Indonesia Conference Directory


<< Back

Search Paper

Page 18 (data 511 to 540 of 753) | Displayed in 30 data/page

PENENTUAN SELF HEATING PADA SENSOR SUHU RENDAH LAPISAN TIPIS CU DENGAN TRANSDUSER 2-WCB DAN 3-WCB
Moh. Toifur

PDF (1,915 kB) Show More

Corresponding Author
moh toifur

Institutions
Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Alamat: Jl. Prof. Soepomo Janturan Umbulharjo Yogyakarta 55164
Email: mtoifur[at]yahoo.com

Abstract
Telah diteliti fenomena self heating pada eksperimen pengukuran suhu rendah berbantuan transduser konfigurasi 2-WCB (Wire Configuration Bridge) dan 3-WCB melalui penentuan nilai Lead Resistance (RL). Sebagai sensor suhu digunakan lapisan Cu panjang 30 cm, tebal 18 m dan lebar divariasi dari 1.0 mm sampai 2.5 mm. Penentuan lead resistance dilakukan dengan menyelesaikan secara numerik sistem persamaan bervariabel RL dan RTD (Resistance Temperature Detector) dengan masukan berupa 3 tahanan pada kedua jenis rangkaian WCB dan tegangan tegangan output sensor. Hasil penelitian menunjukkan adanya self heating dengan nilai RL yang cukup signifikan mempengaruhi nilai RTD. Akibat adanya RL ini maka pada transduser 2-WCB memiliki nilai RTD yang lebih kecil dari transduser 3-WCB besar sehingga tegangan output RTD transduser 2-WCB lebih besar dari tegangan output transduser 3-WCB. Adanya self heating ini juga menyebabkan tegangan sensor tidak menunjukkan pola yang teratur terhadap kenaikan temperatur medium.

Keywords
Self heating, rangkaian konfigurasi 2-WCB, 3-WCB, Resistance temperature detector, lead resistance.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/hYJRjLMa9EUA


Desain Multimedia Berbasis Android berorientasi Keterampilan Berpikir Kritis pada Konsep Asam dan Basa
Eka Yuliani, Neneng Windayani, Sari

PDF (676 kB) Show More

Corresponding Author
Eka Yuliani

Institutions
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract
Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang penting untuk dimiliki siswa. Salah satu konsep kimia yang membutuhkan pengembangan ini adalah konsep asam dan basa. Agar sejalan dengan capaian Kurikulum 2013, maka hal ini dapat diintegrasikan dengan TI. Salah satu bentuk pengintegrasiannya adalah dengan pemanfaatan smartphone dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan untuk membuat desain multimedia yang memanfaatkan smartphone dengan sistem operasi android dalam pembelajaran kimia pada konsep asam dan basa. Desain media ini dibuat sesuai dengan langkah pengembangan yang direkomendasikan oleh Borg & Gall yang terdiri dari 10 langkah pengembangan, yang diadaptasi dengan mengelompokannya ke dalam dua tahap, yaitu pengumpulan informasi dan pembuatan desain. Desain yang dihasilkan terdiri dari menu utama yang berisi kompetensi (meliputi kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator) materi pembelajaran tentang asam dan basa, permainan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, serta dilengkapi profil pembuat multimedia dan pilihan untuk keluar dari multimedia tersebut.

Keywords
Multimedia, Android, Keterampilan Berpikir Kritis, Asam dan Basa

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/rMv2cmhLDWHt


Studi literatur Pengembangan bahan ajar teori kinetik gas menggunakan multimodus visualisasi untuk implementasi interactive lecture demonstration berorientasi peningkatan pemahaman konsep
Tiara Nurhuda,S.Pd ; Dr. Dadi Rusdiana,M.Si ; Dr. Wawan Setiawan,M.kom

PDF (322 kB) Show More

Corresponding Author
Tiara Nurhuda

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Bab Teori Kinetik Gas dalam mata pelajaran fisika merupakan materi yang mikroskopik dan sulit diamati namun sangat penting. Pemahaman konsep merupakan hal yang paling mendasar dalam pembelajaran fisika. Pemahaman konsep dapat ditingkatkan melalui model interactive lecture demonstration (ILD), dimana model ILD membutuhkan bahan ajar dalam mendukung bab teori kinetik gas . Maka dibutuhkan berbagai modus visualisasi dalam mengimplementasikan ILD ini sehingga informasi yang disampaikan menjadi memori jangka panjang. Berdasarkan studi literatur, pengembangan bahan ajar teori kinetik gas yang menggunakan multimodus visualidasi untuk implementasi ILD dapat meningkatkan level pemahaman konsep siswa

Keywords
Pemahaman konsep, bahan ajar, interactive lecture demonstration, teori kinetik gas

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/RwAEc4HeLbmQ


PENINGAKATAN LITERASI SAINS DALAM DOMAIN KOMPETENSI SETELAH DITERAPKANNYA PENDEKATAN SAINTIFIK PADA TOPIK PEMUAIAN DI SMP
Rakhmawati Muliana Putri*, Setiya Utari, dan Saeful Karim

PDF (338 kB) Show More

Corresponding Author
Rakhmawati Muliana Putri

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Literasi Saintifik (LS) merupakan pengetahuan dan kompetensi sains yang digunakan untuk memecahkan persoalan dan pengambilan keputusan (OECD, 2013). LS dipandang penting untuk mempersiapkan warga negaranya dalam menghadapai tantangan era globalisasi bagi negara maju dan berkembang. Namun, beberapa riset menunjukkan bahwa LS siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara lain, dan ada dugaan bahwa LS belum terlatihkan secara optimal dalam pembelajaran di sekolah. Penelitian pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest dan menggunakan sampel 31 siswa kelas VII yang diperoleh secara random di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung, bertujuan untuk meningkatkan domain kompetensi LS pada topik pemuaian dengan menggunakan pendekatan saintifik. Pengukuran kompetensi LS menggunakan soal essay berjumlah 9 butir soal, dengan reliabilitas 0,84 dan validitas pada rentang 0,43 � 0,75. Peningkatan domain kompetensi LS melalui gain ternormalisasi diperoleh 0,49 untuk kompetensi menjelaskan fenomena ilmiah, 0,70 untuk kompetensi mengevaluasi dan merancang penelitian ilmiah, dan 0,67 untuk kompetensi menginterpretasikan data dan bukti ilmiah. Ketiganya berada pada kategori peningkatan yang sedang. Pendekatan saintifik yang dipergunakan masih perlu dioptimalkan, terutama pada langkah yang berkaitan dengan kompetensi menjelaskan fenomena ilmiah.

Keywords
Literasi Sains, Domain Kompetensi, Pendekatan Saintifik

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/f78AeUwGdBZF


Penggunaan Sensor Magnet pada Smartphone untuk Mengamati Pergerakan Bandul Ganda dalam Eksperimen Fisika
Lale Putri Nurul Hidayah, Dina Rahmawati, Dadang Suhendra, dan Ferry Iskandar

PDF (577 kB) Show More

Corresponding Author
Lale Putri Nurul Hidayah

Institutions
Laboratorium Listrik dan Magnet,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

Abstract
Eksperimen fisika tekait bandul ganda merupakan salah satu sub topik pembelajaran untuk memahami konsep kinematika. Saat ini eksperimen bandul ganda yang banyak dilakukan adalah menggunakan video tracker, namun penggunaan video tracker diperlukan pengolahan data lebih lanjut karena tidak dapat menampilkan hasil secara langsung. Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mendapatkan pola pergerakan bandul ganda dengan simpangan sudut kecil. Eksperimen ini dilakukan dengan memanfaatkan sensor magnet pada smartphone yang dapat menampilkan pola pergerakan bandul secara real time sehingga frekuensi dan periode dapat diketahui. Pola pergerakan bandul ganda yang terbaca pada smartphone kemudian dibandingkan dengan hasil simulasi menggunakan metode numerik Runge Kutta Hasil yang di peroleh menunjukan adanya kemiripan pola pergerakan bandul pada smartphone dengan hasil simulasi.

Keywords
Bandul ganda, smartphone, simulasi, runge-kutta

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/KVPpbQda2MRg


Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis PDEODE (Predict, Discuss, Explain, Observe, Discuss, Explain) pada Pokok Bahasan Fluida Statis kelas X SMA
Fanny Mutia Sari*, Vina Serevina, Betty Zelda Siahaan

PDF (584 kB) Show More

Corresponding Author
Fanny Mutia Sari

Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Jl. Pemuda No. 10, Jakarta 13220
*mutiasarifanny41[at]gmail.com

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran fisika berbentuk Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis PDEODE untuk SMA kelas X pada materi fluida statis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan desain model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Langkah-langkah dari model pembelajaran PDEODE yaitu prediksi, diskusi I, presentasi I, observasi, diskusi II dan presentasi II. Langkah-langkah dalam mengembangkan LKS yaitu analisis, mendesain LKS, pembuatan LKS, revisi dan penyempurnaan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan kepada 50 siswa menunjukkan bahwa 80% siswa menyatakan menginginkan pengembangan suatu media pembelajaran serta 70% menyatakan guru disekolah belum menggunakan LKS berbasis PDEODE pada materi fluida statis. Mengacu pada hasil survei LKS ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan teknik penyajian yang mempermudah siswa dalam memahami konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil uji keterbacaan kepada siswa SMA diperoleh rerata skor komponen materi 83%, bahasa 70%, teknik penyajian 83% dan kegrafikan 67%. Skor 83% menyatakan materi dalam LKS mudah dipahami dan skor 70% menyatakan LKS mempermudah siswa dalam melakukan percobaan fisika. Berdasarkan hasil uji keterbacaan yang telah dilakukan memperoleh penilaian yang baik. Hasil penelitian pengembangan LKS diharapkan dapat dijadikan bahan ajar pendukung dalam pembelajaran fisika pada pokok bahasan fluida statis.

Keywords
LKS, PDEODE, ADDIE, Fluida Statis

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/ahZreCWUmkQK


Studi Awal Subitusi TiO2 Lokal pada Sintesis Li4Ti5O12 dengan Metode Metalurgi Serbuk
Slamet Priyono dan Bambang Prihandoko

PDF (334 kB) Show More

Corresponding Author
slamet priyono

Institutions
Pusat Penelitian Fisika - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Komplek Puspiptek Gedung 442 Serpong Tangerang Selatan Banten 15314

Email: slam013[at]lipi.go.id

Abstract
Telah dilakukan subtitusi TiO2 lokal pada sintesis Li4Ti5O12 dengan metode metalurgi serbuk. Li4Ti5O12 disintesis dengan mereaksikan bahan baku LiOH.H2O dengan TiO2. Bahan baku LiOH.H2O merupakan bahan impor teknis (Germany) sedangkan TiO2 merupakan bahan lokal yang diproduksi oleh balai besar keramik kementrian perindustrian. Bahan baku TiO2 lokal terlebih dahulu diuji dengan XRF untuk mengetahui komposisi kimia dan XRD untuk mengetahui komposisi phasa. Proses pembuatan dilakukan dengan mencampurkan serbuk-serbuk, milling selama 15 jam dan proses kalsinasi pada suhu 400oC, 600oC, dan 800oC selama 2 jam. Hasil proses kalsinasi dikarakterisasi dengan XRD untuk mendapatkan phasa dan komposisinya. Pengukuran dengan XRF menunjukkan bahwa kandungan unsur paling dominan pada TiO2 lokal adalah Ti namun masih banyak kandungan pengotor seperti unsur Fe. Hasil analisa phasa menunjukkan bahan pada suhu 400 oC terbentuk phasa LiOH dan dilithium titanate, pada suhu 600oC hanya phasa dilithium titanate dan pada suhu 800oC telah terbentuk phasa Li4Ti5O12.

Keywords
Li4Ti5O12, TiO2 lokal, kalsinasi, komposisi kimia, dan komposisi phasa

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/yfFa9YNktvQR


SIFAT MEKANIK DAN TERMAL MATERIAL KOMPOSIT LOGAM Al-Cu-Mg/ SiC MELALUI PROSES ANNEALING HASIL STIR CASTING
Inggit Alfiani Julianti (1*), Anggara Budi Susila (2), Erfan Handoko (3)

PDF (669 kB) Show More

Corresponding Author
Inggit Alfiani Julianti

Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Jl. Rawamangun Muka No.1, Jakarta, 13220, Indonesia

Abstract
Telah dilakukan proses sintesis dari komposisi matriks Al-Cu-Mg dengan filler SiC dengan proses anneling hasil dari stir casting untuk mendapatkan komposit logam Al-Cu-Mg/SiC. Diawali dengan peleburan Alumunium yang dicampur dengan Cu (1.8%) , Mg (4.4%) dan variasi SiC dalam bentuk serbuk yang terlebih dahulu dicampurkan agar lebih homogen. Variasi SiC yang digunakan antara lain 2.5 % , 2.8% , dan 3.1 % . Proses peleburan terjadi pada suhu 900oC sampai berbentuk fasa semisolid. Setelah itu dilakukanlah proses pengadukan komposit menggunakan stirr casting dengan kecepatan 250 rpm selama 10 menit. Paduan yang dihasilkan akan dicetak dan di dinginkan pada suhu ruang untuk selanjutnya akan dipotong. Setelah itu dilakuakan prosses anneling selama 2 jam dengan suhu 450 oC dan di aging selama 16 jam pada 160 oC. Setelah itu sampel akan dipotong untuk di uji SEM (Scanning Electron Microscope), XRD (X-Ray Diffraction), EDS (Energy Dispersive X-ray Spectroscopy), DTA (Differential Thermal Analysis), serta uji kekerasan bahan Hardness Vickers dan pengujian densitas. Hasil penelitian ini menunjukan pada pengujian SEM ditemukannya partikel SiC yang menunjukan bahwa Al-Cu-Mg/SiC merupakan material komposit dan terjadi peningkatan sifat mekanik dan termal dari komposit logam setelah mengalami proses anneling dan aging.

Keywords
matriks Al-Cu-Mg ; filler SiC; komposit logam Al-Cu-Mg/SiC; stir casting ;anneling; aging

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/tFd7u3TbeU8m


Peningkatan Kinerja Pemodelan Resistivitas DC 3D dengan menggunakan GPU Berkemampuan CUDA
Hairil Anwar (a*), Achmad Imam Kistijantoro (a), dan Wahyu Srigutomo (b)

PDF (477 kB) Show More

Corresponding Author
Hairil Anwar

Institutions
a) Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung
b) Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Institut Teknologi Bandung
Email: 23514034[at]std.stei.itb.ac.id

Abstract
Pemodelan resistivitas DC 3D dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga Galerkin untuk formulasi potensial sekunder. Secara garis besar, komputasi yang terlibat pada metode elemen hingga meliputi: diskritisasi domain pemodelan, penyusunan matriks global, penerapan syarat batas, dan penyelesaian sistem persamaan linier. Domain pemodelan didiskritisasi dengan menggunakan elemen tetrahedral. Matriks global diperoleh menggunakan formulasi metode elemen hingga Galerkin untuk elemen tetrahedral dan disimpan dengan sparse format CSR. Untuk menyelesaikan sistem persamaan linier digunakan metode conjugate gradient (CG). Berdasarkan komputasi yang terlibat, penyelesaian sistem persamaan linier mendominasi sebagian besar waktu komputasi pada pemodelan resistivitas DC 3D. Peningkatan kinerja pemodelan dilakukan dengan memindahkan komputasi penyelesaian sistem persamaan linier pada GPU berkemampuan CUDA dengan memanfaatkan library CUBLAS dan CUSPARSE. Pengukuran kinerja dilakukan pada sistem dengan CPU Intel Core i5-4460, GPU GTX 750Ti dan sistem operasi linux 64-bit. Peningkatan kinerja terhadap serial CPU yang diperoleh dengan menggunakan GPU adalah sebesar 3.86 dan 3.84 untuk single precision dan double precision. Dengan melakukan padding pada format CSR (PCSR) dapat diperoleh peningkatan kinerja 4.81 dan 4.26 untuk single precision dan double precision.

Keywords
CUDA, GPU, metode elemen hingga, metode Galerkin, resistivitas DC 3D

Topic
Komputasi dan Pemodelan

Link: https://ifory.id/abstract/rf2MGdK8YXCg


Potensi, Peluang, dan Tantangan Pengembangan E-Book Fisika di Kota Bandung : Survey Terhadap Siswa SMA di Kota Bandung
Popi Wulandari, Ika Mustika Sari, dan Heni Rusnayati

PDF (285 kB) Show More

Corresponding Author
POPI WULANDARI

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semakin pesat telah mendorong untuk beralihnya buku cetak menjadi buku digital, namun penerapannya maupun penelitian di bidang ini masih jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggali potensi, peluang, dan tantangan pengembangan Electronic Book (E-Book) Fisika. Metode penelitian yang digunakan yakni dengan metode survey. Sampel penelitian 165 siswa terdiri dari 64 laki-laki dan 101 perempuan yang tersebar di 10 SMA Negeri dan 5 SMA Swasta di Kota Bandung. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen angket respon siswa terhadap penggunaan gadget, Program Gerakan Literasi (PGL), dan persepsi siswa tentang E-Book Fisika. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa 100% siswa memiliki gadget dan 89,7% sudah berbasis android. Siswa mencari materi fisika dari gadget selama 1-3 jam dalam sehari sebesar 70,9%. Hal ini sangat kontras dengan pendapat bahwa 98,2% siswa bermain media sosial di gadget selama satu sampai lebih dari 3 jam. Selama PGL, sebanyak 80,6% siswa menyukai program ini dan sebanyak 48,5% siswa mengaku bahwa sekolah memperbolehkan siswa membaca buku dari gadget. Buku yang paling banyak dibaca selama PGL adalah Novel (65,5%), hal ini bertolak belakang dengan pilihan buku mata pelajaran sebanyak 17,6%. Mengenai pendapat E-Book Fisika, siswa lebih menyukai E-Book Fisika dibandingkan buku cetak sebesar 75,7%. Namun demikian, ditemukan bahwa sebagian besar siswa (76,3%) membaca buku dalam sehari kurang dari 1 jam. Dari paparan potensi, peluang, dan tantangan tersebut diperlukan suatu upaya membangkitkan minat baca siswa terhadap buku Fisika yaitu dengan dibangunnya E-Book Fisika yang bisa diakses dari gadget.

Keywords
Potensi, Peluang, Tantangan, E-Book

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/MGcdN6EjFuXa


INVESTIGASI PEMAHAMAN MAKNA FISIS MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA TERHADAP BEBERAPA BESARAN, KONSTANTA DAN KOEFISIEN FISIKA
Andi Suhandi, Yuyu R. Tayubi dan Maulana Achmad

PDF (488 kB) Show More

Corresponding Author
Andi Suhandi

Institutions
Departemen Pendidikan Fisika FPMIPA UPI, Jl. Dr. Setiabudhi 229 Bandung

Abstract
Telah dilakukan penelitian investigatif untuk mendapatkan gambaran tentang pemahaman makna fisis mahasiswa Pendidikan Fisika terhadap beberapa besaran, konstanta dan koefisien fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang dilakukan terhadap para mahasiswa pendidikan fisika baik program strata satu maupun strata dua. Jumlah responden penelitian adalah sebanyak 20 orang mahasiswa S1 dan 15 orang mahasiswa S2 Pendidikan Fisika pada salah satu LPTK di Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik interviu dengan bantuan pedoman interviu. Hasil investigasi menunjukkan bahwa pada umumnya (85%) mahasiswa strata satu dan sebagian besar (67%) mahasiswa strata dua belum memiliki pemahaman makna fisis yang baik terhadap beberapa besaran, konstanta dan koefisien fisika, yang mereka tampilkan masih sebatas ungkapan verbal dari pernyataan matematis terkait besaran, konstanta dan koefisien fisika yang ditinjau. sebagian contoh ketika mereka ditanya makna fisis dari konstanta kalor jenis, kebanyakan diantara responden menyatakan jumlah kalor yang diperlukan untuk meningkatkan suhu zat yang bermassa satu kilogram sebesar satu derajat celcius, dan hanya segelintir mahasiswa yang menyatakan tingkat kesukaran suatu zat untuk meningkat suhunya ketika dipanaskan. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah perlu dilakukan pembenahan dalam proses perkuliahan yang lebih diorientasikan pada penanaman pemahaman konten yang mendalam, karena mereka merupakan calon guru fisika.

Keywords
Investigasi, Pemahaman makna fisis, Besaran fisika, Konstanta fisika, Koefisien fisika

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/QFtxaq7feG89


Demi Penyadaran dan Literasi Sains: Berkembangnya definisi satuan ohm, yang berujung ke Gejala Hall Kuantum, dengan suatu segi metafisika
Aloysius Rusli

PDF (1,826 kB) Show More

Corresponding Author
Aloysius Rusli

Institutions
Jurusan Fisika, FTIS
Universitas Katolik Parahyangan
Jl Ciumbuleuit 94
Bandung 40141
Indonesia

Abstract
Penyadaran tentang isi sains merupakan syarat perlu, demi manusia dapat menangani peran sains dan teknologi yang makin merasuk ke seluruh kehidupan manusia, agar tidak sekedar terbelenggu oleh sains dan teknologi itu. Penyadaran merupakan langkah awal, yang sebaiknya diikuti dengan pertumbuhan literasi sains dan teknologi. Literasi atau banyak-baca, yang menggambarkan pemahaman secara garis besar, di samping pengetahuan umum tentang cukup banyak rincian/detail sains dan teknologi, merupakan pelengkap bagi seorang manusia yang ingin berperan secara utuh dalam masyarakat, dan bukannya sekedar sebagai ahli spesialis yang tidak berminat mengintegrasikan ilmunya ke dalam keutuhannya sebagai manusia. Setelah ditemukannya �sumber� listrik berupa sel listrik kimia atau batere oleh Volta, sebagai upaya Volta membantah kepercayaan Galvani bahwa listrik itu berasal dari mahluk hidup, terkembanglah teknologi komunikasi menggunakan arus listrik itu, dengan abjad Morse; nama teknologi ini adalah �telegrafi�, menggambarkan sesuatu melalui jarak yang jauh. Sebagai standar bagi kawat-kawat telegraf yang perlu dipasang melintasi daratan Amerika Serikat, dibuatlah beberapa hambatan listrik standar, yang dinyatakan dengan satuan �ohm�, untuk menghargai Georg Ohm dari Jerman yang menemukan hubungan kesebandingan antara arus listrik dan beda tegangan pada suatu kawat logam. Kemampuan membuat sel listrik yang beda potensial listriknya ternyata berkisar pada 1 volt, kemampuan mengukur-teliti arus listrik yang berkisar pada 1 ampere, mengakibatkan satuan bagi hambatan listrik, �ohm�, memperoleh besarnya seperti yang dikenal saat ini. Akhirnya, dalam rangka meningkatkan ketelitian definisi ohm tersebut dengan kaitan ke tetapan alam, digunakanlah temuan gejala Hall secara kuantum, untuk menetapkan standar bagi satuan ohm pada tahun 1990. Laporan studi ini diharapkan dapat menyadarkan pembaca tentang peran teknologi, peran sains, peran metafisika para ahli, dalam menetapkan definisi dan standar, yang seakurat mungkin bagi satuan hambatan listrik ohm.

Keywords
Penyadaran sains, ohm, metafisika

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/AQxumeyVXqEU


Studi pengaruh luasan dan jumlah molekul pada membran terhadap distribusi molekul pada sinaps menggunakan metode Monte Carlo
Adita Sutresno, Freddy Haryanto, Sparisoma Viridi, Idam Arif

PDF (485 kB) Show More

Corresponding Author
Adita Sutresno

Institutions
Fisika, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Tubuh manusia terdiri dari banyak sel saraf yang mana mempunyai kemampuan untuk menghantarkan signal dan kemampuan mendapat dan menanggapi rangsangan dengan baik. Secara garis besar neuron tunggal terdiri dari tiga bagian dasar yaitu tubuh sel, dendritik, dan akson. Terminal akson dimana sinyal terhubung dari satu sel ke sel lainnya disebut sebagai sinaps (Synape). Untuk melihat pengaruh jumlah channel terhadap jumlah ion Ca2+ yang diteruskan ke dalam pre-sinaps maka dibuat variasi terhadap luasan membrane dan jumlah molekul yang lekat pada membrane sebagai katalis terhadap ion Ca2+ ketika bersentuhan dengan membrane dan akhirnya masuk ke dalam pre-sinaps. Dengan memvariasikan luasan membrane dan jumlah ion Ca2+ diharapkan dapat mengetahui hubungan dari variasi tersebut terhadap kerapatan membrane yang dilewati ion Ca2+ untuk mengetahui kecepatan difusi dalam pre-sinaps dengan metode monte carlo. Dari simulasi yang dilakukan menunjukkan bahwa perbandingan antara luasan membrane dengan jumlah molekul pada membran memberikan gambaran kerapatan pada membran yang berpenaruh pada kecepatan difusi molekul pada pre-sinaps.

Keywords
Sinaps, Ca channel, Difusi, Monte Carlo

Topic
Lain-lain

Link: https://ifory.id/abstract/RWvKYeufzZgJ


Galeri Spektrum Bintang B-emisi (Be) Sebagai Media Pembelajaran dan Pendidikan
Robiatul Muztaba, Geavani Eva Ramadhania, Evaria Puspitaningrum, Aprilia, Mochamad Irfan, Hakim L. Malasan

PDF (2,575 kB) Show More

Corresponding Author
Robiatul Muztaba

Institutions
Program Studi Astronomi, Observatorium Bosscha, FMIPA ITB, Bandung, Indonesia

Abstract
Telah dibuat program perangkat lunak galeri spektrum bintang B-emisi (Be) dengan menggunakan MultiMediaBuilder (MMB) berbasis Java. Bintang Be adalah bintang kelas B yang diselimuti oleh selubung gas yang menghasilkan garis emisi pada deret Balmer dan mempunyai ekses radiasi infra merah. Galeri tersebut berisi spektrum pengamatan yang telah dilakukan sejak tahun 2007 hingga tahun 2015. Dari pengamatan variasi ini diharapkan akan dapat dimengerti pembentukan selubung bintang Be. Kontribusi terhadap pengetahuan kita akan evolusi yang enigmatik dari bintang Be akan membawa manfaat besar dalam memahami evolusi yang holistik dari bintang masif yang umumnya berotasi cepat dan mempunya peran besar dalam pengayaan materi antar bintang dalam galaksi. Selain spektrum bintang Be, galeri tersebut juga memuat materi dasar, metode pengamatan, dan metode pengolahan data mentah hasil pengamatan. Total spektrum yang ada dalam galeri tersebut berjumlah 111 spektrum. Adapun klasifikasi spektrum dipilih berdasarkan tipe spektrum yaitu spektrum bintang B normal, spektrum bintang B dengan garis emisi tunggal, spektrum bintang B dengan garis emisi ganda disertai garis absorpsi yang lemah, dan spektrum bintang B dengan garis emisi spektrum ganda yang disertai garis absorpsi yang kuat di panjang gelombang Hα (6562.817 �). Perangkat lunak galeri bintang Be ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan pendidikan untuk sekolah tingkat menengah dan perguruan tinggi.

Keywords
Be, spektrum, garis emisi, garis absorpsi, galeri

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/NYJUjFgar7DM


IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL YANG DISESUAIKAN DENGAN KARAKTERISTIK SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA BESARAN DAN SATUAN
Garnis Nurida, Saeful Karim, Agus Danawan

PDF (331 kB) Show More

Corresponding Author
Garnis Nurida

Institutions
Departemen Pendidikan Fisika,
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Pendidikan Indonesia
Email : nurida.garnis[at]gmail.com

Abstract
Garnis Nurida 1000435. Implementasi Model Pembelajaran Kontekstual yang Disesuaikan dengan Karakteristik Siswa Berkebutuhan Khusus untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Besaran dan Satuan (2015). Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengembangkan model pembelajaran kontekstual yang disesuaikan dengan karakteristik siswa berkebutuhan khusus. Siswa berkebutuhan khusus yang dipilih dalam penelitian ini adalah siswa berkebutuhan khusus bagian tunarungu. Penelitian kuantitatif ini menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah lima siswa SMALB B di salah satu SMALB di Bandung. Perangkat pembelajaran berupa RPP, instrument pretest-posttest, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran serta kinerja siswa. Data yang diperoleh dianalisis dan menunjukkan bahwa perlu adanya perbaikan pada rancangan pelaksanaan pembelajaran yang dibuat berdasarkan pengalaman pembelajaran yang dilakukan. Berdasarkan perhitungan N-Gain rata-rata siswa mengalami peningkatan pemahaman konsep sebesar 0,36 yang termasuk ke dalam kategori sedang.

Keywords
siswa berkebutuhan khusus, model pembelajaran kontekstual.

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/fwX2ny6YJK8j


Profil Inquiry Skill Siswa Kelas X MA Al Inayah Bandung pada Topik Gaya Gesek dengan Media Bidang Miring
Siti Nurdianti Muhajir (a*), Maya Mustika (a), Setya Utari (a)

PDF (242 kB) Show More

Corresponding Author
Siti Nurdianti Muhajir

Institutions
a) Program Magister Pendidikan Fisika Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi, no 229 Bandung 40154, Indonesia
*sitinurdiantimuhajir[at]student.upi.edu

Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil keterampilan berinkuiri siswa kelas X di MA Al-Inayah dengan bantuan media tracker dan bidang miring pada mata pelajaran fisika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan desain one shoot case study. Subyek penelitiannya adalah 22 siswa kelas X MA Al-Inayah Bandung Tahun Pelajaran 2016/2017. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa lembar kegiatan siswa yang didalamnya berisi pertanyaan pendahuluan yang di sesuaikan dengan indikator keterampilan inkuiri. Hasil penelitian menunjukan 83,64% siswa dapat merumuskan tujuan, 83,64% siswa dapat merumuskan alat bahan, 78,2% siswa dapat merumuskan prosedur percobaan, 76,4% siswa dapat membuat tabel pengamatan yang sesuai, 76,4% siswa dapat mengolah dan menghitung data dengan benar, 94,6% siswa dapat menyimpulkan.

Keywords
Inquiry skills; Media Bidang miring

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/2DW4RL3ABT6r


Potensi Polisakarida Kapang Endofitik Aspergillus sp1 dari Terumbu karang Seroja kol Sebagai Sumber Antioksidan
Yoice Srikandace

PDF (402 kB) Show More

Corresponding Author
Yoice Srikandace

Institutions
LIPI-P2 Kimia Bandung

Abstract
Kapang endofitik Aspergillus sp1 yang bersimbiosis dengan biota laut sejenis terumbu karang Seroja kol asal Pameungpek, Garut, Jawa Barat telah berhasil diisolasi. Kapang tersebut diisolasi, dipurifikasi dan disimpan sebagai kultur dengan media Potato Dextrose Agar. Produksi polisakarida dari kapang merupakan hasil fermentasi kapang dengan menggunakan media Sabouraud Broth, dengan waktu fermentasi 14 hari pada suhu ruang dengan kecepatan 120 rpm. Polisakarida yang tersekresi dan yang berasal dari dinding sel kapang diuji aktivitas antioksidannya dengan metode 1, 1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Filtrat hasil fermentasi kapang yang diekstraksi dengan etanol 95% disebut exopolysaccharides (EPS), miselium hasil fermentasi kapang yang diekstraksi dengan air disebut water-extracted mycelial polysaccharide (WPS) dan miselium yang diekstraksi dengan Sodium disebut sodium hydroxide-extracted polysaccharide (SPS). Aktivitas antioksidan yang tertinggi berasal dari ekstrak EPS dengan aktivitas sebesar 71,98% pada konsentrasi 100 �g/ml. Ekstrak WPS dan SPS dengan konsentrasi sama hanya mampu menangkal radikal bebas DPPH masing-masing sebesar 52,17 % dan 55,27 %. Selanjutnya, ekstrak EPS dipurifikasi dengan kolom Sephadex G-100, dan diidentifikasi dengan Fourier Transform Infrared Resonance (FTIR). Data spektra inframerah menunjukkan bahwa ekstrak EPS mengandung polisakarida dengan bilangan gelombang 3354 cm-1 yang berkarakteristik untuk gugus fungsional hidroksil (OH), sedangkan untuk ikatan C-O dan C-H pada bilangan gelombang 2358 cm-1 dan 2928 cm-1. Berdasarkan hasil identifikasi molekuler dan analisis pilogenetik, Aspergillus sp1 merupakan spesies baru dengan kemiripan 74% dengan Aspergillus ochraceus.

Keywords
antioksidan, Aspergillus, biota laut, endofitik, pilogenetik, polisakarida

Topic
Lain-lain (ETC)

Link: https://ifory.id/abstract/JauzTwCM9hRr


Perancangan Peringatan Awal Longsor Menggunakan Rotary Encoder Berbasis Arduino UNO
Deni Kartika1,a), Muhammad Iqbal Ramadhan2,b), Louis Charvia3,c), Hamidan Irham4,d), N.S. Aminah5,e), M. Djamal6,f)

PDF (408 kB) Show More

Corresponding Author
Deni Kartika

Institutions
1,2,3,4Program Studi Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

5,6Fisika Teori Energi Tinggi dan Instrumentasi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132


a) kartika.deni[at]gmail.com (corresponding author)
b) miqbalrp[at]gmail.com
c) louischarviaa[at]gmail.com
d) wacingcong11[at]gmail.com
e) nina[at]fi.itb.ac.id
f) mitra[at]fi.itb.ac.id

Abstract
Longsor merupakan suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis. Pada penelitian ini dibuat sistem deteksi longsor menggunakan rotary encoder berbasis Arduino UNO. Sistem sensor yang dibuat menggunakan tiang yang menancap pada daerah rawan longsor. Tiang terpasang dengan tali yang terhubung pada poros pemutar rotary encoder. Saat terdeteksi longsor, tali akan tertarik. Tarikan dari tali akan membuat rotary encoder berputar. Hasil dari sinyal output rotary encoder akan diproses sedemikian rupa pada Arduino UNO hingga menghasilkan alarm tanda peringatan awal longsor. Penelitian akan difokuskan pada pemilihan bahan tali untuk meningkatkan sensitivitas sensor. Dengan memilih bahan yang tepat untuk tali pada sensor longsor, sensor longsor dapat bekerja dengan baik.

Keywords
Longsor, rotary encoder, Arduino UNO, bahan tali

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/pVheKC8vY4EN


Standarisasi Teknik Pengambilan Foto Material Butiran Dua Dimensi dalam Kasus Efek Kacang Brazil
Trise Nurul Ain, Hari Anggit Cahyo Wibowo, Siti Nurul Khotimah dan Sparisoma Viridi

PDF (573 kB) Show More

Corresponding Author
Trise Nurul Ain

Institutions
Magister Pengajaran Fisika Institut Teknologi Bandung

Abstract
Tiga teknik pengambilan gambar sistem material butiran dua dimensi pada kasus Efek Kacang Brazil dilaporkan dalam tulisan ini. Proses penggetaran material butiran tidak dilakukan secara malar melainkan terputus-putus dalam selang waktu diam sekitar satu detik diantara dua penggetaran beruntun sehingga menyediakan cukup waktu untuk pengambilan gambar sistem yang diamati. Teknik pertama dalam pengambilan foto material granular ini dilakukan dengan menggunakan kamera digital dengan resolusi sebesar 20 MP. Pengambilan foto dilakukan secara langsung dengan menempatkan kamera di depan wadah penggetar. Foto yang dihasilkan pada teknik pertama ini belum bisa didigitasi karena terdapat bayangan. Bayangan tersebut merupakan pantulan kamera dan tripod dari wadah penggetar yang terbuat dari akrilik bening. Teknik kedua dilakukan dengan menempatkan kamera digital tidak secara langsung di depan wadah penggetar tetapi disebelah kiri depan wadah. Di belakang kamera ditempatkan sebuah layar berwarna hitam agar tidak terjadi pantulan. Pada teknik ini, tidak diambil foto secara langsung setiap detik tetapi dengan direkam secara malar menggunakan mode video. Hasil rekaman tersebut kemudian diambil snapshoot saat penggetaran dihentikan sekitar satu detik tersebut. Hasil snapshoot video pada teknik kedua ini belum terlalu bagus karena resolusi gambar menjadi VGA. Teknik pengambilan foto terakhir dilakukan dengan menggunakan mode foto dari kamera handphone beresolusi 8 MP autofokus. Digunakan kamera dan tripod berwarna hitam dan layar hitam di belakang kamera. Gambar yang dihasilkan pada teknik ketiga ini cukup bagus dan telah dapat digunakan untuk proses digitasi dengan menggunakan web browser.

Keywords
material butiran, pengambilan foto, digitasi

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/78aE3xMp6frL


Studi Komparatif Hasil Friction Stir Welding (FSW) dengan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) pada Sambungan Las Aluminium Seri 5083
M. Yudi MS 1), Rifqo Anwarie 1), Tarmizi 2)

PDF (2,148 kB) Show More

Corresponding Author
Rifqo Anwarie

Institutions
1. Universitas Indonesia
2. Balai Besar Logam dan Mesin

Abstract
Abstrak Studi ini membandingkan hasil pengelasan plat aluminium seri 5083 dengan ketebalan 6 mm menggunakan Friction Stir Welding (FSW) dengan variasi welding speed, yaitu 22, 29 dan 38 mm/menit dan kecepatan rotasi 1555 rpm dengan hasil pengelasan konvensional Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Pengelasan FSW dilakukan dengan menggunakan mesin frais. Hasil FSW dan GTAW diidentifikasi menggunakan uji tarik, uji kekerasan dan analisa struktur mikro. Dari identifikasi Hasil analisa struktur mikro menunjukkan Heat Affective Zone (HAZ) hasil pengelasan FSW lebih kecil dari GTAW sehingga menyebabkan kekuatan tarik dan kekerasan hasil FSW lebih tinggi dibandingkan dengan GTAW. Maka dilihat dari perspektif industri proses FSW sangat kompetitif karena menghasilkan sifat mekanik yang lebih baik dibandingkan dengan proses GTAW.

Keywords
Aluminum Seri 5083, FSW, GTAW, welding speed, ujian tarik, uji kekerasan, struktur mikro.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/rpJkUTChXKvD


PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFFERENSIAL ORDE DUA DENGAN METODE EULER PADA RANGKAIAN RLC
Trise Nurul Ain, Neny Kurniasih

PDF (431 kB) Show More

Corresponding Author
Trise Nurul Ain

Institutions
Program Studi Magister Pengajaran Fisika
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Hukum-hukum dasar fisika dibangun berdasarkan fakta ilmiah secara eksperimental. Hukum-hukum tersebut menghasilkan persamaan differensial ketika dihubungkan dengan konsep energi, massa atau momentum sistem. Osilasi teredam rangkaian RLC merupakan salah satu sistem fisis yang dibangun berdasarkan persamaan differensial biasa. Energi listrik di kapasitor dan energi magnetik di induktor berosilasi secara periodik. Resistor pada rangkaian mengubah kedua energi tersebut menjadi energi panas sehingga energi sistem berkurang secara terus menerus. Dengan memperbesar nilai R, muatan pada rangkaian akan lebih cepat habis oleh karena semakin besarnya energi yang diubah menjadi panas. Pengaruh nilai R pada redaman muatan ini dapat diamati secara langsung melalui simulasi grafik osilasi pada Ms. Excel. Pengaruh R pada muatan yang dapat diamati secara langsung tersebut dapat mempermudah siswa dalam memahami konsep rangkaian RLC. Pada simulasi ini, penyelesaian PDB dilakukan secara analitik dan secara numerik dengan menggunakan metode Euler. Hasil perhitungan secara numerik kemudian dibandingkan dengan solusi analitik untuk mengetahui error dan kestabilan hasil. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, didapatkan grafik Q terhadap t pada kedua metode yang hampir sama. Error metode analitik ditemukan membesar kemudian menurun. Ketidakstabilan hasil ini disebabkan karena metode Euler menggunakan segment garis lurus untuk memprediksi solusi, sementara persamaan differensial yang ingin dicari merupakan PDB orde dua yang menghasilkan kurva sinusoidal. Hasil yang lebih stabil dapat diperoleh dengan menggunakan metode-metode pengembangan metode Euler seperti metode Heun, metode Range-Kutta dan metode midpoint.

Keywords
metode Euler, osilasi, PDB, rangkaian RLC, solusi analitik, solusi numerik

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/wcG2peHM7kv3


Penelitian Korelasi: Apakah Kegiatan Membaca Bacaan Sains di Kelas Memiliki Hubungan dengan Penguasaan Konsep Sains Siswa?
Arief Muttaqiin dan Wahyu Sopandi

PDF (382 kB) Show More

Corresponding Author
Arief Muttaqiin

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kegiatan membaca bacaan sains dan penguasaan konsep sains siswa, dimana kegiatan membaca ini disisipkan dalam pembelajaran tentang energi dalam sistem kehidupan di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional (deskriptif). Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 8 Cimahi dengan sampel penelitian 31 siswa kelas VII L tahun pelajaran 2014-2015. Data kegiatan membaca bacaan sains dijaring oleh jawaban siswa melalui pertanyaan dalam bacaan yang dikaitkan dengan materi yang sedang dipelajari, sedangkan penguasaan konsep sains siswa dijaring dengan tes pilihan ganda. Kedua data tersebut dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kegiatan membaca dan penguasaan konsep siswa pada α=0,05 (sig. 0,921) dengan r=0,019. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan membaca di kelas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan penguasaan konsep siswa. Terbatasnya waktu belajar di kelas dan latar belakang kebiasaan membaca siswa memiliki andil terhadap hasil penelitian ini. Walau demikian, kegiatan membaca ini dapat diterapkan untuk memberikan informasi tambahan kepada siswa dalam rangka mendukung proses pembelajaran sains di sekolah.

Keywords
Membaca, Penguasaan Konsep, Energi

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/VEcYzh9t6XGj


Pembuatan Simulasi dengan C Plus Plus (C++) untuk Mencari Tempat Parkir
Florentin Anggraini Purnama, Sparisoma Viridi

PDF (1,081 kB) Show More

Corresponding Author
Florentin Anggraini Purnama

Institutions
Fisika Institut Teknologi Bandung

Abstract
Dalam lingkungan perkotaan yang semakin padat, kebutuhan akan tempat parkir semakin bertambah seiring dengan banyaknya pemilik kendaraan bermotor. Selain kebutuhan akan tempat parkir, ketersediaan informasi tentang tempat parkir dan jalur perjalanan di sekitar pengendara juga menjadi krusial. Berbagai aplikasi telepon genggam telah mencoba mengakomodasi hal itu. Namun, aplikasi yang tersedia belum bisa memberikan data kapasitas tempat parkir secara real-time dan waktu yang dibutuhkan untuk mencari tempat kosong dalam tempat parkir. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan itu dengan menambahkan fitur untuk memperhitungkan kemacetan dalam jalur perjalanan ke tempat parkir dan jalur angkutan umum dari tempat parkir ke tujuan perjalanan ketika jarak tempat parkir terdekat ke tujuan terlalu jauh. Metode yang digunakan adalah perhitungan probabilitas dan luas daerah yang dihitung secara analitis dan disimulasikan dengan C++. Pengambilan data langsung dari petugas parkir dan Google Maps. Waktu yang dibutuhkan pengemudi untuk mencari tempat parkir secara langsung dan dengan menggunakan aplikasi akan dibandingkan. Ke depannya, hasil penelitian ini bisa dikembangkan untuk membuat aplikasi telepon genggam yang komersil.

Keywords
C++, Google Maps, Macet, Parkir

Topic
Komputasi dan Pemodelan

Link: https://ifory.id/abstract/yk23ZGHJMFbD


Kontribusi Kegiatan Ekstrakurikuler Penelitian dalam Meningkatkan Keterampilan Proses IPA
Oo Harsono

PDF (290 kB) Show More

Corresponding Author
Oo Harsono

Institutions
Perguruan Islam Al Izhar Pondok Labu

Abstract
Globalisasi melahirkan paradigma baru dalam pendidikan yaitu fokus pada pengembangan kapasitas peserta didik terutama pada kemampuan berpikir kritis dan belajar sepanjang hayat. Perubahan paradigma pendidikan tersebut direspon pemerintah pada perubahan konseptual kurikulum yang ditunjukkan dengan adanya Kurikulum 2013 yang lebih mengarah pada orientasi pengembangan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui scientific method-nya [1]. Dengan adanya perkembangan konseptual kurikulum tersebut, maka proses pembelajaran harus dapat dikaitkan dengan fakta kehidupan dan alam serta kondisi perkembangan yang terjadi secara global berbasis pengetahuan, sehingga pembelajaran dirasakan bermakna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kegiatan ekstrakurikuler penelitian memberikan kontribusi yang signifikan pada peningkatan keterampilan proses IPA atau tidak. Kegiatan pembelajaran berbasis penelitian diunggulkan tidak hanya karena mampu mengkaitkan antara materi pelajaran dengan fakta kehidupan atau alam tetapi model pembelajaran ini mampu mengembangkan keterampilan proses IPA serta mengintegrasikan penanaman nilai-nilai, moral, serta etika. Kegiatan ekstrakurikuler penelitian menggunakan model pembelajaran kontekstual tipe inkuiri. Model ini dipilih karena melibatkan siswa secara penuh dalam proses pembelajarannya dan menghubungkannya dan menerapkannya dengan kehidupan nyata sehari-hari. Bruner dalam teorinya Free Discovery Learning, mengatakan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif apabila guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ada dalam kehidupan sehari-hari [2]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler penelitian memberikan kontribusi yang signifikan pada peningkatan keterampilan proses IPA.

Keywords
kegiatan ekstrakurikuler, pembelajaran berbasis penelitian, keterampilan proses IPA.

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/NFCb9Yx4Vc78


PENENTUAN KONSTANTA DIELEKTRIK LARUTAN NaCl
Nurmasyitah*, Siti Nurul Khotimah

PDF (1,940 kB) Show More

Corresponding Author
Nurmasyitah Nurmasyitah

Institutions
Program Studi Magister Pengajaran Fisika, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Kapasitor plat sejajar terdiri dari dua plat yang masing-masing memiliki luas penampang A. Kedua plat dalam keadaan saling sejajar dan terpisah sejauh d yang lebih kecil dibandingkan dimensi linear plat. Kapasitansi kapasitor adalah kemampuan suatu kapasitor untuk menyimpan muatan listrik. Pada umumnya, diantara dua plat disisipi material dielektrik, sebagai contoh kertas, mika dan cairan (air dan larutan elektrolit). Kapasitansi kapasitor dapat dapat diukur menggunakan alat LCR meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstanta dielektrik larutan NaCl. Kapasitor plat sejajar dibuat dari Aluminium berbentuk lingkaran berdiameter 20 cm. Alat LCRmeter digunakan untuk mengukur kapasitansi ketika kapasitor disisipi udara (Co), ketika disisipi acrylic (Ca) dan ketika ruang diantara dua plat berisi larutan NaCl dalam petri dish yang dibuat dari bahan acrylic(Cl). Ketebalan acrylic divariasikan dari 1 mm, 2 mm,3 mm, 5 mm dan 10 mm untuk memperoleh kurva hubungan kapasitansi (Ca) terhadap ketebalan acrylic (d) sehingga konstanta dielektrik acrylic dapat ditentukan. Kapasitansi (Cl) merupakan tiga kapasitor seri dari acrylic, larutan NaCl dan acrylic sehingga kapasitansi larutan NaCl dapat ditentukan. Akhirnya, konstanta dielektrik larutan NaCl dapat diperoleh. Untuk mengetahui hubungan kapasitansi dengan konsentrasi NaCl maka dilakukan pengukuran dengan variasi konsentrasi NaCl sebesar 10 mM, 50 mM, 150 mM, 300 mM dan 400 mM.

Keywords
Kapasitansi Kapasitor, Kapasitor Plat Sejajar, Konsentrasi Larutan NaCl, Konstanta Dielektrik

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/EWmeNf7tnhzK


Review: PerkembanganTeknologi Neuroimaging Sebagai Modalitas Deteksi Dini Penyakit Alzheimer
Nita Handayani*, Idam Arif, Siti Nurul Khotimah, Freddy Haryanto, Warsito P. Taruno

PDF (329 kB) Show More

Corresponding Author
Nita Handayani

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Penyakit Alzheimer (Alzheimer�s Disease, AD) merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang terkait dengan gangguan fungsi neuronal dan kerusakan kognisi, fungsi, dan perilaku secara bertahap. Ada dua teori tentang penyebab terjadinya AD. Pertama dari luar sel, adanya penumpukan peptida amyloid yang disekresikan oleh sel-sel otak sehingga membentuk plak beta-amyloid yang dapat merusak sel. Kedua dari dalam sel, adanya tau protein yang saling berikatan membentuk tangles (neurofibrillary tangles) yang dapat merusak fungsi sel dan menyebabkan kematian sel. Terdapat beberapa biomarker yang dapat digunakan sebagai acuan diagnostik dan prognostik dalam deteksi dini penyakit alzheimer, salah satunya adalah neuroimaging marker. Beberapa teknik pencitraan otak sering digunakan untuk mempelajari proses neuropatologis dan perubahan fungsional dan morfologis yang terjadi pada AD. Metode neuroimaging ini tidak hanya bermanfaat untuk deteksi dini namun juga mampu membedakan AD dari penyakit neurodegeneratif lainnya. Teknik neuroimaging secara umum dibedakan menjadi dua yaitu structural neuroimaging (CT, MRI) dan functional neuroimaging (PET, SPECT dan fMRI). Pengembangan teknik neuroimaging saat ini diarahkan pada modalitas yang bersifat non-invasif, non-radiatif, cepat, murah dan reiabel diantaranya adalah EEG dan Brain ECVT. Dalam makalah ini akan dipaparkan perkembangan terbaru dari kemampuan beberapa teknik neuroimaging baik yang berbasis pencitraan struktural, pencitraan fungsional maupun pengukuran sinyal listrik otak untuk studi deteksi dini AD.

Keywords
teknik neuroimaging, Alzheimer, pencitraan otak, deteksi dini

Topic
Lain-lain (ETC)

Link: https://ifory.id/abstract/4GmaQRwjydYf


Rancang Bangun Alat Eksperimen Momentum dan Tumbukan
Pradita Adnan Wijaya, Chong Wai Lup, Enjang Jaenal Mustopa

PDF (1,720 kB) Show More

Corresponding Author
Pradita Adnan Wijaya

Institutions
Program Studi Pengajaran Fisika Sekolah Pascasarjana
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung
pradita.a.wijaya[at]student.itb.ac.id

Abstract
Momentum didefinisikan sebagai perkalian massa benda dengan kecepatannya dan dapat dinyatakan sebagai ukuran kesulitan mengubah kecenderungan gerak benda. Sedangkan tumbukan adalah salah satu impuls yang berlangsung dalam waktu yang singkat. Dalam makalah ini, dibuat alat percobaan sederhana sebagai inovasi media pembelajaran untuk memahami konsep momentum, impuls dan hukum kekekalan momentum linear menggunakan alat dan bahan yang mudah didapat.

Keywords
momentum dan tumbukan, alat eksperimen sederhana, inovasi pembelajaran

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/6x7aUPQmBZke


Studi Density Functional Theory (DFT) Cadmium-Montmorillonite untuk aplikasi di bidang lingkungan
Meqorry Yusfi, Triati Dewi Kencana Wungu dan Suprijadi

PDF (343 kB) Show More

Corresponding Author
Meqorry Yusfi

Institutions
Laboratorium Komputasi Lanjut
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

Abstract
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metoda Density Functional Theory (DFT) untuk menghitung sifat-sifat elektronik dan struktur geometri dari Cadmium (Cd)-montmorillonite berbasis mineral lempung untuk aplikasi di bidang lingkungan. Untuk mendapatkan optimasi struktur maka dalam perhitungan ini dilakukan variasi penempatan posisi Cd diatas permukaan montmorillonite. Dari hasil perhitungan didapat bahwa energi adsorpsi Cd pada permukaan montmorillonite sebesar positif 36,114 eV. Energi gap berubah dari 4,327 eV menjadi 2.588 eV dengan penambahan Cd.

Keywords
Cadmium-montmorillonite, DFT, lempung

Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)

Link: https://ifory.id/abstract/9FKWJkx6nDac


Kontrol Motor SHOT 602 Sebagai Pendukung Percobaan SPR (Surface Plasmon Resonance)
Jerfi*, Hendro

PDF (2,029 kB) Show More

Corresponding Author
- Jerfi

Institutions
Magister Pengajaran Fisika, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Gelombang evanescent merupakan hasil dari peristiwa pemantulan internal total, ketika suatu sinar dilewatkan melalui prisma dalam arah tertentu, dan sinar tersebut akan mengalami pemantulan pada bagian dalam prisma yang bersentuhan dengan sampel. Hasil analisis geometri dan hukum Snell menunjukkan bahwa posisi sudut dari detektor tidak hanya ditentukan oleh sudut insiden cahaya saja tetapi juga oleh ukuran prisma, indeks bias prisma dan posisi detektor dari sumbu rotasi prisma. Dengan mengetahui hubungan antara sudut rotasi prisma dan sudut rotasi detector terhadap sudut datang cahaya, maka formulasi ini dapat digunakan unttuk mengontrol posisi sampel pada prisma dan detector dalam sebuah program berbasis labview yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk percobaan SPR (Surface Plasmon Resonance).

Keywords
Labview, SHOT 602, SPR

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/46UCgWvrtRbP


Peningkatan penguasaan konsep Gelombang dan Optika melalui perkuliahan berbasis scaffolding
Eko Susilowati (1,3), Dadi Rusdiana (2), Ida Kaniawati (2)

PDF (722 kB) Show More

Corresponding Author
Eko Susilowati

Institutions
1). Program Doktoral Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia.
2). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia,
3)Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Lambung Mangkurat
Email: titisekos[at]gmail.com

Abstract
Kerangka kerja P21 dalam pembelajaran abad ke-21 memasukkan pengetahuan dan ketrampilan yang harus dikuasai mahasiswa sebagai bekal dalam menjalani kehidupan yang semakin kompleks. Pengetahuan tersebut diperoleh dengan cara menguasai konsep dengan baik. Studi pendahuluan pada salah satu LPTK di Banjarmasin mengungkapkan bahwa penguasaan konsep Gelombang dan Optika mahasiswa rendah yaitu dengan nilai rata-rata 57,5. Selain itu metode pengajaran yang konvensional diduga menyebabkan rendahnya nilai mahasiswa tersebut. Oleh karena itu diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan cara melakukan penelitian melalui perkuliahan berbasis scaffolding yang membantu mahasiswa untuk meningkatkan penguasaan konsep. Penelitian ini dilakukan pada 96 mahasiswa yang terbagi menjadi 46 mahasiswa kelas eksperimen dan 50 mahasiswa kelas kontrol. Berdasarkan perhitungan N Gain 0,57 yang menyatakan bahwa terjadi peningkatan penguasaan konsep pada kategori sedang dan analisis uji statistik didapatkan hasil penelitian dengan nilai effect size r=0,8 yang menyatakan bahwa perkuliahan berbasis scaffolding ini sangat efektif meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa. Peningkatan penguasaan konsep ini perlu ditingkatkan karena masih berada pada kategori sedang.

Keywords
peningkatan, penguasaan konsep, perkuliahan, scaffolding.

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/hpgJKUjFxH7L


Page 18 (data 511 to 540 of 753) | Displayed in 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats