Indonesia Conference Directory


<< Back

Search Abstract

Page 513 (data 15361 to 15390 of 15932) | Displayed in 30 data/page

Commissioning Linear Accelerator Varian Clinac iX Foton Beam 10 MV Menggunakan Simulasi Monte Carlo EGSnrc Code System
Ridwan Ramdani(a,b*), Sitti Yani(a), Moh. Fahdillah Rhani(c), Idam Arif(a), Freddy Haryanto(a)

Show More

Corresponding Author
Ridwan Ramdani

Institutions
a) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*ridwanramdani[at]students.itb.ac.id
b) Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalan A.H. Nasution 105, Bandung 40614, Indonesia
c) Tan Tock Seng Hospital (TTSH), Singapura

Abstract
Salah satu tahapan penting dalam perhitungan dosis pada radioterapi dengan menggunakan algoritma Monte Carlo (MC) adalah tahapan commissioning. Tahapan ini bertujuan untuk memvalidasi model virtual yang telah dibangun dengan menggunakan algoritma MC terhadap Pesawat Linear Accelerator (Linac) yang sebenarnya. Pada penelitian ini dilakukan kalibrasi model virtual pesawat Linear Accelerator Varian Clinac iX foton beam 10 MV. Pembuatan model virtual Linac menggunakan data karakteristik treatment head pesawat Linac Varian Clinac iX yang berada di Tan Tock Seng Hospital (TTSH), Singapura. Proses commissioning ini dilakukan 2 tahap yakni pemodelan virtual linac dan simulasi pada phantom air. Tahap awal dilakukan dengan menggunakan BEAMnrc/EGSnrc code system. Model Linac ini dilengkapi dengan 60 pasang Millenium MLC (multileaf collimator). Model virtual ini dibuat dengan membagi menjadi 2 bagian yakni patien-dependent component dan patient-independent component. Pembagian ini bertujuan untuk mereduksi waktu simulasi yang dibutuhkan dan mempermudah simulasi jika menggunakan field size yang berbeda. Selanjutnya, model virtual linac yang telah dibuat digunakan untuk menghitung Percentage Depth Dose (PDD) dan profil dosis di phantom air (water phantom) yang berukuran 40x40x40 cm3 menggunakan simulasi Monte Carlo pada BEAMnrc/DOSXYZnrc dengan variasi energi elektron awal 10.1 MeV, 10.2 MeV, 10.3 MeV dan 10.4 MeV. Field size dan SSD (source to surface distance) masing-masing sebesar 10x10 cm2 dan 100 cm. Tahap akhir, hasil perhitungan kemudian akan dibandingkan dengan hasil pengukuran, jika deviasi hasil perhitungan dengan pengukuran kurang dari 5% maka model virtual linac yang dibuat dikatakan telah terkalibrasi. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa energi elektron 10.3 MeV memiliki deviasi yang paling kecil yaitu PDD 1.07 %, Dmax 4.16 % dan profil dosis 19.52 %. Sehingga model virtual Linac ini terkalibrasi dengan energi elektron 10.3 MeV.

Keywords
Commissioning, Monte Carlo, EGSnrc User Code

Topic
Lain-lain (ETC)

Link: https://ifory.id/abstract/pTZagt8uvRcC


Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Dan Mengidentifikasi Self Directed Learning Skill Siswa SMA
Jasmine Khairina, Saeful Karim, dan Muslim

Show More

Corresponding Author
JASMINE KHAIRINA

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Kegiatan pembelajaran yang mendidik untuk mengatasi kecenderungan masalah yang timbul dalam proses pembelajaran fisika perlu dikembangkan. Salah satu model pembelajaran yang dianjurkan berdasarkan Kurikulum 2013 adalah Problem Based Learning (PBL). Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang dirancang agar peserta didik memperoleh pengetahuan yang membuat mereka mahir dalam memecahkan masalah, dan memiliki model belajar sendiri serta memiliki kecakapan berpartisipasi dalam tim. Model Problem Based Learning ini dapat membuat peserta didik memiliki kemampuan memahami yang baik juga dapat menumbuhkan inisiatif peserta didik dalam bekerja atau dengan kata lain peserta didik dapat memiliki kemampuan belajar mandiri (self directed learning skill). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap peningkatan kemampuan memahami serta terhadap profil level Self Directed Learning Skill siswa SMA pada materi momentum dan impuls. Penelitian yang sudah dikembangkan ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest-postest design, subjek penelitian adalah siswa SMA kelas X dengan sampel dua kelas eksperimen tanpa menggunakan kelas pembanding. Dalam desain ini, sebelum perlakuan diberikan, terlebih dahulu sampel diberi pretest dan di akhir pembelajaran sampel diberi posttest. Instrumen yang dipakai adalah pre dan post tes berupa tes kemampuan memahami yang berdasarkan indikator taksonomi Bloom Revisi/Anderson, dan kuisioner Self Directed Learning Skill atau Self Directed Learning Readiness Scale (SDLRS) yang terdiri dari 34 item dengan 5 skala. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan perhitungan rata-rata N-gain kemampuan memahami dan perhitungan serta pengkategorian berdasarkan SDLRS (Self Directed Learning Rubic Score) tipe SDLRS-ABE. Hasil analisis data, didapatkan peningkatan kemampuan memahami berdasarkan N-gain yaitu 0,82 (tinggi) dan profil level Self Directed Learning Skill siswa berada pada kisaran level dibawah rata-rata yaitu sebanyak 90% dari sampel yang diambil. Dapat disimpulkan bahwa penerapan Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan memahami, juga mengembangkan keterampilan/ kemampuan belajar mandiri (Self Directed Learning Skill) siswa.

Keywords
Problem Based Learning, Kemampuan Memahami, Self Directed Learning Skill

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/X2vVMhHENpQY


Pengembangan Modul Praktikum Transformator Menggunakan Media Berbasis ICT
Rahmi Elzulfiah *, Vina Serevina, Esmar Budi

Show More

Corresponding Author
RAHMI ELZULFIAH

Institutions
Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Jakarta
Jalan Rawamangun Muka, Jakarta 13220, Indonesia
*elzulfiahr[at]yahoo.com

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar mandiri berupa modul praktikum fisika menggunakan media berbasis ICT (Information and Communication Technology) pada pokok bahasan Transformator. Metode pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan ADDIE. Langkah-langkah ADDIE tersebut diantaranya, Analize (Analisis), Design (Perancangan), Developt (Pengembangan), Implementation (Implementasi) dan Evaluation (Evaluasi). Modul praktikum fisika ini telah melalui tahap uji validasi oleh ahli materi dan ahli media pembelajaran. Persentase capaian hasil uji validasi oleh ahli materi fisika sebesar 88%. Hasil validasi yang dilakukan oleh ahli media pembelajaran adalah 94%. Sedangkan hasil uji coba terhadap Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta menunjukkan persentase capaian sebesar 95%. Dengan menggunakan teknik analisis Skala Likert, uji validasi oleh ahli materi fisika dan ahli media pembelajaran serta uji coba terhadap Mahasiswa Pendidikan Fisika, semua pencapaian menunjukkan predikat baik. Dari penelitian pengembangan ini disimpulkan bahwa modul praktikum fisika menggunakan media berbasis ICT pada pokok bahasan Transformator memenuhi persyaratan dan sangat layak sebagai bahan belajar mandiri bagi Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta.

Keywords
Pengembangan, Modul Praktikum, Transformator, ICT

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/x9VPCARaQumz


Deliniasi Tanah Terkondisi Menggunakan Metode Kelistrikan Batuan (Studi Kasus : Model Simulasi Tanah Vulkanik)
Twin Aji Kusumagiani dan Eleonora Agustine

Show More

Corresponding Author
Twin Aji Kusumagiani

Institutions
Universitas Padjadjaran

Abstract
Perubahan nilai sifat fisika tanah pada lahan pertanian berdampak pada tingkat kesuburan tanah. Salah satu penyebabnya adalah pemakaian pupuk anorganik yang berlebih dan tidak di imbangi dengan pemupukan organik. Parameter fisika tanah yang dapat di ukur diantaranya konduktivitas listrik, kandungan volumentrik air, pori tanah, dielektrik permitivitas,dll. Dalam penelitian ini di gunakan metode kelistrikan batuan dengan parameter fisika yang di ukur adalah nilai konduktivitas listrik. Penelitian dilakukan pada lahan pertanian tanah vulkanik yang dikondisikan dengan diberi pupuk anorganik NPK dan garam dalam jumlah tertentu. Dimensi tanah terkondisi yang digunakan adalah 1 x 1 x 0.5 meter. Dengan menggunakan metode kelistrikan batuan dapat mendeliniasi perubahan nilai konduktivitas tanah akibat pemberian pupuk angorganik dan garam pada tanah.

Keywords
EC, Tanah Terkondisi, Pupuk, Garam, Tanah Vulkanik

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/FujKkZnQxRAE


Perbandingan Kurva Resistivitas Semu pada Metode Geolsitrik Metode Pencerminan Bayangan dan Solusi Fungsi Bessel
Asep Saefullah, Wahyu Srigutomo

Show More

Corresponding Author
Asep Saefullah

Institutions
Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan alam, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Metode perncerminan bayangan dapat dimanfaatkan untuk memperoleh persamaan resistivitas semu pada metode geolistrik untuk kasus bumi dua lapisan. Metode ini bekerja dengan menggangap lapisan horizontal bumi sebagai cermin. Sumber arus listrik pada permukaan bumi akan mengalami pemantulan dan menghasilkan sumber-sumber arus listrik baru. Potensial listrik di permukaan bumi merupakan hasil penjumlahan potensial yang dihasilkan sumber-sumber arus listrik hasil pemantulan. Dari persamaan potensial listrik, nantinya akan diperoleh persamaan resistivitas semu untuk bumi dua lapisan. Persamaan resistivitas semu juga dapat diperoleh memanfaatkan hubungan integral dari teori fungsi Bessel dalam koordinat selinder. Berdasarkan kedua persamaan resistivitas semu tersebut, akan akan dilakukan perbandingkan dan analisa kurva resistivitas semu pada masing-masing metode. Perbandingan kurva resistivitas akan diterapkan pada dua konfigurasi metode geolistrik, yaitu konfigurasi Schumberger dan konfigurasi Wenner.

Keywords
Kurva resistivitas semu, metode geolistrik, metode pencerminan bayangan, fungsi Bessel.

Topic
Kebumian (EPS)

Link: https://ifory.id/abstract/KYdvLUXeNRp6


Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Mengidentifikasi Self Directed Learning Skill Siswa SMA Pada Materi Momentum Dan Impuls
Jasmine Khairina, Saeful Karim, dan Muslim

Show More

Corresponding Author
JASMINE KHAIRINA

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Kegiatan pembelajaran yang mendidik untuk mengatasi kecenderungan masalah yang timbul dalam proses pembelajaran fisika perlu dikembangkan. Salah satu model pembelajaran yang dianjurkan berdasarkan Kurikulum 2013 adalah Problem Based Learning (PBL). Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang dirancang agar peserta didik memperoleh pengetahuan dan memiliki model belajar sendiri serta memiliki kecakapan berpartisipasi dalam tim. Model Problem Based Learning dapat menumbuhkan inisiatif peserta didik dalam bekerja atau dengan kata lain peserta didik dapat memiliki kemampuan belajar mandiri (self directed learning skill). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap profil level Self Directed Learning Skill siswa SMA pada materi momentum dan impuls. Penelitian yang sudah dikembangkan ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest-postest design, subjek penelitian adalah siswa SMA kelas X dengan sampel dua kelas eksperimen tanpa menggunakan kelas pembanding. Dalam desain ini, sebelum perlakuan diberikan, terlebih dahulu sampel diberi pretest dan di akhir pembelajaran sampel diberi posttest. Instrumen yang dipakai adalah kuisioner Self Directed Learning Skill atau Self Directed Learning Readiness Scale (SDLRS) yang terdiri dari 34 item dengan 5 skala. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan perhitungan serta pengkategorian berdasarkan SDLRS (Self Directed Learning Rubic Score) tipe SDLRS-ABE. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan profil level Self Directed Learning Skill siswa berada pada kisaran level dibawah rata-rata yaitu sebanyak 90% dari sampel yang diambil. Dapat disimpulkan bahwa penerapan Problem Based Learning dapat mengembangkan keterampilan/ kemampuan belajar mandiri (Self Directed Learning Skill) siswa.

Keywords
: Problem Based Learning, Self Directed Learning Skill, Momentum dan Impuls

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/Uf8ZbaJRY46P


Pengembangan Alat Peraga Gaya Lorentz untuk meningkatkan hasil belajar siswa
Lia Kristina Sianipar (a*), Sunaryo (b), I Made Astra (c)

Show More

Corresponding Author
lia kristina sianipar

Institutions
abc) Prodi Pendidikan Fisika FMIPA UNJ Program Magister Pendidikan Fisika, Jl. Pemuda No. 10, Jakarta 13220


*)Email: liakristinas[at]gmail.com

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yaitu berupa alat peraga gaya Lorentz. Metodologi penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan menggunakan model Borg and Gall yang terdiri dari: Penelitian pendahuluan, Perencanaan pengembangan model, validasi, evaluasi, revisi dan Implementasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes. Hasil validitas dihitung dengan menggunakan rumus Product Moment, sedangkan reliabilitas dihitung dengan rumus KR-20.Media yang dikembangkan telah divalidasi oleh para ahli media dan ahli materi pembelajaran. Hasil validasi tersebut menunjukkan bahwa alat peraga gaya Lorentz layak digunakan sebagai media pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan medan magnetik di kelas XII MIA.

Keywords
alat peraga, gaya Lorentz, model Borg and Gall

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/q4TrEvDM7VpC


Identifikasi Kadar Gula Buah Salak dengan Menggunakan Metode Fractal Lacunarity
Joko Sampurno dan Sabariah

Show More

Corresponding Author
Joko Sampurno

Institutions
Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Tanjungpura, Jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Indonesia 78124

Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang identifikasi kadar gula buah salak (Salacca edulis) berdasarkan tekstur kulitnya dengan menggunakan metode fractal lacunarity. Proses penelitian terdiri atas beberapa tahapan diantaranya: penyiapan sampel, uji kadar gula, pengolahan citra, analisis lacunarity citra dan penentuan korelasi antara kadar gula dan lacunarity. Sampel yang digunakan berupa 30 (tiga puluh) biji buah salak. Kadar gula diukur dengan menggunakan Refractometer Brix, sementara citra digital tekstur diambil dengan menggunakan Kamera DSLR. Pengolahan citra dimulai dengan pemotongan citra (cropping), penentuan nilai ambang (thresholding) dan pengubahan citra RGB menjadi citra biner dengan metode Otsu. Proses selanjutnya adalah penghitungan nilai lacunarity untuk masing-masing sampel dengan menggunakan algoritma Gliding-Box. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai lacunarity tekstur kulit salak dapat digunakan untuk mengidentifikasi kadar gula buah tersebut dan sebuah model matematis telah dibuat untuk menggambarkan hubungan kedua parameter ini.

Keywords
Salak, Kadar Gula Buah, Lacunarity, Algoritma Gliding-Box

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/fAXjy2Fk4Rc8


DETEKTOR KETEBALAN KABUT/ASAP BERBASIS ARDUINO UNO SEBAGAI ANTISIPASI TERJADI KECELAKAAN DI JALAN RAYA
Fatimah, Hardi Hamzah, Lintang Ratri Prastika, Hendro

Show More

Corresponding Author
Lintang Ratri Prastika

Institutions
Departemen Fisika
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia

Abstract
Kabut/asap merupakan salah satu bentuk polusi yang sangat mengganggu aktivitas manusia, terutama kabut/asap yang berada di jalan raya. Kabut/asap tersebut dapat menjadi salah satu senjata alam yang bisa menelan korban jiwa. Hal ini dapat terjadi karena terbatasnya pandangan pengemudi saat melintasi jalan raya yang berkabut sehingga kecelakaan dapat terjadi begitu saja. Salah satu cara untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan tersebut adalah dengan menggunakan detektor ketebalan kabut/asap. Detektor ketebalan kabut/asap tersebut dirancang menggunakan sensor cahaya (LDR) berbasis Arduino. LDR dipasang sejajar dengan LED sebagai sumber cahaya utama pada alat dan dirangkai dalam sebuah kotak hitam untuk menghindari pengaruh cahaya dari luar yang mengenai LDR. Apabila ada kabut/asap yang masuk ke dalam kotak, maka intensitas cahaya LED yang diterima LDR akan berkurang. Data yang ditangkap sensor akan dikirim ke Arduino. Data hasil pengolahan Arduino ditampilkan dalam tiga indikator, yaitu LCD untuk menampilkan kondisi ketebalan asap, LED, dan alarm ketebalan kabut/asap berupa sound menggunakan buzzer. Nilai perubahan tegangan dapat dilihat pada layar serial Arduino. Dari hasil pengukuran diperoleh bahwa apabila tingkat ketebalan kabut/asap bertambah maka tegangan yang terbaca pada serial Arduino akan berkurang. Keadaan tersebut dijadikan dasar untuk membuat range keondisi asap, yaitu tipis, sedang dan pekat.

Keywords
LDR, Arduino, kabut/asap

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/mypteVfFAKvu


Pengaruh Efek Konsentrasi Aktivasi Katalis OH-zeolit pada Produksi Biodiesel dengan Metode Elektrokatalitik
Rizky Ulfa Permata (1), Maulina Hilmiati (2), Noviani Nurma Arif (3), Affifah Elok Fitriati (4), Rudy Syahputra Ph.D (5)

Show More

Corresponding Author
Rizky Ulfa Permata

Institutions
Department of Chemistry Islamic University of Indonesia, Jalan Kaliurang KM 14.5, Yogyakarta 55584, Indonesia
(1) 15612165[at]students.uii.ac.id
(2) 15612153[at]students.uii.ac.id
(3) 15612154[at]students.uii.ac.id
(4) 15612176[at]students.uii.ac.id
(5) rudy.syahputra[at]uii.ac.id

Abstract
Konversi minyak jelantah menjadi biodiesel sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pada penelitian ini dilakukan dengan gabungan proses elektrolisis dan modifikasi katalis basa heterogen zeolit (OH-zeolit). Produksi biodiesel ini memiliki keunggulan, baik dalam hal metode serta katalis yang digunakan. Proses elektroilisis dilakukan pada suhu kamar (25oC) disamping metode elektrolisis juga tidak menghasilkan produk samping yaitu penyabunan. Peluang penggunaan katalis OH-zeolit dapat menghasilkan persen biodiesel yang tinggi, karena zeolit mempunyai pori yang besar untuk digunakan sebagai tempat inti aktif katalis basa. Variable yang dipelajari untuk meentukan kondisi optimum yaitu pengaruh konsentrasi katalis OH-zeolit terhadap berat minyak b/b(2%, 3%, dan 5%, ) dan pengaruh perlakuan katalis yaitu 5% tanpa dicuci dan 5% dicuci 10 kali. Waktu elektrolisis yang digunakan adalah 60 menit dengan voltage 18.2 V. Biodiesel dianalisis dengan Gas Chromatography-mass spectrometry (GC-MS) dengan penyusun utamanya berupa metil linoleat, palmitat dan stearate. Percobaan awal dilakukan dengan menggunakan soybean oil sehingga dihasilkan persen luas area kandungan biodiesel masing-masing berat persen katalis OH-zeolit (2% =0.22%, 5%=18.34%, dan pada 3% tidak didapatkan kandungan biodiesel, 5% tanpa dicuci = 43.99% , 5% dicuci 10kali = 13.12% ). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan kondisi optimum produksi biodiesel dengan penambahan katalis OH-zeolit 5% tanpa dicuci pada waktu elektrolisis 1 jam didapatkan persen area methyl ester sebesar 43.99%.

Keywords
Biodiesel, OH-zeolit, soybean oil, elektrokatalitik

Topic
Energi (ENG)

Link: https://ifory.id/abstract/jR9QMegZPABw


IDENTIFIKASI UPWELLING DI PERAIRAN SELAT MAKSSAR BAGIAN SELATAN MENGGUNAKAN DATA ROMS TAHUN 1995-2014
M. Arief Wibowo(1), Ivonne M. Radjawane(2), and Ibnu Sofian(3)

Show More

Corresponding Author
Muhammad Arief wibowo

Institutions
(1) Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian, ITB, JalanGanesha 10, Bandung 40132, Indonesia
(2) Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian, ITB, JalanGanesha 10, Bandung 40132, Indonesia
(3) Badan Informasi Geospasial, Cibinong, Jawa Barat

Abstract
Upwelling merupakan fenomena naiknya massa air laut ke lapisan permukaan, dari lapisan di bawahnya yang dingin dan kaya unsur hara yang berkontribusi bagi pertumbuhan fitoplankton dan meningkatkan kesuburan perairan. Oleh karena itu upwelling menjadi indikator utama kesuburan suatu perairan dan selalu dikaitkan dengan area ideal penangkapan ikan (fishing ground). Berangkat dari pentingnya informasi upwelling sebagai indikator kesuburan dan konsentrasi ikan di suatu perairan, maka identifikasi upwelling di perairan selatan Selat Makassar sangat diperlukan. Data dua puluh tahun hasil simulasi numerik Selat Makassar dan perairan sekitarnya digunakan untuk menggambarkan karakteristik musiman dan mengidentifikasi upwelling di wilayah penelitian. Simulasi baroklinik 3D mengunakan ROMS Rutgers (Regional Ocean Model System) telah disimulasikan dari tahun 1995 sampai 2014 (Sofian, 2015). Hasil analisa klimatologi menunjukkan adanya upwelling yang dapat diidentifikasi dari penurunan SST sebesar � 2�C dan peningkatan salinitas sebesar � 0.5 Psu dibandingkan seluruh wilayah sekitarnya. Upwelling dimulai pada bulan Juni, mencapai maksimum pada bulan Agustus dan menghilang pada bulan September mengikuti distribusi angin timur selama moonsun tenggara aktif. Angin monsun tenggara menggerakkan sistem arus dari Laut Flores yang bertemu dengan sistem arus dari utara Selat Makassar. Pertemuan kedua sistem arus ini juga membentuk suatu sistem vortisitas yang menyebabkan efek pembelokkan arah arus ke selatan menuju Selat Sape. Kondisi ini menyebabkan pembentukkan transpor Ekman oleh angin monsun tenggara menjadi lebih efektif yang menjadi pembangkit utama upwelling.

Keywords
transpor Ekman, SST, Salinitas Permukaan, Upwelling, Selat Makassar

Topic
Kebumian

Link: https://ifory.id/abstract/CFgkvrJM6GLh


Pengembangan metoda dan alat pembaca prasasti menggunakan prinsip pemantulan cahaya
(1) Asril Pramutadi, (2)Ninie Susanti, (2)Andriyati Rahayu, (3)Aidynal Mustari

Show More

Corresponding Author
Asril Mustari

Institutions
(1) Institut teknologi bandung
(2) Universitas Indonesia
(3) Universitas Tadulako

Abstract
Mengerti sejarah merupakan pondasi utama ayng menguatkan suatu negara. Sejarah dapat memberikan nilai atau norma yang dapat dijadikan pedoman bagi kehidupan sehari-hari. Salah satu sumber sejarah adalah prasasti. Prasasti merupakan data penting untuk membangun kembali kehidupan masa lalu terutama kehidupan masyarakat. Masalah utama dari pembacaan prasasti adalah kondisi prasasti yang rusak sehingga sulit untuk mengidentifikasi aksara yang terdapat pada prasasti. Kerusakan dapat berupa tumbuhnya lumut, erosi sehingga tulisan terlihat samar, karatan yang menyebabkan warna tulisan tidak lagi jelas, dll. Untuk menyelesaikan masalah ini, maka dikembangkan alat yang untuk membaca prasasti-prasasti tersebut dengan bantuan prinsip fisika yaitu pemantulan cahaya. Data kemudian direkam dengan kamera yang kemudian diolah dengan image processing software.

Keywords
prasasti, prinsip pemantulan cahaya, image processing

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/XUgMPWfK4BjL


Simulasi Ketidakstabilan Rayleigh-Taylor dengan Menggunakan Finite Volume Particle (FVP) Method
Nur Asiah Aprianti, Sparisoma Viridi, Zaki Su�ud, dan Koji Morita

Show More

Corresponding Author
Nur Asiah Aprianti

Institutions
Fisika, ITB

Abstract
Fenomena ketidakstabilan Rayleigh-Taylor banyak ditemui dalam dunia sains baik itu dalam skala kecil (udang penggertak) maupun skala besar (gas antarbintang). Ketidakstabilan Rayleigh-Taylor ini merupakan interpenetrasi material yang terjadi ketika suatu fluida berada di atas fluida lain yang massa jenisnya lebih kecil. Kondisi tersebut menyebabkan fluida yang semula berada di atas secara kontinyu menerobos ke bawah dan kekosongan yang terjadi diisi oleh fluida yang semula berada di bawah sehingga terlihat seperti gelembung fluida. Dalam bidang komputasi fluida dinamis, fenomena ini merupakan salah satu benchmark yang digunakan untuk menguji kinerja buoyancy force pada sebuah metode numerik. Pada metode partikel khususnya, ketidakstabilan Rayleigh-Taylor telah berhasil disimulasikan metode Moving Particle Semi-Implisit (MPS). Serupa dengan MPS, pada pembelajaran kali ini, ketidakstabilan Rayleigh-Taylor antara silicon oil dan air yang dipicu oleh buoyancy force disimulasikan dengan menggunakan metode finite volume particle (FVP). Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa bentuk dari gelembung fluida yang dihasilkan dalam kalkulasi sesuai dengan hasil yang teramati pada percobaan dan metode MPS.

Keywords
Metode partikel, Finite Volume Particle (FVP) method, Ketidakstabilan Rayleigh Taylor

Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)

Link: https://ifory.id/abstract/fnK6MqGWvkU3


Konsep dan prinsip fisika proses pemboran MIGAS
Ivan Rizo Putra (a*), Lilik Hendra jaya (b)

Show More

Corresponding Author
Ivan rizo Putra

Institutions
(a) Institut Teknologi Bandung. Jalan Ganesha 10 Bandung 40132. Indonesia
*ivanrizo50[at]yahoo.com
(b)fisika kebumian dan sistem kompleks, Institut Teknologi Bandung. Jalan Ganesha 10 Bandung 40132. Indonesia

Abstract
Operasi pemboran merupakan suatu kegiatan yang terdiri dari beberapa tahapan kegiatan, sebelum operasi pemboran dapat dilaksanakan, pertama-tama yang perlu dilakukan adalah apa yang disebut dengan tahap persiapan. Tahap persiapan inipun terdiri dari beberapa tahapan mulai dari persiapan tempat, pengiriman peralatan pada lokasi, penunjukan pekerja, sampai pada persiapan akhir. Pada operasi pemboran ini peralatan yang dipakai terbagi menjadi beberapa sistem. Pembagian sistem-sistem yang umum dilakukan dalam industri perminyakan adalah sebagai berikut: Sistem pengangkat (Hoisting System), sistem pemutar (Rotating System), sistem sirkulasi (Circulation System), sistem daya (Power System), Sistem pencegah sembur liar (BOP System).

Keywords
Hosting System,Rotating System,Circulation System,Powerpoint System,BOP System

Topic
Kebumian (EPS)

Link: https://ifory.id/abstract/j4CkuxURJ7HB


ANALISIS REGRESI LOGISTIK BINER DALAM IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT X DI YOGYAKARTA
Miranti Cahya Ningsih (*a), Akhmad Fauzy (b)

Show More

Corresponding Author
Miranti Cahya N

Institutions
(a) Mahasiswa Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia
(b) Dosen Statistika, Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia

Abstract
Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit degenerative yang banyak dipengaruhi oleh gaya hidup suatu masyarakat. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang berbahaya dimana penyakitnya disebabkan oleh beberapa factor, salah satunya yaitu faktor usia, jenis kelamin, diabetes mellitus, riwayat hipertensi, hipertensi dan obesitas. Oleh karena itu penelitian tugas akhir ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyakit jantung koroner dengan menggunakan metode Regresi Logistik Biner dengan model. Data yang digunakan adalah data sekunder dari rekam medis pasien dengan penyakit jantung di rumah sakit X di Yogyakarta. Dari hasil analisis Regresi Logistik diketahui bahwa variable usia, jenis kelamin, hipertensi, obesitas, dan merokok tidak berpengaruh kepada penyakit jantung koroner (PJK). Untuk variable yang berpengaruh yaitu diabetes mellitus dan riwayat hipertensi dimana masing-masing memiliki nilai odds ratio sebesar 4.532 dan 3.180.

Keywords
Penyakit Dalam, Jantung Koroner, Regresi

Topic
Komputasi dan Pemodelan

Link: https://ifory.id/abstract/Gyxkn2W6rwvg


Catatan singkat pengolahan data metode potensial diri menggunakan informasi resistivitas yang tepat
Harry Mahardika & Wahyu Srigutommo

Show More

Corresponding Author
Harry Mahardika

Institutions
KK Fisika Bumi dan Sistem Kompleks
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Metode potensial diri merupakan cara pengukuran tanggapan listrik alamiah bumi yang berasal dari proses-proses di dalam tanah. Kuat lemahnya sinyal listrik saat pengukuran bergantung pada susunan tahanan jenis bawah permukaan. Namun, dengan alasan kepraktisan informasi tahanan jenis bawah permukaan seringkali dianggap seragam atau sederhana dalam pengolahan data potensial diri. Pada catatan singkat ini akan dijelaskan bahwa penggunaan informasi tahanan jenis yang salah akan menghasilkan penafsiran data potensial diri yang tidak tepat. Padahal informasi rapat arus listrik yang dihadilkan dari data potensial diri ini akan digunakan untuk mengetahui arah aliran air tanah, penyebaranan zat polutan, maupun pertukaran ion akibat oksidasi logam. Rapat arus listrik akibat proses fisis di bawah permukaan berinteraksi dengan susunan tahanan jenis yang kompleks, sehingga penggunaan informasi tahanan jenis yang homogen akan menghasilkan ketidak-cocokan data dan model pada saat pengolahan data tersebut. Melalui catatan ini kami akan menegaskan pentingnya melakukan pengukuran potensial diri dan tahanan jenis dua dimensi bersama-sama, untuk mendapatkan besar dan orientasi rapat arus listrik secara kuantitatif.

Keywords
metode potensial diri, sebaran tahanan jenis, pengolahan data, inversi

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/NBPgpTzXaYcR


OPTIMASI EKSTRAKSI FLAVONOID DARI BATANG POHON PISANG AMBON (Musa paradisiaca var. sapientum) METODE SOXHLETASI DENGAN BERBAGAI JENIS PELARUT
Riyani, A.,a Adawiah, R.b

Show More

Corresponding Author
Ani Riyani

Institutions
aPoltekkes Kemenkes Bandung, Jl. Babakan Loa 01/06, bStaba Bandung, jl. Padasuka Bandung.

Abstract
Untuk melakukan ekstraksi flavonoid dalam suatu bahan simplisia dapat digunakan berbagai metode dan berbagai jenis pelarut agar didapat ekstrak yang optimal. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi flavonoid dari batang pohon pisang ambon (Musa paradisiaca var sapientum) dengan metode soxhletasi menggunakan pelarut akuades, metanol, etanol, dan etil asetat. Ekstrak yang didapat dihitung rendemennya, diamati warnanya, diuji adanya flavonoid, dan ditetapkan kadar flavonoid dalam ekstrak yang didapat. Hasil dari penelitian ini didapat jumlah rendemen ekstraks dengan pelarut akuades 11,51%, pelarut metanol 9,01%, pelarut etanol 9,03%, dan pelarut etil asetat 1,08%. Hasil uji fitokimia flavonoid dari ekstrak batang pohon pisang metode soxhletasi menunjukkan hasil positif flavonoid pada ekstrak metanol, ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat, sedangkan pada ekstraks akuadest flavonoid negatif. Penetapan kadar flavonoid secara spektrofotometri menggunakan standar kuersetin, didapat kadar rata-rata flavonoid dari ekstrak akuades 2,6633 mg/L, ekstraks metanol 8,4301 mg/L, ekstraks etanol 7,7842 mg/L, dan ekstraks etil asetat 5,3754 mg/L. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstraksi flavonoid metode soxhletasi dari batang pohon pisang ambon (Musa paradisiaca var sapientum) optimal menggunakan pelarut metanol dengan kadar flavonoid 8,4301 mg/L.

Keywords
batang pohon pisang, soxhletasi, flavonoid, jenis pelarut

Topic
Lain-lain (ETC)

Link: https://ifory.id/abstract/mdPpEfAeJcUZ


Penerapan Algoritma Dijkstra pada Kasus Distribusi Pasarantar
Muhammad Yangki Sulaeman, Acep Purqon

Show More

Corresponding Author
Muhammad Yangki Sulaeman

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
PasarAntar merupakan layanan e-Commerce kebutuhan dapur di Kota Bandung. PasarAntar mempunyai armada antar untuk mendistribusikan pesanan para pelanggannya dan rata-rata terdapat 3 pelanggan tiap harinya dengan maksimum 20 pelanggan pada hari tertentu. Algoritma Dijkstra merupakan algoritma yang digunakan untuk menentukan jarak terpendek dari satu titik ke titik lain sehingga algoritma tersebut dapat digunakan untuk menentukan jumlah armada yang digunakan oleh PasarAntar untuk mengirimkan pesanan ke pelanggan dengan batasan yang diberikan adalah berat pesanan dan waktu antar. Dilakukan percobaan dengan jumlah pelanggan (n) sebesar, n = 2 hingga n = 20 dengan muatan maksimal sebesar 12 kg (tidak memperdulikan volume) dan waktu tempuh maksimal armada adalah dua jam.

Keywords
algoritma dijkstra, e-commerce, pasarantar

Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)

Link: https://ifory.id/abstract/CceKwWY2qjHQ


Identifikasi Miskonsepsi Astronomi dengan Gaya Soal yang Berbeda Menggunakan Metode CRI (Certainty of Response Index)
Novia Ekawanti (a*), Fera Gustina Purwati (b), Premana W. Premadi (c)

Show More

Corresponding Author
Novia Ekawanti

Institutions
a) Pascasarjana Astronomi, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*noviafis8[at]gmail.com

b) Pascasarjana Astronomi, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia

Abstract
Ilmu astronomi sebenarnya selalu ada dalam kehidupan sehari- hari. Namun, di negara kita masih jarang disentuh. Bahkan di sekolah- sekolah, belum banyak diperkenalkan secara luas dan mendalam kepada siswa- siswinya. Dari hasil penelitian sebelumnya, ternyata masih banyak terjadi kesalahpahaman konsep (miskonsepsi) pada siswa- siswi mengenai ilmu astronomi ini. Penelitian ini mendeteksi seberapa besar miskonsepsi astronomi yang masih terjadi pada siswa- siswi SMP dan SMA. Peneliti membuat 20 pertanyaan yang mengacu pada materi kurikulum 2006. Dengan pertimbangan, masih banyaknya sekolah yang menggunakan kurikulum tersebut. Soal- soal yang diberikan, mencakup 10 konsep astronomi yang dibuat dalam 2 gaya soal berbeda. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi apakah siswa tersebut benar- benar paham dengan konsep astronomi yang telah diberikan ataukah tidak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode CRI (Certainty of Response Index) dengan tipe soal pilihan ganda. Penelitian ini memiliki topik yang relevan dengan area bidang pembelajaran (EDU). Dari sini kita dapat mengidentifikasi siswa yang mengalami miskonsepsi dan memilahnya dari siswa yang tidak tahu konsep dengan yang benar- benar mengetahui konsep secara lebih efektif. Manfaat dari penelitian ini yaitu dapat menjadi bahan refleksi guru dalam memperbaiki pembelajaran astronomi selanjutnya dan sebagai acuan dalam mendeteksi miskonsepsi siswa di berbagai bidang ilmu.

Keywords
miskonsepsi astronomi, gaya soal berbeda, CRI (Certainty of Response Index)

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/TRcNHmEDr6aw


Mengapa definisi satuan arus listrik dikaitkan dengan gaya dua ratus nanonewton? � Interaksi ilmu dan industri dalam menetapkan satuan ampere
Aloysius Rusli

Show More

Corresponding Author
ALOYSIUS RUSLI

Institutions
Jurusan Fisika, FTIS, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Abstract
Melanjutkan laporan sebelumnya tentang asal usul pendefinisian tetapan magnetik ataupun permeabilitas vakum μ0, dilaporkan hasil penelusuran asal usul bilangan 200 nanonewton yang dipilih pada definisi satuan ampere dalam Sistem Internasional. Ternyata definisi itu berawal dari satuan arus listrik dalam sistem satuan CGS elektromagnetik, yang memilih cara mekanika dengan pengukuran gaya antara dua arus listrik sejajar sebagai cara termudah menetapkan satuan untuk arus listrik. Ketika kemudian tegangan listrik suatu sel listrik dipilih sebagai ukuran bagi satuan volt, disimpulkan bahwa satuan yang lebih sesuai dengan kemampuan industri, yang mengait pada daya yang diperlukan untuk pemanasan air, adalah satuan yang 10 kali lebih kecil, yang lalu disebut sebagai satuan ampere. Pertimbangan-pertimbangan ini dapat digunakan di pembelajaran fisika, untuk menunjukkan bahwa upaya mengembangkan ilmu dan industri, telah saling berpengaruh sejak abad ke 19 dalam mencapai kesepakatan yang optimal.

Keywords
Sistem Internasional, satuan ampere, interaksi ilmu-industri

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/E3CLbxJqMgft


MODIFIKASI DAN ANALISIS KUALITAS BAHAN KONTROL DARI TIGA JENIS EMPEDU UNTUK PEMERIKSAAN BILIRUBIN KUALITATIF (METODE HORRISON) DAN KADAR BILIRUBIN TOTAL (METODE DMSO)
Riyani, A., Nurhayati, B., Rinaldi, SF.*

Show More

Corresponding Author
Ani Riyani

Institutions
Poltekkes Kemenkes Bandung, Jl. Babakan Loa 01/06, Bandung

Abstract
Dalam melakukan pengajaran praktikum Kimia Klinik di Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Bandung untuk bahan pemeriksan atau sampel yang memerlukan serum ikterik atau bahan yang mengandung bilirubin, kalau sampel tersebut berasal dari pasien yang terkena hepatitis tentunya akan sangat berbahaya. Bahan kontrol yang tersedia di pasaran pun cukup mahal, sehingga dibuatlah modifikasi sampel dan bahan kontrol dari 3 jenis empedu, yaitu empedu ikan lele, ayam dan empedu sapi. Pemilihan bahan empedu didasarkan pada kemudahan bahan tersebut didapat dan juga kandungan bilirubinnya. Untuk pembuatan sampel modifikasi urine, empedu tersebut ditambahkan pada urine kemudian diperiksa adanya kandungan bilirubin dalam sampel. Untuk pembuatan sampel modifikasi serum, pada serum ditambahkan empedu dengan kandungan biirubin sekitar 1; 3; dan 5 mg/dL, ditambahkan juga Natrium azida sebagai pengawet, kadar bilirubin total dan stabilitasnya diperiksa selama 3 hari berturut-turut, Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis empedu dapat digunakan untuk pemeriksaan bilirubin secara kualitatif metode Horrison dan metode carik celup, sehingga bahan ini dapat digunakan untuk modifikasi sampel urine. Secara kuantitatif bilirubin dari bahan empedu ini dapat ditetapkan kadarnya dengan metode DMSO dimana kadar bilirubin total pada sampel modifikasi empedu ikan lele (1,39�0,07, CV 5,36%; 2,98�0,16, CV 5,35%; 7,05�0,28, CV 3,91%), kadar bilirubin total pada sampel modifikasi empedu sapi (1,53�0,04, CV 2,73%; 3,08�0,15, CV 4,91%; 4,38�0,26, CV 5,87%), sedangkan kadar bilirubin total pada sampel modifikasi empedu ayam (3,97�0,25, CV 6,43%; 4,59�0,21, CV 4,55%; 5,57�0,13, CV 2,35%). Stabilitas dari ketiga sampel berbeda, sampel modifikasi empedu sapi lebih stabil pada penyimpanan selama 3 hari. Disarankan dilakukan penelitian lanjut dengan mencari pengawet yang cocok dan dilakukan liofilisasi dari serum modifikasi tersebut sehingga diharapkan lebih stabil.

Keywords
sampel modifikasi, bilirubin, empedu, Horrison, carik celup, DMSO.

Topic
Inovasi (INV)

Link: https://ifory.id/abstract/RMrHpVdwJ6At


Pengaruh Variasi Massa SiC Terhadap Laju Korosi Komposit Matriks Logam Al-Cu-Mg/SiC
Taupan Syahbana (a*), Anggara Budi Susila (a), Erfan Handoko (a)

Show More

Corresponding Author
Taupan Syahbana Wijaya

Institutions
(a) Prodi Fisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Material,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta,
Jl. Rawamangun Muka Jakarta, Indonesia, 13220
*taupan_syahbana[at]yahoo.com

Abstract
Pembuatan material komposit Al-Cu-Mg dengan filler SiC telah berhasil dibuat menggunakan metode stir casting dengan peleburan pada temperatur 900oC. Variasi massa SiC yang digunakan ialah 3,4wt% ; 3,7wt% dan 4wt%. Pemanasan awal diberikan pada SiC dengan temperatur 900oC selama 20 menit. Matriks kemudian dicampur dengan filler hasil pemanasan awal dan diaduk dengan kecepatan 250rpm. komposit tersebut diberi perlakuan annealing pada 450oC selama 2 jam lalu didinginkan pada temperatur kamar, kemudian diberi perlakuan ageing pada 160oC selama 16 jam. Pengamatan dilakukan untuk melihat pengaruh variasi massa SiC terhadap laju korosi komposit Al-Cu-Mg/SiC. Didapatkan hasil laju korosi semakin rendah dengan meningkatnya massa SiC.

Keywords
komposit Al-Cu-Mg/SiC; stir casting; annealing; ageing; laju korosi

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/YBMnF7t4yhar


DESAIN DIDAKTIS PADA KONSEP KOMPONEN VEKTOR BERDASARKAN HAMBATAN BELAJAR PADA SISWA SMA
Putri Rani Lestari, Heni Rusnayati, Agus Fany Chandra Wijaya

Show More

Corresponding Author
Putri Rani Lestari

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Pembelajaran yang dilakukan guru akan memunculkan suatu respon yang memungkinkan munculnya hambatan belajar jika respon tersebut tidak ditangani dengan baik. Hambatan tersebut dapat diakibatkan oleh ketidaksesuaian tingkat kemampuan anak (hambatan ontogeni), keterbatasan konteks dalam memahami sebuah konsep (hambatan epistemologis), atau hambatan yang diakibatkan oleh penyampaian materi oleh guru saat pembelajaran (hambatan didaktis). Untuk mengantisipasi munculnya hambatan tersebut, guru perlu mempertimbangkan interaksi antara guru, siswa, materi yang nantinya dapat menghasilkan suatu rangkaian situasi didaktis (desain didaktis) yang membuat proses belajar dalam diri siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu desain didaktis berdasarkan hambatan epistemologis, yang dilihat dari TKR, dan hambatan didaktis, yang dilihat dari proses pembelajaran, pada konsep komponen vektor. Desain penelitian yang digunakan adalah Didactical Design Research dengan metode kualitatif deskriptif. Desain didaktis yang dibuat, diimplementasikan di tiga kelas berbeda di satu sekolah yang sama. Dari penelitian ini diidentifikasi hambatan yang dialami siswa saat mempelajari komponen vektor adalah sulit menggambarkan penguraian vektor di koordinat cartesius dan sulit untuk menentukan besar dari komponen vektor. Persentase awal jumlah siswa yang sulit menggambarkan penguraian vektor di koordinat cartesius berkisar 69,79 % dan jumlah siswa yang kesulitan dalam menentukan besar dari komponen vektor sekitar 71,43 %. Secara singkat, desain didaktis untuk konsep ini dimulai dengan siswa yang harus terlebih dahulu menguasai cara menggambarkan vektor di koordinat Cartesius, kemudian siswa diajarkan langkah untuk menggambarkan komponen vektor dengan menggunakan media untuk penggambaran komponen vektor, setelah itu barulah siswa diperkenalkan dengan aturan trigonometri pada segitiga yang nantinya dihubungkan dengan penentuan besar komponen vektor.

Keywords
desain didaktis, hambatan belajar, komponen vektor

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/AFMcK2aUBpGR


Studi Awal Efek Pemanasan Microwave Terhadap Gugus Fungsi dan Sifat Listrik Reduced Graphene Oxide
Utiya Hikmah1, Miftahul Husnah1,Oktaviardi Bityasmawan Abdillah1, Akfiny H. Aimon1 dan Ferry Iskandar1,2

Show More

Corresponding Author
Utiya Hikmah

Institutions
1Laboratorium Material Energi dan Lingkungan,
Kelompok Keahlian Fisika Material Elektronik,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

2Research Center for Nanoscience and Nanotechnology
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

Abstract
Pada penelitian ini reduced graphene oxide telah berhasil disintesis menggunakan metode Hummer yang telah dimodifikasi dengan bantuan microwave. Karakterisasi yang digunakan pada penelitian ini adalah Fourier Tansform Infrared Spectroscopy (FT-IR), Scanning Electron Microscope (SEM), dan 4 point probe. Dari hasil FT-IR menunjukkan rGO telah berhasil disintesis. Berdasarkan pengukuran 4 Point Probe reduced graphene oxide yang terbentuk memiliki nilai konduktivitas listrik sebesar 6,9 S/cm.

Keywords
Kata-kata kunci: Grafena, Konduktivitas Listrik, Reduced Graphene Oxide

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/DtpYxKPXBGgC


Mesin Panas Magnetik: Studi Pendahuluan
Dinar Maftukh Fajar, Siti Nurul Khotimah

Show More

Corresponding Author
Dinar Maftukh Fajar

Institutions
ITB

Abstract
Secara teori, sebuah mesin panas yang bekerja mengaplikasikan siklus Carnot dapat diciptakan dengan memanfaatkan perubahan koordinat termodinamika yang analog dengan sistem hidrostatik. Salah satunya adalah sistem bahan paramagnetik. Hal ini telah dilakukan percobaan pengujian memagnetisasi logam alumunium (Al) di dalam suatu solenoida berarus searah dan dipanaskan (dibakar) mencapai suhu sekitar 300oC. Namun hasil yang diperoleh adalah tidak teramatinya perubahan medan magnet total pada alumunium. Dengan demikian, mesin panas dengan bahan alumunium tidak dapat diciptakan. Hal ini diprediksi karena alumunium merupakan bahan paramagnetik Pauli yang magnetisasinya tidak berubah terhadap suhu seperti bahan paramagnetik yang mematuhi hukum Curie. Percobaan yang sama dilakukan dengan bahan nikrom (NiCr) dan besi (Fe). Hasil yang diperoleh adalah teramatinya perubahan magnetisasi nikrom pada suhu sekitar 300oC dan besi pada suhu sekitar 800oC, atau yang disebut suhu Curie dimana sifat feromagnetiknya berubah menjadi paramagnetik. Pada bagian akhir, berhasil didemonstrasikan secara sederhana mesin panas magnetik menggunakan bahan nikrom dan besi.

Keywords
mesin Carnot, bahan magnetik, suhu Curie

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/2N9vMRkBDbjn


Pengembangan Media E-Learning dengan Model Pembelajaran Penemuan Pada Pokok Bahasan Dinamika Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar Untuk SMA
Purhantini Sayekti (a*), Vina Serevina (b), Siswoyo (b)

Show More

Corresponding Author
Purhantini Sayekti

Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta,
Gd. Dewi Sartika Lt.6 Kampus A UNJ, Jl. Rawamangun Muka, Jakarta 13220

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media e-learning dengan menggunakan model pembelajaran penemuan pada pokok bahasan dinamika rotasi dan kesetimbangan benda tegar untuk SMA. E-learning merupakan media pembelajaran yang digunakan oleh guru dan siswa sebagai media penunjang dalam belajar yang digunakan kapanpun dan dimanapun. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian pengembangan (research and development) dengan pendekatan model ADDIE yang memiliki lima langkah pengembangan yang sangat efektif untuk digunakan. Langkah-langkah tersebut yaitu analisis, desain, pengembangan produk, implementasi, dan evaluasi produk. Media e-learning yang dihasilkan yaitu dilengkapi dengan beberapa fitur pembelajaran seperti quiz, latihan soal, rapor, chat dan forum. Selain itu, dengan adanya model pembelajaran penemuan yang diterapkan dalam e-learning ini maka siswa diarahkan untuk menemukan sendiri pembelajaran yang sedang dipelajari dengan bantuan guru sebagai fasilitator baik di kelas maupun di luar kelas, karena guru dapat mengecek aktivitas siswa dan dapat melakukan konsultasi melalui fitur chat ataupun forum yang tersedia.

Keywords
E-learning, Model Pembelajaran Penemuan, Fisika, Dinamika Rotasi

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/UKhDCYbQmfuB


DESAIN DIDAKTIS KONSEP JARAK DAN PERPINDAHAN PADA GERAK LURUS BERATURAN BERDASARKAN HAMBATAN BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
Saeful Bahri, Heni Rusnayati, Harun Imansyah

Show More

Corresponding Author
Saeful Bahri

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Pembelajaran membutuhkan perencanaan yang memperhatikan respon dari siswa. Pada praktiknya, banyak respon yang bermunculan di kelas yang bahkan tidak ada dalam rencana pembelajaran. Respon siswa dalam pembelajaran ini akan menimbulkan hambatan untuk memahami konsep tertentu. Oleh karena itu, guru harus dapat membuat suatu desain didaktis yang dibuat berdasrkan hambatan sehingga dapat mengantisipasi respon siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat suatu desain didaktis berdasarkan hambatan epistimologis (keterbatasan konteks) dan hambatan didaktis (cara penyampaian) pada salah satu konsep pada materi GLB yaitu konsep jarak dan perpindahan sehingga dapat mengantisipasi hambatan yang muncul. Desain didaktis ini diimplementasikan pada tiga kelas yang memiliki kemampuan yang sama. Desain penelitian yang digunakan adalah Didactical Design Research dengan metode Kualitatif Deskriptif. Hambatan yang muncul pada siswa didominasi oleh hambatan dalam menentukan arah perpindahan yang mempengaruhi konsep jarak dan perpindahan pada materi GLB. Hambatan awal pada konsep jarak dan perpindahan secara garis besar adalah 18,42% untuk notasi arah dan 23,68% tercermin pada grafik kecepatan terhadap waktu v(t) pada GLB. Desain didaktis pada konsep jarak dan perpindahan yang dibuat menekankan guru untuk menciptakan interaksi luas di kelas dengan menggunakan teknik scaffolding dan Teori Kontruktivisme Sosial milik Vygotsky untuk menggali pemahaman siswa pada konsep tersebut.

Keywords
Desain Didaktis, Hambatan Belajar, Jarak dan Perpindahan, GLB, Scaffolding

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/jL8Q7hfbvwDE


Coretan Pensil sebagai pengganti kabel pada Percobaan Rangkaian Listrik Sederhana
Komang Gde Suastika, Yunus Pebriyanto, Made Dirgantara

Show More

Corresponding Author
Yunus Pebriyanto

Institutions
Universitas Palangka Raya

Institut Pertanian Bogor

Institut Pertanian Bogor

Abstract
Pensil selama ini dikenal sebagai alat tulis yang digunakan baik di dunia sekolah hingga di dunia perkantoran, dari kegiatan menulis, mencoret-coret hingga membuat sebuat sirkuit listrik sederhana seperti yang telah dilakukan pada penelitian ini. Sebuah percobaan telah dilakukan dengan menggunakan pensil, baterai, lampu led, dan kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pensil mana yang baik dalam menghantarkan arus listrik, sehingga nantinya lebih maksimal digunakan dalam melakukan percobaan sederhana untuk membuat rangkaian listrik sederhana. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat digunakan dalam menunjang proses pembelajaran terutama pelajaran fisika baik di sekolah dasar maupun di sekolah menengah.

Keywords
pensil, penghantar listrik, rangkaian listrik sederhana

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/6RhKB4cabpkt


Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah
Indra Kusuma Wardani, S.Si., M.Pd.

Show More

Corresponding Author
INDRA KUSUMA WARDANI

Institutions
Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Abstract
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Perangkat pembelajaran dikembangkan menggunakan model 4D dengan desain penelitian one group pre-test post-test design yang diimplementasikan pada tiga kelas replikasi di FMIPA Unipdu Jombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran memenuhi kriteria validitas, kepraktisan dan ke-efektifan. Hal ini didasarkan pada tingkat reliabilitas dari setiap kriteria yang menunjukkan persentase lebih dari 80%. Keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah pada setiap kelas replikasi menunjukkan peningkatan n-gain lebih dari 0,3. Nilai n-gain berkriteria tinggi ditunjukkan oleh indikator analisis, perumusan variabel percobaan, identifikasi strategi dan evaluasi solusi. Pada penelitian ini aktivitas mahasiswa dominan pada kegiatan pembelajaran untuk mengerjakan LKM dan melakukan percobaan ilmiah. Berdasarkan temuan-temuan yang didapatkan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.

Keywords
Model pembelajaran inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/tGF39ATaLxBK


PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E - HANDOUT FISIKA BERBASIS ANDROID DILENGKAPI AUDIO VISUAL UNTUK SISWA SMA KELAS XI SEMESTER I
I Made Astra, Dwi Susanti, Andi Novriansyah

Show More

Corresponding Author
Andi Novriansyah

Institutions
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

Abstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan produk bahan ajar E - Handout fisika berbasis android dilengkapi audio visual untuk siswa SMA kelas XI semester I. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengembangan Media Jurusan Fisika Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Dick & Carey yang dimodifikasi oleh Atwi Suparman menjadi Model Pengembangan Instruksional (MPI). Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah: 1) analisis kebutuhan peserta didik serta kajian pustaka dari jurnal dan penelitian relevan, 2) membuat desain dan isi handout), 3) membuat dan menyusun E - Handout menggunakan aplikasi Android studio, serta uji kelayakan produk oleh ahli materi, ahli media, dan ahli pembelajaran, 4) Uji coba produk E - Handout secara terbatas, 5) Evaluasi dan Revisi produk. Penelitian ini menghasilkan produk bahan ajar E - Handout fisika berbasis android dilengkapi audio visual untuk siswa SMA kelas XI semester I.

Keywords
E - Handout, android, audio visual

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/RxtUwqc73Lhd


Page 513 (data 15361 to 15390 of 15932) | Displayed in 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats