor magnetik di dalam smartphone agar pengukuran lebih akurat. Pengukuran besar medan magnet dilakukan dengan memvariasikan jarak terhadap dua kumparan yang disusun dengan jarak pisah tertentu. Eksperimen ini dilakukan menggunakan kumparan berjari-jari 8 cm dengan jumlah lilitan 30, serta dialiri arus 0,3 A. Hasil eksperimen dievaluasi dengan membandingkan nilai medan magnet yang terukur dan nilai teoritis yang diperoleh secara analitik dan pendekatan numerik, dihasilkan nilai selisih hasil pengukuran dengan nilai teoritis di bawah 3%. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sensor magnetik pada smartphone bisa digunakan untuk mengukur kuat medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan kawat berarus dalam eksperimen Fisika.

Keywords
Kumparan berarus, Gauss Meter, Sensor magnetik, Smartphone

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/f94ycTCQPR3m


Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kinematika Gerak Kelas XI IPA 3 Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw di SMAN 2 OKU
Evi Rohyani, Sugianto

PDF (351 kB) Show More

Corresponding Author
Evi Rohyani

Institutions
SMA Negeri 2 OKU

Abstract
Hasil belajar siswa dikelas XI IPA 3 di SMA Negeri 2 OKU selalu rendah, hasil ulangan dari 35 siswa kelas XI IPA3 ,rata-rata adalah 70,59 sebanyak 15 siswa telah memenuhi KKM sedang 20 siswa di bawah KKM. Hal ini yang menjadi hambatan dalam pembelajaran fisika, berdasarkan hasil survei ini disebabkan kurang dikemasnya pembelajaran fisika dengan metode pembelajaran yang menarik, menantang, dan menyenangkan. Supaya pembelajaran fisika menjadi pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) salah satu caranya yaitu melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dengan tipe Jigsaw. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw menggunakan kelompok kecil siswa yang bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran dan mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal, baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok. Model kooperatif tipe Jigsaw ini diimplementasikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Setelah melalui berbagai siklus, ditemukan metode Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas XI IPA3 semester pertama SMA Negeri 2 OKU Tahun Ajaran 2015�2016 pada pokok bahasan Kinematika gerak. Peningkatan persentase aktivitas siswa dari siklus I, II dan III adalah dari 53,85 menjadi 60,5 dan meningkat menjadi 65,5. Peningkatan nilai rata-rata dari siklus I, II dan III adalah dari 58,25 menjadi 72,5 dan meningkat menjadi 80. Berdasarkan dari hasil peneletian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran fisika dengan model kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan kemamapuan literasi saintifik siswa SMA.

Keywords
Model Kooperatif, Jigsaw, Pembelajaran Fisika, Hasil Belajar

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/HMqj8kfW2GyV


Aplikasi Prinsip Gyroscopeuntuk Mempertahankan Kesetimbangan Sebuah Sistem Sederhana
Liya Kholida (a*), Risqa Sitorus (b), Alfian Inza Fusiari (c), Nurrohman Saccadipura (d) dan Dwi Irwanto (e)

PDF (990 kB) Show More

Corresponding Author
liya kholida

Institutions

a) Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
liyaholida92[at]gmail.com

b) Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
rizqasitorus[at]gmail.com

c) Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
alfian.inza[at]gmail.com

d) Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
nurrohmanbdg[at]gmail.com

e)Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
dirwanto[at]fi.itb.ac.id



Abstract
Gyroscopeadalah sebuah alat yang bertumpu pada konsep kekekalan momentum sudut, torsi dan momen inersia yang penggunaanya dapat ditemui pada berbagai aplikasi seperti pada helikopter, robot, smartphone, dan lain-lain. Dalam sebuah sistem gyroscope sederhana, apabila rotor berputar, maka sistem ini akan cenderung mempertahankan keadaannya atau mempertahankan sikap konstan selama tidak ada pengaruh gaya dari luar. Dalam makalah ini, akan dipelajari bagaimana prinsip gyroscope dapat digunakan untuk mempertahankan kesetimbangan sebuah sistem. Studi kasus yang diambil adalah bagaimana menjaga kesetimbangan sekeping CD sehingga ia tetap berada pada posisi berdiri dan tidak jatuh. Prinsip kerja gyroscope diterapkan dalam kasus ini dengan memperhatikan dan menyelidiki beberapa parameter yang memiliki pengaruh signifikan terhadap sistem ini, seperti momen inersia rotor yang ditentukan oleh massa dan jarak terhadap sumbu putarnya. Dengan proses pembuatan dan pengamatan yang dilakukan dapat dipahami prinsip kerja gyroscope, konsep rotasi benda tegar, momentum sudut dan torsi.

Keywords
Gyroscope, keseimbangan, kekekalan momentum sudut, torsi, presisi.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/Rh9BuHvfxQVE


PEMBUATAN BIOBATERAI DARI LIMBAH KULIT PISANG (Musa paradisiaca)
Syifa Fadilah, Risa Rahmawati S*

PDF (273 kB) Show More

Corresponding Author
Risa Rahmawati Sunarya

Institutions
Prodi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan MIPA
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract
Telah dilakukan penelitian pembuatan biobaterai dari limbah kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tegangan yang dihasilkan biobaterai dan daya tahan biobaterai dari berbagai varietas pisang. Pisang yang digunakan yaitu pisang raja sere, pisang raja bulu dan pisang ambon. dengan massa masing-masing sampel 5 gram. Pada penelitian ini dilakukan penambahan garam dan kanji pada kulit pisang sebagai pasta biobaterai. Garam yang digunakan yaitu: NaCl, MgCl2 dan KCl dengan massa 0,25, 0,50 dan 0,75 gram. Serta penambahan kanji sebanyak 0,3 gram. Hasil penelitian menunjukan bahwa varietas pisang raja bulu memiliki tegangan dan daya tahan terbaik. Tegangan yang dihasilkan sebesar 1,28 volt dan tegangan dengan penambahan garam yang paling optimum dihasilkan dari penambahan KCl dengan massa 0,75 gram sebesar 1.40 volt. Untuk penambahan kanji menghasilkan tegangan 1.42 volt pada pisang raja bulu. Listrik dapat bertahan mengalir dalam lampu selama 5880 menit.

Keywords
biobaterai, kulit pisang, tegangan, elektrolit.

Topic
Energi (ENG)

Link: https://ifory.id/abstract/H28hx4vYFpnt


SINTESIS GAS KARBONDIOKSIDA MENGGUNAKAN ALAT SINTESIS GAS SKALA KECIL
Herlina Panggabean, Djulia Onggo

PDF (488 kB) Show More

Corresponding Author
Herlina Panggabean

Institutions
Institute Teknologi Bandung

Abstract
Gas karbondiokasida (CO2) digunakan sebagai contoh dalam mempelajari sintesis dan reaksi gas pada mata pelajaran kimia di lingkungan sekolah menengah atas (SMA). Di laboratorium, gas CO2 disintesis dari padatan kapur dan asam. Kemudian, gas dialirkan ke dalam larutan barium hidroksida untuk menghasilkan kekeruhan pada larutan, tetapi kekeruhan tersebut seringkali tidak teramati. Ini dikarenakan kelarutan barium hidroksida dalam air. Kondisi tersebut diatasi dengan penambahan zat atau pereaksi. Namun, penambahan zat mengakibatkan bertambahnya limbah di lingkungan yang tidak sejalan dengan konsep Green Chemistry. Oleh karena itu didesaian suatu alat skala kecil untuk sintesis gas. Alat skala kecil tersebut terdiri dari botol plastik sebagai tempat terjadinya reaksi yang dilengkapi alat suntik plastik kecil berisi pereaksi dan alat suntik plastik sebagai penampung gas. Untuk mengetahui kelayakan alat tersebut dilakukan uji coba berupa sintesis gas CO2 dari 0,1 g sampel CaCO3 yang tidak murni. Gas yang dihasilkan dapat mendorong piston pada alat suntik penampung gas hingga mencapai volume 11,5 mL. Berdasarkan hasil percobaan tersebut dapat diketahui kerapatan gas CO2 rata-rata sebesar 1,8 g/L dan kemurnian sampel rata-rata 46%. Hasil lain dari percobaan diperoleh gas CO2 yang dapat menghilangkan warna indikator phenolphthalein dari larutan basa. Dengan demikian, alat sintesis gas skala kecil dapat digunakan untuk mengetahui volume gas CO2, kemurnian sampel, kerapatan gas CO2, dan reaksi gas CO2.

Keywords
Sintesis, Gas CO2, Alat Skala Kecil

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/7WUtnFgzH4cf


ASSISTED PRETREATMENT WITH MICROWAVE HEATING UNTUK PENINGKATAN KADAR SELULOSA BATANG PISANG PADA PRODUKSI BIOETANOL
Khulafaur Rosyidin, Yusuf Khaharudin, Roisul Amin, Nur Kaifah Andriani, Dewi Maya Maharani

PDF (471 kB) Show More

Corresponding Author
Khulafaur Rosyidin

Institutions
Agricultural Engineering Department
Agricultural Technology Faculty
Brawijaya University

Abstract
Telah dilakukan pretreatment pada pohon (gedebog) pisang kepok terhadap kandungan selulosa menggunakan bantuan gelombang mikro (microwave) dan pelarut NaOH 0,5 M. Selulosa ini sangat penting dalam dalam proses hidrolisis dan fermentasi untuk biokonversi menjadi bioetanol sebagai sumber karbon (gula). Riset ini membahas potensi penggunaan gelombag microwave dalam proses pretreatment batang pisang yang didapat dari desa Sumberjo Jombang. Metode pretreatment menggunakan microwave-NaOH dinilai lebih baik, karena selain interaksi yang terjadi antara gelombang micro dengan bahan pada saat pretreatment akan menghasilkan efek panas (heating), penambahan NaOH juga membantu dalam reaksi pemecahan lignoselulosa bahan. Rancangan percobaan menggunakan Rangkaian Acak Kelompok (RAK) yang tersusun atas 2 faktor yaitu volume pelarut NaOH dan lama waktu pretreatment . Ukuran serbuk batang pisang yang digunakan yaitu 100 mesh bermassa 40 gram dan besar daya microwave yaitu 950 watt. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik didapatkan pada perlakuan 500 mL dan lama waktu 40 menit, yaitu menghasilkan selulosa sebesar 27,265%, hemiselulosa 17,86% dan lignin 3,26%. Uji SEM menunjukkan kenampakkan sel telah rusak setelah dikenai paparan gelombang mikro (microwave).

Keywords
microwave, NaOH, pohon pisang, pretreatment, selulosa

Topic
Energi (ENG)

Link: https://ifory.id/abstract/NKYvmgaJq6hr


Model Awal Visibilitas Hilal Metonik
Novi Sopwan, M.Si. , Dr. Moedji Raharto

PDF (788 kB) Show More

Corresponding Author
Novi Sopwan

Institutions
1. Alumnus Program Studi Astronomi ITB
2. Pogram Studi Astronomi ITB

Abstract
Model awal visibilitas hilal Metonik menampilkan rentang minimum, maksimum, dan nilai rata-rata dari beda tinggi Bulan-Matahari dan nilai elongasi untuk setiap varian metonik (ILVn) disekitar Ekuator. Padanan model visibilitas hilal Metonik awal dengan setiap bulan dalam satu tahun penanggalan Masehi memungkin untuk penerapan kriteria visibilitas hilal yang lebih sederhana tanpa mengorbankan kompleksitas sistem Bumi-Bulan-Matahari. Penentuan awal bulan (hilal kemungkinan teramati) dalam penanggalan Hijriah dengan model ini dilakukan dengan melihat batas minimum dari beda tinggi Bulan-Matahari dan nilai elongasi Bulan-Matahari saat Matahari terbenam untuk setiap bulan penanggalan Masehi saat terjadinya Bulan Baru.

Keywords
Hilal, Visibilitas Hilal, Metonik, Kalender Islam

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/jabvwqxFK9tc


Pengukuran Massa Jenis Fluida dengan Menggunakan Roberval Balance
Teguh Gumilar, Rizki Zakwandi, Rima R. J. F. Rena Denya A.

PDF (556 kB) Show More

Corresponding Author
Rizki Zakwandi

Institutions
Prodi Pendidikan Fisika,
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung,
Jl. A.H. Nasution Bandung no. 105, Indonesia

Abstract
Salah satu karakteristik dari fluida zat cair adalah memiliki massa jenis. Metode pengukuran massa jenis fluida zat cair sudah banyak dikembangkan. Dalam penelitian ini dikembangkan metode sederhana pengukuran massa jenis fluida zat cair dengan menggunakan Roberval balance. Objek yang digunakan berupa beberapa zat cair yang memiliki massa jenis lebih kecil dan lebih besar dari massa jenis aquades (ρ ≈ 1 g/mL) yaitu minyak goreng, detergen cair, spirtus, larutan glukosa 30%, dan minyak tanah. Pengumpulan data diperoleh dengan memasukan aquades ke dalam lengan kanan dan zat cair yang akan diukur ke lengan kiri hingga Roberval balance mengalami kesetimbangan atau massa fluida di kedua lengan sama besar. Data volume fluida kedua zat cair diperoleh untuk mendapatkan nilai massa jenis yang kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran massa jenis secara manual. Dari hasil perhitungan dan analisis data diperoleh rata-rata massa jenis minyak goreng sebesar 0,862 g/mL dengan rata-rata eror sebesar 6,12%, detergen cair sebesar 0,970 g/mL dengan rata-rata eror sebesar 5,90%, spirtus sebesar 0,755 g/mL dengan rata-rata eror sebesar 5,36%, glukosa 30% sebesar 1,07 g/mL dengan rata-rata eror sebesar 8,98%, serta minyak tanah sebesar 0,7869 g/mL dengan rata-rata eror sebesar 3,00%.

Keywords
fluida cair, massa jenis, Roberval balance.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/2hBvyAMqzrJ6


PENGEMBANGAN SIMULASI FISIKA BERBASIS WEB DENGAN PROGRAM HTML5/CSS3 SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN GUNA MEMINIMALISIR MISKONSEPSI GERAK PELURU
Herawati, Heni Safitri

PDF (402 kB) Show More

Corresponding Author
Hera Wati Hera

Institutions
Universita Terbuka

Abstract
Kesalahan konsep (miskonsepsi) merupakan salah satu permasalahan yang sering ditemukan dalam pembelajaran fisika. Dugaan kuat yang menjadi penyebab miskonsepsi adalah tingginya abstraksi konsep pada mata pelajaran fisika. Kesalahan konsep yang sering terjadi pada mata pelajaran fisika adalah pada topik gerak. Makalah ini bermaksud untk mengungkapkan kesalahan konsep yang terjadi pada guru Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengajarkan mata pelajaran fisika khususnya tentang topik gerak peluru. Lebih lanjut, makalah ini menggambarkan bagaimana pengembangan simulasi program pembelajaran dengan bahasa pemrograman web HTML5/CSS3 diharapkan dapat digunakan untuk meminimalisir miskonsepsi gerak peluru dan dapat diakses menggunakan jaringan internet melalui tutorial online dan mobile phone guna mendukung konsep pembelajaran jarak jauh dengan baik. Hasil menunjukkan bahwa miskonsepsi guru tentang topik gerak peluru terjadi pada: 1) definisi gerak peluru; 2) analisis komponen vektor gerak peluru; 3) besaran dan dimensi gerak peluru.

Keywords
Miskonsepsi, gerak peluru, pengembangan simulasi berbasis HTML.

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/KDyBmpfQNnPE


Perhitungan Energi Elektrostatik Madelung untuk Bidang (100), (110), dan (001) dari Kristal Perovskite Metal Halida
Briandhika Utama, Yusuf Bayu Wicaksono, Sholehhudin Al Ayubi, Fandi Walio, Rahmat Hidayat

PDF (451 kB) Show More

Corresponding Author
Briandhika Utama

Institutions
Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia

Abstract
Beberapa kristal terbentuk oleh ikatan ionik dan strukturnya dapat bersifat stabil, seperti halnya pada garam NaCl. Bentuk struktur kristal dan kestabilannya bergantung pada total energi elektrostatiknya, yang dikenal sebagai energi Madelung. Total energi tersebut diperoleh dengan menghitung energi potensial dari keseluruhan pasangan dua ion bertetangga dalam kristal yang ditinjau, baik yang saling bersebelahan maupun yang tidak bersebelahan secara langsung. Karena sifat perhitungannya itu, perhitungan secara analitik biasanya hanya dapat diperoleh untuk kristal satu dimensi saja, seperti dalam kebanyakan buku teks Zat Padat. Dalam makalah ini kami menunjukkan perhitungan secara numerik dari energi Madelung itu untuk kristal yang kompleks, yakni seperti perovskite metal halida, yang memiliki struktur CH3NH3PbX3. Pemahaman akan energi Madelung dalam kristal ini sangat diperlukan karena kristal ini mudah terbentuk tetapi bersifat tidak stabil. Pada tahap ini, untuk mempermudah, perhitungan energi Madelung dilakukan untuk bidang (100), (110), dan (001) saja. Hasil perhitungan menunjukkan nilai energi Madelung untuk tiap bidang berbeda dan ada hubungan antara energi Madelung dengan jumlah unit sel. Bidang (100) dan (001) memiliki nilai energi Madelung negatif, menandakan struktur bidang ini stabil dan seiring bertambahnya unit sel akan semakin stabil. Sementara bidang (110) memiliki nilai energi Madelung positif, menandakan ketidakstabilan struktur dan semakin bertambahnya unit sel akan menjadi semakin tidak stabil. Kestabilan tertinggi dimiliki oleh bidang (001) karena energi Madelungnya paling negatif.

Keywords
energi Madelung, kristal, perovskite metal halida, zat padat

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/7zXPmNeKufaL


Kurva Dispersi dari Vibrasi Fonon untuk Kisi Satu dan Dua Dimensi lewat Solusi Persoalan Nilai Eigen secara Numerik
Septia Eka Marsha Putra, Vessabhu Wijaya Kusumah, Frans Willy, Fransiska Ratih Widiasari, Rahmat Hidayat

PDF (469 kB) Show More

Corresponding Author
Septia Eka Marsha Putra

Institutions
Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia

Abstract
Dalam struktur kristal, fonon dapat memiliki pengaruh besar terhadap sifat kapasitas panas dan sifat elektroniknya. Vibrasi fonon berbeda dengan vibrasi dalam suatu molekul, yang biasanya merupakan vibrasi individual dari suatu pasangan atom yang berikatan secara langsung. Fonon adalah vibrasi atom-atom yang terjadi secara kolektif, yang terjadi pada suatu frekuensi karakteristik dan arah perjalaran tertentu bergantung pada struktur kristalnya. Karakteristik vibrasi fonon tersebut dapat diperoleh dengan menyelesaikan persamaan geraknya, yang diturunkan dari Hukum Newton dan Hukum Hooke. Solusi persamaan gerak tersebut menghasilkan suatu kurva dispersi, yang merepresentasikan antara karakteristik vektor penjalaran fonon dan energinya di dalam kristal itu. Sementara solusi analitik untuk kristal berstruktur sederhana dapat diperoleh dengan mudah, tetapi tidak halnya untuk kristal yang kompleks. Dalam makalah ini kami menunjukkan bahwa jika persamaan gerak tersebut dapat diubah ke dalam bentuk persoalan nilai eigen, maka solusi numeriknya dapat diperoleh dengan beberapa fungsi yang tersedia dalam perangkat lunak saintifik, seperti Matlab. Hasil perhitungan dari program yang dibuat menunjukkan bahwa kurva dispersi yang mirip seperti dalam literatur atau buku teks Zat Padat. Kurva dispersi vibrasi fonon monoatomik satu dimensi hanya terdiri dari bagian akustik sedangkan kurva dispersi vibrasi fonon diatomik satu dimensi terdiri dari bagian akustik dan optik.

Keywords
kristal, fonon, persoalan eigen, zat padat

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/VznypTkGCDeN


Sintesis dan Karakterisasi Kompleks Nikel(II) Klorida 1H-1,2,4-Triazol
Anisya Lisdiana 1 dan Djulia Onggo 2

PDF (400 kB) Show More

Corresponding Author
Anisya Lisdiana

Institutions
1 Program Magister Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

2 Kelompok Keilmuan Kimia Fisik dan Anorganik
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

Abstract
Kompleks nikel(II) berstruktur oktahedral umumnya berwarna dan dapat menyerap sinar tampak dan inframerah dekat sehingga dapat digunakan untuk menentukan kekuatan ligan secara spektrometri. Dari deret spektrokimia diketahui air berperan sebagai ligan lemah dengan energi pembelahan orbital ( extit{d}) ((Delta_o)) sebesar 8518 cm(^{-1}). Sedangkan 2,2( ^{prime} )-bipiridin adalah contoh ligan kuat dengan (Delta_o) sebesar 12660 cm(^{-1}) karena ligan tersebut mengandung dua atom donor nitrogen yang dapat berperan sebagai bidentat dan membentuk kompleks mono inti. Ligan ( extit{1H})-1,2,4-Triazol (Htrz) memiliki tiga atom nitrogen tetapi hanya dua yang menjadi donor pasangan elektron terhadap ion pusat dan kompleks yang terbentuk umumnya berupa kompleks polimerik. Kompleks Ni(Htrz)(_3)Cl(_2).3H(_2)O telah disintesis dari NiCl(_2).6H(_2)O dan Htrz. Kompleks ini berupa padatan berwarna ungu dan bersifat paramagnetik dengan dua elektron tidak berpasangan. Dari data IR diperoleh energi vibrasi torsi cincin triazol pada 634 cm(^{-1}) yang membuktikan bahwa kompleks tersebut memiliki struktur polimerik. Kompleks ini larut sempurna dalam air menghasilkan larutan yang warnanya sama dengan warna padatannya. Spektrum larutan kompleks ini pada daerah tampak dan inframerah dekat menunjukkan tiga puncak khas yang merupakan identitas struktur oktahedral. Dari puncak ketiga pada 929 nm (10764 cm(^{-1})) dapat ditentukan bahwa ligan Htrz memiliki kekuatan menengah.

Keywords
Komples Nikel(II), 1H-1,2,4-Triazol, Oktahedral, Kekuatan Medan Ligan

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/63fUFtLaPqRY


Desain, Perakitan dan Uji Coba Mini Parabolic Trough Collector (PTC) Sederhana
Lintang Ratri Prastika (a*), Muhammad Miftahul Munir (a)

PDF (1,786 kB) Show More

Corresponding Author
Lintang Ratri Prastika

Institutions
a) Kelompok Keahlian Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia
*lintang.r.prastika[at]gmail.com

Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model prabolic trough collector (PTC) dalam ukuran kecil, dengan tahap menentukan desain, melakukan perakitan dan uji coba mini PTC sederhana ini. Mini PTC didisain menggunakan persamaan parabola sederhana. Terbuat dari material yang mudah diperoleh dalam ukuran yang kecil. Panjangnya sekitar 1 m dan lebar aperture 0,5 m. Plat seng mengkilat digunakan sebagai reflector dan pipa alumunium digunakan sebagai absorber. Pengujian PTC dilakukan pada lahan terbuka di atap sebuah gedung di Jalan Purbasari Dalam, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia. Air dimasukkan ke dalam pipa sebanyak 70% dari volume total pipa, yaitu 63,2 ml. PTC diletakkan dengan orientasi Utara-Selatan. Manual tracking dilakukan untuk membuat PTC tetap mengarah ke matahari. Pengukuran suhu dan tekanan air dalam pipa dilakukan dan dicatat setiap 15 menit sekali dari pukul 9.30�11.00. Hasil pengukuran menunjukkan suhu tertinggi yang dapat dicapai PTC adalah 54oC dan tekanan tertinggi adalah 1,4 bar. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, desain mini PTC ini belum mampu menghasilkan uap bertekanan tinggi. Studi lebih lanjut dapat dilakukan dengan memperbaiki desain dan mengganti material PTC sampai dapat menghasilkan uap air bertekanan tinggi sehingga daat dimanfaatkan untuk memutar mini generator dan menghasilkan listrik.

Keywords
Kolektor surya, parabola, energi surya

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/vYdzJ6tATuRq


Spring-based Projectile Launcher sebagai Alat Praktikum untuk menentukan Konstanta Pegas dan Percepatan Gravitasi
Jerfi (a), Marati Husna (a*), Abd Haji Amahoru (a), Ulil Azmi (a), dan Nurhasan (a)

PDF (395 kB) Show More

Corresponding Author
Marati Husna

Institutions
a) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*maratihusna[at]gmail.com

Abstract
Gerak peluru dalam praktikum fisika biasanya hanya digunakan untuk mengamati gerak dua dimensi untuk menentukan percepatan gravitasi atau variabel lain seperti waktu atau jarak jatuhnya benda.. Dengan melibatkan pegas sebagai sumber energi bagi gerak peluru, hukum kekekalan energi dapat diterapkan sehingga konstanta pegas dapat ditentukan dari gerak ini. Melalui Research Based Learning (RBL) ini, didesain suatu media pembelajaran berupa alat praktikum berbasis pegas yang dapat divariasi untuk menentukan konstanta pegas dan konstanta percepatan gravitasi pada gerak peluru yaitu Spring-based Projectile Launcher. Metode yang digunakan adalah menembakkan bola dengan variasi simpangan pegas pada Spring-based Projectile Launcher. Konstanta pegas kemudian dapat ditentukan menggunakan hukum kekekalan energi yang terjadi selama bola mengalami gerak peluru. Diharapkan media ini menjadi alat praktikum yang komprehensif, yaitu dapat mengamati gerak peluru sekaligus menentukan konstanta pegas.

Keywords
Konstanta Pegas; Alat Praktikum; Percepatan Gravitasi; Gerak Peluru

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/jvN3uqprLT6y


Page 17 (data 481 to 510 of 753) | Displayed in 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats