Page 6 (data 151 to 180 of 395) | Displayed ini 30 data/page
Corresponding Author
Asna Lutfa
Institutions
Magister Pengajaran Fisika, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Metode geolistrik adalah salah satu metode geofisika yang bertujuan untuk mendeteksi sifat kelistrikan bawah permukaan bumi. Metode ini diterapkan dengan menginjeksikan arus ke dalam tanah melalui dua elektroda arus, kemudian mengukur beda tegangan di antara dua elektroda potensial yang diterima di permukaan. Berdasarkan data pengukuran arus dan beda potensial, maka nilai resistivitas masing-masing lapisan dapat dihitung. Nilai resistivitas yang diperoleh merupakan nilai resistivitas semu, bukan nilai resistivitas sebenarnya. Untuk memperoleh nilai resistivitas sebenarnya, maka dilakukan pemodelan dan inversi. Berdasarkan pemodelan dan inversi yang dilakukan, diperoleh penampang litologi, nilai resistivitas dan ketebalan dari masing-masing lapisan. Dalam paper ini dibuatlah suatu model lapisan bumi untuk memahami metode geolistrik. Model lapisan bumi tersebut dibuat pada suatu bak dengan ukuran panjang 150 cm, lebar 75 cm, serta tinggi 100 cm, dan terdiri dari tiga lapis medium, yaitu pasir pasang, pasir beton, dan tanah liat. Masing-masing lapisan memiliki ketebalan 20 cm. Metode geolistrik yang diterapkan menggunakan konfigurasi Schlumberger.
Keywords
geolistrik, schlumberger, resistivitas, ketebalan
Topic
Physics
Corresponding Author
Meda Cahya Fitriani
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Ditemukannya cadangan migas di bawah kedalaman 1000m oleh tim Pertamina-Exxon Mobil di Blok Cepu (Gundih-Cepu-Bojonegoro-Tuban-Lamongan) dengan cadangan besar setara cadangan di Riau (Chevron), adalah merupakan peluang daerah tersebut dalam industri migas. Terkait upaya mencerdaskan warga pada daerah tersebut dapat dilakukan melalui kurikulum pendidikan fisika yang fokus dan kontekstual di bidang migas dari pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi, demikian juga melalui pendidikan luar sekolah, kursus profesi serta kursus terkait pekerjaan (fisika-migas). Seluruh kegiatan industri migas hampir 85% berbasis fisika langsung dan 15% berbasis kimia pada penggunaan zat kimia seperti pada lumpur bor, pencampur pengencer minyak bumi dan pengolahan bahan migas (pengilangan migas dan petrokimia). Disajikan lingkup fisika migas dan bayangan kurikulumnya (dalam mata pelajaran, kursus, ceramah) untuk pendidikan menengah dan program studi pendidikan fisika (penyiap guru fisika).
Keywords
daerah industri migas, persyaratan tenaga kerja migas, fisika-migas
Topic
Physics
Corresponding Author
ALOYSIUS RUSLI
Institutions
Jurusan Fisika, FTIS, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
Abstract
Melanjutkan laporan sebelumnya tentang asal usul pendefinisian tetapan magnetik ataupun permeabilitas vakum μ0, dilaporkan hasil penelusuran asal usul bilangan 200 nanonewton yang dipilih pada definisi satuan ampere dalam Sistem Internasional. Ternyata definisi itu berawal dari satuan arus listrik dalam sistem satuan CGS elektromagnetik, yang memilih cara mekanika dengan pengukuran gaya antara dua arus listrik sejajar sebagai cara termudah menetapkan satuan untuk arus listrik. Ketika kemudian tegangan listrik suatu sel listrik dipilih sebagai ukuran bagi satuan volt, disimpulkan bahwa satuan yang lebih sesuai dengan kemampuan industri, yang mengait pada daya yang diperlukan untuk pemanasan air, adalah satuan yang 10 kali lebih kecil, yang lalu disebut sebagai satuan ampere. Pertimbangan-pertimbangan ini dapat digunakan di pembelajaran fisika, untuk menunjukkan bahwa upaya mengembangkan ilmu dan industri, telah saling berpengaruh sejak abad ke 19 dalam mencapai kesepakatan yang optimal.
Keywords
Sistem Internasional, satuan ampere, interaksi ilmu-industri
Topic
Physics
Corresponding Author
Raja Muda Pandapotan M Purba
Institutions
Laboratorium Fisika Bumi
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Momen Inersia adalah konsep teoretik (abstrak) untuk menggambarkan adanya kelembaman pada hukum dinamika Newton pada gerak rotasi. Dengan memilih massa silinder yang menggelinding pada bidang miring, keberadaan momen inersia dapat dibuktikan dan ditentukan besarnya yang dapat dibandingkan dengan rumus teoretiknya.
Keywords
momen inersia, menggelinding pada bidang miring, pengukuran empirik
Topic
Physics
Corresponding Author
Budhi Anto
Institutions
Jurusan Teknik Elektro
Universitas Riau
Pekanbaru
Abstract
Salah satu parameter kualitas daya listrik arus bolak-balik adalah tingkat kandungan harmonisa baik pada sinyal tegangan maupun pada sinyal arus, yang masing-masingnya dinyatakan oleh total harmonic distortion tegangan (THDv) dan total harmonic distortion arus (THDi). Untuk mengukur THD biasanya digunakan alat yang dinamakan power quality analyzer. Namun harga satu unit alat tersebut sangat mahal untuk kalangan non-profesional seperti para akademisi dan hobbis yang hanya menggunakannya sesekali saja. Paparan ini menampilkan metode pengukuran THDi berbiaya murah dan akurat serta dapat direalisasikan menggunakan alat dan bahan yang dapat diperoleh dengan mudah. Untuk menampilkan sinyal arus digunakan sensor kumparan rogowski dan osiloskop. Kumparan rogowski dipilih karena sensor ini bersifat linier dan mempunyai pita frekuensi yang lebar. Sinyal arus bolak-balik menghasilkan fluks magnet yang berubah-ubah menembus penampang kumparan rogowski. Selanjutnya fluks magnet tersebut menghasilkan tegangan induksi pada ujung-ujung kumparan rogowski. Tegangan induksi tersebut kemudian masuk ke rangkaian integrator. Keluaran rangkaian integrator adalah suatu sinyal tegangan yang bentuknya sama dengan bentuk arus bolak-balik yang diukur. Sinyal tegangan tersebut kemudian ditampilkan pada osiloskop. Gambar arus bolak-balik yang ditampilkan pada layar osiloskop kemudian diolah secara numerik untuk menghitung nilai rms-nya dan nilai rms dari sinyal fundamentalnya, kemudian nilai THDi dihitung berdasarkan nilai-nilai rms tersebut.
Keywords
total harmonic distortion arus, kumparan rogowski, rangkaian integrator, osiloskop, metode numerik
Topic
Physics
Corresponding Author
Erfan Handoko
Institutions
1.Dept of Physics. Universitas Negeri Jakarta. Jalan Rawamangun Muka 13220. Jakarta Indonesia
2.Dept. of Physics. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta, Indonesia
3.Dept. of Human Medizin, University of JLU Giessen, Germany
5.Dept. of Chemistry. Universitas Negeri Jakarta. Jalan Rawamangun Muka 13220. Jakarta Indonesia
4.Dept. of Biology. Universitas Negeri Jakarta. Jalan Rawamangun Muka 13220. Jakarta Indonesia
Abstract
Structure, and electrical properties of human bloods are studied. The system exhibits a random structure. The X-ray powder diffraction data shows that nano sized human blood has beed formed. Scanning electron microscope analysis exhibits fine structure of human blood. Electrical data of current–voltage characteristics of human blood were measured and analyzed at room temperature.
Keywords
Human blood, nano sized, fine structure , current–voltage
Topic
Physics
Corresponding Author
Erfan Handoko
Institutions
1.Dept of Physics. Universitas Negeri Jakarta. Jalan Rawamangun Muka 13220. Jakarta Indonesia
2.Dept. of Physics. Syiah Kuala University. Banda Aceh. Indonesia
3.Dept.of Electrical Engineering. Universitas Mercu Buana. Jalan Meruya Selatan No.1 Jakarta. Indonesia
Abstract
In order to study a new microwave absorbing properties in the X-band frequency range, magnetic materials of BaFe12O19 and BaFe10CoZnO19 were synthesized by ceramic method. Microwave absorbing properties of multi nanolayer absorbers, composed of BaFe12O19 and and BaFe10CoZnO19 with a total thickness of 1 mm, 2 mm and 5 mm, were characterized at room temperature using vector network analyzer (VNA) Rohde‐Schwarz ZVA 67 to measure the reflected signal (S11) and transmitted signal (S21) for 7 – 13 GHz frequencies. Reflection loss (RL) of multi nanolayer magnetic materials were calculated using the transmit line theory. The RL of microwave radiations from multilayer magnetic materials is calculated and strongly depends on thickness of multi nanolayer absorbers and showed an optimal RL.
Keywords
BaFe12O19, BaFe10CoZnO19, reflection loss, multi nanolayer absorb
Topic
Physics
Corresponding Author
Erfan Handoko
Institutions
1.Dept of Physics. Universitas Negeri Jakarta. Jalan Rawamangun Muka 13220. Jakarta Indonesia
2.Dept. of Physics. Syiah Kuala University. Banda Aceh. Indonesia
3Dept.of Electrical Engineering. Universitas Mercu Buana. Jalan Meruya Selatan No.1 Jakarta. Indonesia
Abstract
In order to study a new microwave absorbing properties of single and double layer barium hexaferrite and silika have been investigated in X-band (8.2–12.4 GHz) frequencies. Barium hexaferrite BaFe12O19 was synthesized by ceramic method and Silica SiO2 was prepared from beach sand. Barium hexaferrite and silica with a total thickness of 2 mm, 4 mm, 6 mm, 8 mm and 10 mm, were characterized at room temperature using vector network analyzer (VNA) Rohde‐Schwarz ZVA 67. Reflection loss (RL) of single and double-layer absorbers of barium hexaferrite and silica were calculated using the transmit line theory. The double-layer absorbers exhibit better absorption performances with a stronger microwave absorption and a wider effective absorption bandwidth in comparison with the single-layer absorbers at the same thickness
Keywords
Single and double layer, BaFe12O19, SiO2, reflection loss.
Topic
Physics
Corresponding Author
Bayu Adi Nugraha Putra
Institutions
Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi
Program Studi Fisika
Institut Teknologi Bandung, 40132
*bay.adi[at]hotmail.com
Abstract
Standard Model merupakan salah satu model yang dapat menjelaskan dinamika partikel elementer dan interaksinya dengan baik. Namun pada energi tinggi ditemukan pengamatan yang tidak sesuai dengan Standard Model. Salah satu yang menarik adalah peristiwa electroweak symmetry breaking, dimana simetri electroweak break down menjadi simetri elektromagnetik, yang merusak sifat unitary dari Standard model. Untuk memulihkan sifat unitary tersebut, digunakan koreksi radiatif yang menyebabkan keberadaan massa Higgs ringan tidak terlihat natural. Untuk itu dikembangkan model composite Higgs di mana Higgs berupa composite dari Goldstone boson yang muncul karena peristiwa symmetry break down. Dalam pembahasan digunakan perhitungan dari symmetry break down SO(4)→SO(3). Dengan demikian diharapkan agar didapatkan sifat Higgs pada energi tinggi yang sesuai dengan data percobaan.
Keywords
Model Composite Higgs; Standard model; Symmetry break down
Topic
Physics
Corresponding Author
Adam Malik
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMKM 2 Cibiru Kota Bandung, menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih menggunakan metode ceramah dan siswa tidak terlibat langsung dalam memecahkan persoalan selama proses pembelajaran. Model pembelajaran POGIL diterapkan untuk membimbing siswa melalui kegiatan eksplorasi agar dapat membangun pemahaman sendiri dari sumber atau informasi yang didapatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan KPM siswa pada materi elastisitas dan hukum Hooke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-eksperimen dengan desain penelitian One-Group Pretest-Postest Design dengan subjek siswa kelas X TSM SMKM 2 Cibiru. Data hasil peningkatan KPM siswa dperoleh melalui tes uraian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan KPM siswa dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,38 berkategori sedang. Selanjutnya diperoleh Zhitung (4,82) > Ztabel (1,69), berarti hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian model pembelajaran POGIL dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan KPM siswa.
Keywords
POGIL, KPM, elastisitas dan hukum Hooke
Topic
Physics
Corresponding Author
Sparisoma Viridi
Institutions
Fisika ITB
Abstract
Suatu sistem yang terdiri dari dua buah butiran dan satu pegas diusulkan untuk memodelkan gerak mikororganisme sederhana. Panjang pegas dapat berubah secara internal mirip dengan kontraksi otot. Saat panjang pegas berkontraksi secara sinusoidal konstanta kekasaran kedua butiran juga harus diubah sehingga resultan gaya gesek fluida pada sistem dapat membuat sistem bergerak ke satu arah. Sinergisasi antara kontraksi otot dan perubahan konstanta kekasaran menentukan jenis gerak sistem. Terdapat mode di mana sistem hanya berosilasi di tempat dan juga mode di mana sistem dapat bertranslasi.
Keywords
model butiran, dinamika molekuler, gerakan mikroorganisme
Topic
Physics
Corresponding Author
Shofi Dhiya Ulhaq
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung 40154, Indonesia
Abstract
Metal oxide semiconductor field effect transistors (MOSFETs) has an important role in electric circuits with its nanoscale sizes. But with its small size, MOSFETs have performance limitation to work in ultra-low data, leaky currents, short channel effects, and increased speed. This performance limitation makes the tunneling field effect transistor (TFET) an alternative to replace the MOSFET. In this study, a drain current on devices based on bilayer armchair graphene nanoribbon (BAGNR) was modeled using the Airy function approach. Schrödinger equation solved with the Airy function approach produces a transmittance value, from this transmittance the drain current value can be determined from the Landauer formula with the help of the Gauss Legendre Quadrature (GLQ) method. The results of the modeling show that the drain current value increases with increasing gate voltage (Vg), drain voltage (Vd) and width of BAGNR while the increase in oxide thickness and temperature makes the drain current decrease.
Keywords
Airy−wavefunction, tunneling current, BAGNR, TFET.
Topic
Physics
Corresponding Author
Amelia Fadhillah
Institutions
Department of Physics Education, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Abstract
Armchair Graphene Nanoribbon (AGNR) is one of the Graphene Nanoribbon (GNR)-s type which can be role as a semiconductor or conductor depends on number of atoms that arrange its width . The unique of the electrical properties of AGNR attracted researchers to make graphene as material of semiconductor based device. Because of its tiny width, graphene is very good for application on devices with tunneling electron based. In this research, the author models the behavior of tunneling current on a bilayer armchair graphene nanoribbon-based p-n junction diode using Airy function. The modeling-s result show that the tunneling current has relation with bias voltage, temperature, and characteristic of BAGNR. The tunneling current is directly proportional to the forward-bias, the width of the BAGNR, and the intrinsic electric field. It is inversely proportional to the temperature. Its value on BAGNR is bigger than on MAGNR due to the effect of interlayer coupling γ_0 and γ_1 to the energi gap. The tunneling current using the Airy function method and the WKB method have the same tendency and slight different value.
Keywords
BAGNR, p-n junction diode, tunneling current, Airy function
Topic
Physics
Corresponding Author
Rizqa Sitorus
Institutions
a) Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha No. 10 Bandung, Indonesia, 40132,
rizqasitorus[at]gmail.com
b) Pengajaran Fisika, Sejarah dan Literatur Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Triati[at]fi.itb.ac.id
c) Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
lilik.hendrajaya[at]gmail.com
Abstract
Bandul matematika merupakan suatu metode yang digunakan dalam menentukan percepatan gravitasi. Pada saat pengukuran, gerakan bandul matematik dianggap mengikuti gerakan harmonis sederhana tak teredam sehingga amplitudonya dianggap konstan. Pengamatan lebih lama ayunan bandul matematika menunjukkan adanya redaman dengan mengecilnya amplitudo. Gejala redaman pada osilasi bandul matematika teramati diatas satu jam. Untuk dapat mengukur koefisien tersebut perlu diturunkan persamaan penalaran berupa persamaan differensial biasa terhadap waktu dengan memasukkan tetapan didepan turunan pertama simpangan . pengukuran simpangan terhadap waktu akan menunjukkan adanya redaman. Dengan menggambarkan simpangan terhadap waktu pada kertas grafik semilog maka akan mempertajam adanya redaman, selain itu koefisien redaman juga dapat ditentukan. Untuk memperoleh ketelitian, perlu dilakukan perangkat lunak regresi linear, sehingga nilai percepatan gravitasi kemudian dapat dikoreksi
Keywords
Bandul matematika teredam, persamaan differensial biasa, grafik semilogaritma dan regresi linear
Topic
Physics
Corresponding Author
Suhayat Minardi
Institutions
Program Studi Fisika Universitas Mataram
Abstract
Pulau Lombok Propinsi Nusa Tenggara Barat, yang secara geografis terletak pada pertemuan dua lempeng tektonik besar yaitu Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Pergerakan lempeng inilah yang menjadi pemicu teraktifkannya sesar-sesar yang melintasi sebagian besar daerah pulau Lombok. Oleh karena itu perlu mendapatkan perhatian khusus untuk diteliti dan dipantau aktivitasnya. Tujuan utama jangka panjang dari penelitian ini adalah mengembangkan metode gaya berat mikro antar waktu untuk pemantauan proses pergerakan lempeng dan mengetahui karakteristik anomali gaya berat mikro antarwaktu yang muncul akibat proses tersebut. Karakteristik tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai langkah awal untuk memprediksi (percusore) gempa akiba tpergerakan sesar. Pengukuran gayaberat dilakukan dengan menggunakan gravitymeter Scintrex Autograv CG-5 dengan jumlah stasiun pengukuran sekitar 80 buah. Data gayaberat nantinya akan dipadukan dengan data geodetic yang diukur dengan GPS Trimble R3 pada stasiun yang sama. Hasil dari penelitian tahun pertama ini adalah terdeteksinya sejumlah sesar di daerah penelitiandan data tersebut akan digunakan sebagai data dasar bagi penelitian kedua dan seterusnya untuk melihat dan memantau aktivitas sesar di Pulau Lombok.
Keywords
aktivitas sesar, data dasar, gayaberat mikro antar waktu, geodetic, prediksi gempa
Topic
Physics
Corresponding Author
imanul jihad
Institutions
1 Program Studi Astronomi, FMIPA ITB, Indonesia
2 Observatorium Bosscha, FMIPA, ITB, Indonesia
3 Koyama Astronomical Observatory, Kyoto Sangyo University, Japan
Abstract
Dalam tahun 2015, Institut Teknologi Bandung (ITB) menandatangani Memorandum of Understanding dengan Kyoto Sangyou University (KSU). Salah satu perwujudan kolaborasi ITB dan KSU ini adalah dalam pengamatan Novae menggunakan spektrograf kompak NEO-R1000 (Novae and Emission line Objects with Resolution of 1000) yang dipasang pada teleskop TPOA Celestron C-11 (D=28 cm, F/10.0) didukung oleh penyangga ekuatorial Losmandy G11 di dalam gedung atap geser GAO-ITB, Observatorium Bosscha, Lembang. Spektrograf ini mengunakan slit panjang, kisi transmisi dan kamera CCD SBIG ST-8 XME. Konfigurasi unik optik dalam spektrograf ini adalah cermin kolimator dan lensa kamera yang perbandingan panjang fokusnya (3:1) menjadikannya memiliki karakteristik laju tinggi. Dengan lebar slit 65 m (4.7) dipadu dengan kisi transmisi permanen 600 baris/mm dan dilengkapi kamera CCD ST-8 XME (9 mikron per piksel, 15301024 piksel), maka diperoleh resolusi, R=/=1000 pada panjang gelombang 580 nm dengan liputan spektrum 400-800 nm. Spektrogaf NEO-R1000 memiliki alat tambahan berupa hollow cathode tube Fe-Ne-Ar yang digunakan sebagai lampu pembanding. Plastik susu (acrylic) dan lampu halogen digunakan untuk membuat spektrum flatfield sebagai kalibrator. Tujuan utama spektrograf ini adalah digunakan untuk mengamati Novae di langit selatan sebagai bagian dari jejaring spektroskopi novae KSU-ITB. Selain itu spektrograf ini dapat digunakan untuk mengamati objek-objek emisi lainnya seperti Planetary Nebulae, Komet, bintang-bintang tipe P Cygni, bintang Be dan lainnya. Spektrograf ini sukses digunakan untuk mengamati Nova Sgr2015 no 2 dalam bulan Juni 2015. Pengembangan berikutnya spektrograf tersebut dapat dipasang pada rotator untuk pengamatan optimum dari obyek-obyek membentang. Untuk mengatasi beban berlebih pada teleskop dapat dikembangkan serat optik.
Keywords
obsevational, astronomical, spectrograph
Topic
Physics
Corresponding Author
Albert Sulaiman
Institutions
Geostech Laboratory, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Kawasan Pupspiptek Serpong, Tanggerang Selatan.
Abstract
One of an importance application of physics in daily lives is atmospheric diffusion problem i.e description of contaminant transport in the atmosphere. Something we released into the atmosphere will undergo a diffusion processes. How and what will happen to substance was very important in life because determining the quality of human life. In this paper the transport of airbone contaminant will be studied by solving advection-diffusion equation. Various analytic solutions and the environmental implication will be given. We illustrate our results with an application to the study of zinc emission of a smelter operation and haze dispersion from forests burning.
Keywords
atmospheric difusion, forest, Gaussian
Topic
Physics
Corresponding Author
Herni Yuniarti Suhendi
Institutions
Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung
*herni.suhendi[at]uinsgd.ac.id
Abstract
Teaching materials are one of the factors to support the achievement of learning objectives. This is related to the use of appropriate and varied teaching materials in the learning process can increase learning motivation and can reduce the passivity of students. This study aims to produce an android-based digital pocket book product that is feasible for learning. In addition, to find out the increasing interest and ICT skills of students. This research is a research development (R & D) with 4D models. Media validity analysis technique uses (Content Validity Ratio) CVI. Techniques for analyzing increased interest and ICT capabilities use standard gain. The results showed students learning interest had increased in a limited test with a standard gain of 0.450 (moderate) and a broad test of 0.638 (moderate) while the student learning outcomes had increased in a limited test with a standard gain of 0.732 (high) and a broad test of 0.866 (high) . It can be concluded that OPTIKUs pocket book is suitable for widespread use.
Keywords
pocket book, optics concept, android
Topic
Physics
Corresponding Author
Rangga Taufiqurahman
Institutions
Program Studi Fisika, FMIPA
Program Studi Biologi, SITH
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Tanaman akan memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang optimal ketika ditempatkan pada suatu lingkugan yang tepat. Lingkungan yang tepat supaya tanaman bertumbuh dan berkembang optimal memiliki beberapa parameter, beberapa di antaranya adalah temperatur, kondisi pengairan, dan kelembaban. Dengan mempertimbangkan hal seperti itu, dibuatlah miniatur green house yang memanfaatkan sistem sensor temperatur, kelembaban, dan pengairan yang diatur secara otomatis. Miniatur green house ini menggunakan IC HDC 1010 dan Arduino dalam sistem sensor, sistem pemanas yang digunakan untuk mengatur temperatur, dan sistem pengairan secara otomatis. HDC 1010 yang dipasang pada suatu rangkaian listrik akan menghasilkan suatu tegangan listrik berdasarkan temperatur dan kelembaban tanah. Besarnya tegangan akan mengatur sistem pemanas dan/atau pengairan akan berjalan sehingga suhu dan kelembaban tanah akan terjaga. Arduino digunakan sebagai menampilkan data mengenai suhu dan kelembaban serta mengatur temperatur dan kelembaban yang diinginkan.
Keywords
Green House, HDC 1010, Arduino
Topic
Physics
Corresponding Author
Aulia Alfa Fithriyah
Institutions
Program Studi Magister Pengajaran Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Sumber Energi listrik alternatif dapat dihasilkan dari air laut sebagai salah satu sumber daya alam yang melimpah di bumi. Air laut mengandung ion-ion diantaranya 〖Na〗^+ dan 〖Cl〗^- dengan salinitas sekitar 35 g/kg. Sebagai tiruan air laut dibuat Larutan NaCl dengan salinitas 5, 15, 25, 35, dan 45 g/kg. Pencelupan dua elektroda dari bahan yang berbeda ke dalam larutan NaCl menghasilkan medan listrik yang dapat menyebabkan ion 〖Na〗^+ bergerak menuju elektroda dengan potensial negatif dan ion 〖Cl〗^- bergerak menuju elektroda dengan potensial positif. Pergerakan ion-ion ini akan menghasilkan arus listrik yang terukur pada amperemeter. Elektroda yang digunakan terbuat dari bahan tembaga, seng dan aluminium sehingga ada tiga pasang elektroda. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa arus listrik bergantung pada banyak faktor, diantaranya salinitas larutan, luas plat elektroda dan bahan elektroda. Arus listrik terbesar dihasilkan dari pasangan elektroda yang memiliki beda potensial terbesar. Kenaikan nilai salinitas larutan dan luas plat elektroda menghasilkan arus listrik yang semakin besar pula. Namun kondisi ini memiliki batas nilai tertentu, sehingga jika nilai optimalnya dilampaui maka arus listrik yang dihasilkan tidak berubah secara signifikan.
Keywords
Energi listrik; bahan elektroda; ukuran elektroda; salinitas
Topic
Physics
Corresponding Author
Lukas Primahatva Adhitya Krisna
Institutions
Departemen Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Perhitungan keadaan dasar atom helium secara analitik sangat sulit dilakukan karena kompleksitas integral pemecahan persamaan Schroedinger kasus terkait. Salah satu metoda perhitungan yang telah berkembang hingga saat ini adalah metoda Hartree-Fock-Roothan. Dalam penelitian ini, digunakan dua buah orbital Slater untuk mendekati fungsi gelombang sistem. Nilai optimal kedua eksponen orbital didapat dengan mencari titik global maksimum fungsi kedua parameter tersebut terhadap hasil konvergensi energi keadaan dasar atom helium. Konvergensi energi keadaan dasar itu sendiri dicapai melalui metode SCF (Self Consistent Field) pada persamaan Fock. Didapat bahwa nilai optimum eksponen orbital adalah (zeta_1)=1.435 dan (zeta_2)=2.595, yang merepresentasikan energi keadaan dasar sebesar 2,8736 Hartrees, atau 78,19 eV, dengan galat sekitar 1,27% dari hasil eksperimen.
Keywords
atom helium, Hartree-Fock-Roothaan, orbital slater, self consistent field
Topic
Physics
Corresponding Author
henny dwi bhakti
Institutions
1) Program Studi Magister Sains Komputasi, FMIPA ITB
2) Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, FMIPA ITB
* hennydwibhakti[at]gmail.com
Abstract
Posisi Indonesia terletak di jalur gunung api, sehingga Indonesia memiliki potensi geothermal yang besar. Potensi geotermal di Indonesia diperkirakan sebesar 8.000-10.000 MW dan 40% cadangan geotermal di dunia berada di Indonesia. Tetapi pemanfaatan energi geotermal di Indonesia masih sangat rendah, yaitu masih sebesar 4% dari total potensi yang dimiliki. Sehingga perlu ditingkatkan pemanfaatan geotermal untuk berbagai kebutuhan di Indonesia dengan pemilihan lokasi penempatan sumur yang optimal. Penentuan penempatan sumur merupakan aspek kunci yang memiliki pengaruh besar terhadap pembangunan proyek. Menentukan lokasi sumur adalah permasalahan yang kompleks dan melibatkan banyak faktor termasuk pertimbangan geologi, biaya, dan kemampuan teknik. Salah satu metode yang memiliki akurasi dan efektifitas yang optimal adalah metode neural network. Untuk menekan biaya produksi dan efisiensi waktu, maka dilakukan prediksi penempatan sumur yang optimal dengan parameter lokasi, laju aliran injeksi dan temperatur dengan menggunakan metode neural network. Pertama yang dilakukan adalah memodelkan sumur, kemudian model dianalisis dan dioptimasikan penempatan sumur. Dalam optimasi ini dihasilkan lokasi sumur yang optimal dengan indikasi temperatur yang paling tinggi dan tekanan yang perubahannya tidak berubah secara drastis. Dari studi ini diharapkan diperoleh hasil produksi kumulatif yang maksimum.
Keywords
Kata kunci: geotermal, optimasi, neural network
Topic
Physics
Corresponding Author
Rina Ratnasari
Institutions
a) Program Studi Fisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*rinaratnaa[at]gmail.com
b) Laboratorium Biofisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
rena[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Radioterapi merupakan salah satu metode pengobatan yang digunakan untuk merusak sel-sel kanker pada tubuh pasien dengan memanfaatkan energi radiasi pengion tanpa merusak struktur normal di sekitarnya. Sebelum dilakukan penyinaran, diperlukan suatu perencanaan terapi radiasi (Radiotherapy Treatment Planning, RTP) yang optimal agar tujuan radioterapi dapat tercapai. Pada saat pasien disinari dengan radiasi terdapat kemungkinan organ beresiko (Organ at Risk, OAR) di sekitar volume target mendapatkan dosis yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan parameter RTP (jumlah dan sudut penyinaran) yang sesuai agar RTP optimal, yaitu maksimum dosis diterima oleh volume target dan OAR di sekitarnya mendapatkan dosis radiasi seminimal mungkin. Pemilihan parameter RTP yang optimal dapat diperoleh melalui proses optimasi. Saat ini telah banyak berkembang metode optimasi, salah satunya yaitu optimasi sudut berkas penyinaran. Pada penelitian kali ini akan dilakukan proses optimasi sudut berkas penyinaran kasus kanker prostat dengan menggunakan metode Simulated Annealing pada perangkat lunak MATLAB untuk 5, 7, dan 9 sudut penyinaran. Berdasarkan proses optimasi yang dilakukan didapat konfigurasi sudut untuk kasus kanker prostat, yaitu (50.3º, 115.7º, 247.6º, 278.1º, 358.2º) untuk RTP 5 sudut penyinaran; (38.0º, 97.1º, 135.1º, 181.5º, 252.6º, 294.8º, 345.0º) untuk RTP 7 sudut penyinaran; dan (2.1º, 75.4º, 118.5º, 168.6º, 229.6º, 244.9º, 271.5º, 283.1º, 305.2º) untuk RTP 9 sudut penyinaran. Setelah didapatkan konfigurasi sudut berkas penyinaran hasil optimasi, kemudian dilakukan analisis melalui tampilan distribusi dosis dengan skala warna (dose color wash) dan kurva Dose Volume Histogram (DVH) kumulatif untuk RTP sebelum dan setelah optimasi. Dapat dilihat bahwa besar dosis yang diterima oleh OAR di sekitar volume target lebih kecil daripada sebelum dilakukan proses optimasi.
Keywords
Dose Volume Histogram, Optimasi, Radiotherapy Treatment Planning, Simulated Annealing, Sudut
Topic
Physics
Corresponding Author
Rouf Rouf
Institutions
Program Studi Magister Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Partikel merupakan objek yang memiliki massa, posisi, kecepatan, serta terpengaruh oleh gaya, tetapi tak berdimensi ruang. Namun kumpulan sistem partikel bisa menjadi sistem yang memiliki dimensi ruang. Berdasarkan penjelasan tersebut, struktur massa nonrigid dapat didekati dengan menggunakan sistem N partikel yang dihubungkan oleh beberapa "pegas" sederhana. Terdapat-benda-benda riil yang cenderung jatuh pada orientasi tertentu, trajektori gerak jatuh bebas sistem massa nonrigid ini relatif berbeda dengan gerak jatuh bebas partikel sederhana. Paper ini mensimulasikan gerak suatu benda yang tersusun oleh sistem partikel dimana distribusi massa, efek konstanta pegas, dan gesekan udara merupakan aspek penting yang harus diperhitungkan. Dilakukan juga perbandingan antara gerak pusat massa sistem massa nonrigid dengan gerak partikel sederhana. Diperkirakan semakin heterogen distribusi massa sistem partikel, orientasi gerak benda akan semakin acak.
Keywords
Kata kunci : Euler-verlet, Gerak jatuh bebas, massa nonrigid, sistem partikel
Topic
Physics
Corresponding Author
Toto Budianto
Institutions
Institut Teknologi Bandung (ITB)
Abstract
Pemanfaatan gelombang ultrasonic khususnya sebagai sensor telah menyebar luas dalam kehidupan manusia. Dalam aplikasinya, sensor ultrasonik telah digunakan untuk mengukur kedalaman atau jarak suatu benda, mendeteksi ketinggian permukaan air, memeriksa bagian dalam tubuh manusia, dan kerusakan pada logam. Kemampuan sensor ultrasonik untuk mengukur jarak suatu benda memungkinkan sensor ultrasonik untuk dimanfaatkan dalam beragam kegunaan. Dalam makalah ini akan diulas pemanfaatan sensor ultrasonic yang terintegrasi sebagai �kepala ceret pintar�. Kepala ceret pintar adalah sebuah alat yang menggunakan sensor ultrasonik dan penggunaannya dikontrol oleh microcontroller. Microcontroller yang digunakan pada penelitian ini adalah Arduino Uno yang dikolaborasikan dengan aplikasi Labview untuk membaca dan menyimpan data yang diproleh. Kepala ceret didesain sehingga dapat dipasang pada mulut ceret atau dispenser. Fungsi dari kepala ceret ini adalah mengontrol jumlah air yang dikeluarkan oleh ceret dengan mengukur ketinggian permukaan air yang telah tertuang menggunakan sensor ultrasonik. Otomatisasi dalam proses penuangan air ini akan sangat membantu meringankan beban kegiatan bagi seseorang. Hasil yang dapat diproleh dari penelitian atau pengembangan alat ini adalah berupa otomatisasi dalam proses menuangkan air sesuai takaran yang diinginkan.
Keywords
sensor ultrasonik, otomatisasi, kepala ceret pintar
Topic
Physics
Corresponding Author
Herni Yuniarti Suhendi
Institutions
Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung
*herni.suhendi[at]uinsgd.ac.id
Abstract
This study aims to analyze the feasibility of learning media Passing (String Series Parallel) for material elasticity and hooke law. The method used in this study is ADDIE developed by Robert Marie Branch. The stages are Analysis (Analysis), Design (Design), Development (Development), Implementation (Implementation), and Evaluation (Evaluation). The steps of this study are: 1) Curriculum analysis, analysis of the results of interviews and questionnaires of students, and analysis of literature studies, 2) Designing learning media Passing, 3) Realizing Passing practicum tools 4) Conducting expert validation tests 5) Product revisions. The results of the study obtained a tool validation value of 90.47% with a feasible category. This study concluded that Passing is feasible to be used as a learning media in the material of elasticity and hooke law.
Keywords
practicum tool, hooke-s law, learning media, ADDIE
Topic
Physics
Corresponding Author
Anggun Mayang Sari
Institutions
(a) Research Center For Technology, Indonesian Institute of Sciences (LIPI), Jl. Sangkuriang, Bandung 40135,Indonesia
*anggunmayangsari[at]gmail.com
Abstract
As one of the largest cities in Indonesia, Bandung city consists of dense populations that geologically surrounded by earthquake hazard. Rapid structural-building and infrastructure facilities development forced the local government to put a concern about the dynamic impact. Therefore, a study on Peak Ground Acceleration (PGA) bedrock to analyse seismic hazard is a necessity. This study used the latest updated seismic sources data to model seismic ground motion to particular location. Here, Probability Seismic Hazard Analysis (PSHA) methods were applied using EZ-FRisk and OpenQuake software. These two methods developed to show some variety models of peak ground acceleration value on bedrock. Ez-FRisk models used randomly 9 points locations, while OpenQuake used gridded points to the whole Bandung city to generate PGA analysis. As a result, PGA bedrock using EZ-FRisk software ranged between 0,48-0,62g, while OpenQuake showed 0,46-0,63g. These results validated using Indonesian Hazard Map 2017 using PGA on 2475 years return period, represented similar values about 0.50-0.60g. In order to provide spatial information, these results visualised using Geographic Information System (GIS) application. Furthermore, this study expected to give contribution on scientific information for the development planning, especially for designing earthquake resistant buildings.
Keywords
PGA Bedrock; PSHA; EZ-Frisk; OpenQuake; GIS
Topic
Physics
Corresponding Author
Gladys Faransia Djo
Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Univesitas Advent Indonesia
Jl. Kol. Masturi No. 288 Prongpong, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia
Abstract
Saat ini bit (Beta vulgaris L.) banyak digunakan sebagai makanan harian karena bit kaya akan karbohidrat, asam folat, dan vitamin C. Oleh karena itu, bit seharusnya diproduksi dalam jumlah yang besar untuk memenuhi kebutuhan pasar. Untuk tujuan itu suatu pendekatan harus dicari. Peningkatan produksi bit dapat dilakukan dengan menggunakan nanopartikel, seperti nanopartikel ZnO. Nanopartikel ZnO dapat bekerja seperti klorofil untuk menghasilkan nutrisi bagi tumbuhan melalui perannya sebagai pembangkit elektron di dalam daun. Agar absorbsi daun terhadap nanopartikel ZnO tinggi, maka proses kapsulasi dengan menggunakan pati daun bit perlu dilakukan. Berbagai konsentrasi pati daun bit telah digunakan untuk memvariasi ukuran nanopartikel ZnO yang tumbuh. Dari data hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa semakin tinggi konsentrasi pati, semakin kecil ukuran nanopartikel ZnO yang dihasilkan.
Keywords
Kapsulasi, Nanopartikel ZnO, Pati daun bit
Topic
Physics
Corresponding Author
Horasdia Saragih
Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Advent Indonesia
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung Barat, Indonesia
e-mail: horas[at]unai.edu
Abstract
Di dalam paper ini diuraikan bagaimana seurutan gelembung udara dihadirkan ke dalam suatu ruang reaksi berbentuk tabung dan bagaimana pengaruhnya ketika dilakukan penumbuhan nanopartikel ZnO di dalamnya. Kehadiran gelembung udara di dalam tabung ternyata dapat memisahkan campuran prekursor ke volume-volume kecil yang relatif sama. Volume-volume kecil tersebut dapat diperkecil lagi dengan memperbesar kerapatan gelembung udara di dalam tabung. Terbentuknya volume-volume kecil di dalam tabung menyebabkan campuran prekursor mengalir secara sirkulatif. Aliran sirkulatif ini memberi manfaat signifikan untuk mempercepat proses pencampuran prekursor menjadi homogen dalam waktu yang singkat. Campuran prekursor yang bervolume kecil dan dengan ukuran yang relatif sama tersebut menghasilkan nanopartikel ZnO berukuran rata-rata relatif kecil dengan distribusi ukuran yang sangat sempit. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa menggunakan kerapatan gelembung udara yang lebih tinggi menghasilkan ukuran rata-rata nanopartikel ZnO yang lebih kecil. Oleh karena itu menggunakan gelembung udara pada saat menumbuhkan nanopartikel di dalam ruang berbentuk tabung memberikan pengaruh yang sangat bermanfaat
Keywords
Gelembung udara, penumbuhan nanopartikel, nanopartikel ZnO, ruang berbentuk tabung
Topic
Physics
Corresponding Author
Fatimah Fatimah
Institutions
Magister Fisika, FMIPA ITB
Abstract
Kebisingan merupakan salah satu masalah yang umum dialami oleh masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan yang identik dengan berbagai macam aktivitas masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mereduksi kebisingan pada suatu ruangan yaitu dengan menggunakan bahan-bahan penyerap suara yang harganya sangat mahal. Oleh karena itu dibuat suatu papan komposit penyerap bunyi dari limbah kulit pinang dengan menggunakan matriks epoxy sebagai perekat. Papan komposit dibuat dengan fraksi perekat 10%, 15%, 20% dan 25% dan selanjutnya sampel papan komposit diuji koefisien serap bunyinya. Dari hasil pengujian sampel diperoleh kesimpulan bahwa papan komposit serat kulit pinang dapat menyerap bunyi. Hal ini terlihat dari koefisien serap rata-rata papan komposit diperoleh 0,11 untuk fraksi perekat 10%, 0,06 untuk fraksi perekat 15%, 0,05 untuk fraksi perekat 20% dan 0,11 untuk fraksi perekat 25%. Hal ini sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh ISO 10534-2:1998 (GB/T 18696.2-2002) bahwa suatu material dapat menyerap bunyi jika memiliki koefisien serap bunyi lebih besar dari 0,05. Selain itu, diperoleh bahwa kerapatan suatu papan dapat mempengaruhi besar koefisien serap bunyi papan tersebut. Dari fraksi perekat 10%, 15%, dan 20% terlihat bahwa koefisien serap bunyi berkurang seiring dengan bertambahnya fraksi perekat atau bertambahnya tingkat kerapatan papan.
Keywords
Kulit pinang, koefisien serap bunyi
Topic
Physics
Page 6 (data 151 to 180 of 395) | Displayed ini 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats