Page 497 (data 14881 to 14910 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Ikha Rizky Ramadani
Institutions
a) Jurusan Statistika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
*ikharizky[at]gmail.com
Abstract
Extreme Value Theory (EVT) merupakan salah satu metode statistika untuk mengidentifikasi kejadian ekstrim. Metode ini biasanya digunakan untuk memodelkan kejadian-kejadian yang bersifat ekstrem, seperti kerugian yang jarang terjadi tetapi memiliki dampak yang sangat besar. EVT banyak diterapkan pada bidang lingkungan (environment) misalnya kejadian cuaca ekstrim seperti badai salju, gelombang panas (heat waves), dan curah hujan ekstrim yang kerap menimbulkan dampak destruktif pada kehidupan manusia. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan, analisis kejadian ekstrim seringkali dilakukan secara univariat atau pada satu lokasi saja. Sedangkan kuantitas unsur cuaca seperti suhu dan curah hujan biasanya diukur berdasarkan lokasi dan waktu atau merupakan data spasial. Oleh sebab itu, pemodelan spasial dan temporal diperlukan pada analisis kejadian ekstrim. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kejadian ekstrim secara spasial adalah Max Stable Processes (MSP). Metode ini berfungsi untuk memodelkan dependensi ekstremal antar lokasi dengan mentransformasikan distribusi marjinal nilai ekstrim ke dalam distribusi Frechet. Pada perkembangannya, aspek temporal atau dependensi waktu turut diperhitungkan ke dalam MSP atau yang disebut dengan Space-Time Max Stable Processes. Pada penelitian ini dikaji mengenai prosedur analisis Space-Time Max Stable Processes dengan aplikasi data curah hujan ekstrim di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.
Keywords
Extreme value theory; max stable processes; space-time max stable processes; curah hujan ekstrim; dependensi ekstremal
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Duden Saepuzaman
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika FPMIPA UPI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains (KPS) siswa yang mengikuti pembelajaran inkuiri dengan mempergunakan eksperimen nyata-virtual (PVE), eksperimen virtual-nyata (VPE), eksperimen virtual (VE), dan eksperimen nyata (PE). Penelitian ini mempergunakan empat kelompok sampel, kelompok kontrol diberi perlakuan pembelajaran inkuiri dengan menggunakan eksperimen nyata (PE) sedangkan ketiga kelompok eksperimen masing-masing diberi perlakuan pembelajaran inkuiri menggunakan eksperimen nyata-virtual (PVE sebagai Eksperimen 1), eksperimen virtual-nyata (VPE sebagai Eksperimen 2), dan eksperimen virtual (VE sebagai Eksperimen 3). Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain Comparison Group Design. Hasil analisis perbandingan peningkatan (Ngain) penguasaan konsep menunjukkan perbedaan yang signifikan untuk keempat kelompok (ANOVA, Sig. = 0.00 < α = 0.05). Kelompok PVE menunjukkan nilai rerata Ngain paling tinggi dan ketika diuji statistik menununjukan perbedaan yang signifikasi dibanding tiga kelompok lainnya. Hal yang sama terjadi pada perbandingan peningkatan keterampilan proses sains siswa. Kelompok PVE menunjukkan nilai rerata Ngain keterampilan proses sains paling tinggi dan ketika diuji statistik menununjukan perbedaan yang signifikasi dibanding tiga kelompok lainnya. Tetapi rerata Ngain keterampilan proses sains kelompok VE tidak berbeda signifikan dengan kelompok PE. Berdasarkan analisis dan uji statistik disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri dengan menggunakan kombinasi eksperimen nyata-virtual (Virtual-Physical Experiment) secara signifikan dapat lebih meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa SMA dibandingkan model pembelajaran inkuiri dengan menggunakan eksperimen virtual-nyata (Virtual-Physical Experiment), eksperimen virtual (Virtual Experiment), maupun eksperimen nyata (Physical Experiment)
Keywords
eksperimen nyata-virtual, penguasaan konsep, keterampilan proses sains
Topic
Physics
Corresponding Author
Reny Reny
Institutions
Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Pada penelitian ini akan dirancang sebuah alat yang berguna untuk mengontrol lampu AC dengan menggunkan smartphone sebagai pengontrolnya. Alat ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam kendali lampu tanpa harus berjalan menghampiri saklar di setiap ruangan. Selain itu, alat ini juga dirancang untuk memiliki kemampuan mengontrol waktu nyala dan matinya lampu sesuai dengan waktu yang diatur. Sistem pengendalian dibangun menggunakan komunikasi serial tanpa kabel antara aplikasi android Robo Remo dan bluetooth dari smartphone dengan modul bluetooth yang terpasang pada arduino. Kinerja lampu (menyala atau tidak) akan ditampilkan melalui hasil pengukuran tegangan sensor cahaya dalam bentuk grafik oleh software LabVIEW sehingga dapat diketahui dengan tepat lampu di ruangan mana yang menyala atau mati. Bedasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa alat dapat bekerja dengan baik.
Keywords
Arduino, bluetooth, android, LabVIEW dan smartphone.
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Nirmala Efruan
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*malaefruan[at]gmail.com
Abstract
Ambon merupakan ibukota Propinsi Maluku yang merupakan sebuah propinsi yang masih berkembang, termasuk dalam pengembangan ruas jalan raya khususnya ruas jalan raya disepanjang teluk Ambon. Jalan raya di sepanjang teluk Ambon digolongkan sebagai jalan arteri primer atau jalan yang secara efisien menghubungkan antar pusat kegiatan nasional atau antar pusat kegiatan nasional dengan pusat kegiatan wilayah. Dengan adanya berbagai hal yang terjadi seperti ruas jalan yang sempit dan rusak, serta peraturan lalu lintas yang tidak dipatuhi sehingga mengakibatkan kemacetan sampai dengan rawan kecelakaan. Proses fisika yang muncul atau terlibat dalam sarana fisik jalan raya dan perilaku lalu lintas penggunanya dianalisis dengan menggunakan bahasa fisika. Kemudian praktikum Fisika Alam seperti berikut dapat dikembangkan salah satunya adalah mekanika atau kinematika jalan raya.
Keywords
konstruksi jalan raya;peraturan lalu lintas;perilaku pengguna jalan;kinematika jalan raya
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Sari Sari
Institutions
Pendidikan Kimia Fakultas Tarbiyah UIN SGD Bandung
Abstract
Abstrak Sistem periodik unsur merupakan konsep yang mempunyai peranan penting dalam ilmu kimia dimana di dalamnya begitu banyak lambang-lambang unsur, dengan menggunakan multimedia interaktif berupa vidieo, animasi, gambar dan kata-kata dalam sebuah proses pembelajaran yang dapat merangsang pikiran dan kemauan belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis keterampilan generik sains siswa setelah diterapkannya multimedia interaktif pada konsep sistem periodik unsur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kelas, adapun subjek penelitian yaitu kelas X IPA-3 di SMA Negeri 1 Sukakarya Bekasi sebanyak 35 siswa. Hasilnya yang diketahui bahwa penerapan multimedia interaktif menggunakan pendekatan saintifik berlangsung baik pada setiap tahapan, dimana kemampuan tertinggi dicapai pada tahap Mengamati (Observing) yakni 83,0 dan kemampuan terendah dicapai pada tahap Mengasosiasi (Associating) yakni 70,1. Aktifivitas siswa setelah diterapkannya multimedia interaktif secara keseluruhan dikategorikan baik dengan persentase 78,40%, dan keterampilan generik sains siswa setelah diterapkannya multimedia interaktif pada konsep sistem periodik unsur memperoleh hasil yaitu pada indikator bahasa simbolik yakni 74, inferensi logika yakni 67 dan pemodelan matematik yakni 72.
Keywords
Multimedia Interaktif, Keterampilan Generik Sains, Sistem Periodik Unsur
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Nur Eli Purnamasari
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung 40154, Indonesia
*nur_purnamasari[at]ymail.com
Abstract
Keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan di abad 21 yang semakin berkembang dengan pesat. Keterampilan berpikir kritis sangat perlu dilatihkan kepada siswa agar siswa berpikir dan mengajukan permasalahan secara kritis tentang konsep IPA yang dipelajari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMP melalui pengembangan multimedia komputer. Dalam rangka mencapai tujuan, digunakan media komputer supaya siswa dapat dengan mudah memahami materi perpindahan kalor yang abstrak menjadi lebih riil. Dalam multimedia komputer ini, terdapat beberapa menu yang dapat dipilih yaitu e-book, animasi, video, contoh soal, dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah 4D yang terdiri dari 4 tahap, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Adapun langkah-langkah dalam pengembangan media komputer yaitu menentukan materi yang akan diambil, membuat storyboard, membuar flowchart, pembuatan multimedia dibantu oleh ahli, judgement multimedia, revisi multimedia, implementasi di sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMP di Lembang Kabupaten Bandung Barat. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa meningkat setelah digunakan multimedia komputer pada konsep perpindahan kalor.
Keywords
Multimedia komputer; Kemampuan berpikir kritis; Perpindahan kalor
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Adam Malik
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMKM 2 Cibiru Kota Bandung, menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih menggunakan metode ceramah dan siswa tidak terlibat langsung dalam memecahkan persoalan selama proses pembelajaran. Model pembelajaran POGIL diterapkan untuk membimbing siswa melalui kegiatan eksplorasi agar dapat membangun pemahaman sendiri dari sumber atau informasi yang didapatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan KPM siswa pada materi elastisitas dan hukum Hooke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-eksperimen dengan desain penelitian One-Group Pretest-Postest Design dengan subjek siswa kelas X TSM SMKM 2 Cibiru. Data hasil peningkatan KPM siswa dperoleh melalui tes uraian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan KPM siswa dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,38 berkategori sedang. Selanjutnya diperoleh Zhitung (4,82) > Ztabel (1,69), berarti hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian model pembelajaran POGIL dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan KPM siswa.
Keywords
POGIL, KPM, elastisitas dan hukum Hooke
Topic
Physics
Corresponding Author
Wilson Jefriyanto
Institutions
(a) Laboratorium Fisika Instrumentasi
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*wilsonjefriyanto[at]gmail.com
Abstract
Teknologi sensor telah banyak mengalami perkembangan di berbagai bidang tidak hanya pada bidang industri, tetapi juga merambah pada bidang lain, seperti bidang otomotif, teknologi pengolahan, bangunan, medis, komunikasi, teknologi informasi, mitigasi bencana dan bidang lainya. Dalam bidang mitigasi bencana, salah satu sensor yang digunakan yaitu sensor untuk mengamati pergerakan tanah dalam mangantisipasi terjadinya tanah longsor yang rawan terjadi di Indonesia. Dalam penelitian ini telah dikembangkan sensor Linear Variabel Differential Transformer (LVDT) yang merupakan sensor posisi yang dapat dijadikan sebagai sensor pergeseran tanah. Perkembangan sensor LVDT banyak mengalami perkembangan dan sudah mulai diproduksi, namun harga jualnya masih tergolong mahal sehingga tidak mudah untuk mendapatkannya. Pada penelitian ini sensor LVDT dibuat dengan menggunakan bahan yang terjangkau sehingga harganya lebih murah. Sensor LVDT yang dikembangkan pada penelitian ini terdiri dari 3 jenis konfigurasi yaitu LVDT dengan konfigurasi umum, konfigutarsi Balanced linear- tepered secondaries dan konfigurasi Overwound Linear- tapered secondary windings dengan diameter dan jumlah lilitan yang bervariasi. Dari penelitian yang telah dilakukan, konvigurasi LVDT umum menghasilkan pengukuran yang linear pada sensor dengan diameter 1.5 cm dan ukuran kawat email 0.3 mm. Sensor LVDT dengan konfigurasi Overwound linear- tapered secondary windings menghasilkan pengukuran yang sangat akurat, dengan koefisien korelasi mendekati satu (1). Sensor LVDT dengan konfigurasi ini memiliki spesifikasi nilai skala terkecil (NST) 0.1 mm dengan jangkauan pengukuran sampai 140 mm.
Keywords
LVDT, Pergeseran tanah, Sensor, Tanah longsor
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
NURYAKIN -
Institutions
Program Studi Pendidikan IPA Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pedidikan Indonesia (UPI)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran peningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP melalui penerapan model discovery learning bermuatan reading insfusion dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain tes awal-tes akhir kelompok kontrol (the pretest-postest control group designs). Subyek penelitian terdiri atas 55 siswa kelas depalan SMP Negeri di Kabupaten Tasikmalaya yang terbagi ke dalam dua kelas yaitu kelas eksperimen sebanyak 28 siswa dan kelas kontrol sebnayak 27 siswa. Keterampilan proses sains diukur dengan menggunakan tes keterampilan proses sains dalam bentuk soal pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan program SPSS16.0 for Windows. Rata-rata N-Gain kedua kelompok dalam kategori sedang untuk kelas eksperimen (0,6) dan kelompok kontrol (0,46). Hasil uji perbedaan rata-rata N-Gain menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikans antara kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning bermuatan reading insfusion lebih dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Keywords
discovery learning, reading infusion, pembelajaran IPA, keterampilan proses sains.
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Muhammad Hariri Mustofa
Institutions
Jurusan Pendidikan Fisika SPs UPI Bandung
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengontruksi rancangan tes Keterampilan Berpikir Kreatif dan memperoleh informasi hasil-hasil penerapannya. Tes Keterampilan Berpikir Kreatif dibuat dalam bentuk uraian dalam materi listrik dinamis pada level SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dari hasil tes dan catatan penelitian. Pengujian validitas menggunakan professional judgement, sedangkan pengujian reliabilitas menggunakan teknik test-retest dan diukur menggunakan korelasi product moment pearson. Hasil professional judgment menunjukkan bahwa instrumen yang dibuat sudah sesuai dengan tuntutan kurikulum dan layak digunakan. Reliabilitas berkategori sangat tinggi (0,97). Tingkat kesukaran yang berkategori mudah (38%), sedang (41%), dan sukar (21%). Daya pembeda soal yang berkategori baik (66%), cukup (24%), dan jelek (10%). Profil Keterampilan Berpikir Kreatif yang terukur adalah fluency (79%), flexibility (78%), originality (51%), elaboration (41%), dan evaluation (33%). Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu, pertama konstruksi tes masih perlu perbaikan terutama yang berkaitan dengan aspek originality, elaboration, dan evaluation. Kedua, keterampilan siswa dalam hal mengungkapkan informasi dan menemukan masalah lebih baik dibandingkan dengan keterampilan menemukan solusi dan mengungkapkan evaluasi.
Keywords
keterampilan berpikir kreatif, materi listrik dinamis
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Diah Chaerani
Institutions
Program Studi S1 Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21 Jatinangor Sumedang 45363
Abstract
Dalam makalah ini dipaparkan mengenai pemanfaatan software aplikasi dalam pengajaran rumpun matakuliah Matematika Industri di Program Studi Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran khususnya untuk matakuliah Optimisasi dengan sub topik Pemrograman Linear Integer. Secara khusus penggunaan Microsoft Excel, Maple dan Matlab dibahas untuk mempermudah tingkat pemahaman mahasiswa dalam pencarian solusi optimal dari masalah Pemrograman Linear Integer. Terdapat dua permasalahan penting dalam pembahasan pemanfaatan software aplikasi ini, yang pertama adalah bagaimana menguasai semua software aplikasi yang dianjurkan untuk digunakan dan kedua bagaimana menggunakan semua software aplikasi tersebut dalam penentuan solusi dari kasus-kasus yang diberikan di kelas. Dalam makalah ini diberikan pembahasan penggunaan praktis dan interaktif software aplikasi tersebut dalam pengajaran di kelas, serta pembahasan aspek pedagogik mengenai penggunaan software aplikasi tersebut. Di Laboratorium Matematika Terapan dan Pemodelan Simulasi Departemen Matematika FMIPA Unpad, telah diperkenalkan secara terus menerus penggunaan ketiga software aplikasi tersebut di atas dalam penyelesaian berbagai masalah dan kasus pemodelan riset operasi dan optimisasi. Pengalaman mengampu rumpun matakuliah Matematika Industri selama tujuh tahun yang meliputi matakuliah Pemrograman Linear, Pemrograman Nonlinear, Pemgrograman Dinamik dan Optimisasi (yang secara khusus membahas Pemrograman Linear Integer) menunjukkan perlunya pengembangan dan peningkatan keterampilan mahasiswa untuk menguasai dan menggunakan software aplikasi Excel, Maple dan Matlab. Hasil pengamatan pada tugas mandiri maupun kelompok, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kedalaman penyelesaian masalah dengan menggunakan bantuan software aplikasi ini.
Keywords
Optimisasi, Pengajaran, Software aplikasi, Excel, Maple, Matlab, Pemrograman linear integer.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Zainal Hartoyo
Institutions
Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi pembelajaran berbasis model ilmiah dan mengujinya pada pembelajaran dengan materi elastisitas bahan untuk meningkatkan kemampuan memahami siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen kuasi dengan desain pretest-posttest control group design yang dilaksanakan pada siswa kelas X di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Kota Bandung. Teknik pengambilan sampling menggunakan metode sampling kelompok (cluster sampling). Pengumpulan data menggunakan tes awal dan tes akhir untuk mengukur kemampuan memahami siswa, dan lembar observasi untuk mengamati keterlaksanaan pembelajaran. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t dua sampel independen dengan SPSS 22 menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan memahami siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis model ilmiah lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis model ilmiah secara signifikan dapat lebih meningkatkan kemampuan memahami siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Keywords
model ilmiah, elastisitas bahan, kemampuan memahami, dan pembelajaran konvensional.
Topic
Physics
Corresponding Author
Jesy Sry Novita
Institutions
1. Laboratorium Fisika Nuklir,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
2Laboratorium Biofisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
3Laboratorium Sistem Kompleks
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
4Program Studi Teknik Informatika
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Pengetahuan harus dipelajari untuk dipraktekkan. Masjid di Indonesia masih mempunyai sejumlah kompleksitas permasalahan diantaranya terkait shaff sholat. Ada beberapa kendala yang sering ditemui di masjid-masjid kampus maupun lingkup masjid pada umumnya yaitu : terhalangnya jamaah di depan untuk keluar ketika ada shaff jamaah baru dibelakang, adanya jamaah yang melewati jamaah lain yang sedang sholat, adanya jamaah yang tidak peka dengan kondisi ruangan masjid seperti mengambil tempat sholat di dekat pintu keluar masjid. Permasalahan ini dapat dimodelkan dengan menggunakan pemodelan berbasis agen (Agent Based Modeling). Agent Based Modeling adalah model simulasi yang menggambarkan interaksi antar individu (agen) dalam sebuah sistem yang kompleks dan dinamis. Agent Based Modeling berupa model simulasi prediktif yang dalam hal ini memodelkan interaksi setiap agen (individu jamaah) dalam sistem jamaah shalat sesuai dengan perilaku masing-masing individu jamaah tersebut. Setiap shaff dalam sholat berjamaah dapat diumpamakan sebagai tingkatan-tingkatan energi yang menggambarkan keadaan makro dari sistem sholat berjamaah. Sedangkan pola susunan jamaah dalam satu shaff merupakan keadaan mikronya. Keadaan makro dan mikro dari jamaah sholat dengan fisika statistik, dijadikan sebagai konfigurasi awal dalam pemodelan. Dengan melakukan pemodelan berbasis agen ini,kita dapat menemukan pola aliran individu jamaah di dalam ruangan masjid yang optimal dan efektif, dengan tetap memperhatikan ilmu fiqh, agar suasana sholat yang nyaman dapat terkondisikan.
Keywords
Agent Based Modeling, Fisika Statistik, Keadaan Makro dan Mikro, Shaff Sholat
Topic
Fisika Sistem Kompleks
Corresponding Author
Helfidayati helfidayati
Institutions
a) SMP N 1 Bangkinang, Kampar, Riau
* sun_helfidayati[at]yahoo.com
b) Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep siswa melalui peranan bahan ajar IPA terpadu tipe connected pada tema pemanasan global yang disusun dengan teknik pengemasan kembali informasi (information repackaging). Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Ngamprah, Bandung Barat pada tahun akademik 2015/2016. Metode yang digunakan adalah mix methods embedded experimental design research dengan menggabungkan metode kualitatif dan metode kuantitatif. Untuk tahapan kualitatif dengan cara deskriptif dan tahapan kuantitatif menggunakan rancangan kuasi eksperimen, yaitu pretest-postest nonequivalent control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas, kelas eksperimen dimana siswa menggunakan bahan ajar IPA terpadu tipe connected ,sedangkan kelas kontrol menggunakan buku yang ada di sekolah. Hasil tes diperoleh kenaikan rata-rata (N-gain) penguasaan konsep siswa sebesar 0,69 kelas eksperimen sedangkan 0,52 untuk kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar IPA terpadu tipe connected dapat meningkatkan hasil belajar pada penguasaan konsep siswa secara lebih baik dibandingkan buku yang ada di sekolah. Dengan demikian bahan ajar IPA terpadu tipe connected dapat dijadikan bahan ajar IPA alternatif dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa. Selain itu bahan ajar IPA terpadu tipe connected juga memberikan dampak positif terhadap kemandirian siswa, motivasi dan aktivitas belajar siswa.
Keywords
Bahan ajar, IPA terpadu tipe connected, Penguasaan konsep siswa
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
FAJRIANI FAJRIANI
Institutions
a) Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*fajriani.nst[at]gmail.com
Abstract
Metode Self Potensial (SP) digunakan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan, baik yang berkaitan dengan model kontinu maupun model fixed geometri. Dalam model fixed geometri, metode SP berkaitan dengan bentuk geometri sederhana benda seperti bola, silinder, dan lempeng. Implementasi metode ini menentukan nilai parameter-parameter seperti kedalaman, sudut polarisasi, moment dipol listrik dan bentuk geometri benda yang terpendam. Estimasi parameter model tersebut menggunakan metode inversi linier dengan pendekatan non-linier yaitu metode least-square, metode Gauss Newton, dan metode Levenberg-Marquardt. Ketiga algoritma diatas diuji menggunakan model sintetik tanpa gangguan dan model yang menggunakan variasi gangguan sebesar 5%, 10%, dan 25%. Ketiga metode inversi ini menunjukan hasil yang cukup mendekati dengan model sintetik.
Keywords
Anomali Self-Potential, Least-Square, Gauss-Newton, Levenberg-Marquardt
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Sari Sami Novita
Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*sarisaminovita[at]gmail.com
Abstract
Cermin merupakan salah satu perlengkapan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat tiga jenis cermin yang biasa digunakan, yaitu cermin datar, cermin cekung dan cermin cembung. Cermin datar biasanya digunakan untuk melihat bayangan saat berhias. Hal ini disebabkan bayangan yang dihasilkan oleh cermin datar memiliki ukuran dan bentuk yang sama dengan benda aslinya. Senter biasanya juga dilengkapi dengan cermin sebagai pemantul cahaya. Jenis cermin yang digunakan pada senter adalah cermin cekung karena cermin cekung bersifat mengumpulkan cahaya. Sementara itu spion kendaraan menggunakan cermin cembung untuk menghasilkan bayangan yang diperkecil dari ukuran benda aslinya sehingga daerah observasi yang dapat dilihat pada cermin cembung menjadi lebih luas jika dibandingkan dengan cermin jenis lain. Untuk dapat melukiskan bayangan pada cermin, biasanya kita menggunakan sinar-sinar istimewa dimana diperlukan minimal dua sinar istimewa. Namun proses jalannya sinar istimewa ini kurang terlihat pada eksperimen pembentukan bayangan cermin yang biasa dilakukan di sekolah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membuat simulasi pembentukan bayangan pada cermin serta aplikasinya yang disajikan dalam bentuk media pembelajaran interaktif menggunakan Visual Basic for Application Microsoft Powerpoint melalui penggambaran sinar-sinar istimewa pada cermin. Penelitian ini diawali dengan penyusunan materi tentang pembentukan bayangan pada cermin dan aplikasinya. Kedua, membuat tampilan program pada slide Powerpoint yang terdiri dari CommandButton, Textbox, OptionButton, Shape dan lain-lain kemudian menuliskan program pada jendela prosedur Macro Visual Basic untuk mengaktifkan perintah yang ingin dilakukan. Melalui media pembelajaran interaktif ini, pengguna dapat memberikan masukan berupa jarak benda, jarak titik fokus (untuk cermin cekung dan cermin cembung), dan tinggi benda yang kemudian diproses oleh media untuk menghasilkan keluaran berupa jarak bayangan, tinggi bayangan, perbesaran bayangan serta sifat-sifat bayangan. Media pembelajaran ini juga dapat memberikan simulasi jalannya sinar-sinar istimewa pada proses pembentukan bayangan.
Keywords
Cermin; Visual Basic for Application; Microsoft Powerpoint
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
Horasdia Saragih
Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Advent Indonesia
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung Barat, Indonesia
e-mail: horas[at]unai.edu
Abstract
Di dalam paper ini diuraikan bagaimana seurutan gelembung udara dihadirkan ke dalam suatu ruang reaksi berbentuk tabung dan bagaimana pengaruhnya ketika dilakukan penumbuhan nanopartikel ZnO di dalamnya. Kehadiran gelembung udara di dalam tabung ternyata dapat memisahkan campuran prekursor ke volume-volume kecil yang relatif sama. Volume-volume kecil tersebut dapat diperkecil lagi dengan memperbesar kerapatan gelembung udara di dalam tabung. Terbentuknya volume-volume kecil di dalam tabung menyebabkan campuran prekursor mengalir secara sirkulatif. Aliran sirkulatif ini memberi manfaat signifikan untuk mempercepat proses pencampuran prekursor menjadi homogen dalam waktu yang singkat. Campuran prekursor yang bervolume kecil dan dengan ukuran yang relatif sama tersebut menghasilkan nanopartikel ZnO berukuran rata-rata relatif kecil dengan distribusi ukuran yang sangat sempit. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa menggunakan kerapatan gelembung udara yang lebih tinggi menghasilkan ukuran rata-rata nanopartikel ZnO yang lebih kecil. Oleh karena itu menggunakan gelembung udara pada saat menumbuhkan nanopartikel di dalam ruang berbentuk tabung memberikan pengaruh yang sangat bermanfaat
Keywords
Gelembung udara, penumbuhan nanopartikel, nanopartikel ZnO, ruang berbentuk tabung
Topic
Physics
Corresponding Author
Hanifah Harudini Priambudi
Institutions
a) Laboratorium Fisika Listrik dan Magnet,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*ferry[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Mekanika dasar seperti gerak benda merupakan salah satu bahan pengajaran dalam praktikum fisika di perguruan tinggi, namun praktikum yang digunakan belum bisa menyajikan data laju benda secara real time dengan menggunakan alat yang relatif murah. Oleh karena itu, kami mengembangkan metode untuk mengukur laju benda bermagnet dengan menggunakan sensor magnet pada smartphone. Dalam percobaan telah didapat persamaan yang menghubungkan laju benda bermagnet dengan medan magnet maksimum dan nilai FWHM (Full Width at Half Maximum) yang terukur oleh sensor magnet pada smartphone, yaitu y=589,2x^{3}-1256x^{2}-618,7x+2075 dan y=0.04403x^{-1.0719}+0,05233. Melalui percobaan gerak bandul sederhana ditunjukkan bahwa nilai laju benda bermagnet yang didapat melalui persamaan tersebut memiliki tingkat kesalahan relatif dibawah 10% terhadap perhitungan teori.
Keywords
FWHM; Laju; Medan magnet maksimum; Smartphone
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Dian Nur Aini
Institutions
a) Departemen Fisika FMIPA ITB
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*dianaini16[at]gmail.com
b) Departemen Fisika FMIPA ITB
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Dilakukan pemodelan ke depan (Forward Modelling) distribusi resistivitas bawah permukaan menggunakan metode numerik Finite Difference. Sebagai perbandingan, digunakan pula metode rumusan analitik integral fungsi Bessel dan metode bayangan dari penyelesaian persamaan Laplace untuk model bumi berlapis. Rumusan tersebut didapatkan dari penerapan dua syarat batas yakni: pertama, rapat arus bernilai nol di permukaan bumi, dan kedua, syarat kontinyuitas pada batas antar lapisan bawah permukaan yang ditinjau harus terpenuhi. Dari penurunan rumus untuk model bumi satu, dua, tiga, empat dan lima lapisan, maka didapatkan rumus umum suatu fungsi resistivitas untuk model bumi n lapisan. Selanjutnya dilakukan pemrograman komputer untuk mendapatkan model bumi yang diharapkan dengan menggunakan dua metode pemodelan, yakni metode numerik dan metode analitik. Terakhir dilakukan perbandingan hasil pemodelan dari dua metode analitik tersebut dengan cara analisis kurva resistivitas semu yang disebandingkan dengan kurva potensial yang diperoleh dari metode Finite Difference. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa metode bayangan memiliki akurasi lebih tinggi dari metode integral fungsi Bessel.
Keywords
Forward Modelling, Metode Bayangan, Metode Finite Difference, Metode Integral Fungsi Bessel, Resistivitas.
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Hanifah Wita Utami
Institutions
a,b) Program Studi Magister Kimia Kelompok Keahlian Kimia Fisik dan Anorganik
FMIPA ITB
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*hanifah.witautami[at]yahoo.com
Abstract
Calkon dan turunannya (2,4- dihidroksi- 5,6-dimetoksi calkon , dan 2,4- dihidroksi- 3�,5,6-trimetoksi calkon) merupakan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologi yang menarik khususnya sebagai obat antitumor dan menjadi senyawa intermediat penting dalam sintesis organik. Calkon dan turunannya dapat disintesis melalui mekanisme reaksi kondensasi aldol yang terdiri dari 4 tahap, yaitu pembentukan ion enolat, reaksi adisi, transfer proton, dan reaksi dehidrasi. Tahapan reaksi dan data termodinamika pada sintesis calkon dan turunannya telah dihitung menggunakan DFT (Density Functional Theory) dengan basis set B3LYP/6-311G. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa struktur molekul geometri stabil dan transisi tiap tahap dapat menunjukkan parameter struktur. Dari hasil perhitungan diperoleh ΔGo calkon dan turunannya (2,4- dihidroksi- 5,6-dimetoksi calkon , dan 2,4- dihidroksi- 3�,5,6-trimetoksi calkon) adalah 73,5032, 10,4573, dan 54,7651 kJ/mol, dan Kc 1.32458 x 10-13, 0,014718, dan 2,5411 x 10-10.
Keywords
Mekanisme reaksi; Kondensasi aldol; Calkon; DFT
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Anita Marina Maryati
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Model kurikulum terintegrasi telah banyak disebutkan dapat membuat pembelajaran sains lebih bermakna bagi peserta didik. Pada kenyataannya di lapangan, sains belum diajarkan secara terintegrasi, melainkan masih secara terpisah antar disiplin-disiplinnya. Bahan ajar, sebagai satu dari tiga komponen utama dalam pembelajaran, harus dapat disajikan dengan tepat untuk mencapai pembelajaran sains yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan menyusun modul bahan ajar IPA terintegrasi dengan tema Kesehatan, untuk kelas 8 IPA SMP. Metodologi penelitian ini termasuk ke dalam penelitian dan pengembangan pendidikan (Education Research and Developmet). Adapun penyusunan bahan ajar dilakukan dengan metode 4S TMD (4 Steps Teaching Material Development) yang terdiri dari tahap seleksi, strukturisasi, karakterisasi, dan reduksi didaktik. Pada tahap seleksi ditentukan materi-materi yang akan dibelajarkan kepada siswa. Pada tahap strukturisasi dibuat struktur makro dan peta konsep dari pokok-pokok materi dalam bahan ajar. Pada tahap karakterisasi ditentukan bagian-bagian mana saja dari materi yang termasuk karakter mudah, sulit, sederhana, dan kompleks. Pada tahap reduksi didaktik, dilakukan pengurangan tingkat kesulitan agar bahan ajar dapat dipahami siswa dengan lebih mudah.
Keywords
bahan ajar, modul, integrasi, kesehatan, 4S TMD
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Mohamad Yusup
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Dinamika stokastik merupakan proses keacakan suatu data yang dapat kita temui dalam berbagai bidang. Proses stokastik yang terdapat dalam pergerakan suatu harga saham menjadi daya tarik tersendiri untuk melakukan analisis pada data tersebut, termasuk fisikawan. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini ialah dengan melakukan pemodelan ARCH-GARCH pada pergerakan harga saham kelima perusahaan pada sektor yang berbeda yang terdaftar pada Indeks LQ45. ARCH dikembangkan oleh seorang fisikawan, Robert F. Engel, yang dianugerahi hadiah nobel dalam bidang ekonomi. Kelima perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR). Uji 1/f noise perlu terlebih dahulu dilakukan untuk memastikan bahwa data yang digunakan memiliki korelasi dengan periode sebelumnya sehingga dapat dianalisis. Model ARCH-GARCH digunakan untuk mengestimasi keberadaan residual yang tidak konstan (heteroscedasticity) dalam sebuah data. Hasil yang diperoleh dalam penelitian menunjukan bahwa kelima data sampel yang digunakan memiliki sifat 1/f noise. Saham LPKR memiliki volatilitas tertinggi dengan nilai 0,0004-0,00137 dan standar deviasi 0,026436 yang menandakan saham ini memiliki resiko lebih besar dalam berinvestasi dibandingkan sample saham lainnya. Sedangkan volatilitas terkecil dimiliki saham BMRI dengan nilai volatilitas 0,00018 � 0,00040 dan standar deviasi 0,021862.
Keywords
Saham, 1/f noise , Volatilitas, Heteroskedastisitas, ARCH, GARCH.
Topic
Physics
Corresponding Author
Iyod Suherman
Institutions
Balai Teknologi Survei Kelautan - BPPT
Abstract
Pemilihan model kecepatan yang tepat untuk menghasilkan citra seismik yang akurat merupakan hal yang sangat penting. Pada daerah dengan struktur yang kompleks, variasi kecepatan secara lateral sangat mungkin terjadi, sehingga dibutuhkan model kecepatan interval yang akurat. Inversi Koheren digunakan untuk membuat initial interval velocity, selanjutnya digunakan untuk membuat model interval velocity untuk masing-masing lapisan. Pre Stack Depth Migration (PSDM) dilakukan dengan model kecepatan ini untuk mendapatkan penampang seismik yang lebih baik. Hasil dari Prestack time migration (PSTM) dan PSDM memberikan hasil lebih baik.
Keywords
Prestack Depth Migration, Inversi Koheren, Model kecepatan interval
Topic
Fisika Bumi
Corresponding Author
ADE SUPRIATNA
Institutions
Prodi Pendidikan IPA Sekolah Pasca Sarcana Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada konsep pemanasan global. Sampel penelitian adalah siswa SMP kelas IX (Sembilan) sebanyak 220 siswa (kelompok kontrol sebanyak 70 siswa dan kelompok eksperimen sebanyak 150 siswa), metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian pre test � post test control group design. Data kuantitatif berupa nilai pre test, post test dan N-gain, dianalisis secara statistik menggunakan uji Mann-Whitney. Data kualitatif berupa kuesioner tanggapan siswa dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siwa pada kelas eksperimen dengan rata-rata N-gain (0,41) berbeda signifikan dengan kelas kontrol (0,23). 78,44 % siswa menyatakan PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan 79,88% siswa menyatakan PBL efektif untuk pembelajaran materi pemanasan global. Dengan demikian model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan efektif untuk pembelajaran materi pemanasan global.
Keywords
Kata kunci : Problem Based Learning (PBL), kemampuan berpikir kritis, pemanasan global.
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Dian Pravitasari
Institutions
Program Studi Statistika, Universitas Islam Indonesia
*dianpravitasari12[at]gmail.com
Abstract
Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Kabupaten Purworejo menyumbang kasus malaria terbesar di Provinsi Jawa Tengah pada Tahun 2011. Salah satu peran penting epidemiologi dalam penyakit infeksi adalah mempelajari penyebaran penyakit dalam dimensi waktu, tempat dan karakteristik orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelompokkan wilayah endemis penyakit malaria di Kabupaten Purworejo tahun 2015 denga menggunakan cluster K-Means dan mengetahui autokorelasi spasial dalam penyebaran kasus malaria melalui metode Indeks Moran�s dan Moran�s Scatterplot. Hasil dari penelitian ini pengelompokkan dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok 1 adalah wilayah endemis sedang, kelompok 2 wilayah endemis rendah dan kelompok 3 adalah wilayah endemis tinggi dengan nilai validasi cluster F-measure sebesar 93,75%. Untuk autokorelasi spasial melalui pengujian secara statistik nilai Zhitung 2,309 yang berarti bahwa kasus malaria tidak terjadi secara random dengan kata lain terdapat pengaruh kedekatan antar lokasi pada banyaknya kasus malaria yang terjadi.
Keywords
Malaria, K-Means, Indeks Moran�s, Morans Scatterplot
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Risna wita
Institutions
IAIN BUKITTINGGI
Abstract
Penelitian ini didasarkan atas kurangnya pemahaman siswa dalam mempelajari konsep matematika di kelas VIII SMP. Diduga salah satu penyebabnya adalah pembelajaran matematika di sekolah berlangsung secara abstrak dan mekanistik. Untuk itu dirancang pembelajaran matematika yang diawali dengan kehidupan nyata siswa dengan menerapakan pembelajaran pendidikan matematika realistik. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah aktifitas belajar siswa yang mengikuti Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) pada mata pelajaran matematika di kelas VIII SMP Negeri 1 Kecamatan Luak? dan Apakah hasil belajar siswa yang mengikuti Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada mata pelajaran matematika di kelas VIII SMP Negeri 1 Kecamatan Luak?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas dan hasil belajar siswa yang mengikuti Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) lebih baik dari pada aktifitas dan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada mata pelajaran matematika di kelas VIII SMP Negeri 1 Kecamatan Luak. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan pembelajaran konvensional di kelas VIII SMP Negeri 1 Kecamatan Luak. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan penelitian yaitu The Static Group Comparison Design: Randomized Control Group Only Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kecamatan Luak yang terdiri dari empat kelas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Random sampling setelah dilakukan uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesamaan rata-rata. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII2 sebagai kelas kontrol. Data penelitian Hasil belajar matematika diperoleh dari tes akhir, data aktifitas siswa diperoleh dari lembar observasi.
Keywords
Pendekatan, Pembelajaran Matematika Realistik
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Nadia Azizah
Institutions
ITB
Abstract
Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang alam dan gejalanya. Salah satu bidang kajian dalam fisika adalah kinematika. Kinematika merupakan ilmu yang membahas tentang gerak suatu benda yang melibatkan analisis posisi, perpindahan, kecepatan, dan percepatan. Untuk menentukan besaran-besaran tersebut diperlukan alat ukur yang memadai. Pengukuran yang dilakukan dengan memanfaatkan panca indera seringkali memberikan hasil pengukuran dengan kesalahan yang cukup tinggi. Untuk memperkecil kesalahan yang disebabkan oleh manusia, pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat yang lebih akurat dibandingkan dengan panca indera. Dalam percobaan ini, teknik video tracking digunakan untuk mendapatkan data posisi sekaligus waktu. Video hasil pengamatan tersebut dianalisis menggunakan perangkat Tracker dimana objek yang berubah posisinya dalam bidang x-y dari satu frame ke frame berikutnya dapat dilacak posisinya. Aplikasi Tracker merupakan Open Source Physics (OSP) tool Java Workframe yang digunakan dalam pelacakan objek. Sebelum digunakan lebih lanjut untuk kasus-kasus kinematika, aplikasi ini perlu diuji keabsahannya. Dalam pengujian ini, sebuah tabung hampa udara dibuat dan benda yang jatuh bebas dalam tabung tersebut direkam. Rekaman tersebut dianalisis menggunakan Tracker untuk memperoleh data posisi terhadap waktu. Dengan melakukan polinomial fitting orde dua pada data posisi terhadap waktu, nilai percepatan gravitasi dapat diperoleh. Pengamatan dilakukan menggunakan perekaman video dengan kecepatan 1000 fps. Ada tiga objek yang dijatuhkan dalam tabung. Objek ke-1 menghasilkan nilai percepatan gravitasi 10,6 m/s2 dengan kesalahan 8,7%. Objek ke-2 menghasilkan nilai percepatan gravitasi 10,4 m/s2 dengan kesalahan 6,3%. Objek ke-3 menghasilkan nilai percepatan gravitasi 10,9 m/s2 dengan kesalahan 11,9%. Dari ketiga objek tersebut, nilai rata-rata percepatan gravitasi yang dihasilkan adalah 10,685 dengan kesalahan 9,034%. Dengan teknik video tracking, percepatan gravitasi dapat dihitung dengan rata-rata kesalahan < 10%. Data posisi terhadap waktu juga dapat diperoleh sehingga dapat digunakan untuk melakukan analisis kinematika lainnya.
Keywords
Kinematika, Tracker, Percepatan Gravitasi, Tabung Hampa Udara.
Topic
Physics
Corresponding Author
Taufan Wiguna
Institutions
Balai Teknologi Survei Kelautan - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Abstract
Petrofisika menunjukkan besaran-besaran fisik batuan. Besaran-besaran tersebut dapat diperoleh melalui akuisisi logging pada sumur bor (well logging) yang biasanya dilakukan saat eksplorasi minyak dan gas bumi. Makalah ini bermaksud menjelaskan kontribusi fisika bagi ahli geologi untuk mempelajari sejarah pengendapan batuan, ketebalan lapisan, hingga sumberdaya alam yang ada. Data petrofisika yang digunakan antara lain Gamma Ray (GR), Spontaneous Potential (SP), Induction Deep Resistivity (IDRes), dan P-Wave.Data tersebutakan dikorelasikan dengan data serpihan batuan yang keluar saat pengeboran (cutting).Data yang disajikan pada makalah ini berupa data well log dan cutting pada kedalaman antara 3000 - 8300 feat dari muka air laut. Penentuan batas lapisan satuan batuan didasarkan pada perbedaan besaran fisik dan cutting. Batas lapisan satuan batuan yang dihasilkan berupa garis imajiner horizontal dan menjadi refrensi pada penentuan jorizon di lapisan seismik 2D.
Keywords
petrofisika, lapisan batuan, seismik, geologi
Topic
Fisika Bumi
Corresponding Author
Susanti Sihono
Institutions
Program Studi Magister Pengajaran Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Penentuan konstanta dielektrik bahan padatan telah dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan LCR meter dan prinsip kerja kapasitor plat sejajar yaitu dengan cara mengukur kapasitansi yang divariasikan terhadap jarak antara plat yang berisi bahan dielektrik. Ada enam bahan dielektrik yang ditentukan dengan hasil dari yang terkecil sampai yang terbesar berturut-turut yaitu styrofoam (1.09 � 0.74), kain flanel (1.31 � 0.14), triplek (2.07 � 0.11), akrilik (2.89 � 0.16), kertas buram (3.13 � 0.18) dan kaca (4.01 � 0.56). Dengan menggunakan satu nilai jarak antar plat, urutan nilai konstanta dielektrik untuk tiga bahan berikut kain flanel (1.75 � 0.006), akrilik (3.29 � 0.006), kaca (5.58 � 0.006) tetap sama dengan hasil yang menggunakan variasi nilai jarak antar plat.
Keywords
dielektrik, kapasitor plat sejajar, LCR meter
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Muhammad Fahrung
Institutions
Program Studi Pendidikan IPA
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian deskriptif ini dilaksanakan untuk mengetahui profil literasi sains dan sikap siswa terhadap sains pada pembelajaran IPA tema makanan dalam rangka studi pendahuluan untuk merancang pembelajaran IPA tema makanan bagi siswa SMP. Tema makanan mencakup lima materi inti, yaitu ion dan molekul, nutrisi, energi, sistem pencernaan, zat aditif dan bioteknologi. Sebanyak 62 siswa kelas VIII SMPN 52 Bandung dilibatkan untuk menyelesaikan tes literasi sains berbentuk pilihan ganda sebanyak 28 butir yang dilengkapi dengan 34 butir skala sikap setelah mereka memperoleh pembelajaran IPA yang mencakup lima materi inti yang diujikan dalam penelitian ini. Tes literasi sains dikonstruk untuk mengases dua domain utama, yaitu pengetahuan dan kompetensi dalam konteks spesifik pada pembelajaran IPA tema makanan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara umum capaian literasi sains seluruh siswa berada pada kategori rendah dengan perolehan rata-rata 26 dari 100. Capaian rata-rata literasi sains siswa pada domain pengetahuan sains dan tentang sains berturut-turut sebesar 36 dan 18, sedangkan rata-rata capaian siswa pada domain kompetensi mengidentifikasi isu ilmiah, menjelaskan fenomena secara ilmiah dan menggunakan bukti ilmiah berturut-turut sebesar 13, 34, dan 36. Persentase rata-rata skor sikap siswa terhadap sains berturut-turut sebesar 62%, 63% dan 65% dengan kategori pada tiap indikator cukup berminat terhadap sains, sangat tertarik untuk mendukung penyelidikan ilmiah dan sangat tertarik akan tanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungan. Temuan penelitian ini berguna untuk menyediakan informasi lebih lanjut dalam rangka menyempurnakan kelemahan pembelajaran sebelumnya.
Keywords
literasi sains, sikap siswa, pembelajaran IPA, tema makanan
Topic
Pembelajaran
Page 497 (data 14881 to 14910 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats