Indonesia Conference Directory


<< Back

Abstract Topic: Pembelajaran

Page 8 (data 211 to 240 of 248) | Displayed ini 30 data/page

PENYISIPAN MUSIK DALAM MEDIA PRESENTASI POWERPOINT PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IXA2 SMP NEGERI 2 LUWUK
RACHMAD LASAKA

Show More

Corresponding Author
RACHMAD LASAKA

Institutions
SMP NEGERI 2 LUWUK, SULAWESI TENGAH

Abstract
Salah satu perilaku siswa yang menunjukkan rendahnya minat belajar terhadap pelajaran matematika adalah mendengarkan musik melalui earphone pada saat jam pelajaran. Alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah pembelajaran dengan menggunakan media presentasi PowerPoint yang telah disisipkan file musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat belajar siswa pada pembelajaran matematika yang dibelajarkan dengan menggunakan media presentasi PowerPoint yang telah disisipkan file musik. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Luwuk kelas IXA2 yang berjumlah 36 orang, terdiri dari 16 orang laki-laki dan 20 orang perempuan. Metode pengumpulan data melalui observasi dan angket. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa kelas IXA2 terhadap mata pelajaran matematika dapat dikategorikan berminat dengan persentase predikat berminat 50% dan predikat sangat berminat 36,11%. Ini berarti bahwa sebagian besar siswa kelas IXA2 berminat mengikuti pelajaran matematika yang dibelajarkan dengan menggunakan media presentasi PowerPoint yang telah disisipkan file musik. Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat, pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran meningkat dan minat belajar siswa semakin tinggi.

Keywords
Minat belajar, Microsoft PowerPoint, Musik

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/7qdFGU4Q6PTj


PERAN BAHAN AJAR IPA TERPADU TIPE CONNECTED PADA TEMA PEMANASAN GLOBAL DALAM MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA
Helfidayati (a*b), Harry Firman (b), Ida Kaniawati (b)

Show More

Corresponding Author
Helfidayati helfidayati

Institutions
a) SMP N 1 Bangkinang, Kampar, Riau
* sun_helfidayati[at]yahoo.com

b) Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep siswa melalui peranan bahan ajar IPA terpadu tipe connected pada tema pemanasan global yang disusun dengan teknik pengemasan kembali informasi (information repackaging). Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Ngamprah, Bandung Barat pada tahun akademik 2015/2016. Metode yang digunakan adalah mix methods embedded experimental design research dengan menggabungkan metode kualitatif dan metode kuantitatif. Untuk tahapan kualitatif dengan cara deskriptif dan tahapan kuantitatif menggunakan rancangan kuasi eksperimen, yaitu pretest-postest nonequivalent control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas, kelas eksperimen dimana siswa menggunakan bahan ajar IPA terpadu tipe connected ,sedangkan kelas kontrol menggunakan buku yang ada di sekolah. Hasil tes diperoleh kenaikan rata-rata (N-gain) penguasaan konsep siswa sebesar 0,69 kelas eksperimen sedangkan 0,52 untuk kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar IPA terpadu tipe connected dapat meningkatkan hasil belajar pada penguasaan konsep siswa secara lebih baik dibandingkan buku yang ada di sekolah. Dengan demikian bahan ajar IPA terpadu tipe connected dapat dijadikan bahan ajar IPA alternatif dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa. Selain itu bahan ajar IPA terpadu tipe connected juga memberikan dampak positif terhadap kemandirian siswa, motivasi dan aktivitas belajar siswa.

Keywords
Bahan ajar, IPA terpadu tipe connected, Penguasaan konsep siswa

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/8d3j9WLxH7kv


Perbandingan efektivitas pemograman dan pengguna visualisasi gelombang menggunakan VBA pada excel dengan javascript web browser
Ikhsan Mochammad Noor(a*),Dinda Ravi Algifari(a),Ariq Dhia Irfanudin(a),Sparisoma Viridi(b),Yudha Satya Perkasa(a)

Show More

Corresponding Author
Ikhsan Mochammad Noor

Institutions
a) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Komputasi,
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri SunanGunungDjati Bandung,
Jl. A.H Nasution no. 105 Bandung, Indonesia, 40614
*ikhsanmnoor[at]gmail.com

b) Laboratorium Fisika Nuklir dan Biofisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

Abstract
Penelitian ini membandingkan efektivitas visualisasi gerak gelombang antara Visual Basic Application (excel) dan javascript (web browser). Dibutuhkannya sebuah visualisasi sederhana mengenai gerak gelombang dengan tersedia dan akrab dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan, membandingkan secara langsung antara proses pembuatan dan penggunaan sehingga didapat analisis tingkat kesulitannya. Dengan demikian didapatkan hasil program yang lebih effektif digunakan dan dibuat untuk simulasi gelombang.

Keywords
visualisasi, VBA , javascipt, gerak gelombang , efektivitas

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/3QCWny6d8UVK


Perbandingan Maintainability Open Source Learning Management System
Rini Anggrainingsih (a*). Bara Okta Pratista Johannanda (b). Triana Rejekiningsih (c). Daru Wahyuningsih (c).

Show More

Corresponding Author
Bara Okta Pratista Johannanda

Institutions
a) Program Studi Informatika, Universitas Sebelas Maret
Jalan Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126, Indonesia
rini.anggrainingsih[at]staff.uns.ac.id

b) Program Studi Informatika, Universitas Sebelas Maret
Jalan Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126, Indonesia

c) Program Studi Teknologi Pendidikan Pascasarjana Kependidikan, Universitas Sebelas Maret
Jalan Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126, Indonesia

Abstract
Paper ini membandingkan Maintainability software open source Learning Management System (LMS) untuk ATutor, Ilias dan Moodle. Perbandingan dilakukan dengan tujuan mengetahui nilai Maintainability serta membandingkan kemudahan maintenance dari masing-masing LMS berdasarkan nilai Maintainability Index. Hasil perbandingan ini dapat digunakan oleh instansi untuk mempertimbangkan implementasi LMS dan digunakan oleh pengembang software untuk memberikan gambaran potensi maintenance source code yang dimiliki oleh LMS tersebut. Pengukuran dilakukan berdasarkan nilai yang didapatkan pada Maintainability Index menggunakan tool PhpMetrics. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Moodle memiliki nilai Maintainability Index yang lebih baik dibandingkan ATutor dan Ilias. Dari hasil pengukuran diketahui nilai Maintainability Index ATutor adalah 72.95, Ilias adalah 87.29 sedangkan Moodle adalah 89.95. Nilai Maintainability Index yang lebih baik ini membuat Moodle memiliki kecenderungan lebih mudah dimaintain dan dikembangkan dibanding ATutor maupun Ilias.

Keywords
Maintainability; Open Source LMS; Perbandingan

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/NXRK7maPZUjk


Perhitungan Diameter dan Modulus Elastisitas Rambut dengan Metode Difraksi Berbasis Citra Digital
Yuri Yogaswara1,a), Iman Nurzaman2,b), Akfiny Hasdi Aimon3,c) dan Neny Kurniasih4,d)

Show More

Corresponding Author
Iman Nurzaman

Institutions
1,2 Departemen Fisika,
Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

3Laboratorium Fisika Material Elektronik,
Kelompok Keilmuan Fisika Fisika Material Elektronik,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

4Laboratorium Fisika Bumi,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132


a) yogaswarayuri[at]students.itb.ac.id (corresponding author)
b) aiman.378[at]gmail.com
c) akfiny[at]fi.itb.ac.id
d)neny[at]fi.itb.ac.id

Abstract
Rambut merupakan biomaterial berserabut yang tumbuh dari folikel dan ditemukan dalam dermis. Biomaterial penting pada rambut terdiri dari protein terutama keratin. Salah satu hal yang memengaruhi sifat mekanik rambut adalah diameter serat rambut tersebut. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan diameter dan modulus elastisitas dari rambut manusia dengan metode difraksi berbasis citra digital. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga sampel yang dikategorikan berdasar usia muda (17 tahun), usia sedang (30 tahun), dan usia tua (76 tahun). Diameter sampel rambut yang dihitung berdasarkan data percobaan difraksi berbasis citra digital diperoleh dalam orde 10^-5 meter (puluhan mikron); sedangkan modulus elastisitas sampel rambut berada pada orde 10^8 hingga 10^9 N/m2. Berdasarkan ketiga sampel yang digunakan, diameter terkecil dimiliki oleh rambut usia muda; modulus elastisitas rambut terbesar dimiliki oleh rambut usia muda juga; dan semakin besar diameter rambut, semakin kecil modulus elastisitasnya.

Keywords
Difraksi Cahaya, Diameter Rambut, Modulus Elastisitas Rambut, Citra Digital

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/ybw8GgrF3JBW


PERHITUNGAN KOMPUTASI KURVA DISPERSI DAN CELAH ENERGI DARI MODEL KRONIG-PENNEY
Raka Firman Baskara, Mochammad Yan Pandu Akbar, Rahmat Hidayat

Show More

Corresponding Author
Raka Firman Baskara

Institutions
Prodi Fisika ITB

Abstract
Model struktur pita energi pada bahan semikonduktor menunjukkan adanya kehadiran celah energi yang memisahkan pita valensi dan pita konduksinya. Model awal yang dapat menjelaskan kehadiran celah energi itu misalnya adalah model Kronig-Penney. Daerah celah tersebut tidak dapat ditempati oleh elektron. Kurva dispersi, yang menjelaskan hubungan E vs. k, dalam model Kronig-Penney diselesaikan dengan menggunakan fungsi gelombang yang dibangun dari hasil kali antara gelombang bidang dengan periodisitas kisi kristalnya. Untuk mendapatkan bentuk kurva dispersi itu biasanya diterapkan beberapa aproksimasi agar bisa diselesaikan secara analitik. Dalam tulisan ini akan dipaparkan perhitungan komputasi dengan Matlab untuk menghitung kurva dispersi dan celah energi itu tanpa menggunakan aproksimasi. Untuk menguji program komputasi yang telah dibuat, dilakukan variasi terhadap konstanta a, b, dan U0.

Keywords
celah energi, kurva dispersi, model Kronig-Penney, pita energi, vektor gelombang

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/ujXkYPZBfrd2


Physics Mobile Learning �PML� sebagai Inovasi Media Pembelajaran Interaktif Berbantuan Android untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika (Physics HOTS) Peserta Didik SMA
Nana Mardiana (a*), Heru Kuswanto (b)

Show More

Corresponding Author
Nana Mardiana

Institutions
(a) Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
Jl. Colombo 1, Yogyakarta, Indonesia
mdna.nana1[at]gmail.com

(b) Dosen Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
Jl. Colombo 1, Yogyakarta, Indonesia
herukus61[at]gmail.com

Abstract
Pergeseran paradigma pembelajaran abad 21 yang awalnya memberi tahu atau ready to use menjadi kemampuan mencari tahu atau digital literacy menuntut peserta didik untuk mampu memanfaatkan perkembangan teknologi di dalam kehidupan termasuk dalam kegiatan pembelajaran. Physics Mobile Learning "PML" bertujuan memadukan pembelajaran fisika melalui teknologi, khususnya pemanfaatan teknologi Smartphone berbantuan Andriod sebagai media pembelajaran inovatif yang sedang berkembang pesat dan dianggap dapat mengikuti perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik Physics Mobile Learning berbantuan android untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika (Physics HOTS) peserta didik SMA; (2) mengetahui kelayakan Physics Mobile Learning berbantuan android yang dikembangkan; serta (3) mengetahui pengaruh penggunaan Physics Mobile Learning berbantuan Android untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika (Physics HOTS) peserta didik SMA. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Pengembangan media pembelajaran dilakukan dengan mengadaptasi pada model Borg & Gall. Pengembangan dilakukan melalui enam tahapan yaitu; pengumpulan informasi, perencanaan produk, pengembangan produk, validasi produk, evaluasi produk, dan diseminasi. Validasi produk dilakukan oleh satu ahli materi fisika, satu ahli media pembelajaran, lima guru fisika, dan lima peer reviewer. Uji coba produk dilakukan pada peserta didik kelas X IPA SMAN 3 Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket penilaian kualitas media, tes kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika (Physics HOTS).Hasil penelitian adalah: (1) software Android package(apk) Physics Mobile Learning berbantuan Android pada materi elastisitas dengan karakteristik dapat dioperasikan menggunakan perangkat Android, mendukung pembelajaran fisika SMA yang dapat digunakan di dalam maupun di luar pembelajaran fisika di sekolah, serta menyajikan penjelasan materi, contoh soal, dan latihan soal dalam bentuk permainan yang bervariasi, menarik, dan interaktif; 2) bahwa media pembelajaran yang dikembangkan dinilai layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran ditinjau dari penilaian aspek materi, media dan hasil uji coba peserta didik. Memiliki kriteria kualitas sangat baik berdasarkan penilaian ahli materi, peer reviewer, dan guru fisika dan memiliki kriteria kualitas baik berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran dan peserta didik; serta 3) terdapat pengaruh peningkatan terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika (Physics HOTS) peserta didik yang menggunakan media pembelajaran Physics Mobile Learning berbantuan Android.

Keywords
Physics Mobile Learning, Inovasi, Android, Physics HOTS.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/rUXAPEuHG6hv


POTENSI PENERAPAN MODEL JUST IN TIME TEACHING (JITT) MENGGUNAKAN MEDIA FACEBOOK TERHADAP KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP PADA PEMBELAJARAN FISIKA
Yeti Kurniawati

Show More

Corresponding Author
Yeti Kurniawati

Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika Sekolah Pascasarjana Program Magister UPI Bandung

Abstract
Kemampuan memahami konsep fisika diperlukan siswa untuk dapat memahami arti/makna dari sebuah konsep, situasi serta fakta yang diketahui, serta dapat menjelaskan dengan menggunakan kata-kata sendiri sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya dengan tidak mengubah artinya. Kemampuan ini dapat dimiliki apabila didalam pembelajaran fisika, siswa difasilitasi untuk menemukan konsep tersebut. Model Just in Time Teaching (JiTT) merupakan model pembelajaran berbasis inkuiri yang memanfaatkan penggunaan internet dan umpan balik siswa dan guru, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Model ini terdiri dari tiga tahapan yaitu warm up, adjusting concept, dan applying concept. Indonesia merupakan negara dengan jumlah pengguna Facebook terbanyak keempat di dunia, dimana sebagian besar (94 persen) dari 82 juta pengguna Facebook di Indonesia mengakses jejaring sosial tersebut dari perangkat mobile. Hasil analisis berbagai literatur mengungkapkan penerapan model JiTT menggunakan media facebook, dapat menumbuhkan minat siswa terhadap fisika, siswa juga difasilitasi untuk menemukan konsep melalui pembelajaran bermakna, sehingga siswa mampu memamahami sebuah konsep secara utuh dan maksimal.

Keywords
Just In Time Teaching, Facebook, Kemampuan memahami

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/8yPtcv2KTANm


PRAKTIKUM DYE-SENSITIZED SOLAR CELLS (DSSC) UNTUK MEMBANGUN LITERASI SAINS SISWA SMA
Andri Novi Lestari

Show More

Corresponding Author
ANDRI NOVI LESTARI

Institutions
pendidikan kimia- SPS Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Berpijak dari pentingnya membangun literasi sains siswa SMA dengan cara menghubungkan konteks teknologi dan konsep kimia dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menarik minat belajar siswa, maka dilakukan praktikum pendahuluan mengenai susunan (sandwich) Dye-sensitized Solar Cells (DSSC) untuk mengetahui prinsip kerja dan hal apa saja yang dapat digali guna membangun literasi sains jika praktikum ini diberikan pada siswa SMA. DSSC merupakan suatu sandwich yang mampu mengkonversi energi foton sinar matahari menjadi energi listrik. Sandwich DSSC terdiri dari tiga bagian penting yaitu kaca elektroda kerja, kaca elektroda pembanding dan larutan elektrolit. Kaca elektroda kerja terdiri dari kaca konduktif dengan lapisan titanium dioksida dan dye organik, kaca elektroda pembanding terdiri dari kaca konduktif dengan lapisan karbon, sedangkan larutan elektrolit merupakan pasangan redoks. Praktikum tersebut merupakan praktikum inkuiri terbimbing dengan konteks teknologi DSSC yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari yaitu penyediaan energi listrik. Konteks ini kemudian dihubungkan dengan beberapa konsep kimia SMA antara lain semikonduktor, ikatan kimia, reaksi redoks dan elektrokimia. Dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan dan tugas yang mengarahkan hubungan antara konteks DSSC dan konsep kimia dalam kehidupan sehari-hari maka praktikum DSSC akan dapat membangun literasi sains siswa SMA.

Keywords
Dye-sensitized Solar Cells (DSSC); Praktikum Inkuiri; literasi sains

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/FEkYARtwzgdQ


PROFIL GRAPHING SKILL SISWA KELAS X PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN
Nurcahya Meisadewi (1*), Sri Anggraeni (2) , Bambang Supriatno (2)

Show More

Corresponding Author
Nurcahya Meisadewi

Institutions
1) Mahasiswa Departemen Pendidikan Biologi Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
*nurcahyameisadewi[at]gmail.com
2) Dosen Departemen Pendidikan Biologi Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Graphing skill merupakan keterampilan membuat dan menginterpretasi grafik, yang termasuk bagian dari keterampilan kuantitatif. Keterampilan ini perlu dimiliki oleh siswa guna menghadapi tantangan di abad 21 yang lebih kuantitatif, khususnya menunjang keberhasilan biologi di abad 21. Guna membekali siswa dengan keterampilan tersebut, pengembangan graphing skill siswa perlu didasarkan pada profil atau gambaran awal graphing skill siswa di lapangan. Penelitian deskriptif ini dilakukan di sebuah sekolah di Jawa Barat dengan tujuan untuk mendapatkan profil (gambaran) awal graphing skill siswa kelas X pada materi perubahan lingkungan. Data diambil dari salah satu kelas X di sekolah tersebut (34 orang). Instrumen graphing skill yang digunakan dikembangkan berdasarkan indikator tingkatan menginterpretasi dari Bertin�s (1983), sedangkan untuk instrumen membuat grafik menggunakan data tabel terkait materi perubahan lingkungan. Instrumen tes berupa tes tertulis, sebelumnya telah melalui tahapan validasi (judgement expert) dan ujicoba. Secara umum hasil analisis data menunjukan bahwa skor tertinggi siswa berada pada kemampuan menginterpretasi grafik tingkat dasar, sedangkan untuk keterampilan membuat grafik diperoleh bahwa siswa masih kesulitan dalam: (1) menentukan tipe grafik, (2) menuliskan judul grafik yang tepat, (3) menentukan sumbu koordinat untuk variabel bebas atau variabel terikat, beserta label sumbu dan satuannya, (4) membuat legend, dan (5) menentukan skala.

Keywords
Graphing Skill, perubahan lingkungan, keterampilan kuantitatif

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/BgYUpbAfDQRM


Profil Kemampuan Interpretasi Grafik Kinematika Siswa SMA kelas X
Yustiandi, Duden Saepuzaman

Show More

Corresponding Author
Yustiandi yustiandi

Institutions
SMAN CAhaya Madani Banten Boarding School,
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Interpretasi grafik merupakan salah satu bagian yang penting dalam mempelajari sains. Interpretasi grafik merupakan bagian dari representasi yang menunjukkan pemahaman konseptual siswa. Penelitian ini difokuskan pada profil kemampuan interpretasi grafik kinematika siswa SMA kelas X salah satu SMA di Banten. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik survey. Sampel penelitian sejumlah 21 siswa yang telah memperoleh pembelajaran Kinematika gerak lurus. Instrumen tes yang digunakan merujuk pada tes standar Test of Understanding Graphs- Kinematics version 2.6 (Robert J. Beichner ). Hasil penelitian menunjukkan beberapa kesulitan terbanyak siswa diurutkan sebagai berikut. Pertama, mendeskripsikan grafik posisi benda sebagai fungsi waktu untuk benda yang bergerak dengan percepatan tertentu (soal no 9) . Hanya 14 % siswa yang menjawab benar soal. Kedua, Penentuan perubahan posisi benda ketika kecepatan benda setiap saat dideskripsikan dalam grafik ( soal no 4, 19 %). Ketiga, penentuan kecepatan sesaat yang dimiliki benda dari grafik posisi sebagai fungsi waktu ( soal no 3, 29 %).

Keywords
Interpretasi Grafik, Kinematika, SMA

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/h2Tn4ejbWKum


Profil Kemampuan Kognitif Siswa SMA Pada Materi Hukum Newton Berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi
Nina Agustina*, Asep Sutiadi, dan Heni Rusnayati

Show More

Corresponding Author
Nina Agustina

Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil kemampuan kognitif yang dimiliki oleh siswa SMA dalam menguasai materi Hukum Newton. Kemampuan kognitif dijaring dengan menggunakan instrumen tes yang sudah dikembangkan pada penelitian sebelumnya. Instrumen tes tersebut merupakan lembar soal bentuk pilihan ganda yang mencakup enam dimensi proses kognitif yang dikombinasikan dengan tiga dimensi pengetahuan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Jumlah subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah sebanyak 28 siswa SMA cluster tinggi dan 40 siswa SMA cluster rendah. Teknik pengambilan data yang dilakukan adalah dengan memberikan soal kepada siswa yang kemudian jawaban siswa tersebut diolah kedalam bentuk nilai persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMA cluster tinggi maupun siswa SMA cluster rendah memiliki kemampuan yang tinggi hanya pada dimensi kognitif dan dimensi pengetahuan tingkat rendah. Secara keseluruhan, siswa SMA cluster tinggi memiliki kemampuan yang cukup dalam menguasai materi Hukum Newton jika ditinjau berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi. Persentase yang diperoleh oleh siswa SMA cluster tinggi tersebut mencapai 66,47%. Sedangkan siswa SMA cluster rendah masih memiliki kemampuan yang sangat kurang dalam menguasai materi tersebut, karena hanya mencapai 45%.

Keywords
kemampuan kognitif, Taksonomi Bloom Revisi, Hukum Newton

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/3CAj4wBPUrXZ


Profil Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa pada Pembelajaran IPA Berbasis STEM
Alfiansah Sandion Prakoso*, Irma Rahma Suwarma, Purwanto

Show More

Corresponding Author
Alfiansah Sandion Prakoso

Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia
*alfisandion[at]outlook.com

Abstract
Saat ini perubahan terjadi dimana-mana. Ilmu pengetahuan berkembang secara eksponensial, dan teknologi terus menerus mengubah bagaimana cara kita hidup dan bekerja. Inovasi menjadi kebutuhan yang mendesak, sedangkan kreativitas menjadi kunci dari lahirnya inovasi. STEM Education menawarkan kesempatan yang luar biasa untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan dan persaingan abad 21 yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran IPA berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pre experimental dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Profil keterampilan berpikir kreatif yang dimaksud adalah aspek fluency, flexibility, originality, dan abstractness yang diukur menggunakan instrumen Torrance Test of Creative Thinking (TTCT). Rata-rata profil keterampilan berpikir kreatif untuk aspek fluency adalah 83.9%. Sedangkan untuk aspek flexibility, originality, dan abstractness berturut-turut adalah 73.2%, 75.8%, dan 74.7% yang seluruhnya termasuk dalam kategori tinggi.

Keywords
Keterampilan Berpikir Kreatif; STEM Education; TTCT

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/EQnukzdgfrB4


Profil Keterampilan Memecahkan Masalah Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Penerapan Ekstrakulikuler IPA Berbasis STEM
Hira Amalia Purnama, Irma Rahma Suwarma, M.Pd, PhD., dan Dr. Didi Teguh Chandra, M.Si.

Show More

Corresponding Author
Hira Amalia Purnama

Institutions
Departemen Pendidikan Fisika
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat memaksa kita untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang memiliki berbagai keterampilan agar mampu menjawab berbagai tantangan abad 21. Berdasarkan 21st Century Partnership Learning Framework, salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh generasi abad 21 adalah keterampilan memecahkan masalah. Hasil Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) 2011 dan Programme for International Student Assessment (PISA) 2012 untuk siswa Indonesia grade 8th (sekolah menengah) menunjukkan bahwa keterampilan memecahkan masalah yang dimiliki oleh siswa Indonesia masih tergolong rendah sehingga dibutuhkan suatu perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan memecahkan masalah siswa Sekolah Menengah Pertama dalam penerapan ekstrakulikuler IPA berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Penelitian dilakukan di salah satu SMP di Kota Bandung dengan metode quasi experimental design dan desain penelitian pretest and posttest Group. Keterampilan memecahkan masalah diukur dengan menggunakan beberapa contoh pertanyaan dari OECD�S PISA Assessments. Terdapat tujuh indikator keterampilan memecahkan masalah yang diukur melalui OECD�S PISA Assessments. Berdasarkan hasil pengolahan data pretest yang telah dilakukan, profil awal keterampilan memecahkan masalah siswa SMP yaitu: mengidentifikasi isu-isu ilmiah 33,08%; mengevaluasi bukti ilmiah secara kritis 34,78%; menerapkan pengetahuan ilmiah ke dalam situasi sekarang 56,52%; menjelaskan fenomena-fenomena secara ilmiah 39,20%; mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahaman 30,43%; mengkomunikasikan kesimpulan yang sah berdasarkan bukti/data 22,93%; menggambarkan atau mengevaluasi kesimpulan 13,04%.

Keywords
Ekstrakulikuler IPA berbasis STEM, Keterampilan Memecahkan Masalah

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/qu29e6RUZzwg


PROFIL KOMPETENSI AWAL PENALARAN ILMIAH (SCIENTIFIC REASONING) MAHASISWA PADA PERKULIAHAN FISIKA SEKOLAH
Unang Purwana, Liliasari

Show More

Corresponding Author
Unang Purwana

Institutions
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penalaran (reasoning) merupakan salah satu bagian dari berpikir yang aplikasinya dalam proses inkuiri ilmiah dikenal sebagai penalaran ilmiah (scientific reasoning). Kompetensi bernalar ilmiah selayaknya dimiliki oleh mahasiswa calon guru di LPTK agar dapat menjadi pemikir yang kritis dan pemecah masalah yang efektif. Penelitian awal ini merupakan rangkaian penelitian yang secara umum bertujuan mengembangkan model pembelajaran inovatif sebagai wahana melatihkan dan mengembangkan kompetensi bernalar ilmiah mahasiswa pada matakuliah Fisika Sekolah. Penelitian awal ini bertujuan mengukur kondisi awal (base-line) mahasiswa peserta matakuliah tersebut sebanyak 20 orang pada tahun akademik 2015/2016 dengan menggunakan instrumen Lawsons Classroom Test of Scientific Reasoning � LCTSR (Lawson, 2000), yang mencakup aspek kemampuan: konservasi siswa (students� conservation) , berpikir proporsional (proportional thinking), identifikasi dan kontrol variabel (identification and control of variables), berpikir probabilistik (probabilistic thinking), berpikir korelatif (correlative thinking), dan berpikir hipotetik deduktif (hypothetic-deductive thinking ability). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi awal mahasiswa dalam bernalar ilmiah pada aspek proporsional dan probabilitas berada pada kategori cukup, pada aspek konservasi dan kontrol variabel berada pada kategori kurang, sedangkan pada aspek korelasi dan hipotesis deduktif berada pada kategori kurang sekali. Hasil pengukuran tersebut kemudian dikaji relevansinya dengan tahap perkembangan berpikir mahasiswa sehingga menghasilkan rancangan model pembelajaran hypothesis-based inkuiri untuk meningkatkan kompetensi bernalar ilmiah mahasiswa calon guru fisika.

Keywords
penalaran, penalaran ilmiah, dan model pembelajaran hypothesis-based inkuiri

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/DPFVcAwmJkZv


Profil Literasi Sains dan Sikap Siswa Pada Pembelajaran IPA Tema Makanan: Studi Kasus di SMPN 52 Bandung
Muhammad Fahrung

Show More

Corresponding Author
Muhammad Fahrung

Institutions
Program Studi Pendidikan IPA
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian deskriptif ini dilaksanakan untuk mengetahui profil literasi sains dan sikap siswa terhadap sains pada pembelajaran IPA tema makanan dalam rangka studi pendahuluan untuk merancang pembelajaran IPA tema makanan bagi siswa SMP. Tema makanan mencakup lima materi inti, yaitu ion dan molekul, nutrisi, energi, sistem pencernaan, zat aditif dan bioteknologi. Sebanyak 62 siswa kelas VIII SMPN 52 Bandung dilibatkan untuk menyelesaikan tes literasi sains berbentuk pilihan ganda sebanyak 28 butir yang dilengkapi dengan 34 butir skala sikap setelah mereka memperoleh pembelajaran IPA yang mencakup lima materi inti yang diujikan dalam penelitian ini. Tes literasi sains dikonstruk untuk mengases dua domain utama, yaitu pengetahuan dan kompetensi dalam konteks spesifik pada pembelajaran IPA tema makanan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara umum capaian literasi sains seluruh siswa berada pada kategori rendah dengan perolehan rata-rata 26 dari 100. Capaian rata-rata literasi sains siswa pada domain pengetahuan sains dan tentang sains berturut-turut sebesar 36 dan 18, sedangkan rata-rata capaian siswa pada domain kompetensi mengidentifikasi isu ilmiah, menjelaskan fenomena secara ilmiah dan menggunakan bukti ilmiah berturut-turut sebesar 13, 34, dan 36. Persentase rata-rata skor sikap siswa terhadap sains berturut-turut sebesar 62%, 63% dan 65% dengan kategori pada tiap indikator cukup berminat terhadap sains, sangat tertarik untuk mendukung penyelidikan ilmiah dan sangat tertarik akan tanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungan. Temuan penelitian ini berguna untuk menyediakan informasi lebih lanjut dalam rangka menyempurnakan kelemahan pembelajaran sebelumnya.

Keywords
literasi sains, sikap siswa, pembelajaran IPA, tema makanan

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/BmPfuJtagX48


Profil Miskonsepsi Mahasiswa Pendidikan Fisika Berdasarkan Hasil Diagnosis Menggunakan Instrumen Three-Tier Test
Chaerul Rochman*, Herni Yuniarti Suhendi, dan Dindin Nasrudin

Show More

Corresponding Author
Herni Yuniarti Suhendi

Institutions
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil miskonsepsi mahasiswa pendidikan fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggunakan instrumen three tier test pada materi perpindahan kalor. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment kepada sampel sebanyak 80 mahasiswa. Teknik pengambilan data dilakukan dengan memberikan tes tertulis berupa soal tes pemahaman konsep taksonomi Bloom Revisi dalam bentuk tes pilihan ganda dengan pola three tier test sebanyak 20 butir soal. Tes disusun melalui tiga fase, yaitu (1) defining the content boundaries; (2) identifying students� misconceptions; dan (3) developing instrument.

Keywords
miskonsepsi, three tier test

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/yY4NbtdenXma


Profil Sikap Pada Pembelajaran Suhu dan Kalor Dengan Menggunakan Model ICARE
Yoana Nurul Asri*, Dadi Rusdiana, dan Selly Feranie

Show More

Corresponding Author
yoana nurul asri

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Sikap merupakan salah satu hal penting dalam dunia pendidikan. Menjadikan siswa memiliki ketertarikan terhadap fisika merupakan model utama untuk pembelajaran selanjutnya. Hal ini dapat dilatihkan dengan pengajaran melalui model ICARE dengan tahapan introduction (pendahuluan), connection (koneksi), application (aplikasi), reflection (refleksi) dan extension (perluasan). Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa kelas sepuluh SMA di kota Bandung. Instrumen yang digunakan berasal dari skala sikap The Colorado Learning Attitudes about Science Survey (CLASS). Penelitian ini terbagi menjadi tiga tahapan: 1) persiapan termasuk studi literatur, pesiapan instrumen dan skenario pembelajaran; 2) penerapan, termasuk pemberian perlakuan pada sampel penelitian; dan 3) akhir termasuk teknik pengolahan data dan analisis hasil. Indikator dikatagorikan menjadi beberapa hal yaitu hubungan dengan dunia nyata, ketertarikan pribadi, kemauan/usaha, hubungan konseptual, penerapkan pemahaman konseptual, pemecahan masalah umum, pemecahan masalah kepercayaan diri, dan penyelesaian masalah pengalaman. Diantara indikator tersebut, penerapan pemahaman konseptual merupakan sikap yang paling menonjol diantara yang lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model ICARE dapat menumbuhkan sikap positif pada pembelajaran fisika.

Keywords
fisika, ICARE, sikap

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/3ZRepVqfKANG


Project-Based Learning Terintegrasi STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis
Nanang Priatna1,a), Silviana Ayu Lorenzia1,b)

Show More

Corresponding Author
Nanang Priatna

Institutions
Departemen Pendidikan Matematika,
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Indonesia, 40154

Abstract
Abstrak Perubahan pendidikan dalam bidang STEM dapat mempengaruhi minat siswa untuk menguasai dan berkarir di bidang STEM. Perubahan ini perlu untuk segera dilakukan mengingat tingginya kebutuhan SDM yang menguasai bidang STEM. Pendidikan STEM yang menekankan desain pemecahan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari belum banyak diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. Melalui kajian teoritis ini diperoleh model pembelajaran yang dapat mewakili prinsip pendidikan STEM yaitu pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran berbasis proyek menekankan pada keaktifan siswa dalam memilih, merancang, dan memutuskan informasi yang digunakan selama pembelajaran berlangsung. Pembelajaran berbasis proyek tidak hanya mengembangkan kemampuan kognitif bidang STEM, lebih dari itu terdapat keterampilan lain yang secara tidak langsung dilatih. Kemampuan tersebut adalah kemampuan berpikir kritis siswa yang juga termasuk dalam keterampilan utama yang harus dilatih dalam pendidikan abad ke-21 ini.

Keywords
Project-based learning, STEM, berpikir kritis matematis

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/LYjJP6xztZcp


Prototipe Kapal Magnetohydrodinamic Propulsion
Aulia Alfa Fithriyah, Siti Nurul Khotimah

Show More

Corresponding Author
Aulia Alfa Fithriyah

Institutions
Program Studi Magister Pengajaran Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Kapal Magnetohydrodinamic (MHD) Propulsion merupakan salah satu aplikasi dari kelistrikan dan kemagnetan. Kapal memanfaatkan medan listrik dan medan magnet untuk mempercepat dan mengarahkan ion dalam air laut sehingga timbul gaya dorong yang dapat menggerakkan kapal. Pada penelitian ini dibuat sebuah prototipe kapal MHD Propulsion sederhana dengan menggunakan sepasang elektroda dari bahan yang berbeda, yaitu tembaga dan seng, sehingga terdapat beda potensial antar elektroda yang menimbulkan medan listrik. Medan magnet berasal dari dua buah magnet permanen berbentuk batang dan berjenis NdFeB dengan grade N38. Satu unit pendorong terdiri dari sepasang elektroda dan dua buah magnet permanen. Uji coba kapal dengan menggunakan sebuah unit pendorong mampu membuat kapal bergerak dengan kelajuan sebesar 0.12 cm/s. Kelajuan yang dihasilkan relatif rendah, namun dapat ditingkatkan dengan menambah jumlah unit pendorong atau menghubungkan elektroda dengan baterai. Penambahan sebuah unit pendorong dapat menambah kelajuan kapal sebesar 0,10 cm/s sedangkan penambahan sebuah baterai 9 Volt dapat menambah kelajuan kapal sebesar 0,09 cm/s.

Keywords
prototipe kapal, magnetohydrodinamic propulsion, elektroda, magnet permanen

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/TbErAq2DngY6


Pusat Belajar Sains Kupang: Program pendidikan STEM untuk NTT
Premana W. Premadi (1), Kiki Vierdayanti (1), Hesti R. T. Wulandari (1), Yatny Yulianty (1), Lucky Puspitarini (1), dan Umbu H. Mala (2)

Show More

Corresponding Author
Premana Premadi

Institutions
(1) KK Astronomi dan Observatorium Bosscha, FMIPA, Institut Teknologi Bandung
(2) Program Studi Fisika, FST, Universitas Nusa Cendana

Abstract
Untuk mengefektifkan pembelajaran matematika dan IPA di sekolah, penting untuk memberikan pengalaman belajar yang luas,dan berkesinambungan yang mengaitkan materi ajar dengan kehidupan sehari-hari. Untuk keperluan ini, sekaligus sebagai upaya mendekatkan astronomi pada masyarakat, proyek Observatorium Nasional di Timor mendirikan sebuah pusat belajar sains di Kabupaten Kupang. Fasilitas informal ini akan menjadi sumber belajar interaktif dengan dukungan program dan sumber daya manusia yang memadai yang dapat memicu rasa ingin tahu, dan daya pikir rasional, dan kreativitas yang terintegrasi dalam bidang Science Technology Engineering Mathematics pada siswa maupun guru. Upaya konkrit yang banyak dilakukan dengan menghadirkan kesempatan belajar yang istimewa, seperti aktivitas planetarium keliling yang telah menjangkau daerah pelosok, terbukti meningkatkan semangat belajar dan meyakinkan masyarakat akan pentingnya bersekolah dan adanya kesempatan yang sama untuk mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keywords
Pendidikan STEM; astronomi

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/W3ErKCpHX8jv


RANCANG BANGUN MOBILE LEARNING BERBASIS ANDROID UNTUK PEMBELAJARAN STRUKTUR DAN FUNGSI BIOMOLEKUL DENGAN FOKUS MATERI ASAM AMINO DAN PROTEIN
Topan Setiawan dan Rukman Hertadi*

Show More

Corresponding Author
Topan Setiawan

Institutions
Mahasiswa Program Studi Magister Pengajaran Kimia
*Dosen Kelompok Keahlian Biokimia Program Studi Kimia
Institut Teknologi Bandung
Email Korespondensi: rukman[at]chem.itb.ac.id

Abstract
Mobile learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang melibatkan perangkat bergerak seperti telepon genggam dan tablet PC, dimana pembelajar dapat mengakses materi, arahan dan aplikasi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Aplikasi mobile learning berbasis e-book interaktif ini dibuat dengan tujuan sebagai media pembelajaran struktur dan fungsi biomolekul dengan fokus tahap pengembangan awal pada materi struktur dan fungsi asam amino dan protein. Tahapan yang dilakukan dalam pembuatan aplikasi ini meliputi penyusunan materi, desain visualisasi materi, pengkodean, implementasi dan pemeliharaan. Penyusunan dan visualisasi materi didesain lebih menarik dan mudah dipahami oleh pengguna. Tahap pengkodean dilakukan dengan bahasa pemrograman Java dan Android. Konten aplikasi terdiri dari materi, tutorial, kuis dan petunjuk praktikum. Selain itu, aplikasi dilengkapi dengan halaman masuk bersandi, sehingga diperlukan tahap registrasi oleh pengguna untuk mendapatkan kode sandi agar dapat mengakses aplikasi, membaca materi, membaca prinsip dan prosedur dari praktikum yang berkaitan dengan materi, mengerjakan latihan-latihan, dan membaca info mengenai aplikasi. Aplikasi ini dapat digunakan oleh siswa maupun mahasiswa, dengan standar handphone berbasis android. Minimum versi android yang digunakan adalah versi android 2.1. Tampilan aplikasi bersifat user friendly dengan cara kerja yang mudah dan dapat diakses hanya dengan sentuhan jari. Konten materi disajikan dalam bentuk teks, gambar, slide, video animasi dan kuis-kuis sehingga lebih bersifat interaktif dibanding aplikasi e-book pada umumnya.

Keywords
mobile learning, mobile learning interaktif, struktur dan fungsi asam amino dan protein

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/uM2mEkKR9xTX


Rancang-Bangun SETIKUM TITIK GAS (Set Praktikum Teori Kinetik Gas) untuk Siswa SMA Kelas XI
Adhita Reztin Widayaksa (*), Fauzi Bakri, Mutia Delina

Show More

Corresponding Author
Adhita Reztin Widayaksa

Institutions
Pendidikan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Jakarta
*adhitareztinwidayaksa[at]gmail.com

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Set Praktikum Teori Kinetik Gas (SETIKUM TITIK GAS) sebagai media praktikum pembelajaran fisika SMA kelas XI. Penelitian dilakukan di SMA N 90 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada proses penelitian pengembangan Dick dan Carey. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu (1) mengkaji tuntutan standar kurikulum 2013, (2) perancangan media dan pembuatan, uji keterbacaan atau uji skala kecil, pengembangan, dan uji tenaga ahli, (3) tahap implementasi, diuji cobakan terhadap guru Fisika dan siswa SMA kelas XI. Instrumen penilaian menggunakan skala Likert. SETIKUM TITIK GAS dilengkapi sensor LM35 untuk membaca suhu gas di dalam tabung kaca dan sensor MPX100 untuk membaca tekanan gas, serta Lembar Kerja Siswa (LKS). SETIKUM TITIK GAS dapat memperlihatkan fenomena pada teori kinetik gas seperti hukum Boyle, hukum Charles-Gay Lussac, hukum Gay Lussac, dan Boyle-Gay Lussac. Hasil uji SETIKUM TITIK GAS terhadap tenaga ahli dan siswa memperoleh tingkat penilaian yang sangat baik yaitu berada pada rentang interpretasi skor 81-100%. Berdasarkan data tersebut, menunjukkan SETIKUM TITIK GAS yang dibuat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada materi kinetik gas.

Keywords
SETIKUM TITIK GAS, Penelitian Pengembangan Dick dan Carey, Teori Kinetik Gas, Media Pembelajaran Fisika, SMA Kelas XI

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/bv4jGRCTXryQ


Reaksi Kondensasi Aldol dengan Pendekatan Green Chemistry untuk Pengembangan Modul Praktikum Kimia Organik di Laboratorium
Yulida Amri (a*), dan Deana Wahyuningrum (b)

Show More

Corresponding Author
Yulida Amri

Institutions
a) Mahasiswa Magister Pengajaran Kimia, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*amri.rumia[at]gmail.com
b) Staf Pengajar FMIPA Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB)

Abstract
Kimia sebagai salah satu bidang sains mengandung banyak konsep yang bersifat abstrak. Oleh karena itu praktikum memainkan peranan penting dalam menjelaskan konsep-konsep kimia kepada peserta didik. Selain itu, keahlian mahasiswa (peserta didik) juga dapat dikembangkan melalui percobaan di laboratorium. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam penyusunan modul praktikum adalah penggunaan bahan-bahan kimia. Para pendidik dituntut mampu menerapkan konsep green chemistry melalui penggunaan bahan-bahan kimia yang mudah diperoleh, murah, tidak volatil, aman dan tidak berbahaya sehingga dapat mengurangi resiko bahaya dalam percobaan. Konsep green chemistry ini dapat diterapkan pada praktikum reaksi kondensasi aldol. Pada penelitian ini polietilen glikol (PEG-400) digunakan sebagai pelarut pada reaksi kondensasi aldol antara benzaldehid dengan asetofenon pada suhu kamar. Reaksi benzaldehid dan asetofenon mengasilkan benzalasetofenon (chalkon) diperoleh dengan rendemen 74,0%. Rekristalisasi produk dengan etanol-air diperoleh kembali sebesar 47,0% dengan titik leleh 55-57 oC. Hasil karakterisasi spektroskopi 1H-NMR memperlihatkan adanya sinyal proton pada geseran kimia 7-8 ppm yang menunjukkan adanya proton yang terikat pada gugus aromatik. Selain itu terdapat sinyal proton pada geseran kimia 7,8 ppm (J=15,7 Hz) dan 7,5 ppm (J=16,25 Hz) menunjukkan adanya dua proton yang terikat pada alkena trans. Pengukuran spektrum MS menghasilkan sinyal [M+H]+ pada m/z 209,0958 sehingga diperoleh m/z dari senyawa chalkon adalah 208,0880. Modul sintesis benzalasetofenon (chalkon) disusun dan diujicobakan kepada mahasiswa S-1 Kimia Institut Teknologi Bandung. Respon positif mahasiswa terhadap modul dan praktikum dengan pendekatan green chemistry adalah sebesar 83,66%.

Keywords
Green Chemistry, kondensasi aldol, modul praktikum, chalkon, PEG-400.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/mjdxPe2VUpNv


Simple Mechanical Tool to Predict Lungs Tidal Volume
Chong Wai Lup & Dr. Siti Nurul Khotimah

Show More

Corresponding Author
Wai Lup Chong

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
A simple mechanical tool is a non-electrical powered device that can be easily replicated using materials found in daily life. The lungs tidal volume is the lungs volume representing the normal volume of air displaced between normal inhalation and exhalation when extra effort is not applied. This simple mechanical spirometer is essential for the general public to detect lungs related diseases without having to go to the hospitals.

Keywords
simple, mechanical, tool, lungs, tidal volume, spirometer

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/B7XpFvWUtQ8a


Simulasi Analisis Perpindahan Energi terhadap Dua Benda Dua Dimensi berbasis Javascript
Nurul Amin Sunanto (1,a), Muhammad Zahran Fahdillah (1,b), Sparisoma Viridi (2,c), Yudha Satya Perkasa (3,d)

Show More

Corresponding Author
Nurul Amin Sunanto

Institutions
1) Program Sarjana Fisika,
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Jl. A.H Nasution 105, Bandung, Indonesia 40614
a) nurul.amin96[at]yahoo.com
b) zahranid027[at]gmail.com

2) Laboratorium Fisika Nuklir dan Biofisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
c) dudung[at]fi.itb.ac.id

3) Laboratorium Sistem Modeling,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir Teori,
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,
Jl. A.H Nasution 105, Bandung, Indonesia 40614
d)yudha[at]uinsgd.ac.id

Abstract
Penelitian ini dikembangkan untuk mengetahui fenomena perpindahan energi dari dua buah benda yang saling bertumbuk dengan massa dan kecepatan yang divariasikan. Pada kasus kali ini diabaikannya sebuah gesekan yang akan mengakibatkan benda yang saling bertumbukan tidak akan kehilangan energi yang mengakibatkan berhentinya dua buah benda tersebut. Di abaikannya gaya gesek ini bertujuan dapat diamatinya sebuah fenomena perpindahan dari setiap tumbukan yang terjadi tanpa menghiraukan benda tersebut akan kehilangan energi dan berhenti. Pemodelan untuk kasus ini digunakan javascript untuk animasi dan perhitungannya. Metode pembelajaran dengan visualisasi yang dibuat diharapkan dapat mempermudah proses pembelajaran dalam memahami hukum kekekalan energi kinetik dari suatu fenomena tumbukan.

Keywords
Perpindahan energi, Tumbukan, Pemodelan, Javascript

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/8zmcxUuajLAf


Studi Analisis Mekanika Fisika dalam Lintasan Loop the Loop Berbentuk Clothoid pada Roller Coaster
Fahrizal Afrianto (a*), Don Jaya Putra (b), Hani Kurniawati (c), Akfiny Hasdi Aimon (d*), Neny Kurniasih (e)

Show More

Corresponding Author
Hani Kurniawati

Institutions
a) Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*fahrizal.afrianto[at]students.itb.ac.id

b) Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

c) Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

d) Laboratorium Fisika Material Elektronik,
Kelompok Keilmuan Fisika Material Elektroni,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*akfiny[at]fi.itb.ac.id

e) Laboratorium Fisika Bumi,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi energi pada lintasan loop the loop pada roller coaster. Penelitian dikaji menggunakan beberapa persamaan yang telah diturunkan dan dengan mengubah beberapa perubahan variabel seperti ketinggian awal peluncuran, jari-jari serta kecepatan yang dibutuhkan untuk mencapai titik tertinggi. Hasilnya diperoleh bahwa lintasan berbentuk clothoid membutuhkan lebih sedikit energi daripada loop berbentuk melingkar. Dalam kajian ini kereta roller coaster dianggap sebagai sebuah bola pejal yang menghasilkan ketinggian awal 2,47R pada loop berbentuk clothoid, sementara loop berbentuk lingkaran membutuhkan ketinggian awal lebih besar yaitu 2,7R. Pada lintasan clothoid juga memungkinkan kita untuk mengatur batas percepatan dan g-force yang dialami pengendara, sehingga lebih aman tanpa mengurangi sensasi ketegangan dalam menaiki roller coaster.

Keywords
roller coaster, kekekalan energi, loop the loop

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/mXCUjgfGuHtW


Studi literatur Pengembangan bahan ajar teori kinetik gas menggunakan multimodus visualisasi untuk implementasi interactive lecture demonstration berorientasi peningkatan pemahaman konsep
Tiara Nurhuda,S.Pd ; Dr. Dadi Rusdiana,M.Si ; Dr. Wawan Setiawan,M.kom

Show More

Corresponding Author
Tiara Nurhuda

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Bab Teori Kinetik Gas dalam mata pelajaran fisika merupakan materi yang mikroskopik dan sulit diamati namun sangat penting. Pemahaman konsep merupakan hal yang paling mendasar dalam pembelajaran fisika. Pemahaman konsep dapat ditingkatkan melalui model interactive lecture demonstration (ILD), dimana model ILD membutuhkan bahan ajar dalam mendukung bab teori kinetik gas . Maka dibutuhkan berbagai modus visualisasi dalam mengimplementasikan ILD ini sehingga informasi yang disampaikan menjadi memori jangka panjang. Berdasarkan studi literatur, pengembangan bahan ajar teori kinetik gas yang menggunakan multimodus visualidasi untuk implementasi ILD dapat meningkatkan level pemahaman konsep siswa

Keywords
Pemahaman konsep, bahan ajar, interactive lecture demonstration, teori kinetik gas

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/RwAEc4HeLbmQ


Studi Pendahuluan Profesionalitas Guru IPA SMP dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA) untuk Meningkatkan Berpikir Kritis
Leni Marlina1*,2, Liliasari1, Bayong Tjasyono3, Sumar Hendayana1

Show More

Corresponding Author
Leni Marlina

Institutions
1* Mahasiswa SPS Universitas Pendidikan Indonesia
1 Dosen Universitas Pendidikan Indonesia
2 Dosen Universitas Sriwijaya
3 Dosen Institut Teknologi Bandung

Abstract
Guru sebagai ujung tombak dalam melaksanakan misi pendidikan di lapangan merupakan faktor yang sangat penting dalam mewujudkan sistem pendidikan formal yang bermutu dan efisien. Materi IPBA sudah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan di Indonesia mulai jenjang SD hingga perguruan tinggi. Guru IPA SMP yang mengajar materi Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA) sebagian besar berasal dari jurusan selain pendidikan fisika, seperti pendidikan kimia dan biologi. Hal ini menyebabkan terjadinya mismatch (ketidaksesuaian) baik ditinjau dari kualifikasi guru maupun dari penguasaan materi. Namun sayangnya kemampuan guru untuk mentransfer ilmu ini kepada siswa masih rendah. Rendahnya kemampuan guru IPA pada materi IPBA tidak terlepas dari proses penyiapan guru itu sendiri oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Tujuan studi pendahuluan ini adalah untuk mengetahui persiapan guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) IPBA dan penerapannya dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi. Objek penelitian adalah guru IPA SMP Kota Palembang. Hasil dari penelitian ini adalah tersusunnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) IPBA yang dapat meningkatkan berpikir kritis siswa.

Keywords
Profesionalitas, Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA), Berpikir kritis

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/t9xrFwRcLUHy


Study Ethnomathematics: Mengungkap Ide-ide Matematis pada Anyaman Masyarakat Kampung Naga.
Tia Septianawati

Show More

Corresponding Author
Tia Septianawati

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan hubungan timbal balik antara matematika dengan budaya. Hal ini dikarenakan dalam aktivitas budaya terdapat ide-ide matematis yang dianggap sebagai hal yang penting dalam pembelajaran matematika. Selama ini matematika dianggap sebagai sesuatu yang netral dan tidak terkait dengan budaya (culture free). Hal ini dapat dilihat dari matematika yang dipelajari di sekolah sebagai mata pelajaran yang secara umum pembelajarannya meliputi fakta-fakta, konsep, dan materi. Padahal, matematika selalu menjadi bagian dari kebudayaan manusia meski dalam bentuk yang sederhana. Indonesia dengan keragaman budayanya sudah seharusnya memasukkan nilai-nilai budaya setempat ke dalam pembelajaran matematika, agar matematika tidak dianggap sebagai ilmu pengetahuan yang jauh dari realitas kehidupan. Sebuah studi yang mengkaji ide atau praktik matematika dalam ragam aktivitas budaya dikenal dengan ethnomathematics. Penelitian ini dilakukan di Kampung Naga, Tasikmalaya, Jawa Barat. Pada penelitian ini diperlukan studi mendalam terhadap aktivitas masyarakat Kampung Naga, terutama aktivitas membuat anyaman bambu dan anyaman daun kelapa. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan prinsip-prinsip dalam etnografi, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan (field note). Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat mengubah sedikit pandangan masyarakat Indonesia bahwa matematika memiliki keterhubungan dengan budaya dan menjadi salah satu masukan bagi kurikulum pembelajaran matematika di Indonesia.

Keywords
Ethnomathematics, Etnografi, Anyaman, Masyarakat Kampung Naga

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/WR6UwZKg2dDv


Page 8 (data 211 to 240 of 248) | Displayed ini 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats