Page 8 (data 211 to 240 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Nyoman Muliana
Institutions
Universitas Warmadewa
Abstract
PERANAN BAHASA INGGRIS KOMUNIKATIF DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN ANGGOTA KEPOLISIAN SEKTOR DENPASAR SELATAN oleh : I Nyoman Muliana I Made Astu Mahayana Fakultas Sastra Abstract The theme of this article is the role of communicative English in improving services by the police of Kepolisian Sektor Denpasar Selatan. It is based on the social program conducted at the office of the sector police. The office is located at Sanur so that the duty of the police is automatically at the tourist area as one of the main tourist destinations both for domestic and foreign tourists. The problem faced by the police is that they are still unable to speak English that influences their services in giving information or in explaining something to foreign people. The problem of the police was overcome by giving them a training of communicative English with methods of pair work and conversation. The training can give them good impacts in the form improving their vocabularies, communication ability, and grammar mastery. Keywords : communicative English, training, Kepolisian Sektor Denpasar Selatan Abstrak Makalah ini bertemakan peranan bahasa Inggris komunikatif dalam meningkatkan pelayanan anggota Kepolisian Sektor Denpasar Selatan. Tema tersebut diperoleh pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilakukan di Kantor Kepolisian Sektor Denpasar Selatan. Kantor tersebut terletak di kawasan wisata Sanur sehingga secara otomatis wilayah tugasnya meliputi daerah Sanur itu sendiri yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama wisatawan dosemstik dan asing. Permasalahan yang dihadapi oleh anggota Kepolisian Sektor Denpasar Selatan sebagai mitra PKM ini adalah sangat terbatasnya kemampuan mereka berkuminikasi dalam bahasa Inggris, seperti mengajukan pertanyaan dan memberikan penjelasan ketika memberikan pelayanan kepada orang asing. Permasalahan mitra tersebut diatasi dengan memberikan pelatihan bahasa Inggris komunikatif dengan metode ceramah, pair work, dan conversation. Pelatihan bahasa Inggris komunikatif tersebut dapat memberi dampak terhadap penguasaan kosakata, kkemampuan komunikasi, dan penguasaan tata bahasa (grammar) oleh para peserta pelatihan. Kata kunci : bahasa Inggris komunikatif, pelatihan, Kepolisian Sektor Denpasar Selatan
Keywords
communicative English, training, Kepolisian Sektor Denpasar Selatan
Topic
Ekowisata
Corresponding Author
Made Anggriyani
Institutions
Universitas Warmadewa
Abstract
PENINGKATAN KEMAMPUAN TATA KELOLA DAN BAHASA INGGRIS PENGELOLA OBYEK WISATA SANGEH, DESA SANGEH, KECAMATAN ABIANSEMAL, BADUNG oleh : Ni Made Anggriyani Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik I Nyoman Muliana Fakultas Sastra Abstract This article is written based on a social program conducted at Obyek Wisata Sangeh, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. The tourist object has a small forest that is inhabited by monkeys. The program is based the facts that the management of the object has limitations in governance and in English. The problems were then overcome in some methods. The problem of the governance was overcome by a method of socialization and discussion. Then, the problem of English was overcome by giving trainings with a method of pair work to improve their ability in using the functions of English. The result of the social program shows that now the management of Obyek Wisata Sangeh can practice better management and they can practice functions of English in serving their foreign guests. Keywords : Obyek Wisata Sangeh, governance, functions of English Abstrak Makalah ini didasarkan pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang mengambil tema pemberdayaan pengelola Obyek Wisata Sangeh, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Obyek wisata ini memiliki sebuah hutan yang dihuni oleh binatang kera. Latar belakang kegiatan tersebut adalah keterbatasan para pengelola sebagai mitra PKM ini dalam melakukan pengelolaan Obyek Wisata Sangeh. Observasi awal kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat dua hal permasalahan mendasar yang dijumpai pada pengelolaan Obyek Wisata Sangeh, yakni tata kelola dan bahasa Inggris mereka. Tata kelola merupakan aspek penting karena Obyek Wisata Sangeh sudah dapat dikategorikan sebagai sebuah lembaga yang cukup besar dengan bidang kerja yang cukup beragam, seperti penjualan tiket masuk, penanganan kera, dan pemandu wisatawan. Permasalahan tata kelola di Obyek Wisata Sangeh dalam PKM ini diatasi dengan kegiatan ceramah dan diskusi tentang tata kelola organisasi untuk memantapkan tugas dan fungsi masing-masing bagian. Permasalahan bahasa Inggris para pengelola Obyek Wisata Sangeh tampak pada kemampuan mereka dalam menggunakan fungsi-fungsi bahasa Inggris ketika mereka melayani wisawatan asing. Permasalahan kemampuan bahasa Inggris ini diatasi dengan pelatihan bahasa Inggris komunikatif dengan metode pair work. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa para pengelola kini memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi mereka dan berkomunikasi dengan wisatwan asing dengan menerapkan fungsi-fungsi bahasa Inggris dengan baik. Kata kunci : PKM, Obyek Wisata Sangeh, tata kelola, fungsi bahasa Inggris
Keywords
Obyek Wisata Sangeh, governance, functions of English
Topic
Ekowisata
Corresponding Author
Luh Gede Pradnyawati
Institutions
Bagian IKK-IKP Fakultas Kedokteran & Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa
Abstract
Perkembangan masalah IMS (Infeksi Menular Seksual) saat ini di negara maju maupun di negara berkembang sangat mengkhawatirkan. IMS dan HIV/AIDS merupakan satu kelompok penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Selain pada kelompok populasi berisiko tinggi, populasi berisiko rendah seperti para pedagang perempuan di pasar juga rentan terkena IMS dan HIV/AIDS. Salah satu tempat di Bali yang interaksi masyarakatnya tinggi adalah pasar, dimana populasi masyarakatnya tergolong kelompok risiko rendah. Daerah Badung merupakan daerah yang cukup tinggi terhadap insiden IMS dan HIV/AIDS. Dari hasil wawancara dengan kader didapatkan beberapa permasalahan terkait program pencegahan IMS dan HIV/AIDS adalah minimalnya informasi yang didapatkan kader serta rendahnya pengetahuan kader tentang pencegahan IMS dan HIV/AIDS di Pasar Kuta Kabupaten Badung. Dari hal tersebut pemberdayaan perempuan di Pasar Kuta Kabupaten Badung sangat diperlukan untuk pencegahan IMS dan HIV/AIDS dimana jumlah kader yang diberdayakan adalah sejumlah 5 orang. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang pencegahan IMS dan HIV/AIDS. Selain itu juga melaksanakan dialog interaktif, memberikan pelatihan pada kader. Secara umum, program ini dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator-indikator yang ditentukan. Saran yang dapat disampaikan adalah agar kedua kelompok mitra dapat menjadi ujung tombak keberlanjutan program pencegahan IMS dan HIV/AIDS secara berkesinambungan di wilayah masing-masing sehingga dapat memberdayakan para pedagang yang ada di Pasar Kuta Kabupaten Badung.
Keywords
pemberdayaan, perempuan, IMS, HIV/AIDS, pasar, Badung
Topic
Kearifan Lokal
Corresponding Author
Ahmad Wafa Mansur
Institutions
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
Abstract
This study aims to streamline the lecture attendance system and overcome indications of cheating on student absences in the lecture process in class. Manual attendance list causes lost time of lectures and waste of paper, and therefore the need for an attendance system to reduce these problems. Higher education with all its strategic activities cannot be separated from the importance of using information technology. One of the important activities routinely carried out by a tertiary institution is to record Academic Administration activities (teaching and learning process), this routine activity involves many interests both from the lecturers, administration and from the learning facilities and infrastructure they have. This activity must be made an information system in order to facilitate all parties and produce information that is fast and valid. One such information is student information about absence which can be caused by permission, illness or even negligence. This activity is carried out every day so that if an error occurs or negligence will harm all parties involved in the teaching and learning process therein. This article discusses how to design and build an Academic recording information system in the form of student attendance that can produce accurate and timely information available to meet the needs of students, Academic Administration and department managers so that the information system can be aligned with academic regulations and can be accepted by system users. The object used is the Semarang State Polytechnic Accounting Department. The method used is to use the Unified Model Language approach which consists of Use case Diagrams, Class Diagrams, Data Dictionaries. While the development model using waterfall, the stages include analysis of the existing system, concept design, physical design, implementation and testing. The output of the research is an Android-based student attendance information system application using QR Code which generates information for students, Academic Administration and department managers.
Keywords
Design and Development, Information Systems, UML, Waterfall, QR Code
Topic
Electrical Engineering and Computer Science
Corresponding Author
David Hermawan
Institutions
Department of Fisheries
Faculty of Agriculture and Animal Science
University of Muhammadiyah Malang
Abstract
This study aims to determine the effect of the implementation Minister of Marine and Fisheries Regulation No. 32 of 2016 on the sustainability index value of the economic dimension of KJA grouper fish farmers and policy recommendations that are in line with the economic dimension aspects of KJA grouper fish farmers. The research case study was conducted in Klatakan Village, Kendit District, Situbondo Regency. This study uses the Rapfish method to find out the index value of the sustainability of the economic dimension by using eight attributes of the economic dimension, namely Profit, Price, Trends Production, Buyers, Subsidy Levels, PAD Contributions, Labor Absorption and Worker Income. Then determine the score and assessment of each attribute so that it can be analyzed using Rapfish to find out the sustainability index from the economic dimension of KJA grouper fish farmers and to know the lever attributes used in making policy. The results showed that the economic dimension sustainability index of KJA grouper cultivator after the implementation of Minister of Maritime Affairs and Fisheries Regulation No. 32 of 2016 was in the category of "Poor Sustainability" with an index value of 45.67% with three attributes that exceeded the average value which can be used as a principle that must be considered in making decisions to develop policy strategies namely Production Trends (7.31), Buyers (5.61) and Prices (4.58). This gives the conclusion that the Minister of Maritime Affairs and Fisheries regulation number 32 of 2016 gives less sustainable impacts and needs the responsibility of the relevant government to review the policy and requires good cooperation between the government, farmers and Fisheries BUMN to increase national grouper production.
Keywords
Grouper, Economic Dimension, Sustainability Index, Rapfish.
Topic
Environmentally Sustainable Agriculture
Corresponding Author
Ni Made Ayu Suardani Singapurwa
Institutions
Department of Food Science and Technology, Warmadewa University
Abstract
-Pedetan- merupakan produk pangan tradisional yang diolah dari ikan lemuru berbumbu yang dikeringkan. Kerusakan ikan kering dapat terjadi selama penyimpanan dan selama didistribusikan dalam pemasarannya. Salah satu penyebab kerusakan terjadi pada ikan kering yaitu kerusakan akibat mikroorganisme, misalnya bakteri dan kapang. Kapang yang dapat merusak ikan kering seperti -pedetan- adalah Aspergillus spp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produk kombinasi bawang putih dan kecur yang memiliki aktivitas antimikroba dalam menghambat pertumbuhan kapang Aspergillus spp. yang dapat mencemari ikan kering seperti pedetan ikan lemuru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan uji daya hambat untuk mengetahui kemampuan kombinasi bawang putih dan kencur dalam menghambat pertumbuhan kapang Aspergillus spp. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengujian kombinasi bumbu bawang putih dan kencur dapat menghambat pertumbuhan kapang Aspergillus flavus sebesar 36,67 mm. Aspergillus aculeatus sebesar 24,17 mm, Aspergillus niger sebesar 10,00 mm dan Aspergillus tubingensis sebesar 33,33 mm. Bumbu yang digunakan pada proses pembuatan -pedetan- ikan lemuru dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan penghambat kerusakan produk olahan ikan kering seperti Pedetan. Kombinasi bumbu bawang putih dan kencur efektif untuk menghambat kerusakan ikan selama penyimpanan karena bumbu tersebut mengandung bahan anti mikroba.
Keywords
“Pedetan”, bawang putih, kencur, pangan tradisional
Topic
Budaya dan Kearifan Lokal
Corresponding Author
Ni Ketut Mardewi
Institutions
Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa
Abstract
Limbah tauge kacang hijau merupakan limbah dari pembuatan tauge dengan bahan dasar kacang hijau dan limbah dari penjual tauge. Limbah tauge kacang hijau mudah diperoleh dan jumlahnya banyak. Limbah tauge berpotensi sebagai salah satu bahan penyusun ransum ayam broiler dan merupakan sumber protein nabati. Kandungan protein dalam limbah tauge cukup tinggi, akan tetapi kandungan serat kasarnya juga tinggi sehingga perlu dilakukan fermentasi untuk meningkatkan daya cerna dan kualitas nutrisinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara pasti kandungan nutrien ransum ayam broiler fase finisher yang mengandung tepung limbah tauge fermentasi dengan analisis proksimat di laboratorium. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakukan dan 3 ulangan pada masing-masing perlakuan. Perlakuan terdiri dari ransum tanpa tepung limbah tauge fermentasi (TLTF) (P0), ransum dengan 3 % TLTF (P1), ransum dengan 6 % TLTF (P2) dan ransum dengan 9 % TLTF (P3). Varibel yang dianalisis adalah kadar protein kasar, kadar serat kasar, dan kadar lemak kasar ransum. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian tepung limbah tauge fermentasi dalam ransum ayam broiler fase finisher berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap variabel kadar protein, kadar serat kasar dan kadar lemak kasar ransum. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan protein kasar dan serat kasar pada ransum ayam broiler yang mengandung tepung limbah tauge fermentasi, dan ransum yang mengandung 6 % tepung limbah tauge fermentasi adalah ransum yang paling mendekati standar kebutuhan untuk ayam broiler fase finisher.
Keywords
Ayam Broiler, Kualitas Kimia , Limbah Tauge
Topic
Kesejahteraan Masyarakat
Corresponding Author
Febrio Giring Tolangga
Institutions
a) Department of Management, Faculty of Economics and Business, Universitas Indonesia
*rofikoh.rokhim[at]ui.ac.id; febrio.giring[at]ui.ac.id
b) Tilburg School of Economics and Management, Tilburg University
* m.r.astrini[at]tilburguniversity.edu
Abstract
This study investigates whether oil price has significant effect to the financial soundness of firms in transportation sector of 6 ASEAN countries, which are Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapore, Thailand and Vietnam. In terms of operational activities, transportation sector is one of the most dependent sectors for oil usage. Therefore, oil price changes will create big impacts to the operational costs of transportation firms. Using panel data estimators, the researchers find that oil price change affects the financial soundness of transportation firms with return on equity as the mean of measurement. Furthermore, in addition to oil price change, researchers also find the effect of firm size and macroeconomic conditions to the financial soundness of transportation firms.
Keywords
Oil price; oil price volatility; financial soundness; financial performance
Topic
Finance
Corresponding Author
Diah Witari
Institutions
1 Fakultas kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmaewa
Abstract
Tempat Penitipan Anak pada saat ini mengalami perkembangan yang signifikan dengan banyaknya kebutuhan masyarakat dan tuntutan orang tua untuk bekerja. Sehingga banyak orang btua menitipkan anaknya di tempat penitipan anak (TPA). Puri Rare Day Care merupakan salah satu TPA yang ada di kota Denpasar. Beberapa balita dan anak dititipkan di sana. Balita dan anak-anak rentan untuk terkena infeksi di TPA, sehingga tujuan Pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan mengenai penyakit menular serta pencegahannya dan pelatihan untuk menggunakan alat perlindungan diri dan skrining tumbung kembang anak. Partisipasi mita mencapai 100% dan terjadi peningkatan pengetahuan mitra mengenai penyakit infeksi anak dan cara pencegahannya serta tumbuh kembang anak peningkatan dari 53.33 menjadi 86.67%. serta dilakukan monitoring evaluasi setiap setiap 2 minggu untuk melihat kemampuan mitra dalam melakukan skreaning tumbuh kembang dan pencegahan infeksi. Setelah melakukan kegiatan PKM dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan mitra mengenai penyakit infeksi dan pencegahannya serta cara skrining tumbuh kembang anak.
Keywords
TPA, Puri Rare, Penyakit Infeksi, Tumbuh kembang
Topic
Kearifan Lokal
Corresponding Author
Indah Permatasari
Institutions
Universitas Warmadewa
Abstract
Desa Tenganan Pegringsingan merupakan salah satu desa wisata yang menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Desa Wisata muncul sebagai sarana untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat setempat dengan cara mengelola desanya sebagai daerah tujuan wisata yang menarik. Namun dalam pelaksanaannya tentu saja terdapat kendala-kendala yang dialami untuk mengembangkan desa wisata tersebut. Mitra dalam program ini adalah perbekel Desa Tenganan Pegringsingan. Permasalahan yang dialami oleh mitra yakni belum berjalannya fungsi kelompok sadar wisata di Desa Tenganan Pegringsingan. Kelompok Sadar Wisata merupakan salah satu komponen dalam masyarakat yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam pengembangan kepariwisataan di daerahnya. Solusi untuk mengatasi permasalahan mitra adalah dengan memberikan pendampingan dan penyuluhan sehingga kelompok sadar wisata dapat berperan lebih efektif dalam mengembangkan kegiatan kepariwisataan di Desa Tenganan Pegringsingan.
Keywords
kelompok sadar wisata, desa wisata, pariwisata
Topic
Ekowisata
Corresponding Author
Dessy Lina Oktaviani Suendra
Institutions
Unwar
Abstract
Sebagai salah satu penggerak perekonomian menengah, Koperasi sangat berkembang pesat di Indonesia beberapat tahun belakangan ini. Provinsi Bali merupakan salah satu kompetisi terbaik untuk Koperasi di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari penghargaan yang telah diberikan oleh Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia kepada koperasi-koperasi di Bali. Pemerintah pun optimis untuk terus mengembangkan koperasi dan UMKM di Bali secara baik dan benar agar kedepannya dapat memenuhi pasar baik dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu koperasi yang ada di Bali adalah Koperasi Simpan Pinjam KOPWAN Mertasari di Kota Amlapura, Kabupaten Karangasem. Koperasi ini timbul dari adanya keinginan untuk mengembangkan kelompok Dharma Wanita di lingkungan Pemda Karangasem agar dapat membantu perekonomian para anggota bahkan masyarakat karangasem. Hasil dari wawancara dengan Ketua Pengurus KSP KOPWAN Mertasari dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Karangasem di lapanan menunjukkan beberapa isu permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian yaitu: (1) sistem manajemen dari KOPWAN Mertasari yang memiliki permasalahan;(2) ada permasalahan kredit macet yang ditenggarai masih lemahnya perjanjian simpan pinjam serta keinginan dari pihak anggota untuk melaksanakan hak dan kewajibannya. Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut, maka diperlukan suatu penataan yang baik melalui pendekatan pembinaan dengan hasil akhir berupa sistem manajemen KSP yang baru serta adanya bentuk perjanjian simpan pinjam yang lebih baku agar tidak ada lagi permasalahan kredit macet.
Keywords
Koperasi, Kredit Macet, Karangasem
Topic
Ekowisata
Corresponding Author
Putu Ngurah Suyatna Yasa
Institutions
Program Studi Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Warmadewa
Abstract
Kegiatan pengabdian ini dilakukan Prodi Magister Manajemen bekerja sama dengan Pogram Studi Magister Kenotariatan (MKN ) Program Pascasarjana Universitas Warmadewa. Tujuan pengabdian adalah untuk membantu Koperasi dalam memecahkan permasalahan antara lain: koperasi belum memiliki pedoman kerja yang mengatur tugas pokok, fungsi, dan peran diantara pengurus koperasi, rendahnya pengetahuan dan ketrampilan pengurus Koperasi dalam membuat perjanjian kredit untuk dituangkan dalam sebuah akta perjanjian kredit yang berfungsi sebagai bukti pengelolaan dana Koperasi secara jujur, rendahnya ketrampilan pengurus koperasi dalam menjalankan operasional koperasi serta dalam menyelesaikan menyelesaikan kredit bermasalah. Target yang ditetapkan untuk penyebaran informasi tentang penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran Kredit di Koperasi, membina pengurus koperasi agar mampu membuat perjanjian kredit sesuai dengan standar hukum perikatan, sehingga dapat meminimalisir penyimpangan kredit. Tempat pengabdian adalah Desa Adat Pemogan Kecamatan Denpasar Selatan Kota Denpasar. Objek (khalayak sasaran) Pengabdian kepada Masyarakat: Pengurus Koperasi se-Desa Pemogan Kecamatan Denpasar Selatan Kota Denpasar. Jenis kegiatan dalam bentuk ceramah dan pendampingan. Kontribusi mendasar pada khalayak sasaran adalah Badan Hukum Koperasi sebagai lembaga penunjang ketahanan perekonomian Rakyat di Desa Pemogan Kecamatan Denpasar Selatan Kota Denpasar mampu bertahan didukung oleh sarana prasarana yang memadai, memiliki pedoman kerja dan mampu memecahkan sengketa yang dihadapi Koperasi sehingga tercipta kenyamanan dan ketentraman dalam menjalankan usaha yang bertujuan mensejahterakan para anggota koperasi pada khususnya dan masyarakat Desa Pemogan pada umumnya.Luaran pengabdian ini berupa laporan PKM terkait pemberdayaan Sumberdaya manusia, Artikel yang diterbitkan dalam jurnal CSJ.
Keywords
Pemberdayaan, sumberdaya manusia, dan ketahanan
Topic
Kearifan Lokal
Corresponding Author
Ni Wayan Rusni
Institutions
universitas warmadewa
Abstract
Stunting merupakan permasalahan baru pada tumbuh kembang balita yang akhir-akhir ini menjadi trending topic. Kasus ini telah ditemukan di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Bali, khususnya di Kecamatan Payangan. Seiring dengan tujuan Pemerintah Kabupaten Gianyar yaitu mewujudkan desa layak anak, maka untuk mewujudkan terjadinya kasus stunting pada balita harus segera ditanggulangi oleh semua pihak terkait. Sebelum masuk pada tahap mampu menanggulangi, maka diperlukan kemampuan untuk terlebih dahulu mendeteksi adanya kasus tersebut. Upaya untuk deteksi sedini mungkin adanya kasus di masyarakat dapat dilakukan oleh kader posyandu maupun kader BKB sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ditingkat banjar. Kader-kader tersebut tentunya harus memiliki pengetahuan, keterampilan maupun kemampuan untuk mendeteksi kasus stunting. Oleh karena itu, diperlukan suatu usaha dalam rangka meningkatkan kemampuan kader. Usaha ersebut dilakukan melalui pelaksanaan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam deteksi kasus stunting. Setelah dilakukan pelatihan para kader diharapkan mampu membantu dalam deteksi lebih cepat kasus yang terjadi, melaporkan dan pada akhirnya terdapat respon cepat oleh pihak terkait secara bersama dan simultan. Hasil penilaian tingkat pengetahuan peserta pelatihan mengenai stunting dinilai dengan menggunakan metode pretest dan postest. Analisa data menunjukkan rata-rata nilai pretest adalah 2,9 ± 1,02 dan rata-rata nilai postest setelah dilaksanakan pelatihan sebesar 7,6 ± 0,82. Berdasarkan hasil pretest dan posttest tersebut, dapat dilihat adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta pelatihan sebesar 61,84% (p=0.000)
Keywords
stunting, kader posyandu
Topic
Ekowisata
Corresponding Author
Asri Lestarini
Institutions
Faculty of Medicine and Health Sciences,
Warmadewa University
Abstract
Prevalensi DM di Bali diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup dan pola makan masyarakat termasuk di kota Denpasar. Pemberdayaan mitra yaitu Kelompok Diabetes Paguyuban Rahajeng Garjita Puskesmas 1 Denpasar Barat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan melakukan exercise agar dapat membantu pengendalian kadar gula darah pasien sehingga dapat mencegah komplikasi yang terjadi pada diabetes melitus. Metode yang akan dipakai untuk mencapai tujuan tersebut diantaranya melalui penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang diet, exercise dan pengendalian kadar gula darah khusus bagi penderita diabetes melitus sampai dapat diterapkan secara mandiri oleh mitra dan masyarakat. Pemeriksaan HbA1c sebelum dan setelah pelatihan untuk melihat adanya perubahan pada kontrol gula darah pasien. Hasil yang diperoleh adalah rerata HbA1c sebelum dan setelah latihan adalah 6.83 dan 6.78 persen, sehingga dapat disimpulkan telah terjadi penurunan HbA1c sebesar 0.73% dari pasien yang mengikuti latihan kombinasi tersebut. Pelayanan kesehatan pada pasien DM perlu mempertimbangkan untuk memberikan latihan kombinasi dalam programnya.
Keywords
kombinasi latihan pengencangan, aerobik, kelompok diabetes, Denpasar Barat
Topic
Ekowisata
Corresponding Author
Luh Putu Sudini
Institutions
Program Studi Magister Kenotariatan Pascasarjana Universitas Warmadewa
Abstract
Desa Adat Pemogan Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, tempat Prodi Magister Kenotariatan (MKN), Pascasarjana Unwar melaksanakan Pengabdian, yang dilakukan pada hari/ tanggal : Selasa – Rabu, 30- 31 Juli 2019 bertempat di Kantor Desa Pemogan Denpasar Selatan. Prodi MKN melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan metode ceramah melalui seminar dengan Tema: “Pemberdayaan LPD dan Badan Hukum Koperasi Dalam Menunjang Ketahanan Perekonomian Rakyat”. LPD dan badan koperasi yang ada di Desa Pemogan bermanfaat bagi kesejahteraan hidup warga masyarakat Desa Pemogan yakni salah satunya melalui pembangunan dan pengembangan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi dan social warga masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk mengetahui, mengkaji, dan menginterpretasikan pemberdayaan LPD dan Badan Koperasi dalam menunjang Ketahanan perekonomian rakyat di Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Masalah yang dikaji menyangkut: 1) Bagaimana penyelesaian kredit bermasalah dalam praktik LPD di Desa Pemogan. 2) Bagaimana manfaat Koperasi terhadap warga masyarakat Desa Pemogan. Penyelesaian kredit bermasalah dalam praktik LPD di Desa Pemogan, dapat diawali dengan melakukan negosiasi antara pengelola LPD dengan warga masyarakat Desa Pemogan yang bermasalah tersebut, kemudian dicarikan solusi guna jalan tengah penyelesaian, sehingga dapat terselesaikannya permasalahan antara warga dengan pihak LPD. Manfaat Koperasi terhadap warga masyarakat Desa Pemogan, yaitu mampu meningkatkan kualitas hidup warga masyarakat Desa Pemogan, selain juga mampu membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi setiap anggota, sehingga dapat hidup sejahtera.
Keywords
LPD, Badan Koperasi, Ketahanan Perekonomian Rakyat
Topic
Politik Hukum Desa Wisata
Corresponding Author
Yohanes Parlindungan Situmeang
Institutions
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa
Abstract
Permasalahan yang ditemukan di mitra adalah masalah limbah ternak yang belum tertangani dengan baik, dan masalah transfer teknologi pembuatan pupuk organik kompos dan biochar yang belum pernah dilakukan di mitra, serta masalah manajemen yang terkait dengan penguatan kelompok. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan mitra untuk berinovasi mengubah limbah ternak menjadi pupuk organik kompos dan biochar yang bermanfaat untuk memperbaiki kesuburan tanah dan hasil tanaman. Integrasi usaha ternak sebagai penghasil daging dan hasil samping limbah kotoran ternak yang diolah menjadi pupuk yang siap dipasarkan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan pendapatan peternak. Metode yang akan dipakai untuk mencapai tujuan tersebut melalui penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan transfer teknologi dengan praktek langsung di lapang. Hasil yang telah dicapai yaitu kelompok tani mitra telah mampu menerima dan menerapkan pengelolaan limbah kotoran sapi yang segera diolah menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan. Kelompok tani mitra juga telah mampu menerima dan menerapkan teknologi pembuatan pupuk organik kompos dan biochar dan memproduksinya hingga siap dipasarkan. Hasil PKM pembuatan pupuk organik kompos dan biochar ini dapat digunakan pemerintah daerah untuk integrasi pengelolaan limbah ternak dengan produksi pupuk organik yang siap dipasarkan untuk memperbaiki lahan pertanian yang kurang subur dan meningkatkan hasil tanaman pertanian.
Keywords
Peternak, limbah kotoran sapi, kompos, biochar
Topic
Ekowisata
Corresponding Author
Ema Marsitadewi Komang
Institutions
Universitas Warmadewa
Abstract
Penyandang disabilitas masih mengalami kesulitan untuk memperoleh pekerjaan. Rendahnya tingkat partisipasi kerja penyandang disabilitas ke dalam pekerjaan sektor formal tentu saja diakibatkan oleh berbagai faktor, salah satunya diakibatkan oleh belum adanya sarana atau media untuk menghubungkan penyadang disabilitas dengan pekerjaan. Mitra dalam program ini adalah Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali. Persoalan yang dialami oleh mitra adalah belum maksimalnya peran mitra dalam memfasilitasi penyandang disabilitas dengan penyedia pekerjaan. Tujuan dari program ini adalah untuk melindungi hak penyandang disabiltas khususnya hak dalam memperoleh pekerjaan. Hasil pengabdian ini ialah adanya website yang bernama lokerbilitas dan media sosial lainnya yang dapat menghubungkan penyandang disabilitas dengan penyedia lapangan pekerjaan sebagai solusi untuk memecahkan permasalahan yang dialami oleh mitra. Lokerbilitas ini akan menghubungkan penyedia lapangan pekerjaan yang membutuhkan pekerja penyandang disabilitas langsung dengan penyandang disabilitas itu sendiri. Hal ini akan mempermudah penyandang disabilitas di Bali untuk menemukan pekerjaan dengan khususnya di Kota Denpasar.
Keywords
penyandang disabilitas, pekerjaan, lokerbilitas
Topic
Kearifan Lokal
Corresponding Author
Ema Marsitadewi Komang
Institutions
UNIVERSITAS WARMADEWA
Abstract
Gangguan jiwa merupakan manifestasi dari bentuk penyimpangan perilaku akibat adanya distorsi emosi, sehingga ditemukan ketidakwajaran dalam bertingkah laku dan terjadi karena menurunnya semua fungsi kejiwaan . Adanya penyimpangan perlakuan tersebut menyebabkan ODGJ cenderung diperlakukan berbeda, bukan hanya berdasarkan penyebutan ODGJ yang masih kerap dipanggil orang gila. Salah satu bentuk ketimpangan perlakuan bahkan cenderung mengarah pada tindakan yang salah dalam menghadapi ODGJ yakni pemasungan terhadap ODGJ. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, diantara para 1.7 dari 1000 penduduk Indonesia yang mengalami skizofernia atau psikosis tersebut, kurang lebih 14,8% pernah dipasung dalam masa hidupnya . Padahal pemasungan bukan bentuk penangan atau tindakan tepat dalam memperlakukan ODGJ. Melihat cukup banyaknya jumlah penderita ODGJ di Provinsi Bali mengindikasikan bahwa harus ada tindakan penangan yang tepat baik dari pemerintah dan masyarakat. Memiliki keluarga dengan status ODGJ merupakan hal yang berat bagi keluarga. Beban yang ditanggung oleh keluarga yang hidup bersama penderita ODGJ meliputi beberapa faktor, baik secara ekonomi maupun sosial. Stigma di masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa juga mempersulit penanganan penderita gangguan jiwa secara komprehensif. Goffman dalam Lestari menyatakan bahwa stigma terhadap penderita gangguan jiwa memiliki dua komponen utama, Berdasarkan permasalahan tersebutlah, disusun sebuah pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat terkait penanganan ODGJ. Hal ini secara otomatis membantu menghilangkan stigma di masyarakat dan membantu kelurga yang memiliki ODGJ dalam penangan ODGJ sendiri.
Keywords
Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Pendidikan dan Pelatihan Penanganan, Ketentraman Bermasyarakat.
Topic
Kearifan Lokal
Corresponding Author
Anak Agung Gede Raka
Institutions
Program Studi Magister Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Warmadewa
Abstract
Pura Penataran Sima Siladan berada di Desa Taman Bali, Kabupaten Bangli. Pura ini memiliki potensi warisan budaya yang cukup beragam. Warisan budaya yang ada terdiri atas tinggalan purbakala berupa arca primitif, Barong Landung, situs pura, dan tradisi seni budaya Barong Landung. Potensi warisan budaya yang dimiliki masyarakat belum diberdayakan dalam rangka pengembangan Desa Wisata Taman Bali Bangli. Oleh karena itu, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Magister Administrasi Publik Pascasarjana Unwar bertujuan melakukan pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan potensi warisan budaya di Pura Penataran Siladan untuk menunjang Desa Taman Bali Bangli sebagai Desa Wisata. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah: (1) melakukan inventarisasi warisan budaya di Pura Penataran Siladan, (2) mengadakan ceramah kepada penyungsung pura tentang peran warisan budaya sebagai daya Tarik wisata, dan (3) membentuk pesraman Siladan untuk melakukan pelatihan Bahasa Inggris kepada generasi muda. Hasil kegiatan PKM mencakup 3 bidang yaitu: (a) teriventarisasinya warisan budaya di Pura Penataran Siladan, (b) terlaksananya ceramah kepada penyungsung pura, dan dipahaminya arti penting warisan budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata desa, (c) terbentuknya pesraman Siladan dan telah dilaksanakannya pelatihan Bahasa Inggris kepada anak-anak SD Siladan. Dua luaran dari hasil PKM ini yaitu: Laporan PKM tentang Warisan Budaya di Pura Penataran Sima Siladan sebagai penunjang pengembangan Desa Wisata Taman Taman Bali Bangli, dan makalah seminar nasional yang diterbitkan dalan jurnal CSJ.
Keywords
pemberdayaan, warisan budaya, desa wisata
Topic
Ekowisata
Corresponding Author
I Ketut Sukadana
Institutions
Universitas Warmadewa
Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bawah koordinasi Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat ini, memberdayakan masyarakat Desa Adat Belatungan. Mitra 1 dalam program ini adalah Desa Adat Belatungan dan Mitra 2 adalah Prebekel ( Desa Dinas ) Belatungan. Fenomena ataupun persoalan yang ditemukan adalah belum mampu merancang sebuah pararem sebagai tindak lanjut pengejawantahan dari awig-awig yang sudah ada. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, focus group disccussion, dan pendampingan. Tujuan dari kegiatan penyuluhan, focus group disccussion, dan pendampingan tersebut adalah memberikan suatu pemahaman, penyamaan persepsi dan akhirnya dapat terwujudnya sebuah pararem yang sesuai dengan norma dan kebutuhan masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memperlihatkan terwujudnya sebuah pararem desa yang akan dipakai sebagai pedoman bertingkah laku prajuru desa (pengurus desa adat) dan krama desa (warga desa) adat Belatungan.
Keywords
pedoman, pengurus desa, warga desa.
Topic
Kearifan Lokal
Corresponding Author
I Made Mardika
Institutions
Universitas Warmadewa
Abstract
Desa Gelgel pernah menjadi pusat kerajaan Bali abad XIV-XVI masehi memiliki potensi warisan budaya yang cukup beragam. Satu diantaranya, adalah dua lembar prasasti yang tersimpan di Pura Ibu Kawitan Pasek Gelgel Bendesa Tangkas Kori Agung. Dua lembar prasasti ini dipercaya sebagai anugerah raja sehingga dijadikan sarana pemujaan, dan dipersembahkan upacara secara berkala. Permasalahan yang dihadapi penyungsung pura yang dijadikan mitra PKM adalah tidak diketahuinya cara pelestarian warisan budaya, dan belum dipahaminya isi yang tersurat dalam dua lembar prasasti tersebut. PKM ini berupaya mengadakan pendampingan teknik konservasi arkeologi dan pembacaan, penerjemahan, serta penafsiran isi prasasti dalam konteks sejarah. Tiga tahapan yang dilakukan meliputi: (1) melakukan teknik konservasi /perawatan arkeologi, (2) melakukan pembacaan isi prasasti, dan (3) membuat duplikat prasasti yang ditulis pada daun lontar. Hasil dari pelaksanaan PKM sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian warisan budaya adalah terkonservasinya dua lembar prasasti, terungkapnya isi prasasti, dan tersedianya duplikat prasasti. Luaran kegiatan PKM ini adalah: (1) publikasi di media massa pada koran Pajar Bali telah terbit, (2) dokumentasi audiovisual dalam bentuk vedio di WarmadewaTV, (3) makalah seminar nasional (oral presentation), dan (4) Publikasi yang diterbitkan dalam jurnal CSJ.
Keywords
pelestarian, warisan budaya, prasasti.
Topic
Kearifan Lokal
Corresponding Author
Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari
Institutions
a) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa
Abstract
Kota Denpasar terbagi menjadi beberapa desa atau kelurahan.Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada pemegang program kesling di wilayah kota Denpasar, ditemukan kantin dengan higienitas dan sanitasi yang masih kurang di beberapa sekolah di daerah kelurahan Pemecutan. Kelurahan tersebut memiliki 9 kantin yang tersebar di setiap sekolah. Sekolah Dasar No 10 Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat menjadi salah satu tempat untuk melakukan pendampingan berdasarkan data-data yang diperoleh dari puskesmas. Permasalahan yang didapatkan pengetahuan mengenai makanan dan jajanan yang sehat, aman dan bergizi masih kurang, belum memiliki kader siswa konsumen cerdas di sekolah tersebut, belum dilakukan pendampingan terhadap kader siswa mengenai pemilihan jajanan dan makanan anak sekolah yang sehat. Berdasarkan permasalahan tersebut, pengabdian dilakukan dengan pembentukan kader siswa konsumen cerdas, penyuluhan dan pendampingan kader siswa konsumen cerdas yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 10 Pemecutan, Denpasar. Pembentukan kader dilakukan pada siswa kelas 5 yang dipilih oleh guru sekolah sehingga dapat memberikan pengetahuan mengenai konsumen cerdas kepada adik kelasnya. Penyuluhan dilakukan dengan melibatkan puskesmas sebagai narasumber cara menjadi konsumen cerdas. Pendampingan kader dilakukan dengan fasilitator oleh anggota peneliti kepada kader siswa konsumen cerdas yang telah terbentuk dengan menunjukkan cara memberikan pemahaman dalam pemilihan makanan jajanan yang sehat kepada teman-temannya.
Keywords
Makanan/Jajanan, siswa konsumen cerdas, dan sekolah dasar
Topic
Kearifan Lokal
Corresponding Author
Bagus Wahyu Setyawibowo
Institutions
a) Magister Management University Muhammadiyah Surakarta, Jl. A. Yani, Mendungan, Pabelan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Central Java 57162, Indonesia
*baguswahyusetya[at]gmail.com
b) Magister Management University Muhammadiyah Surakarta, Jl. A. Yani, Mendungan, Pabelan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Central Java 57162, Indonesia
c. Magister Management University Muhammadiyah Surakarta, Jl. A. Yani, Mendungan, Pabelan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Central Java 57162, Indonesia
Abstract
Abstract This research is motivated by problems related to Destination Imagery, Tourist Facilities, and Taman Pintar Yogyakarta Experimental Marketing. Based on the results of the pre survey, overall Taman Pintar visitors were satisfied with the Taman Pintar but were not loyal to the Taman Pintar due to the large number of tourist attractions in Yogyakarta which according to respondents were more interesting than the Taman Pintar Yogyakarta. This study aims to determine the effect of Destination Image, Tourist Facilities, and Experiental Marketing on Loyalty through the satisfaction of visitors to Taman Pintar Yogyakarta. This research uses quantitative methods with descriptive and causal research types. Sampling was carried out using the method of probability sampling type Accidental Sampling, with a total of 100 respondents. Descriptive analysis techniques and path analysis. The results of the descriptive analysis showed that the variable Destination Image, Tourist Facilities, and Experiental Marketing, Satisfaction and Loyalty were in the good category. The results of the calculation of the multiple linear regression analysis of equation II show that the Destination Image, Tourism Facilities, and Experiental Marketing variables influence the Loyalty variable through the visitor satisfaction variable at Taman Pintar Yogyakarta.
Keywords
Destination image, tourism facilities, experiential marketing, satisfaction, loyalty.
Topic
Marketing
Corresponding Author
Nuryakin Nuryakin
Institutions
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Indonesia
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Indonesia
Khonkaen University. Thailand
Abstract
The aims of this research is to investigate the effect of Customer Relationship Management on knowledge management capability and innovation performance. This research also examines the mediating role of knowledge management capability to achieving innovation performance on comparing study service industry between Indonesia and Thailand. This research uses a quantitative research design to ensure and developing the research design use questionnaire technique approach. The unit analyze in this research was explore the owner of service industry and were responsible for managing relationships with customers. The respondents of this research was 406 respondents with comparing study a distribution of 200 respondent from Thailand and 206 respondent from Indonesia. The purposive sampling approach was used in sampling techniques. The results of this research explain that Customer Relationship Management has a positive effect on knowledge management capability and innovation performance. The results of this study also explain the mediating role of knowledge management capability on innovation performance
Keywords
CRM, knowledge management capability, innovation performance
Topic
Marketing
Corresponding Author
Ruri Eka Fauziah Nasution
Institutions
Rofikoh Rokhim
Universitas Indonesia
Ruri Eka Fauziah Nasution
Durham University
Asiah Muchtar
Sciences Po
Wahyudi Thohary
Transparancy International
Abstract
One possible indicator for measuring the local governments- corruption eradication performance in Indonesia is the Corruption Perception Index (CPI) published by the Transparency International Indonesia (TII). This paper attempts to provide an overview of CPI scoring trends for 10 cities (Medan, Padang, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Makassar, and Manado). Two different periods are assessed in this research: 2004-2010 and 2014-2016. By using a descriptive analysis approach, this research finds that Banjarmasin, Padang, and Manado are the top three cities with the highest average CPI scores in 2004-2010. Meanwhile, Pekanbaru, Pontianak, and Manado are the three lowest-scoring cities. In 2014-2016, several cities such as Surabaya and Pontianak have a significant increase in their CPI scores, placing Banjarmasin, Surabaya, and Pontianak in the top three. On the other hand, the average CPI scores of several cities such as Padang, Makassar, and Manado significantly decline. In addition, this research also maps the central allocation funds for local governments and the Locally-Generated Revenues (PAD) against the levels of corruption. As a matter of fact, the regions with the smallest allocations tend to have higher CPI scores. Further, the regions with higher CPI scores also have higher Locally-Generated Revenues. However, these findings lack empirical evidence due to limited data.
Keywords
Corruption, decentralization, Corruption Perception Index (CPI).
Topic
Finance
Corresponding Author
Mirda Prisma Wijayanto
Institutions
a) Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
*mirda.prisma.wijayanto[at]students.itb.ac.id
b) Departemen Teknik Mesin, Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. H. Soedarto S.H. Tembalang Semarang 50275, Indonesia
Abstract
Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap dinamika gerak menggelinding pada lintasan Roller Coaster. Lintasan Roller Coaster secara sederhana dapat dimodelkan sebagai dua lintasan setengah lingkaran dengan radius berbeda R dan R- yang saling terhubung. Diasumsikan pada saat awal partikel berada pada ujung lintasan pertama dengan radius R. Sebagai langkah pertama adalah perhitungan analitik untuk menentukan syarat ketinggian awal agar partikel tidak terlempar dari lintasan setelah melewati lintasan pertama. Selanjutnya adalah menentukan persamaan posisi dan kecepatan sebagai fungsi waktu dengan menggunakan persamaan Lagrange. Terakhir dilakukan perhitungan numerik untuk mendapatkan plot grafik hubungan posisi terhadap waktu, kecepatan terhadap waktu, serta energi mekanik terhadap waktu dengan menggunakan program Python.
Keywords
Gerak Menggelinding; Roller Coaster; Python
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Nindya Kinanti
Institutions
Universitas Indonesia
Abstract
Global consumers nowadays have become more aware and concern of sustainability issue, whether it-s the environmental or the social impact in sustainability. The awareness was shown through the products they consume. Indonesian consumers also have shown their concern over sustainability issue, especially in cosmetics and skin care products where they are interested in products that were made by natural ingredients. Based on the phenomenon of this concern over sustainability, the purpose of this research is to compare the different strength of brand loyalty between two product categories which are between sustainable brand and conventional brand of cosmetics and skin care products. This research has several hypotheses to be tested which the data was collected through an online questionnaire with the sample of 232 respondents. The expected result of this research is that there is a different manner of brand loyalty that was formed for either sustainable brand and conventional brand.
Keywords
brand value, brand loyalty, brand trust, brand affect, sustainability
Topic
Marketing
Corresponding Author
Fenfen Fenda Florena
Institutions
Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha 10 Bandung, 40132, Indonesia.
*fenda.florena[at]gmail.com
Abstract
Solusi persamaan Schrodinger bergantung waktu dapat diselesaikan dengan menggunakan metode Split-Step Fourier. Metode ini membagi time step di ruang koordinat-x menjadi dua half-steps dengan interval waktu yang cukup kecil untuk memberikan solusi numerik yang lebih stabil. Solusi yang diperoleh diantaranya solusi dalam ruang posisi dan momentum yang dapat dihubungkan oleh Fast-Fourier Transform untuk mendapatkan bentuk diskrit sesuai dengan teorema sampling Nyquist-Shannon. Dalam penelitian ini, fungsi gelombang terlokalisasi direpresentasikan oleh paket gelombang Gaussian dengan meninjau dinamikanya dalam sumur potensial tak hingga 1 dimensi, serta efek terobosan oleh potensial tangga dan potensial kotak.
Keywords
Schrodinger equation; split-step fourier, Nyquist-shannon, gaussian wave
Topic
Fisika Teoretik
Corresponding Author
Irvan Budiawan
Institutions
a) Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi Institut Teknologi Bandung
b) Teknik Fisika, Fakultas Teknik Industri, Instititut Teknologi Bandung
Abstract
Untuk memfasilitasi mahasiswa memperdalam pemahaman tentang teori diperlukan praktikum. Alat praktikum yang digunakan pada mata kuliah sistem kendali digital merupakan alat yang dikembangkan oleh PTIO (Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi) ITB. Makalah ini berisi rancang bangun modul praktikum sistem kendali digital dengan studi kasus berupa pengendali kecepatan dan posisi motor DC. Modul praktikum terdiri dari perangkat motor DC, sensor tacho generator, Arduino Uno dan HMI (Human Machine Interface) menggunakan program processing. Untuk mengarahkan dan membimbing mahasiswa melakukan praktikum dibuat tiga modul. Modul pertama adalah sistem indentifikasi untuk mendapatkan range kerja dari motor DC untuk menentukan daerah kerja yang akan dikendalikan. Modul praktikum kedua merancang kendali PI untuk mengatur kecepatan motor DC dengan menggunakan model yang telah didapat pada praktikum pertama. Modul terakhir merancang kendali PD untuk mengendalikan posisi motor DC dengan model yang diperoleh dari praktikum pertama.
Keywords
Modul Praktikum, Sistem Kendali Digital, Identifikasi Sistem, Kontrol kecepatan, Kontrol Posisi.
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Fauzia Puspa Lestari
Institutions
1) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
2) Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung
3) Gulali Edukasi Indonesia
Abstract
Literasi sains Indonesia tergolong rendah di dunia. Menurut PISA, tingkat literasi Indonesia berada di urutan ke 64 dari 65 negara pada Tahun 2012. Di sisi lain, anak-anak usia dini justru sudah menggunakan ponsel untuk bermain games atau menonton video. Pada penelitian ini, penulis melihat pengaruh pemanfaatkan teknologi augmented reality pada buku terhadap minat baca anak. Augmented reality adalah adalah teknologi yang menggabungkan benda maya ke dalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut secara real time. Telah dibuat buku mengenai tata surya dengan judul "Jelajah Angkasa" untuk anak usia kelas 4-6 SD dengan aplikasi AR dengan animasi yang menarik. Sehingga anak-anak diharapkan dapat lebih tertarik untuk membaca buku dan memahami konsep fisika dengan mudah. Program ini bekerja sama dengan mitra UMKM penerbit buku anak, yaitu Gulali Edukasi Indonesia. Tim ITB merencanakan konsep buku dan aplikasi, sedangkan tim mitra membantu dalam pembuatan animasi dan ilustrasi. Tim ITB juga melakukan transfer ilmu bagaimana cara membuat aplikasi AR sehingga kedepannya mitra dapat menerapkan teknologi ini. Buku ini kemudian dibagikan kepada siswa kelas 5 di SD Negeri Sukaakur, kemudian dilakukan survey untuk mengetahui minat membaca buku tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa lebih tertarik membaca buku dengan teknologi augmented reality karena animasi yang menarik sehingga lebih mudah dipahami.
Keywords
Augmented reality, tata surya, literasi, siswa
Topic
Pendidikan Fisika
Page 8 (data 211 to 240 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats