Page 498 (data 14911 to 14940 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Anas Santria
Institutions
a) Program Studi Magister Kimia, FMIPA Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung
*anas.santria[at]gmail.com
b) Program Studi Magister Kimia, FMIPA Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung
Abstract
Pada penelitian ini telah dipelajari pengaruh jenis sumber karbon terhadap pembuatan dan sifat bacterial cellulose (BC). Sumber karbon yang digunakan adalah air kelapa, air cucian beras, air rambutan, air singkong, jagung, pisang, gula tebu, glukosa dan fruktosa. Masing-masing sumber karbon tersebut difermentasi menggunakan acetobacter xylinum dengan sumber nitrogen ammonium sulfat, (NH4)2SO4. Semua sumber karbon berhasil difermentasi menjadi BC kecuali glukosa. Glukosa bukan sumber karbon yang sesuai bagi perkembangan acetobacter xylinum dengan sumber nitrogen ammonium sulfat. Semua BC hasil fermentasi dipanen ketika BC sudah mencapai ketebalan 1 cm. BC yang paling cepat dipanen adalah BC dari sumber karbon air kelapa (6 hari), sedangkan BC dari sumber karbon yang lain berkisar antara 9-18 hari. Kadar air BC dari masing-masing sumber karbon dihitung dengan cara membandingkan selisih massa BC basah dan kering terhadap BC basah. Hasilnya, BC dengan kadar air tertinggi adalah BC air singkong (99,6%) dan kadar air BC dari sumber karbon lainnya berkisar antara 98% � 99%. Morfologi BC dianalisis dengan menggunakan SEM (Scanning Electronic Microscope) pada pembesaran 20.000 kali. Hasilnya menunjukkan bahwa BC air singkong memiliki celah serat paling besar, yaitu 5-200 nm, sedangkan BC sumber karbon lain seperti air cucian beras dan rambutan memiliki celah serat 5-100 nm.
Keywords
bacterial cellulose, fermentasi, acetobacter xylinum, SEM
Topic
Inovasi (INV)
Corresponding Author
Syarifah Suniati
Institutions
*)Program Magister Pengajaran Fisika, FMIPA ITB
Jurusan Fisika, FMIPA ITB
Abstract
Air, H2O adalah senyawa yang merupakan hasil ikatan dari unsur hydrogen (H2) yang bersenyawa kimia yang bersenyawa dengan unsur oksigen (O). 14 miliyar tahun yang lalu setelah Big Bang di suatu gumpalan massa yang disebut Planet Bumi. Terjadinya air menjadi media memungkinkan terjadinya kehayatan pada sistem sel yang tumbuh. Terjadilah kehayatan pada tumbuhan dan kehidupan pada hewan yang kemudian terciptalah kehidupan manusia yang berakal dan bisa membuat peralatan bagi kebutuhannya. Air mempunyai sifat fisika dan kimia yang secara alam menumbuhkan kehidupan manusia dan dimanfaatkan oleh manusia yang tumbuh kecerdasannya , sebagai penumbuh pangan , papan dan sandang dan sumber energi untuk kegiatan produktif. Berbagai sifat fisika air yang kasatmata dibahas bagaimana dinamikanya bermanfaat, dan sifat mikronya menghasilkan sifat yang mendasari kesehatan manusia. Kehidupan manusia memanfaatkan dan memelihara kedekatannya dengan air menghasilkan peradaban. Kisah tentang air ini sangat indah apalagi diceriterakan dalam bahasa fisika. Terjadilah alih 2 kemampuan : paham fisika sebagai alat bekerja dan pengetahuan tentang air sebagai obyek kerja, inilah daya saing.
Keywords
air, sifat fisika, dinamika , manfaat, bahasa fisika, daya saing
Topic
Physics
Corresponding Author
DICKY ZULFIKRIDIN
Institutions
1) Pengajaran Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesa No.10 Bandung, Indonesia
2) Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi
Kelompok Keilmuan Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesa No.10 Bandung, Indonesia
a) dicky.zulfikridin[at]gmail.com
b) rizqasitorus[at]gmail.com
c) hendro[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Metode induksi elektromagnetik merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengkarakterisasi penurunan kondisi susu. Masa kadaluarsa yang tercantum pada susu kemasan tidak dapat dijadikan acuan apabila susu mendapat perlakuan yang tidak baik seperti menyimpan susu pada temperatur tinggi, udara lembab dan cacat pada kemasan. Dalam penelitian ini, sample dalam kemasan diuji dengan memberi gangguan medan magnetik sedemikian rupa sehingga garis medan magnetnya menembus sample. Medan magnet yang keluar dari sample dideteksi perubahan medan magnetnya. Perubahan medan magnet ini akan dikaitkan dengan kondisi sample tersebut. Pengamatan ini akan dilakukan dalam rentang waktu yang cukup lama. Metode ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendeteksi adanya pengaruh bakteri terhadap medan magnet. Monitoring ini tidak hanya dapat digunakan untuk mengetahui kondisi susu tetapi juga dapat dikaitkan dengan keberadaan mikroba dan bakteri dalam susu karena pertumbuhan bakteri dan mikroba dalam susu dapat mengubah sifat fisik susu. Kami percaya bahwa penelitian ini akan mendukung pengembangan di dunia medis dan dan industri pangan yang ada di Indonesia. Selain itu, penelitian ini akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pengetahuan ilmiah bagi masyarakat.
Keywords
Non-Destructive, Induksi Elektromagnetik, Susu Kemasan
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Muhammad Rizal Hardiansyah
Institutions
* Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
** Departemen Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Studi ini dilakukan untuk mempelajari peningkatan kemampuan inkuiri yang dimiliki siswa setelah melaksanakan model pembelajaran berbasis inkuiri yang dilakukan di SMPN 30 Makassar. Penelitian ini menggunakan metode Mix-Method dengan desain The Static-Group Pretest-Posttest Design. Sejumlah siswa kelas VII (n = 74) terlibat sebagai subjek penelitian yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan inkuiri (pretest dan posttest) dan lembar observasi aktifitas kemampuan inkuiri. Teknik pengolahan data menggunakan uji N-gain dan uji-t. Hasil analisis data uji-t diperoleh nilai Sig. 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak, H1 diterima yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan inkuiri yang signifikan antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri dan pembelajaran konvesional. Hasil perhitungan N-gain menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri memiliki rata-rata N-gain 0,70 (kategori tinggi) yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvesional yang memiliki rata-rata N-gain 0,48 (kategori sedang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan inkuiri yang lebih baik daripada penggunaan model pembelajaran konvensional.
Keywords
Model Pembelajaran Inkuiri, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Inkuiri
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Kamaruddin Muh Kaddas
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Setiap warga negara Indonesia dimanapun berada berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas, sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang dasar 1945. Namun pada kenyataannya, kemajuan pendidikan di Indonesia masih belum merata, hal ini dapat di lihat dari seringnya siswa-siswi indonesia menjuarai ajang olimpiade internasional baik di bidang sains maupun dibidang pelajaran matematika, hal ini menggambarkan bahwa anak-anak indonesia mampu bersaing diajang olimpiade internasional secara individual. Akan tetapi apabila kita melihat prestasi siswa indonesia di ajang PISA (Programme for International Student Assessment) pada bidang matematika siswa indonesia berada di bawah rata-rata internasional. Dengan kata lain, secara umum kemampuan siswa indonesia untuk mengidentifikasi, memahami, serta menggunakan dasar-dasar matematika dalam menghadapi permasalahan matematika pada kehidupan sehari-hari masih sangat jauh dibawah standar Internasional, sehingga penulis berinisiatif untuk memberikan sumbansi yang nyata dalam peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan di indonesia dengan jalan penyusunan buku ajar matematika Sekolah Menengah Pertama (SMP) /Madrasah Tsanawiyah (MTs) kelas 7 semester 2 dengan pendekatan realistik. Penyusunan buku ajar matematika dengan pendekatan pendidikan matematika realistik diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk permasalahan tersebut di atas. Penyusun materi ajar berupa buku untuk mengembangkan pemahaman konsep, kelancaran prosedur, kompetensi strategis, penalaran adaptif, disposisi produktif dan karakter siswa serta menanamkan nilai-nilai keagamaan pada materi matematika di kelas 7 semester 2 yaitu materi garis dan sudut. Penyajian materi dikemas dengan pendekatan pendidikan matematika realistik serta dengan prinsip penemuan terbimbingi dengan tujuan agar sifat dan rumus-rumus matematika tidak mudah dilupakan siswa.
Keywords
pissa, buku pelajaran matematika, pendekatan realistik,
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Frisca Ayu Devi Kadek
Institutions
Program Pascasarjana, Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Abstract
Konsentrasi klorofil-a merupakan salah satu indikator kesuburan suatu perairan yang dapat dipantau menggunakan teknologi penginderaan jarak jauh. Salah satu alat penginderaan jarak jauh yang digunakan adalah satelit Aqua-MODIS. Hasil citra satelit Aqua-MODIS memiliki kendala saat perekaman yaitu daerah yang tertutup awan sehingga nilai atau data daerah tersebut sulit untuk diidentifikasi. Penelitian ini memprediksi jumlah luas konsentrasi klorofil-a menggunakan metode ARIMA berbasis citra Aqua-MODIS. Tahapan pada penilitian ini akan dilakukan dalam dua tahap. Tahapan pertama yaitu pra pengolahan data untuk memperbaiki kualitas citra yang diharapkan mampu memberikan nilai pada daerah yang tertutup awan. Tahapan kedua yaitu proses pengolahan data dengan menghitung jumlah luas konsentrasi klorofil-a dari hasil perbaikan kualitas citra. Hasil perhitungan luas konsentrasi klorofil-a dapat memberikan gambaran seberapa luas kosentrasi klorofil-a dan mampu memberikan hasil prediksi jumlah luas tiap klasifikasi untuk bulan berikutnya menggunakan metode ARIMA.
Keywords
Klorofil-a, Penginderaan jarak jauh, ARIMA.
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
Sutrisnawati Mehora
Institutions
Prodi Magister Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
mehora13[at]yahoo.co.id
Abstract
Pembelajaran Fisika Kontekstual SDA adalah pembelajaran dengan menggunakan konsep pengetahuan fisika dengan mengkaitkan fenomena yang terjadi dalam kehidupan nyata yang salah satunya adalah sumber daya alam pertambangan nikel PT ANTAM Tbk. Pomalaa di Kolaka. Dimulai dari tektonik sulawesi dimana pada bagian timur sulawesi terdiri dari lengan timur dan lengan tenggara yang berasal dari Lempeng Pasifik yang terlipat ke atas karena tertahan oleh kaki benua Eurasia. Bergabungnya menjadi Sulawesi ditandai dengan batas aktif oleh sistem sesar Palu-Koro yang kemudian pada bagian timur sulawesi mengandung ofiolit dan kaya akan mineral ultramafik yang mengandung logam transisi Mg, Fe, Co, Ni yang menyebabkan munculnya mineral nikel di tanah pomala yang dicirikan dengan warna tanah merah kecoklatan. Dengan adanya cadangan nikel maka kegiatan selanjutnya dilakukan eksplorasi penambangan dengankegiatan pengoboran ,pengerukan, pengangkutan , pengapalan, pengolahan dan produksi. proses eksplorasi dan penambangan tidaklah sulit, karena Nikel dalam bentuk laterit . Dari Kegiatan-kegiatan tersebut maka fisika kontekstual sumber daya alam akan menjelaskan bagamaina proses fisika yang berlangsung pada pertambangan nikel pomalaa dimana peran fisika pada rekayasa dan teknologi dari tahap eksplorasi sampai pra pengolahan, disamping peran kuantum dari Nikel sebagai material magnetik dan pengikat elektron, pelindung oksidasi/karat dari logam utamanya yang melibatkan konsep dan hukum-hukum fisika.Untuk memudahkan pemahaman konsep fisika dalam pertambangan nikel sehingga mampu bersaing dalam dunia industri. Untuk memudahkan pemahaman konsep fisika dalam pertambangan nikel akan dibuat modul-modul pembelajaran yang berkaitan dengan pertambangan nikel tersebut.
Keywords
Tektonik sulawesi;Lengan timur mengandung ofiolit; Pertambangan nikel;Fisika kontekstual
Topic
Physics
Corresponding Author
E Emiliannur
Institutions
1Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia
2Departemen Pendidikan Teknik Elektro, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia
3Profesor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia
4Departemen Pendidikan Biologi, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia
a)E-mail: emiliannur_sy[at]student.upi.edu
Abstract
Banyak penelitian belakangan ini mengkaji tentang keterampilan berpikir kritis, namun masih sedikit yang mengetahui tentang kecenderungan (disposisi) siswa untuk menggunakan keterampilan tersebut. Disposisi berpikir kritis merupakan satu bentuk kecenderungan seseorang untuk kritis dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan disposisi berpikir kritis Fisika siswa melalui penerapan model asesmen kinerja. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 68 siswa kelas XI IPA di salah satu Sekolah Menengah Atas di Sumatera Barat, Indonesia. Sampel kemudian dibagi menjadi kelas eksperimen kelompok 1 (32 orang) dan kelas eksperimen kelompok 2 (36 orang). Desain penelitian yang digunakan yaitu one group pretest-posttest design. Data dikumpulkan melalui tes esai dan kuisioner DBK. Hasil penelitian ini adalah terdapat peningkatan disposisi berpikir kritis siswa dengan N-gain sebesar 0.55 pada kelas eksperimen kelompok 1, dan sebesar 0.32 pada kelas eksperimen kelompok 2.
Keywords
asesmen kinerja, disposisi berpikir kritis, respon disposisi berpikir kritis siswa
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Hilman Imadul Umam
Institutions
Kelompok Keahlian Fisika Material dan Elektronik, Program studi Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132 Indonesia
Abstract
Salah satu metode enhance oil recovery (EOR) yang sering digunakan dalam ekstraksi minyak dari sumur minyak adalah proses aquathermolysis. Proses aquathermolysis merupakan suatu reaksi antara minyak berat dengan air pada temperature dan tekanan tinggi. Dalam skala laboratorium, proses aquathermolysis umumnya dilakukan dengan menggunakan autoclave yang dipanaskan pada suhu tinggi sehingga mensimulasi kondisi di lapangan. Pada penelitian ini telah dikembangkan sebuah reaktor termal yang bisa digunakan dalam proses aquathermolysis. Reaktor termal berkelanjutan atau Continuous Thermal Reactor (CTR) didesain sedemikian rupa sehingga mampu menggantikan proses aquathermolysis dengan menggunakan autoclave yang tidak bisa dimonitor secara real time. Parameter volume glassbead, laju aliran uap air yang masuk ke dalam reaktor, temperature reaktor, serta jenis katalis yang digunakan dalam proses reaksi divariasikan untuk melihat kondisi optimal dari penggunaan reaktor. Hasil penelitian menunjukan dengan penggunaan reaktor termal berkelanjutan proses aquathermolysis bisa berlangsung relatif lebih singkat dengan penurunan viskositas yang hampir sama ketika menggunakan autoclave. Oleh karena itu penggunaan reaktor termal berkelanjutan memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan autoclave pada proses aquathermolysis.
Keywords
Reaktor termal berkelanjutan, aquathermolysis, viskositas, minyak berat
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
ANDRI NOVI LESTARI
Institutions
pendidikan kimia- SPS Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Berpijak dari pentingnya membangun literasi sains siswa SMA dengan cara menghubungkan konteks teknologi dan konsep kimia dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menarik minat belajar siswa, maka dilakukan praktikum pendahuluan mengenai susunan (sandwich) Dye-sensitized Solar Cells (DSSC) untuk mengetahui prinsip kerja dan hal apa saja yang dapat digali guna membangun literasi sains jika praktikum ini diberikan pada siswa SMA. DSSC merupakan suatu sandwich yang mampu mengkonversi energi foton sinar matahari menjadi energi listrik. Sandwich DSSC terdiri dari tiga bagian penting yaitu kaca elektroda kerja, kaca elektroda pembanding dan larutan elektrolit. Kaca elektroda kerja terdiri dari kaca konduktif dengan lapisan titanium dioksida dan dye organik, kaca elektroda pembanding terdiri dari kaca konduktif dengan lapisan karbon, sedangkan larutan elektrolit merupakan pasangan redoks. Praktikum tersebut merupakan praktikum inkuiri terbimbing dengan konteks teknologi DSSC yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari yaitu penyediaan energi listrik. Konteks ini kemudian dihubungkan dengan beberapa konsep kimia SMA antara lain semikonduktor, ikatan kimia, reaksi redoks dan elektrokimia. Dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan dan tugas yang mengarahkan hubungan antara konteks DSSC dan konsep kimia dalam kehidupan sehari-hari maka praktikum DSSC akan dapat membangun literasi sains siswa SMA.
Keywords
Dye-sensitized Solar Cells (DSSC); Praktikum Inkuiri; literasi sains
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Fiqqih Sinatrya Maghfiroh
Institutions
Abstract
Queue is due to the limited resources generally services related to limited server. Queueing theory with N-policy has the characteristics in which the server will use the time to be unemployed to perform other tasks that require the server to leave the system when there is no customer service and will be active in the service back after there is a number N of customers waiting to be served. In this research proposal, the researcher will analyze the two-phase queuing system service using the model M/M/1. There is a server (single server) serving customers in groups in phase 1 followed by individual services in phase 2. The system considers the state of the server queue is slow and customers are impatient. Characteristics server queuing system model of the N-policy M/M/1 with two phases of service in this research proposal raises the queuing system is divided into six states. Model analysis performed to obtain the probability of occurrence of each state, the expected number of customers, and the customer waiting time in the system. Further simulations to analyze the sensitivity of the value of N to parameters on the total cost function in order to get the optimal value of N that minimize the total cost.
Keywords
Queueing System; N-policy; cost function
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
dona mustika
Institutions
Magister Pengajaran Fisika, ITB
Abstract
Fisika adalah ilmu yang berbasis pada konteks alam sehingga seluruh peristiwa alam pada dasarnya dapat dijelaskan secara fisika. Proses pembentukan batu mulia ataupun semi-mulia berawal dari aktivitas dapur magma. Proses-prosesnya merupakan rangkaian proses termodinamika yang cukup kompleks. Dalam hal ini telah dianalisis hukum-hukum termodinamika pada proses pembentukan batu semi-mulia dengan sampel batu idocrase Aceh. Analisis dilakukan melalui studi literature. Hasil analisis berupa perumusan kembali hukum-hukum termodinamika dan bentuk diagram fasa untuk batu Idocrase Aceh.
Keywords
Termodinamika, Diagram Fasa, Batu Semi-Mulia, Idocrase Aceh
Topic
Physics
Corresponding Author
Imam Wijayasastra Sinaga
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Telah dibuat rancang bangun system instrumentasi analisis distribusi dan laju gas Liquid Petroleum Gas (LPG). LPG yang mudah terbakar dalam fasa gas menimbulkan kerugian yang besar, karenanya diantisipasi dengan pemberian zat mercaptan untuk memberi bau. Gas LPG dapat diamati dari distribusi penyebaran dalam ruang karena tidak selamanya penciuman manusia dapat diandalkan. Penelitian ini membahas distribusi gas LPG di ruang terisolasi serta memonitor sensor gas agar dapat bereaksi optimal yang dengan memvariasi posisi dari detektor. Detektor yang digunakan adalah sensor MQ-6, dimana sensor tersebut akan mengurangi resistansinya ketika bereaksi dengan gas LPG, sehingga akan mengaktifkan switch lampu LED dan buzzer melalui antarmuka LabVIEW. Dari hasil dari penelitian ini, diamati pola distribusi gas dengan variasi laju deteksi dari variasi posisi detektor yang disimpulkan akan baik jika disimpan di dinding dasar ruang penyimpanan tabung LPG yang tersambung. Penelitian selanjutnya diharapkan mengembangkan untuk pengaktifan exhaust fan agar membuang gas LPG leakage ke udara bebas.
Keywords
sensor MQ-6, LPG, gas
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Rima Nurmalasari
Institutions
a) Program Studi Pendidikan IPA, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan Dr. Setiabudhi No.229, Bandung
rimanur07[at]gmail.com
b) Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi yang terdapat pada buku ajar IPA pegangan siswa kelas VII pada tema kalor dalam perubahan wujud zat. Representasi yang dikaji meliputi representasi verbal, simbolik, dan visual. Representasi verbal merupakan penjelasan desktiptif berupa teks. Representasi simbolik meliputi simbol-simbol dalam konsep IPA, rumus, dan persamaan matematika. Sementara, representasi visual dapat berupa grafik, gambar, dan diagram. Selanjutnya, representasi yang terdapat pada buku ajar dikelompokkan menjadi representasi tunggal dan multi representasi. Penelitian ini menggunakan metode studi dokumentasi menggunakan lembar analisis representasi terhadap 11 aspek konsep pada tema kalor dalam perubahan wujud zat. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yaitu diperoleh satu buah buku ajar IPA pegangan siswa kelas VII SMP terbitan Kemdikbud. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan persentase representasi verbal pada buku ajar IPA kelas VII sebesar 54,5%, representasi simbolik sebesar 9,1%, dan representasi visual sebesar 36,4%. Sementara itu, berdasarkan hasil analisis representasi juga diperoleh 36,4% konsep dengan multi representasi (representasi ganda), 27,2% konsep dengan representasi tunggal, dan sisanya konsep tidak disajikan dalam buku ajar. Untuk itu dipandang perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai pengembangan bahan ajar berbasis multi representasi.
Keywords
representasi, buku ajar IPA kelas VII, kalor dalam perubahan wujud zat
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Pipin Dana Pelita
Institutions
SMAN Tanjungsari
Abstract
Berawal dari temuan penulis dalam melaksanakan pembelajaran fisika, kemampuan aplikasi siswa kelas XI IA-3 selalu lebih rendah dibandingkan dengan kelas paralel lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur yang tepat untuk dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuan aplikasi konsep fisika siswa, serta untuk mengetahui hasil yang diperoleh atas tindakan yang dilakukan. Dari beberapa sumbang saran melalui diskusi yang melibatkan penulis selaku guru kelas XI IA-3, kepala sekolah, dan guru-guru fisika kelas lainnya, disarankan untuk mengadakan tindakan yang bersifat memperbaiki pembelajaran, yaitu melalui penerapan model Problem Based Instruction (PBI). Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian tindakan dengan subjek guru fisika serta siswa-siswi kelas XI IA-3 yang beranggotakan 29 orang, dengan alat pengumpul data berupa tes, LKS dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prosedur paling tepat untuk dilakukan guru dalam menerapkan model PBI, adalah dengan langkah-langkah berupa: tahap orientasi siswa kepada masalah, mengorganisasi siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan menganalisis serta mengevaluasi proses pemecahan masalah; (2) kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah sehari-hari, meningkat sehingga mencapai IPK 91% dengan kategori sangat tinggi; (3) kemampuan siswa dalam membandingkan, meningkat dan mencapai 89% dengan kategori sangat tinggi, (4) kemampuan siswa dalam menganalisis, meningkat dan mencapai 69% dengan kategori sedang; dan (5) kemampuan siswa dalam mengenal pola, meningkat dan mencapai 67% dengan kategori sedang. Berdasarkan temuan di atas disarankan perlunya guru untuk lebih sering berbagi pengalaman dalam memperbaiki proses dan hasil pembelajaran, serta perlu dipikirkan lebih lanjut agar kemampuan siswa pada pembelajaran berikutnya bisa lebih baik lagi.
Keywords
Aplikasi Konsep, PBI
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
IKA ZUBAIDA
Institutions
SMA Islam Al-Izhar Pondok Labu Jakarta Selatan
Abstract
Tuntutan pembelajaran matematika dewasa ini adalah pembelajaran seharusnya dilakukan dengan pola konstruksi dan rekonstruksi agar siswa dapat berfikir kritis dalam mencari strategi pemecahan masalah. Keberhasilan seorang siswa menyelesaikan pemecahan masalah matematik berkaitan erat dengan kemampuannya dalam memantau proses berfikirnya sendiri yang terkait juga dengan keterampilan metakognitifnya. Namun tidak setiap individu siswa memiliki keterampilan tersebut. Terdapat tiga aspek metakognitif yang relevan dalam pembelajaran matematika, yaitu: (1) belief and intuition, (2) prior knowledge, dan (3) self-regulation. Salah satu strategi pembelajaran untuk dapat meningkatkan ketrampilan metakognitif adalah scaffolding. Scaffolding dapat mendorong siswa masuk pada zona perkembangan kognitif (Zone Proximal Development). Berdasarkan fenomena itu, maka dilakukan penelitian tindakan tentang penerapan strategi scaffolding untuk meningkatkan keterampilan metakognitif siswa low achievement. Subjek penelitian sebanyak 3 siswa kelas XI IPA yang berada pada kriteria low achievement. Peningkatan keterampilan metakognitif siswa yang diamati antara lain: (1) jenis-jenis pertanyaan siswa, (2) respon siswa pada saat memberikan argumen, (3) komunikasi siswa pada saat berdiskusi dengan teman sebaya, dan (4) strategi yang digunakan atau dipilih siswa untuk menyelesaikan masalah matematik. Berdasarkan uji analisis data dengan menggunakan triangulasi data yang diperoleh, (1) diperlukan strategi scaffolding khusus untuk siswa low achievement pada saat kegiatan belajar mengajar di kelas, yaitu dengan menggunakan pola high-high-middle-low-middle atau high-middle-high-middle-low terbukti lebih efektif untuk membangun prior knowledge siswa low achievement dibandingkan dengan menggunakan pola high-low-middle-middle-high maupun low-high-high-middle-middle; (2) scaffolding harus segera dihentikan pada saat siswa low achievement dipandang jenuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah kepada alasan (mengapa, jadi, kemudian); (3) scaffolding dengan cara menanyakan ulang respon siswa dapat membuat siswa berfikir tentang apa yang dipikirkannya, dalam hal ini maka siswa tersebut telah mengelola proses berfikirnya dan; (4) mendiskusikan alasan dari setiap langkah pembuktian aturan matematik, melalui diskusi teman sebaya, siswa low achievement memiliki belief and intuition untuk mengkomunikasikan (mengemukakan) argumen tentang langkah-langkah pembuktian matematik.
Keywords
Scaffolding, ketramplan metakognitif, Low Achievement
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Erniwati Halawa
Institutions
Fisika Bumi dan Sistem Kompleks , Institut Teknologi Bandung
Abstract
Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi konsentrasi karbon monoksida pada lima stasiun pemantau yang ada di kota Bandung, yaitu: Dago Pakar, Aria Graha, Tirtalega, Batununggal dan Cisaranten. Metoda yang digunakan adalah metode Support Vector Machine (SVM). Informasi ini bermanfaat untuk menjadi bahan pertimbangan dan perencanaan untuk Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), tata ruang kota dan kesehatan, dimana BPLH (Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup) saat ini hanya menggunakan pengukuran secara langsung terhadap konsentrasi karbon monoksida sehingga publik hanya dapat mengetahui kondisi saat itu tanpa adanya prediksi mengenai konsentrasi polutan tersebut untuk esok hari.
Keywords
zat pencemar udara, karbon monoksida, SVM
Topic
Physics
Corresponding Author
dian tantri Simatupang
Institutions
Universitas Advent Indonesia
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung
Barat, Kode Pos 40559
Abstract
Penelitian Fabrikasi Biodisel dari minyak jarak menggunakan katalis kalsium glyceroxide didasari oleh karena biodiesel merupakan bahan bakar pengganti bahan bakar diesel saat ini. Salah satu minyak nabati yang memiliki banyak keunggulan untuk menjadi biodiesel adalah minyak jarak. Proses produksi biodiesel dari minyak jarak dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk konsentrasi metanol, konsentrasi katalis, efek suhu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh reaksi suhu pada pembuatan biodiesel. Pada penelitian ini parameter yang digunakan adalah dengan variasi suhu 40C, 60C, 80C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap jumlah biodiesel yang dihasilkan. Suhu terbaik dalam penelitian adalah 60C.
Keywords
Suhu, Fabrikasi, Biodiesel, minyak jarak, kalsium glyseroxide
Topic
Biofisika
Corresponding Author
Agus Kartono
Institutions
Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia
email: akartono70[at]gmail.com
Abstract
Model matematika merupakan alat yang menarik untuk mengetahui proses kerja suatu penyakit. Pada kasus diabetes tipe 2, banyak model matematika telah dikembangkan untuk lebih memahami mekanisme sistem pengaturan glukosa-insulin. Namun model yang paling terkenal adalah minimal model Bergman (MMB) yang berisi jumlah parameter sedikit tetapi mempunyai keakurasian yang baik dibandingkan model yang lainnya. Model MMB banyak digunakan dalam penelitian fisiologis untuk memperkirakan efektivitas glukosa (SG) dan sensitivitas insulin (SI) dari data tes toleransi glukosa intravena (IVGTT) selama periode tertentu. Namun tes IVGTT tidak mencerminkan kondisi tubuh dalam keadaan sehari-hari. Oleh karena itu, data tes toleransi glukosa oral (OGTT) digunakan untuk menggantikan data tes IVGTT. Pada penelitian ini, kami akan memodifikasi model MBB dengan oral Minimal Model (OMM) model untuk menjelaskan dinamika glukosa dan insulin pada tubuh manusia.
Keywords
minimal model Bergman, efektivitas glukosa, sensitivitas insulin, oral minimal model
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Rizki amelia Nasution
Institutions
a. Sekolah ilmu dan tekhnologi hayati, institut teknologi bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*rizkiamelianasution[at]yahoo.com
b) Magister Biologi
Abstract
Ubi jalar varietas cilembu merupakan salah satu ubi jalar unggulan yang memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan dengan ubi jalar lainnya, selain itu ubi cilembu tidak sama rasanya dengan ubi cilembu yang di tanam di wilayah lain sementara cara budidayanya sama secara umum. Pertumbuhan dan produksi tanaman salah satunya dipengaruhi oleh kolonisasi bakteri pada permukaan akar atau yang disebut Plant growt promoting rhizobacteria (PGPR). Sampai sekarang belum adayang meneliti tentang diversitas bakteri PGPR selama pertumbuhan ubi jalar di Indonesia utamanya di Cilembu. Maka dilakukan isolasi dan identifikasi bakteri rizosfer ubi jalar cilembu. Pada rizosfer ubi jalar varietas cilembu diperoleh 19 bakteri yang memiliki kemampuan PGPR selama pertumbuhan. Terdapat 12 isolat bakteri dengan kemampuan pelarut fosfat, 15 isolat memiliki kemampuan fiksasi nitrogen dan penghasil hormon IAA. Sedangkan pada bakteri dengan kemampuan penghasil enzim selulase ada 9 isolat. Selama fase pertumbuhan bakteri terjadi peningkatan diversitas dan diikuti dengan peningatan kemampuan fiksasi nitrogen, pelarut fosfat, dan penghasil hormon IAA , penghasil enzim selulase dan amilase.
Keywords
ubi cilembu; PGPR
Topic
Inovasi
Corresponding Author
Shinta Faramita
Institutions
Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Efikasi-diri adalah keyakinan keandalan diri yang dimiliki seseorang untuk melakukan tugas ataupun mencapai tujuan yang spesifik berdasarkan kemampuannya untuk memahami kesulitan tugas, usaha yang perlu dilakukan, besar bantuan eksternal, situasi pada saat performansi, dan pola-pola keberhasilan dan kegagalan. Bentuk Penugasan Pre-Class Reading Task dapat memfasilitasi siswa meningkatkan efikasi-diri mereka sendiri melalui rasa tanggung jawab atas perkembangan diri mereka sendiri. Terdapat tiga kunci utama yang menentukan keberhasilkan penugasan ini, yaitu spesifikasi materi bacaan disesuaiakan dengan tujuan pembelajaran, pertanyaan yang diberikan merujuk buku teks secara eksplisit, dan umpan balik yang diberikan guru terkait penugasan. Jenis pertanyaan yang diberikan di akhir penugasan ini harus memuat tujuan pedagogik yang terdiri dari tiga tujuan utama, yaitu: konten, proses, dan metakognitif. Faktor-faktor penentu efikasi-diri siswa diantaranya: pengalaman keberhasilan individu (mastery experience), pengalaman keberhasilan orang lain (vicarious experience) yang dijadikan panutan, persuasi verbal (verbal persuasion), dan keadaan emosional (emotional state). Penugasan Pre-Class Reading diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan segala potensi yang mereka miliki dengan cara menumbuhkan rasa tanggung jawab atas diri mereka sendiri untuk mencapai sebuah tujuan, khususnya dalam pembelajaran fisika. Diharapkan efikasi-diri siswa akan meningkat sejalan dengan pengetahuan-diri yang mereka miliki.
Keywords
Penugasan Pre-Class Reading, efikasi-diri, pembelajaran fisika.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Dimas Praja Purwa Aji
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Osilasi harmonik sederhana pegas, merupakan salah satu permasalahan fisika yang sering digunakan sebagai pembelajaran dalam fisika. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dapat digunakan beberapa metode, baik secara komputasi maupun dengan analitik. Dalam tulisan ini, akan dibahas mengenai metode numerik dalam menyelesaikan persamaan diferensial seperti metode Euler, metode Runge-Kutta, dan metode Verlet untuk mendapatkan solusi dari permasalahan osilasi harmonik sederhana pada pegas. Metode-metode numerik tersebut akan dibandingkan waktu komputasinya hingga didapatkan penyelesaian yang mendekati penyelesaian secara analitik dengan ketelitian sebesar 10^-4. Dari perbandingan tersebut, akan didapatkan keefektifan waktu komputasi dari tiap-tiap metode yang digunakan dalam mendapatkan solusi berbagai permasalahan fisika.
Keywords
Komputasi, Metode Euler, Metode Runge-Kutta, Metode Verlet, Osilasi harmonik sederhana
Topic
Physics
Corresponding Author
Asri Setyaningrum
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Telah dilakukan perancangan sistem instrumentasi Surface Plasmons Resonance (SPR) skala laboratorium yang ekonomis. Tunjuan dari perancangan sistem instrumentasi ini adalah untuk mengamati penurunan kualitas susu dengan menggunakan metode SPR. Penurunan susu biasanya dideteksi melalui perubahan warna, bau dan bentuknya, namun cara tersebut tidak dapat mengamati proses penurunan kualitas susu secara real time. Metode SPR sangat sensitif dalam melakukan pengukuran dikarenakan prinsip kerja dari metode SPR ini adalah mengamati perubahan indeks bias pada permukaan sensor yang berhubungan langsung dengan susu. Hasil dari penelitian ini berupa perancangan sistem intsrumentasi SPR dengan besar biaya berkisar Rp. 2.000.000,00 dimana biaya tersebut sangatlah ekonomis dibandingkan dengan harga SPR komersil yang paling murah yaitu berkisar Rp. 70.000.000,00.
Keywords
Penurunan Kualitas Susu, Metode SPR, Ekonomis
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Rino Galang Prabowo
Institutions
Program Studi Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia
Jalan. Kaliurang KM 14,5 Sleman, D.I Yogyakarta
*12611028[at]students.uii.ac.id
Abstract
Dalam dunia industri pengolahan limbah adalah masalah yang krusial. Hal ini dikarenakan limbah industri yang dihasilkan mampu menyebabkan pencemaran pada air, udara dan mengganggu kesehatan makhluk hidup. Berdasarkan hal tersebut pemerintah Jawa Timur mengeluarkan Pergub Jawa Timur No. 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya. Dalam Penelitian ini akan dianalisis pengolahan limbah cair pada PT. X yang merupakan industri pengolahan makanan di Jawa Timur. Variabel yang digunakan adalah BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), dan TSS (Total Suspend Solid). Meode yang digunakan adalah analisis jalur untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh yang dihasilkan dan menggunakan peta kendali Multivariate Hotteling T-Squared Individual untuk melihat proses pengolahan limbah cair. Hasil yang didapatkan adalah COD dan TSS memiliki nilai korelasi dengan BOD masing-masing diatas 50%, serta diketahui juga pengaruh total COD dan TSS terhadap BOD masing-masing adalah 82% dan 1,9%. Berdasarkan peta kendali Multivariate Hotteling TSquared Individual didapatkan bahwa BOD-COD dan BOD-TSS terdapat masing-masing satu subgrup yang berada di luar batas kendali yaitu subgrup ke-23 dan subgrup ke-19. Sehingga, dapat dikatakan terdapat proses yang tidak terkendali secara multivariate, tetapi secara univariate variabel BOD, COD, dan TSS berada dalam spesifikasi (baku mutu) yang telah ditetapkan.
Keywords
Analisis Jalur; Hotteling T-Squared Individual; BOD; COD; TSS
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Leni Marlina
Institutions
1* Mahasiswa SPS Universitas Pendidikan Indonesia
1 Dosen Universitas Pendidikan Indonesia
2 Dosen Universitas Sriwijaya
3 Dosen Institut Teknologi Bandung
Abstract
Guru sebagai ujung tombak dalam melaksanakan misi pendidikan di lapangan merupakan faktor yang sangat penting dalam mewujudkan sistem pendidikan formal yang bermutu dan efisien. Materi IPBA sudah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan di Indonesia mulai jenjang SD hingga perguruan tinggi. Guru IPA SMP yang mengajar materi Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA) sebagian besar berasal dari jurusan selain pendidikan fisika, seperti pendidikan kimia dan biologi. Hal ini menyebabkan terjadinya mismatch (ketidaksesuaian) baik ditinjau dari kualifikasi guru maupun dari penguasaan materi. Namun sayangnya kemampuan guru untuk mentransfer ilmu ini kepada siswa masih rendah. Rendahnya kemampuan guru IPA pada materi IPBA tidak terlepas dari proses penyiapan guru itu sendiri oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Tujuan studi pendahuluan ini adalah untuk mengetahui persiapan guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) IPBA dan penerapannya dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi. Objek penelitian adalah guru IPA SMP Kota Palembang. Hasil dari penelitian ini adalah tersusunnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) IPBA yang dapat meningkatkan berpikir kritis siswa.
Keywords
Profesionalitas, Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA), Berpikir kritis
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Anita Marina Maryati
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) eksperimen dan non-eksperimen berbasis inkuiri terstruktur pada subpokok materi Pergeseran Kesetimbangan Kimia. LKS yang dikembangkan sebanyak tiga LKS; (1) LKS eksperimen pada materi pokok Pengaruh Pengubahan Konsentrasi terhadap Sistem Kesetimbangan, (2) LKS non-eksperimen pada materi pokok Pengaruh Pengubahan Suhu terhadap Sistem Kesetimbangan, dan (3) LKS non-eksperimen pada materi pokok Pengaruh Pengubahan Tekanan terhadap Sistem Kesetimbangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan pendidikan (Education Reasearch and Development) dengan model 4 D (define, design, develop, disseminate). Penelitian ini hanya dilaksanakan hingga tahap develop. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, lembar observasi praktikum, lembar observasi pembelajaran, dan angket. Dari tahap design, diperoleh hasil optimasi prosedur praktikum yaitu konsentrasi minimum masing-masing reaktan (larutan FeCl3 dan larutan KSCN) adalah 0,01 M, dan larutan yang dipakai sebagai zat penggeser kesetimbangan ke arah reaktan adalah larutan NaOH 1 M. Dari tahap develop, diperoleh hasil yaitu keterlaksanaan praktikum tergolong sangat baik dengan persentase 89,6%, tanggapan siswa terhadap LKS eksperimen tergolong baik dengan persentase 77,7% dan tanggapan siswa terhadap praktikum tergolong sangat baik dengan persentase 80,8%. Keterlaksanaan pembelajaran tergolong sangat baik dengan persentase 95,7%, sedangkan tanggapan siswa untuk LKS non-eksperimen tergolong baik dengan persentase 79,6%. Penilaian guru terhadap LKS eksperimen hasil pengembangan adalah LKS tersebut mudah dipahami dan dapat digunakan oleh siswa dengan prestasi tinggi maupun prestasi rendah, kalimat yang digunakan cukup baik, serta desain LKS menarik.
Keywords
pengembangan lembar kerja siswa; LKS eksperimen; LKS non-eksperimen; optimasi prosedur praktikum; inkuiri terstruktur
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Dhafinta Widyasaraswati
Institutions
Bandung Institute of Technology
Abstract
Berdasarkan data, pertumbuhan investasi di bidang property di Indonesia rata-rata naik 41% per tahunnya. Hal ini memperlihatkan bahwa sektor properti di Indonesia punya daya tarik tinggi bagi investor. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis terhadap saham-saham sector properti anggota LQ45, yaitu saham PT Alam Sutera Realty, Tbk. (ASRI), PT Bumi Serpong Damai, Tbk. (BSDE), dan PT Lippo Karawaci, Tbk. (LPKR). Sampai saat ini, ketiga saham tersebut merupakan saham yang memiliki harga paling tinggi di BEI (Bursa Efek Indonesia). Ada beberapa metode untuk menganalisis fluktuasi dari sebuah dinamika stokastik, salah satunya adalah model ARCH-GARCH yang merupakan salah satu kajian di bidang ekonofisika. Metode ARCH-GARCH diperkenalkan oleh Engle pada 1982 yang bekerja dengan cara memodelkan return dari harga saham. Return dari harga saham ini kemudian diregresi dengan konstanta residual yang bergantung dari data periode sebelumnya. Data harga saham yang dipakai adalah harga saham periode Januari 2014 sampai dengan Oktober 2015. Dari penelitian ini, dapat dilihat prospek dari sektor property di masa depan. Penelitian ini diharapkan menjadi masukkan bagi beragam tipe investor untuk melihat potensi saham yang paling menguntungkan berdasarkan gaya investasinya. Penelitian lebih lanjut juga diharapkan mampu mendeteksi adanya potensi gelembung (bubble) pada sector property yang mungkin berpotensi terjadi lagi di masa yang akan datang.
Keywords
ARCH-GARCH, bubble, properti, saham
Topic
Physics
Corresponding Author
gigih pamungkas
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
sensor kontak untuk penentuan penurunan kualitas larutan susu menggunakan osilator kuarsa dilaporkan. Medan listrik di dalam cairan susu dengan lempeng kapasitor Sensing Capacitor (SC) digunakan untuk mendeteksi cairan pada susu. Sensor ini mengukur perubahan kapasitansi SC sebagai perubahan frekuensi quartz oscillator. Kapasitansi tergantung pada permitivitas relatif dan konduktivitas sampel cair pada spacer. Oleh karena itu, dimungkinkan untuk mengukur konsentrasi sampel. Penurunan kualitas susu diikuti perubahan Konsentrasi larutan pada susu. Responnya sangat stabil karena di sensor ini, SC tergabung ke dalam osilator kuarsa. Sensor yang diusulkan diharapkan bisa digunakan untuk berbagai macam aplikasi penentuan penurunan kualitas larutan.
Keywords
sensor, kapasitansi, frekuensi quartz Oscillator, susu
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Widi Ilhami Novili
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung
Abstract
Literasi Saintifik (LS) adalah suatu kemampuan seseorang dalam menggunakan pengetahuan ilmiahnya, tidak hanya memahami konsep tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam mengambil suatu keputusan. LS itu sangat penting, sehingga di negara maju pun telah menjadikan LS sebagai program negara untuk mendongkrak kemampuan siswa dalam sains. Namun diketahui bahwa LS siswa Indonesia masih rendah. Terdapat indikasi bahwa pembelajaran sains yang dilakukan di kelas belum memfasilitasi siswa dalam melatihkan LS. Penelitian quasy-eksperimen dengan desain one group pretest and posttest dilakukan untuk mengetahui hasil LS setelah diterapkan scientific approach pada topik kalor. Penelitian dilakukan di salah satu sekolah di Kota Bandung dengan jumlah sampel 32 siswa melalui random sampling yaitu pengundian terhadap kelas. Instrumen yang digunakan sebanyak 20 soal berupa uraian dengan reliabilitas 0,83. Hasil analisis N-gain menunjukkan bahwa domain kompetensi dan domain pengetahuan mengalami peningkatan dalam kategori sedang. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh scientific approach dalam melatihkan LS, maka dilakukan analisis menggunakan effect size yang hasilnya menunjukkan large effect bagi kedua domain.
Keywords
scientific approach, literasi saintifik, kalor
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
PUTERI APRILIANTI
Institutions
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku soal materi aljabar untuk pembinaan Olimpiade Matematika SMA yang valid. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang terdiri dari dua tahap yaitu tahap preliminary meliputi analisis dan desain dan formatif evaluation yang pada penelitian ini hanya mencakup pada self evaluation, expert review, dan one-to-one. Buku soal yang dikembangkan diperiksa oleh pakar pada tahap expert review, dan dikomentari pula oleh rekan sejawat untuk melihat bagaimana kevalidan dari buku soal. Buku soal kemudian direvisi berdasarkan komentar dan saran dari validator. Pada tahap one-to-one buku soal kemudian diuji cobakan ke dua orang siswa berkemampuan sedang dan menengah keatas untuk mengetahui bagaimana penggunaan dari buku soal tersebut. Dari tahap tersebut didapatkan hasil jawaban siswa, hasil observasi dan wawancara. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa buku soal materi aljabar untuk pembinaan olimpiade Matematika SMA yang dikembangkan telah valid.
Keywords
Buku soal , Aljabar, Olimpiade Matematika SMA
Topic
Pembelajaran
Page 498 (data 14911 to 14940 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats