Page 8 (data 211 to 240 of 753) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Arisat Arisat
Institutions
a)Program Studi Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*a_risat86[at]yahoo.com
b) Program Studi Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
c) Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Aspal adalah hidrokarbon rantai panjang yang banyak ikatan rangkap selain merupakan residu penguapan komponen ringan juga dapat berasal dari karbon. Buton secara tektonik berasal dari busur kepulauan subduksi tumbukan Eurasia dan Australia pada bagian timur yang tertekuk menjadi terbalik terdorong oleh gerakan lempeng Pasifik ke barat menempel dengan lengan timur Sulawesi. Oleh karena itu, Buton mengandung endapan aspal yang bertekanan, padahal berdekatan dengan Sulawesi Tenggara yang kaya dengan logam berat yang merupakan lempeng Pasifik. Agar dapat digunakan sebagai pelapis jalan secara baik, aspal terlebih dahulu diolah melalui proses pemanasan dan pelelehan. Fisika kontekstual aspal perlu dipelajari jangkauannya.
Keywords
Tektonik Buton; Sifat cadangan aspal; Fisika Kontekstual
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Dimas Frananta Simatupang
Institutions
a) Jurusan Kimia, FMIPA, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*dimahozeo[at]gmail.com
b) Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Medan
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, Medan 20221, Indonesia
Abstract
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh model perlakuan dengan pengembangan inovasi modul pembelajaran kimia dan metode demonstrasi dengan bantuan media macromedia flash animation untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pengajaran hidrolisis garam. Sampel yang digunakan adalah buku kimia kelas XI, para guru dan dosen FMIPA UNIMED dan siswa/i kelas XI SMAN 1, Methodist 1 dan Santo Thomas 1 Medan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Penelitian diawali dari analisis empat buku kimia bilingual kemudian dikembangkan menjadi inovasi modul pembelajaran yang telah distandarisasi oleh dosen, guru dan siswa kelas internasional SMAN 1 Medan lalu diujicobakan. Instrumen terdiri dari kuesioner dan 20 soal pilihan ganda yang valid dan layak uji. Uji normalitas menunjukkan pada kelas eksperimen X2hitung < X2tabel, 8,53 < 11,07 dan kelas kontrol 6,63 < 11,07 kemudian untuk uji homogenitas Fhitung < Ftabel (1,27 < 1,47) dan disimpulkan bahwa data terdistribusi normal dan homogen. Hasil menunjukkan bahwa model perlakuan ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengamati rataan tes pada kelompok atas dan bawah kelas eksperimen (84,33 dan 78,83) lebih tinggi dari kelas kontrol (70,67 dan 70,67). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa pada kelompok atas thitung > ttabel, 5,36 > 1,32 dan kelompok bawah 4,32 > 1,32. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model perlakuan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Keywords
inovasi modul pembelajaran, metode demonstrasi, hasil belajar, hidrolisis garam
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Haerul Jusmar Ibrahim
Institutions
a) Program Studi Magister Sains Komputasi, FMIPA ITB
*haerul.jusmar[at]gmail.com
b) Fisika Teori Energi Tinggi dan Instrumentasi, FMIPA ITB
Abstract
Metode Smoothed Particle Hydrodynamics merupakan metode dengan pendekatan Lagrangian yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah dinamika fluida yang kompleks. Perhitungan numerik pada metode ini cukup mudah dan dapat diimplementasikan pada berbagai macam syarat batas. Metode ini menggunakan partikel yang mewakili elemen-elemen fluida yang saling berinteraksi. Pada penelitian ini, interaksi yang terjadi berupa interaksi partikel fluida dan fluida serta fluida dan padatan seperti dalam proses abrasi oleh ombak laut. Proses abrasi dalam penelitian ini diasumsikan tanpa melibatkan proses transportasi dan sedimentasi. Partikel padatan dianggap bersifat seperti fluida pseudo-plastic yang dapat berubah bentuk ketika diberikan shear stress yang cukup. Shear stress minimum yang menyebabkan terjadinya abrasi dinyatakan melalui parameter critical shear stress. Dari hasil simulasi yang dilakukan, diketahui bahwa variasi nilai critical shear stress mempengaruhi persentase partikel yang tererosi.
Keywords
Smoothed Particle Hydrodynamics, shear stress, pseudo-plastic, abrasi
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Sanny Virginia Aponno
Institutions
a) Program Studi Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*sanny.aponno[at]gmail.com
b) Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Indonesia Timur secara fisika tektonik terdiri dari pulau-pulau yang muncul dari lempeng Samudra Pasifik ( Maluku Utara ), busur kepulauan subduksi pinggiran Eurasia dan Samudra Hindia yang terdorong dan tertekuk ( Maluku tengah ) dan Pulau Papua yang merupakan kaki benua Australia yang terangkat. Kepulauan gunung api mempunyai pantai dan teluk sempit dengan jalan raya sejajar, pantai. Pulau besar mempunyai pantai berbakau, banyak sungai dan endapan delta yang subur serta pegunungan tinggi mengandung intrusi dan urat-urat mineral. Praktikum Fisika Alam seperti berikut dapat dikembangkan : mekanika/kinematika jalan raya, aliran sungai curam, erosi dan sedimentasi, geometri topografi, perhitungan volume puncak-pucak pegunungan, angin, matahari, penguapan, sifat listrik bumi yang dapat menuju ke rekayasa penelolaan smberdaya alam ( hayati dan ESDM ).
Keywords
tektonik Indonesia Timur, karakter pulau-pulaunya, fisika kontekstual, praktikum fisika alam.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Ajeng Suryani
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
Abstract
Pada masa kini penggunaan media komputer sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Namun secara umum penggunaan media komputer dalam pembelajaran yang dilakukan oleh guru lebih banyak hanya menggunakan program Microsoft power point berupa tulisan-tulisan diselingi gambar tanpa menyisipkan animasi ataupun video dalam pembuatan multimedia tersebut. Padahal dengan adanya animasi ataupun video akan membuat pembelajaran di dalam kelas lebih variatif dan tidak monoton juga agar siswa dapat belajar secara mandiri. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran fisika berbasis komputer pada pokok bahasan gerak lurus. Dalam multimedia ini terdapat menu kurikulum, peta konsep, animasi & video, e-book, contoh soal, dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah 4D yaitu metode penelitian yang terdiri dari empat tahap. Tahapan 4D tersebut adalah define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa respon siswa melakukan pembelajaran menggunakan multimedia komputer yang dikembangkan adalah positif.
Keywords
multimedia komputer, gerak lurus
Topic
Physics
Corresponding Author
Fandy Gustiara
Institutions
Program Studi Magister Pengajaran Matematika
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Permasalahan yang sangat mencolok pada pembelajaran matematika di sekolah sampai saat ini yaitu terdapat jurang pemisah antara pembelajaran matematika yang dipelajari di sekolah dengan penerapan pada kehidupan nyata. Permasalahan inilah yang selalu menjadikan matematika dianggap sulit dan tidak menyenangkan. Hasil studi PISA (Programme for International Student Assessment) untuk kemampuan literasi matematika siswa Indonesia termasuk ke dalam kategori yang rendah. Dengan skor rata-rata Internasional untuk literasi matematika adalah 500, Indonesia hanya memperoleh skor 367, 360, 391, 371, dan 375 pada tahun 2000, 2003, 2006, 2009, dan 2012. Pendidikan matematika realistik merupakan salah satu solusi nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan demikian, dibuatlah materi pola konfigurasi objek dan bilangan untuk siswa SMP/MTs dengan pendekatan pendidikan matematika realistik. Materi tersebut disusun dengan memperhatikan beberapa aspek berikut: (1) tampilan dan ilustrasi yang menarik; (2) penyampaian materi menggunakan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari dengan prinsip penemuan; (3) latihan soal, kegiatan, dan diskusi dikemas berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga akan lebih bermakna bagi siswa; (4) menggunakan bahasa yang mudah dipahami sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa yang baik dan mempertimbangkan kearifan lokal; dan (5) memberikan kesan akrab pada siswa pada saat membaca, memberikan gambaran tentang karakter, mental, dan akhlak yang baik, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan.
Keywords
pola konfigurasi objek, pola bilangan, matematika realistik
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Muliady Faisal
Institutions
1). Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Institut Teknologi Bandung
2). Sains Komputasi, Institut Teknologi Bandung
Email : muliadyfaisalalmandary[at]gmail.com
Abstract
Fenomena plasma sangat menarik untuk diteliti baik secara experiment maupun simulasi. Dalam studi ini akan dibahas sebuah simulasi model aliran plasma menggunakan metode electrostatic particle in-cell. Metode ini telah banyak diaplikasikan pada berbagai studi plasma. Dalam studi ini dibahas model difusi sederhana yang diharapkan bisa diaplikasikan pada plasma suhu rendah, khususnya pada plasma medicine.
Keywords
Plasma, Particle in cell, difusi
Topic
Physics
Corresponding Author
Rd. Risma Farissa Nurasiah
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
Abstract
Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang perlu dimiliki setiap siswa supaya tidak tertinggal dalam persaingan dunia yang semakin ketat. Berbagai upaya untuk melatihkan dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa perlu diimbangi dengan alat ukur tes yang sesuai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menyusun dan mengkaji karakteristik instrumen tes keterampilan berpikir kritis pada materi alat optik untuk siswa SMP. Tes disusun dari lima indikator yang dikembangkan berdasarkan keterampilan berpikir kritis menurut Ennis (1985) pada aspek ability. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang mendeskripsikan data kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data dilakukan melalui teknik tes dan telaah kualitatif oleh beberapa ahli (expert judgement). Data kuantitatif diperoleh dari pola jawaban siswa pada tes sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil judgement instrumen oleh ahli materi dan ahli evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tes keterampilan berpikir kritis yang disusun layak digunakan sebagai instrumen tes untuk mengidentifikasi keterampilan berpikir kritis siswa SMP pada materi alat optik, yaitu pada sub materi mata, kamera, dan lup.
Keywords
instrumen tes, keterampilan berpikir kritis, alat optik
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Richardo Barry Astro
Institutions
1Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 401322
2Laboratorium Fisika Nuklir,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) richardobarryastro[at]gmail.com
b) amirudin.dessy[at]gmail.com
c) dhiahanaaa[at]gmail.com
d) sitihumairo.z[at]gmail.com
e) dudung[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koefisien gesek statik (mu_{s}) dan kinetik (mu_{k}) berbagai permukaan benda seperti kayu, kaca, dan aluminium. Penelitian dikaji melalui eksperimen gerak benda pada bidang miring. Sistem utama yang digunakan dalam eksperimen meliputi benda berbentuk balok dengan tiga jenis permukaan berbeda. Massa dan luas permukaan ketiga benda serta panjang bidang luncuran dibuat konstan, dengan sudut kemiringan bidang yang dapat diatur. Eksperimen untuk menentukan mu_{s} dilakukan dengan mencari sudut kemiringan bidang ketika benda tepat akan bergerak. Sedangkan untuk menentukan mu_{k} dengan cara mengamati luncuran benda dari puncak bidang miring yang kemudian didokumentasikan dalam bentuk video. Selanjutnya dilakukan analisa menggunakan aplikasi video tracker untuk memperoleh grafik kecepatan benda terhadap waktu dengan berbagai variasi sudut. Hasilnya diperoleh bahwa mu_{s} dan mu_{k} pasangan balok kayu < kaca < aluminium.
Keywords
Koefisien gesek statik, koefisien gesek kinetik, video tracker
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
R. HENNY MULYANI
Institutions
University of Jenderal Achmad Yani Bandung
Abstract
Perilaku mekanik tembaga fosfor C1220T-OL dipelajari dengan memvariasikan temperatur dan waktu annealing dan normalizing.Dalam penelitian ini temperatur divariasikan 300�C, 350�C, 400�C dengan waktu penahanan 5, 10, 15 menit.hasil pengujian pada kondisi optimal yaitu temperatur 350�C dan waktu 10 menit, kekuatan tarik 21,92 kgf/mm2 dengan kekerasan 71,64 VHN.
Keywords
Perilaku mekanik Annealing, Normalizing
Topic
Material
Corresponding Author
Ajeng Suryani
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
Abstract
Keterampilan proses sains merupakan salah satu keterampilan yang perlu dilatihkan pada siswa untuk mengimbangi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad 21 ini. Saat ini intrumen evaluasi keterampilan proses sains hanya berupa lembar observasi yang kadangkala memberikan celah untuk guru menilai siswa secara subjektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan intrumen tes untuk keterampilan proses sains siswa SMP pada materi gerak. Indikator yang digunakan pada intrumen ini terdiri dari enam indikator sesuai yang dikemukaan oleh Dewi (2008), sedangkan metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Research and Development (R & D). Tahapan pengembangan instrumen tes ini adalah membuat indikator soal, membuat soal, judgement oleh ahli materi dan ahli evaluasi, revisi soal, uji coba, dan mengimplementasikan soal di sekolah, yaitu di SMP Negeri 12 Bandung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intrumen tes yang dikembangkan telah layak untuk digunakan sebagai intrumen tes keterampilan proses sains siswa SMP pada materi gerak.
Keywords
intrumen tes, keterampilan proses sains, gerak
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Nikmatul Husna
Institutions
1Kelompok Keahlian Fisika Magnetik dan Fotonik, Institut Teknologi Bandung, Bandung
2Kelompok Keahlian Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung
3Jurusan Fisika Institut Teknologi Sumatera
Abstract
Biosensor optik berdasarkan surface plasmon resonance (SPR) menunjukkan potensi untuk deteksi cepat dan sensitif kontaminan kimia dan biologi di lingkungan. Untuk menghasilkan fenomena SPR, lapisan logam yang sangat tipis dideposisikan di atas permukaan prisma sehingga terjadi resonansi osilasi antara gelombang cahaya datang dengan elektron-elektron bebas pada logam menghasilkan gelombang plasmon pada bidang batas logam/dielektrik. Namun, pada riset ini mikrokanal yang dibuat dari polimer hibrid akan menggantikan prisma. Hal ini dilakukan agar mendapatkan sebuah sistem SPR portable dengan biaya murah. Penelitian ini menitikberatkan pada fabrikasi mikrokanal polimer hibrid. Polimer hibrid terbuat dari TMSPMA dan difabrikasi dengan metode sol gel dan fotopolimerisasi. Pola mikrokanal yang terbentuk dilapisi dengan metal dan bahan dielekrik lain agar dapat menghasilkan fenomena surface plasmon. Jika sampel antigen yang diletakkan di atas lapisan dielektrik berikatan dengan antibodi, maka sinyal output yang dihasilkan akan menghasilkan pergeseran dip. Sejauh ini solusi yang sudah ditemukan adalah pembuatan mikrokanal polimer hibrid dengan metode sol gel dan fotopolimerisasi.
Keywords
mikrokanal, polimer hibrid, surface plasmon resonance
Topic
Physics
Corresponding Author
Fauziatul Fitria
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada siswa sejak mereka menempuh sekolah menengah. Bahkan siswa sudah mulai diperkenalkan tentang fenomena gejala alam sejak sekolah dasar. Namun, pada kenyataannya sebagian besar siswa memiliki perspektif negatif tentang fisika. Hal ini karena mereka tidak dapat memperoleh nilai yang baik meskipun mereka telah melakukan berbagai usaha. Berbagai penelitian juga telah banyak dilakukan untuk menemukan metode belajar yang tepat untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika. Namun, hingga saat ini fisika masih menjadi salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. Dari fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kesulitan yang dialami oleh siswa, yaitu dengan mendiagnostik adanya miskonsepsi yang terjadi selama pembalajaran fisika berlangsung. Tes diagnostik yang diberikan yaitu berupa beberapa gambar benda/sistem dan siswa diminta untuk menggambarkan diagram gaya dari benda/sistem tersebut. Hasil diagram gaya yang digambarkan oleh siswa nantinya akan dianalisis untuk setiap masing-masing benda/sistem.
Keywords
Miskonsepsi, fisika, diagnostik,metode, belajar
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Annas Nasrudin
Institutions
ITB
Abstract
Pada kali ini kami menghadirkan gabungan metode Multi-Particle Collision Dynamics (MPCD) dan Molecular Dynamics (MD) untuk melakukan simulasi aliran fluida 2-dimensi pada larutan bermuatan. Fluida di representasikan dalam berbentuk partikel bulat yang dihitung menggunakan metode multi particle collision dynamics, dan untuk interaksi muatan partikel di hitung dengan menggunakan metode molecular dynamics. Fluida mengalir dalam pipa searah sumbu x, dengan ditambahkannya pipa adalah untuk melihat interaksi tumbukan antar partikel dengan menambahkan syarat batas dan daerah batas interaksi partikel. Aliran poiseuille yang ditentukan pada awal dari simulasi adalah untuk melihat interaksi fluida terhadap muatan partikel yang berbeda. Sifat sistem yang telah disimulasikan dalam selang waktu 50 kali tahap simulasi yang akan menunjukan perbedaan ketika anion dan kation terpisah dari sistem.
Keywords
aliran fluida, MPCD, MD, ionik
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Nur Arifah
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Telah dilakukan penerapan Learning Cycle 7E untuk meningkatkan konisten ilmiah dan prestasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-experimental design dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Sampel pada penelitian ini yaitu siswa kelas X MIA 3 di salah satu SMA Negeri di Bandung dengan sampel sebanyak 33 siswa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu soal dalam bentuk Three Tier Test berbasis multirepresentasi untuk melihat peningkatan konsisten ilmiah siswa dan soal pilihan ganda untuk melihat peningkatan prestasi belajar siswa,penelitian ini di terapkan pada materi Suhu dan Kalor. Hasil penelitian yang diperoleh setelah penerapan model, peningkatan prestasi belajar menurut kategori Hake dalam kategori sedang (0,69), dan untuk peningkatan konsisten ilmiah masuk kedalam kategori sedang (0,59). Selain itu jika ditinjau dari jumlah siswa yang konsistensi ilmiah pada materi ini secara keseluruhan setiap sub konsep mengalami peningkatan. Peningkatan yang paling signifikan terdapat pada sub konsep pemuaian volume yaitu tadinya hanya 4 siswa yang konsisten ilmiah menjadi 27 siswa, peningkatan yang paling rendah yaitu pada sub konsep suhu. Ini termasuk peningkatan yang signifikan mengingat siwa dikatan konsisten ilmiah itu apabila siswa mampu menjawab ketiga soal dalam bentuk representasi yang berbeda dengan kriteria paham konsep three tier test yaitu jawaban benar, alasan benar dan keyakinan jawaban.
Keywords
LearningCycle 7E, Konsistens Ilmiah, Prestasi Belajar
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Rifaatul Maulidah
Institutions
a) Program Studi Magister Pengajaran Fisika, Institut Teknologi Bandung
*rmaulidah[at]gmail.com
b) Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Pembahasan siklus kerja dan efisiensi kerja pada materi termodinamika di tingkat SMA selama ini dipahami siswa sebagai perumusan matematis saja. Padahal banyak informasi yang dapat digali lebih jauh mengenai kerja sebuah mesin dan pemahaman mengenai aplikasinya. Mesin stirling sebagai contoh aplikasi mesin dengan pembakaran luar, memiliki prinsip kerja yang dapat menjelaskan konsep dan hukum-hukum termodinamika. Bahkan pembuatan alat mesin stirling selisih suhu rendah dapat dipraktekkan dengan mudah menggunakan barang bekas dan bahan yang mudah didapat. Sebuah media pembelajaran bertema mesin stirling dapat menjadi alternatif solusi untuk membantu guru menyampaikan materi termodinamika khususnya pembahasan siklus kerja dan efisiensi kerja mesin kepada siswa. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan langkah menentukan tema dan keterpaduannya dengan sub materi yang hendak disampaikan dalam pembelajaran, membuat lesson map mengenai konsep termodinamika yang dapat dipelajari melalui kerja mesin stirling, merumuskan aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan di dalam kelas, dan menentukan tujuan akhir yang hendak dicapai dari penggunaan media pembelajaran. Berdasarkan kajian tersebut dapat dikemukakan hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran berupa presentasi materi dan video bertema mesin stirling pada materi termodinamika serta evaluasi pembelajarannya.
Keywords
media pembelajaran, siklus kerja dan efisiensi kerja, mesin stirling.
Topic
Physics
Corresponding Author
dieni asma mardiyah
Institutions
Program Pendidikan Biologi, SPS Universitas Pendidikan Indonesia
jalan Dr. Setiabudi 229 Bandung 40154
*dieni.latahzan[at]gmail.com
Abstract
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN Dieni Asma Mardiyah*, Riandi, dan Wahyu Abstrak Penelitian ini bertujuan bagaimana mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk komik biologi pada konsep pencemaran lingkungan untuk siswa kelas VII dan mengetahui kualitas media komik sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Four D Models dengan melalui pendefenisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Validasi penelitian ini melibatkan dosen ahli materi, dosen ahli media dan guru biologi. Hasil uji ahli menunjukan media komik dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada konsep pencemaran lingkungan dengan nilai sebesar 83,2%. Hasil uji coba terbatas siswa terhadap media komik menujukan media komik dalam kategori baik dengan nilai respon sebesar 87.6% dan 84.7%. Berdasarkan hasil uji ahli dan uji coba terbatas, media komik pada konsep pencemaran lingkungan dalam kategori baik dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran.
Keywords
Komik Biologi, Pengembangan Media, Pencemaran Lingkungan
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
desmauli pariangan
Institutions
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan penalaran dan aktivitas siswa pada pembelajaran fisika dengan teknik pembelajaran Think-Talk-Write di kelas XI IPA 1 SMA N 1 Inderalaya. Penelitian dilaksanakan dengan enam kali pertemuan dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Inderalaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan observasi. Tes digunakan untuk melihat hasil belajar belajar siswa setelah proses pembelajaran sedangkan observasi untuk mengetahui aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terjadi peningkatan nilai pre-test dan post-test siswa dengan rata-rata nilai pre-test 20,9 dan 78,03 untuk post-test. Perbedaan skor pre-test dan post-test tersebut dikonversikan dalam kategori keefektifan bedasarkan interpretasi nilai gain ternormalisasi dan diperoleh rata-rata nilai gain ternormalisasi dalam kategori tinggi yaitu 0,9. Berdasarkan hasil analisis jawaban siswa 15,625% siswa berada pada tingkat penalaran Near Functional, 81,25% siswa pada tingkat penalaran functional dan 3,125% pada pada tingkat penalaran Expert. Dari hasil observasi aktivitas pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung minat siswa sudah muncul untuk belajar dan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sangat aktif selama proses pembelajaran dengan rata-rata persentase aktivitas siswa yaitu 80,5% dan 19,5% kategori aktif. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini bahwa pembelajaran Fisika menggunakan teknik pembelajaran Think-Talk-Write memberikan peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan disimpulkan rata-rata tingkat penalaran siswa di kelas XI IPA 2 SMA N 1 Inderalaya berada pada tingkat penalaran Functional.
Keywords
Penalaran, Think-Talk-Write
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Widya Liana Aji
Institutions
Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
widyalianaaji[at]gmail.com
Abstract
Temperatur negatif adalah fenomena yang sulit diamati namun menarik untuk dikaji. Untuk menjelaskan temperatur negatif ini diilustrasikan sekelompok partikel yang terdistribusi pada bukit dan lembah energi dimana ketinggian bukit menyatakan besarnya energi yang dimiliki oleh partikel. Dari ilustrasi tersebut, distribusi Boltzmann pada temperatur negatif menjadi terbalik ketika lebih banyak partikel yang menempati keadaan energi tinggi dibandingkan dengan partikel yang menempati keadaan energi rendah. Dalam hal ini perubahan entropi terhadap perubahan energi bernilai negatif. Sistem temperatur negatif mempunyai lebih banyak energi dengan energi maksimum yang dimilikinya daripada sistem temperatur positif. Dalam makalah ini akan dibahas juga beberapa penerapan sistem temperatur negatif, misalnya pada sistem spin, eksperimen oleh Braun et.al. mengenai temperatur negatif pada sistem partikel bergerak untuk pertama kalinya, dan perilaku sistem dalam bidang ekonofisika.
Keywords
Tempuratur negatif; energi; entropi
Topic
Physics
Corresponding Author
Deni Kartika
Institutions
1Laboratorium Elektronika,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) kartika.deni[at]gmail.com
b) hariantowb[at]gmail.com
c) azkakyokushin[at]gmail.com
d) mitra[at]fi.itb.ac.id
e) maria[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Sistem Pencacah Kendaraan Berbasis Internet of Things (IoT) adalah sebuah alat yang digunakan untuk menghitung jumlah mobil yang lewat dan mengelompokkannya berdasarkan ketinggian mobil. Sistem bekerja menggunakan sensor ultrasonik untuk mendeteksi mobil yang lewat beserta tinggi mobil. Untuk mengelola input dan output dalam sistem, digunakan NodeMCU ESP 8266. Output dari hasil pencacah dari sistem akan dikirim otomatis melalui aplikasi MQTT dari android, hingga dapat diketahui jumlah mobil yang lewat beserta klarifikasinya secara real-time. Penelitian akan difokuskan pada optimasi peletakkan sensor hingga Sistem Pencacah Kendaraan Berbasis Internet of Things (IoT) dapat bekerja secara efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah trial-error semua kondisi yang cocok untuk penempatan sensor dan mencari hasil maksimal dari hasil tersebut. Dari hasil penelitian, sensor paling efektif diletakkan tepat diatas satu ruas mobil dan mengarah lurus ke jalan.
Keywords
IoT, NodeMCU ESP 8266, Optimasi, Pencacah Kendaraan, Sensor Ultrasonik
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Wahyuni Andariwulan
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Salah satu pemanfaatan Efek Kacang Brazil (EKB) yang terkenal adalah pemisahan butiran atau segregasi pada campuran yang terdiri dari dua jenis karakteristik butiran. Perbedaan karakteristik tersebut dapat berupa perbedaan massa, massa jenis, ukuran, dan bentuk. Percobaan yang dilakukan oleh Stephan Ulrich, et al menggunakan dua jenis butiran yang berbeda ukuran sim 1.7/1.0 menunjukkan bahwa saat diberi getaran luar, butiran yang diameternya lebih besar dapat bergerak ke atas saat melalui tengah-tengah wadah. Sedangkan di dekat dinding wadah, terjadi pergerakan butiran kecil menuju ke bawah. Eksperimen yang kami lakukan bertujuan untuk menganalisis interaksi antar butiran yang berbeda ukuran melalui penyusunan butiran pada kondisi awal. Telah dilakukan penyusunan kondisi awal sebelum sistem digetarkan arah vertikal. Pertama membentuk dua lapisan dengan butiran besar di bawah, yang kedua lapisan butiran besar-kecil-besar-kecil. Kedua kondisi ini diaplikasikan dalam arah vertikal dan horizontal sehingga totalnya menjadi empat jenis kondisi awal. Terlihat bahwa saat digetarkan, butiran kecil seolah-olah mengitari butiran besar terlebih dahulu sebelum kondensasi di dasar wadah.
Keywords
efek kacang brazil, segregasi
Topic
Fisika Sistem Kompleks
Corresponding Author
Kartika A Putri
Institutions
ITB
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mencari Pasangan (MAKE A MATCH) terhadap hasil belajar siswa dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mencari Pasangan (MAKE A MATCH) dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan pembelajaran konvensional. Populasi berupa seluruh siswa kelas XI IA SMA Negeri 1 Stabat sebanyak 4 kelas. Pengambilan sampel penelitian diambil secara purposive sampling yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Masing-masing kelas berjumlah 32 siswa. Pada kelas eksperimen dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Mencari Pasangan (MAKE A MATCH) dan pada kelas kontrol dengan model konvensional. Hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung > ttabel yaitu 7,21 > 2,00 pada taraf signifikasi α = 0,05 dan db = 58. Hal ini berarti Ha diterima yang berarti ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe mencari pasangan (MAKE A MATCH) terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan sistem reproduksi di kelas XI SMA negeri 1 Stabat Tahun Pelajaran 2011/2012.
Keywords
Make A Match, Hasil Pembelajaran
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
dewi ranti
Institutions
SMK Negeri 5 Kota Bekasi
Abstract
Matematika sebagai ratu ilmu pengetahuan memegang peranan penting dalam semua bidang termasuk dalam bidang pendidikan. Di sisi lain, matematika termasuk mata pelajaran yang dihindari oleh banyak peserta didik. Hal ini terjadi karena berbagai macam faktor, salah satunya adalah kemasan dari penyajian yang kurang menarik. Konsep bilangan merupakan dasar pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika saat ini hanya menitikberatkan pada hasil dan tidak bertumpu pada proses. Sehingga matematika lebih bersifat hafalan. Pada makalah ini dikemukakan suatu teknik untuk menyajikan materi yang lebih menarik tentang pembuktian sifat perkalian bilangan. Materi disampaikan dengan menggunakan alat bantu post it. Post it dipilih, karena menurut teori otak kiri dan otak kanan, warna dan bentuk bersifat long term memory (memori jangka panjang). Teknik ini juga bisa diterapkan untuk mengajarkan berbagai bahasan dalam matematika.
Keywords
Bilangan , post it, Perkalian Bilangan.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Yuant Tiandho
Institutions
Departemen Fisika
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Aliran fluida merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam proses pengolahan minyak. Bentuk aliran fluida dipengaruhi oleh bilangan Reynold fluida tersebut. Karena temperatur dapat mengubah viskositas dan densitas minyak maka nilai bilangan Reynoldnya juga akan dipengaruhi oleh temperaturnya. Nilai bilangan Reynold sebagai fungsi temperatur dapat diturunkan dari model yang disusun oleh Alomair terkait hubungan antara viskositas dengan temperatur. Dari hubungan antara temperatur terhadap bilangan Reynold, kami mengamati proses pembentukan vorteks pada aliran minyak mentah menggunakan metode beda hingga. Analisis dilakukan untuk minyak mentah yang terjebak dalam kotak dengan bagian atas bersinggungan dengan minyak mentah yang mengalir.
Keywords
Aliran fluida, termodinamika fluida, vorteks, minyak mentah
Topic
Physics
Corresponding Author
Khairiah Lubis
Institutions
Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muslim Nusantara Alwashliyah Medan
Jjl Garu II b SM Raja Medan
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang elektrolit baterai kulit durian (Durio zibethinus) sebagai solusi atasi krisis energi berbasis teknologi ramah lingkungan. Syarat agar suatu baterai dapat menghasilkan listrik adalah dengan adanya elektrolit. Elektrolit merupakan suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Alam sendiri telah menunjukkan elektrolit sayuran maupun buah-buahan kepada kita. Salah satunya adalah limbah kulit durian yang sudah berguna lagi dapat dimanfaatkan sebagai biobaterai karena mengandung mineral-mineral zat Kalium, Natrium, Mangan, Asam Folat tinggi yang bisa digunakan untuk mengalirkan ion positif dan negatif. Kandungan zat inilah yang kemudian menciptakan aliran listrik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dan eksperimen. Hasil yang diperoleh dari pengukuran tegangan dan arus bio-baterai ditabelkan dan dianalisa, kemudian dibuat grafik tegangan dan arus pada bio-baterai dibuat dengan menggunakan Microsoft Excel 2010.
Keywords
Kulit Durian, Elektrolit, Krisis Energi, Ramah Lingkungan, Biobaterai
Topic
Fisika Material Elektronik
Corresponding Author
Sutarno Hartosuwarno
Institutions
Jurusan Teknik Metalurgi Universitas Jenderal Ahmad Yani (UNJANI) Bandung Jl. Jenderal Gatot SubrotoPO BOX 807 (PINDAD) Bandungg 40285, Tlp. (022) 7320920
Abstract
Penelitian ini mengevaluasi kekuatan tekan busa aluminium berbasis morfologi rongga pori dengan pendekatan konsep geometri fractal. Busa aluminium ini disintesa menggunakan kalsium karbonat (CaCO3) sebagai agen pembusa dan SiO2 sebagai stabilizer. Morfologi rongga pori busa aluminium bersifat acak, tidak teratur dan stokastik sehingga persoalan dimensi tidak dapat dideskripsikan dengan geometri Euclidean melainkan dengan konsep geometri fraktal. Simulasi kekuatan tekan terhadap porositas berbasis fraktal dengan iterasi menunjukkan bahwa porositas berbanding terbalik dengan dimensi fraktal. Nilai kelengkungan suatu kurva berbanding lurus dengan nilai k pada model Balshin. Dari plot data hasil percobaan diperoleh distribusi kekuatan tekan berbasis porositas fraktal diperoleh Y = 14.80e-3.019X.
Keywords
Rongga pori, stokastik, kekuatan tekan, fraktal
Topic
Material
Corresponding Author
Afni Nelvi
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Monitoring dinamika kekeringan dan kebasahan menjadi penting dilakukan mengingat dampak signifikan yang dapat ditimbulkannya pada berbagai aspek. Standardized Precipitation Index (SPI) merupakan indeks yang digunakan untuk menentukan besarnya penyimpangan curah hujan terhadap normalnya dalam suatu periode waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dan seterusnya). Nilai curah hujan tiga bulanan pada tahun 2015 akan diproses dengan menggunakan software scopic sehingga didapatkan nilai SPI. Secara umum, berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Padang mengalami kekeringan selama periode tersebut dengan nilai SPI berturut-turut (-1.3,-0.42, -0.72, 0.77, -0.17, 1.3, 0.12,-0.32, -0.55, -1,1). Hasil analisis ini dapat memonitor kejadian kekeringan meteorologis. Informasi kekeringan meteorologis dapat digunakan sebagai indikator tingkat defisit air di suatu wilayah. Selain itu juga dapat dimanfaatkan untuk monitoring kebasahan yaitu kejadian penyimpangan curah hujan diatas normalnya. Kekeringan yang terjadi pada tahun 2015 didukung oleh peristiwa El-Nino yang mengakibatkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami defisit curah hujan.
Keywords
kekeringan dan kebasahan, scopic, SPI, kekeringan meteorologis, El-Nino
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
HARDIYANTO -
Institutions
a)Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Nilai parameter tingkat stres didapatkan dari hasil pengujian berdasarkan penangkapan sinyal aktivitas potensial listrik pada kulit jari tangan manusia. Salah satu aktivitas tersebut adalah aktivitas penghantaran listrik (konduktivitas). Hubungan antara tingkat stres dengan konduktivitas kulit berbanding lurus dimana semakin tinggi tingkat stress seseorang maka semakin tinggi nilai konduktansi listrik pada kulit. Sistem sensor ini menggunakan rangkaian pembagi tegangan dan low pass filter yang dihubungkan dengan mikrokontroler Arduino UNO. Hasil pembacaan sensor ini akan ditampilkan di layar PC (Personal Computer) dengan bantuan LabView.
Keywords
GSR,LabView, low pass filter
Topic
Physics
Corresponding Author
Djoko Untoro Suwarno
Institutions
Program Studi Teknik Elektro
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Abstract
Dengan kemajuan teknologi di bidang semikonduktor, muncullah produk IC sensor yang semakin murah dan mudah digunakan. Pada penelitian ini telah diuji coba sensor accelerometer 3 sumbu untuk pengukuran getaran osilasi pada model sistem Tuned Mass Damper (TMD). Sistem terdiri dari model TMD dengan 2 tingkat dan tinggi 60 cm, sensor accelerometer MPU6000, board Arduino serta komputer untuk mencatat dan menampilkan hasil pengukuran dalam bentuk grafik.. Parameter yang diukur berupa amplitudo getaran untuk 3 arah sumbu, frekuensi natural pada model sistem TMD dan redaman yang terjadi. Hasil pengukuran berupa data numerik untuk tiga sumbu (x,y,z) serta tampilan grafik dari pengukuran.
Keywords
sensor accelerometer, model sistem Tuned Mass Damper (TMD), getaran osilasi
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Dewi Wulandari
Institutions
a) Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan, Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan 20221, Indonesia
* wulziephyc[at]gmail.com
b)Kelompok Keilmuan Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi,Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,Jalan Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia.
Abstract
Studi mengenai sifat lokalisasi medan skalar dan medan vektor yang terkopel dengan gravitasi secara nonminimal pada model braneword lima dimensi dengan metrik Randall-Sundrum telah dilakukan. Analisis lokalisasi medan skalar dilakukan untuk kasus modus tak bermassa dan modus bermassa. Medan skalar tak bermassa dapat terlokalisasi untuk kasus increasing warp factor dengan mensyaratkan nilai konstanta kopling tertentu. Medan skalar bermassa dapat terlokalisasi pada brane dengan mekanisme pembangkit massa sendiri (self-generating mechanism), sedangkan medan vektor tak bermassa tidak dapat terlokalisasi pada brane.
Keywords
Randall-Sundrum,lokalisasi medan skalar-vektor, braneworld, nonminimal coupling
Topic
Teoretik
Page 8 (data 211 to 240 of 753) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats