Page 7 (data 181 to 210 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Ni Made Suindari
Institutions
a) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa
* madesuindari87[at]gmail.com
b) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa
Abstract
Untuk menghasilkan kinerja yang baik pelaku UMKM harus tahu bagaimana cara mengelola keuangan usahanya. UMKM dengan kinerja yang baik akan memiliki daya saing yang tinggi. Untuk mewujudkan hal itu dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, agar mampu berkembang pelaku UMKM dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif agar menghasilkan kinerja usaha yang bagus. Sebuah UMKM akan sulit berkembang jika pelaku usahanya tidak mengetahui bagaimana cara memasarkan suatu produk yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengaruh pengelolaan keuangan, kompetensi sumber daya manusia dan strategi pemasaran pada kinerja UMKM. Penelitian ini menggunakan 99 sampel yaitu UMKM sektor perdagangan yang termasuk dalam UMKM binaan Koperasi Kota Denpasar. Penentuan sampel menggunakan rumus slovin dan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dengan metode survei. Untuk menjawab hipotesis penelitian menggunakan alat analisis yaitu regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan, kompetensi sumber daya manusia dan strategi pemasaran berpengaruh positif pada kinerja UMKM.
Keywords
Pengelolaan Keuangan; Kompetensi Sumber Daya Manusia; Strategi Pemasaran; Kinerja UMKM
Topic
Kesejahteraan Masyarakat
Corresponding Author
Anak Agung Istri Manik Warmadewi
Institutions
Faculty of Letters, Warmadewa University
Jl. Terompong No. 24, Denpasar - Bali, Indonesia
manikwarmadewi[at]gmail.com
Faculty of Letters, Warmadewa University
Jl. Terompong No. 24, Denpasar - Bali, Indonesia
gungdian03[at]gmail.com
Abstract
This study is about politeness in the conversation used by the tour guide during guiding the guest. The conversation covers some points namely: greeting, introduction to the guest, offering help, dealing the price, explaining the tourist object. The politeness analysis was done by using maxim theory. Maxim theory was used to reveal the flouting maxim were being formed by the guide in the conversation during handling the guest. This study applied qualitative approach. The data was taken from conversation between guides and the foreign guest in the tourist object, namely in Ubud. The conversation was being transcribed and analyzed by categorizing utterances based on the flouting of maxim theory proposed by H.P. Grice. It was found that during the conversation, all speakers tend to flout the conversation. There are Sorts of maxim that were flouted by speaker, they were maxim of quantity, quality and manner. The flout of maxim was done by the tour guides because of their lack of language and grammatical competence.
Keywords
flouting maxim, conversation, tour guide
Topic
Budaya dan Kearifan Lokal
Corresponding Author
Gde Deny Larasdiputra
Institutions
a), b) Universitas Warmadewa
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Tingkat Upah, Produktivitas, Modal dan Penggunaan Informasi Akuntansi Berbasis Teknologi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Industri Manufaktur Besar Dan Menengah Di Kabupaten Badung. Perusahaan Industri Besar dan Sedang yang dicakup dalam publikasi Direktori Perusahaan Industri Besar Sedang adalah semua perusahaan yang bergerak di sektor industri manufaktur atau pengolahan maupun jasa industri (makloon) yang mempunyai tenaga kerja 20 orang atau lebih, termasuk perusahaan industri kategori baru yang mulai beroperasi atau berproduksi secara komersial pada Tahun 2018 dan berkedudukan di wilayah Provinsi Bali. Populasi pada penelitian ini adalah Industri Manufaktur Besar dan Menegah di Kabupaten Badung. Jumlah Perusahaan Industri Besar dan Sedang di Provinsi Bali adalah 65 perusahaan. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengambilan sample yaitu sampling jenuh, dimana suatu teknik penentuan sampel jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Tingkat Upah, Produktivitas, Modal dan Penggunaan Informasi Akuntansi Berbasis Teknologi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Industri Manufaktur Besar Dan Menengah Di Kabupaten Badung.
Keywords
Tingkat Upah, Produktivitas, Modal, Teknologi, Penyerapan Tenaga Kerja
Topic
Kesejahteraan Masyarakat
Corresponding Author
Cok Istri Ratna Sari Dewi
Institutions
a) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa, Jalan Terompong 24A, Denpasar 80235, Indonesia
*coknanaa[at]gmail.com
b) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa, Jalan Terompong 24A, Denpasar 80235, Indonesia
c) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa, Jalan Terompong 24A, Denpasar 80235, Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan, dukungan manajemen puncak dan kejelasan tujuan terhadap efektivitas Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) pada Organisasi Pelaksana Daerah (OPD) di Pemerintah Kabupaten Badung. Suatu keberhasilan implementasi sistem tidak hanya ditentukan pada penguasaan teknis belaka, faktor perilaku dari individu pengguna sistem juga dapat menentukan kesuksesan implementasi. Faktor pelatihan, dukungan manajemen puncak dan kejelasan tujuan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) dalam suatu organisasi untuk mendukung penerapan sistem tersebut dalam memenuhi tuntutan masyarakat tentang transparasi dan akuntabilitas lembaga sektor publik. Penelitian ini menggunakan 161 pegawai negeri sipil yang memiliki tupoksi untuk mengelola keuangan di OPD pada Pemerintah Kabupaten Badung sebagai sampel penelitian. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa pelatihan, dukungan manajemen puncak dan kejelasan tujuan pada Organisasi Pelaksana Daerah (OPD) di Pemerintah Kabupaten Badung berpengaruh positif terhadap terhadap efektivitas Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD).
Keywords
Pelatihan, Dukungan Manajemen Puncak, Kejelasan Tujuan, Efektivitas Sistem Akuntansi Keuangan Daerah
Topic
Kesejahteraan Masyarakat
Corresponding Author
Ida Ayu Agung Idawati
Institutions
a) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa
Jl. Terompong no 24A Tanjung Bungkak Denpasar 80235, Indonesia
dayuagung84[at]gmail.com
b)Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa
Jl. Terompong no 24A Tanjung Bungkak Denpasar 80235, Indonesia
Abstract
UMKM merupakan industri kreatif yang cenderung memiliki orientasi jangka pendek dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Hal ini terlihat dari tidak adanya konsep inovasi yang berkelanjutan dan aktivitas inti bisnis yang tidak konsisten. Pada akhirnya kinerja jangka panjang UMKM yang bergerak pada industri kreatif cenderung stagnan dan tidak terarah dengan baik. Umumnya pelaku UMKM tidak memiliki informasi yang terorganisir tentang kondisi keuangan, pangsa pasar, dinamika kompetisi dan jejak rekam manajemen. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperkaya pengetahuan dalam mengelola keuangan adalah dengan menggunakan literasi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Kota Denpasar. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebar langsung kepada objek penelitian. Populasi dalam penelitian adalah tiga sektor UMKM yang mendominasi di Kota Denpasar, yaitu sektor industri kerajinan, kuliner dan busana sebanyak 330 UMKM. Sampel penelitian adalah sebanyak 100 UMKM dengan metode penentuan sampel, yaitu simple random sampling. Model persamaan struktural berbasis partial least square digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Kota Denpasar. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah bahwa dengan pemahaman literasi keuangan yang baik diharapkan para pelaku UMKM akan mampu membuat keputusan keuangan dan manajemen yang tepat untuk peningkatan kinerja dan keberlanjutan usaha.
Keywords
literasi keuangan, kinerja, keberlangsungan usaha
Topic
Kesejahteraan Masyarakat
Corresponding Author
Made Pratiwi Dewi
Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
Abstract
Mayoritas masyarakat kita belum menyadari manfaat dari berinvestasi. Mereka cenderung lebih mementingkan untuk menjalani hidup sekarang tanpa memikirkan masa depan. Di Indonesia, berdasarkan data per Desember 2018, tercatat hanya sekitar 1.617.267 juta penduduk yang terdaftar sebagai pemegang saham independen di Kustodian Sentral Efek Indonesia. Rasionya bahkan tidak sampai 0,5 persen dari total penduduk Indonesia. Kurangnya informasi dan pengetahuan tentang pasar modal menjadi hal utama kurang majunya pasar modal Indonesia. Sekarang ini banyak negara menerapkan kebijaksanaan yang bertujuan meningkatkan investasi baik domestik maupun modal asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh edukasi pasar modal terhadap persepsi risiko dan minat berinvestasi masyarakat. Peneliti ingin melihat faktor-faktor yang mempengaruhi minat berinvestasi masyarakat yang notabene belum memiliki experience dalam berinvestasi saham di pasar modal. Penelitian ini menggunakan data primer yaitu kuisioner yang dikumpulkan dari partisipan, dengan menggunakan teknik kuasi eksperimen dimana partisipan adalah masyarakat yang mengikuti kegiatan sekolah pasar modal secara sukarela di Bursa Efek Indonesia KP Denpasar. Metode pengolahan data menggunakan path analysis. Hasil dari penelitian ini edukasi pasar modal memberikan pengaruh positif terhadap persepsi risiko dan minat berinvestasi masyarakat. Sedangkan persepsi risiko tidak memiliki pengaruh terhadap minat berinvestasi masyarakat.
Keywords
Pengetahuan Investasi, Minat Berinvestasi, Persepsi Risiko, Sekolah Pasar Modal
Topic
Kesejahteraan Masyarakat
Corresponding Author
I Nyoman Subagia
Institutions
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar (IHDN Denpasar)
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang air sebelum dan setelah diberi mantra (perspektif Hindu), dalam penelitian ini sumber air yang dimaksud yakni, sumber air jernih yang muncul dari dalam tanah yang disebut dengan kelebutan. Air kelebutan ini biasanya dipakai sumber air minum, dan untuk aktuvitas spiritual yang dilakukan masyarakat Desa Keramas, Blabatuh, Gianyar yang bersifat individu maupun yang bersifat kelompok. Adapun tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan kandungan air, mineral, nitrogen, fluor, fosfor, sulfur dan klor, serta khasiat air untuk kesehatan tubuh manusia. Penelitian ini adalah ada perbedaan antara air sebelum dan setelah diberikan mantra (perspektif Hindu). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Gravimetri, Semimikrokjeldahl, dan Soxhlet. Hasil penelitian Kualitas air secara fisika pada kontrol dan perlakuan memenuhi syarat air minum, Berdasarkan parameter kimia diperoleh bahwa terdapat mineral logam berat Pb dengan kadar tinggi baik pada kontrol dan perlakuan, Mutu air dari segi mikrobiologi menunjukan bahwa terjadi peningkatan jumlah coliform dan total bakteri yang menyebabkan kontaminasi pasca perlakuan, Perlakuan penambahan kembang dan mantra pada sampel air menyebakan air memiliki komponen sebagai antioksidan, Pada struktur molekul air mengalami perubahan menjadi heksagonal berdasarkan kajian pustaka.
Keywords
Air, Mantra
Topic
Budaya dan Kearifan Lokal
Corresponding Author
Dewa Nyoman Sadguna
Institutions
Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan
Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa
Dewasadguna59[at]gmail.com
Abstract
Usaha budidya ikan dengan sistem Kantong Jaring Apung (KJA) telah berkembang sejak lama dan banyak ditekuni oleh para petani ikan di Danau Batur, Kintamani, Bangli. Namun seiring dengan perkembangan yang pesat ini ternyata yang masih menjadi permasalahan setelah berproduksi adalah sistem pemasarannya yang dirasakan belum memberikan keuntugan maksimal oleh para petani pembudidaya. Merujuk pada uraian tersebut diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem rantai/saluran pemasaran dan marjinnya pada produksi petani ikan nila sistem KJA di Danau Batur yang dilakukan melalui Survey. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling pada petani ikan nila sistem KJA di Danau Batur, Desa Kedisan, Kintamani, Bangli. Jumlah responden 26 orang diambil secara Sensus. Sedangkan snow ball sampling digunakan untuk menelusuri lembaga-lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran hasil budidaya petani ikan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh (100%) hasil produksi petani ikan tersebut disalurkan melalui pedagang pengecer, sehingga sistem rantai pemasarannya hanya melalui satu tipe saluran pasar, yaitu dari petani langsung ke pedagang pengecer dengan marjin sebesar rata-rata Rp. 3.000 – sampai Rp. 8.000,- per kilogram ikan segar. Sementara bagian (share) harga yang diterima petani sebesar antara 90% sampai 77%. Oleh karena itu rekomendasi yang dapat disampaikan kepada petani ikan tersebut adalah menyalurkan hasil produksi di pengecer lokal.
Keywords
Rantai pasar, marjin pemasaran, kantong jaring apung
Topic
Manajemen dan Sumber Daya Air
Corresponding Author
I Gusti Ngurah Adi Rajistha
Institutions
Universitas Warmadewa
Abstract
Banyak paket wisata tidak dapat menyampaikan kontennya secara maksimal. Oleh karena itu, peran bahasa sangat penting dalam membentuk teks paket perjalanan wisata. Penelitian ini mengungkap konstruksi teks pada paket perjalanan wisata dilihat dari sisi kohesi gramatikal, acuan. Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya tentang pengaruh bahasa dalam optimasi website. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah teks paket perjalanan wisata dalam format *.txt yang diolah secara komputasi dengan program antconc. Korpus data yang telah dikumpulkan diklasifikasikan sesuai dengan jenis acuan. Data dianalisis dengan menggunakan teori kohesi gramatikal oleh Haliday dan Hasan (1976). Hasil analisis disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) acuan sangat mempengaruhi teks agar tetap fokus pada subjek yang dimaksud, (2) acuan yang diterapkan lebih mengacu pada pembaca teks, dan (3) penggunaan acuan demonstratif yang tidak netral dapat mengaburkan jarak pembaca dengan acuan yang dimaksud.
Keywords
acuan, teks paket perjalanan wisata, website, bounce rate
Topic
Budaya dan Kearifan Lokal
Corresponding Author
Ketut Kasta Arya Wijaya
Institutions
Fakultas Hukum Universitas Warmadewa
Abstract
This study aims to provide knowledge and understanding to the public related to the regulation of utilization of watersheds as a means of water tourism in the city center, namely the city of Denpasar. In the long term the management of the utilization of watersheds will have a very significant impact on the community by increasing water recreation facilities in the middle of the city that are cheap and affordable, in the future it is expected to find a management model for the management of watersheds in Tukad Badung, in this study will examine the legal aspects of regional government authority in managing watersheds in Tukad Badung in order to create a clean environment and have a value of benefits to the community as a whole, in Law Number 23 of 2014 concerning Regional Governments by sharing the amendments it is stated that there is an authority mentioned in Article 11 concerning concurrent government affairs, namely: Obligatory Government Affairs as referred to in paragraph (1) consists of Government Affairs relating to Basic Services and Government Affairs not related to Basic Services. Article 12 of Law Number 23 Year 2014 concerning Regional Government explains that: 1. Obligatory government regulations relating to Basic Services as referred to in Article 11 paragraph (2) include: a) education, b) health, c) public works and spatial planning; In relation to basic services, there are obligations that the Regional Government has are public works and spatial planning, that is, arranging and utilizing one of them the watershed in Tukad Badung. A healthy, clean and safe environment is part of human rights, which is stipulated in the constitution, Article 28 (I) that every person has the right to obtain a healthy and clean environment is part of human rights. Thus the arrangement of the Tukad Badung watershed for water tourism for the people of Denpasar in particular and the general public outside the city of Denpasar, also plays a role in maintaining cleanliness, and preventing pollution in the watershed
Keywords
Watersheds, Water tourism, Environment as human rights
Topic
Penataan Kawasan DAS
Corresponding Author
Ni Made Darmadi
Institutions
Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa
Abstract
Dalam rangka meningkatkan sektor ekonomi unggulan diantaranya meningkatkan Industri Perikanan dengan olahannya, dan industri kecil lainnya yang dapat memperkuat Perekonomian Nasional. Untuk dapat bersaing dengan baik maka industri tradisional harus dapat meningkatkan mutu dan keamanan pangan mulai dari proses sampai terbentuknya produk, sehingga dapat memberi jaminan mutu dan keamanan pangan bagi konsumen. Krupuk kulit ikan merupakan hasil dari industri rumah tangga, banyak terdapat di Kelurahan Serangan Bali. Pembuatan Krupuk Kulit ikan di buat dengan bermacam-macam teknik, Penelitian mengenai Peningkatan mutu dan keamanan pangan krupuk kulit ikan dengan pengemas yang tepat memiliki tujuan untuk Mendapatkan jenis pengemas dan waktu simpan terlama krupuk kulit Ikan yang bermutu baik berdasarkan analisa Mikrobiologi, Kimiawi dan Organoleptik. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metoda Eksperimen, menggunakan tiga jenis pengemas, penyimpanan selama tiga bulan dilakukan pengamatan secara Kimia, Mikroba setiap bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengemas terbaik adalah pengemas Mika Plastik Polypropylene (M) dan waktu terlama yaitu penyimpanan selam tiga bulan dengan Nilai kualitas : Angka Lempeng Total (ALT) 2,1 x 104 cfu/gr sampel, Kadar Air 9,972 %, Kadar Lemak 8,400 %, Kadar Total Volatil Bases (TVB) 3,340 (mg N %), Kadar Protein 78,390 %, Nilai Subjektif 7 (Disukai). Disarankan meskipun Krupuk Kulit ikan merupakan hasil Industri Rumah Tangga harus memperhatikan Keamanan Pangan mulai dari penyiapan bahan baku, Proses, Penyimpanan dengan jenis Pengemas yang direkomendasi.
Keywords
Krupuk Kulit Ikan, Bahan Pengemas, Penyimpanan
Topic
Kesejahteraan Masyarakat
Corresponding Author
I Kadek Merta Wijaya
Institutions
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa, Denpasar
Abstract
Arsitektur dan pariwisata merupakan dua hal yang saling mempengaruhi dalam perencanaan tata ruang dan sumber daya berkelanjutan. Hal tersebut berarti dalam perencanaan objek wisata sepatutnya mempertimbangkan sumber daya alam sebagai bagian keberlanjutan potensi-potensi alam tersebut. Konsepsi tersebut berlaku dalam redesain master plan Objek Wisata Permandian Air Panas Banyuwedang, di mana potensi alam yang dimiliki menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke objek wisata tersebut. Sumber mata air panas, hutan mangrove dan arsitektur pura menjadi aspek penting yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan objek ini sebagai kawasan wisata permandian. Sebagai objek wisata tentunya akan terlahir perwujudan arsitektur-arsitektur sebagai fasilitas penunjangnya. Perwujudan fasilitas-fasilitas tersebut merupakan akomodasi penunjang wisatawan yang berkunjung ke objek tersebut, namun di satu sisi kehadiran fasilitas penunjang tersebut seminimal mungkin memberikan dampak yang negatif terhadap kawasan Wisata Permandian Air Panas Banyuwedang. Tujuan tulisan ini adalah untuk merumuskan dan mengimplementasikan konsep tropis pada arsitektur fasilitas penunjang Wisata Permandian Air Panas Banyuwedang sebagai bagian dari strategi dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Kajian ini menggunakan metode interpretatif kualitatif deskriptif melalui interpretasi potensi-potensi alam di kawasan Objek Wisata Permandian Air Panas Banyuwedang dan adaptasi wujud arsitektur fasilitas penunjang pariwisata dengan pendekatan konsep tropis. Hasil akhir yaitu wujud arsitektur tropis pada aspek orientasi, bentuk, sistem penghawaan dan pencahayaan dan pemilihan material yang merupakan respon iklim tropis daerah Banyuwedang serta mengurangi penggunaan sumber energi tak terbarukan.
Keywords
Arsitektur Berkelanjutan Banyuwedang; Arsitektur Tropis Banyuwedang; Konsep Tropis Banyuwedang; Master Plan Banyuwedang
Topic
Ekowisata
Corresponding Author
Sang Ayu Made Putri Suryani
Institutions
Aquatic Resources management departement Agriculture Faculty University of Warmadewa, Denpasar, Bali
Abstract
Rasbora lateristriata sangat sulit dibedakan secara morfologi dengan Rasbora balinensis. Struktur populasi ikan Rasbora lateristriata mengalami penurunan populasi terutama pada bagian hulu sungai sungi. Hal ini desebabkan oleh faktor lingkungan yang sudah mengalami perubahan terutama kualitas air sungai. Rendahnya populasi ikan Rasbora lateristriata juga disebabkan oleh kehadiran ikan introduksi yang dapat mengacam keberadaan ikan asli karena adanya hibridisasi dengan ikan endemic. Populasi yang memiliki keragaman morfologi memiliki peluang hidup yang lebih baik untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjaga ikan Rasbora lateristriata tidak mengalami penurunan populasi dan ikan ini mampu beradaptasi pada lingkungan yang tercemar. Pengambilan sampel dilakukan pada hulu, cabang, tengah, dan hilir dengan metode purposive sampling yang dianalisis dengan Anova menggunakan SPSS versi 20. Keragaman warna Rasbora lateristriata yang diperoleh pada hulu, tengah, cabang, dan hilir tidak berbeda signifikan untuk lokasi yang berbeda. Rata-rata warna yang dihasilkan adalah hitam keabuabuan. Kluster karatkter SL, TL, dan Berat menunjukkan bahwa Rasbora lateristriata membentuk tiga cluster utama. Klaster I adalah pengelompokan hulu dan hilir. Klaster 2 adalah pengelompokan Klaster I dengan cabang. Dan Klaster III adalah pengelompokan Klaster II dengan tengah. Keragaman warna dan morfometrik ikan Rasbora lateristriata di sungai dipengaruhi oleh kualitas air seperti DO, pH, dan Suhu.
Keywords
Keragaman Morfologi, Rasbora, Kualitas Air
Topic
Manajemen dan Sumber Daya Air
Corresponding Author
Luh Kartini
Institutions
Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa
Abstract
Tanaman bawang merah salah satu komoditas unggulan nasional selain cabai dan kentang. Pemerintah harus mengevaluasi kembali untuk mengintensifkan dan mendorong para petani supaya kembali menanam tanaman yang selama ini menjadi kebutuhan sehari-hari di masyarakat. Meski tidak dipungkiri, bahwa kebutuhan bawang di Indonesia selama ini masih menjadi catatan penting dalam memajukan produksi pertanian, karena Indonesia yang terkenal memiliki lahan subur dan pemerintah terus berupaya fokus untuk mendorong serta memajukan sektor pertanian dengan penerapan panca usahatani Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang kelinci dan pupuk NPK yang paling tepat bagi peningkatan kesuburan dan ketersediaan unsur hara untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah . Penelitian ini merupakan percobaan lapangan pada tanah sawah di Desa Sumerta kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kotamadya Denpasar yang dilaksanakan dari bulan April sampai dengan bulan September 2019. Bibit bawang yang digunakan varietas lokal.. Metode yang dipergunakan dalam pencapaian tujuan adalah metode eksperimen di lapangan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan empat taraf dosis pupuk kandang kelinci dan empat taraf dosis pupuk NPK untuk peningkatan hasil tanaman bawang merah. Interaksi antara dosis pupuk kandang kelinci dan dosis pupuk NPK (KxN) berpengaruh tidak nyata (P≥0,05) terhadap seluruh variabel yang diamati. Dosis pupuk kandang kelinci (K) berpengaruh tidak nyata (P≥0,05) terhadap seluruh variabel yang diamati. Dosis pupuk NPK (N) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap variabel tinggi tanaman maksimum; berpengaruh sangat nyata terhadap variabel berat segar umbi dan berat kering oven umbi per rumpun serta berat kering oven berengaruh tidak nyata terhadap variabel jumlah daun maksimum, jumlah umbi per rumpun berat segar brangkasan per rumpun, berat kering oven brangkasan per rumpun dan Indeks Panen. Berat segar dan berat kering oven umbi per rumpun tertinggi didapat pada dosis pupuk kandang kelinci 15 ton ha-1 (K3) yaitu seberat 60,62 dan 38,20 g meningkat sebesar 3,11 % dan 4,26 % dibandingkan dengan hasil terendah pada dosis pupuk kandang kelinci 0 ton ha-1 (K0) yaitu 58,79 g dan 36,64 g. Pemberian dosis pupuk NPK yang semakin meningkat menyebabkan meningkatnya beberapa variabel pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Berat segar dan berat kering oven umbi per rumpun tertinggi didapat pada dosis pupuk NPK (N3) yaitu 70,15 g dan 45,44 g meningkat sebesar 39,40 % dan 54,55 % dibandingkan dengan dosis NPK (N0) yaitu 50,32 g dan 29,40 g.
Keywords
Tanaman Bawang Merah, Pupuk Kandang Kelinci, Pupuk NPK
Topic
Kesejahteraan Masyarakat
Corresponding Author
Made Sri Yuliartini
Institutions
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa
Abstract
Peningkatan intensitas budidaya okra di Bali memerlukan teknologi tepat guna, untuk peningkatan mutu dan nilai tambah serta mudah diaplikasikan sesuai dengan kemampuan petani dan memberi dampak terhadap peningkatan pendapatan, yaitu salah satunya dengan sistem pola tanam tumpang sari antara tanaman okra dan tanaman sayuran (kangkung, sawi hijau dan bawang ). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaturan ruang tumbuh yang tepat dalam menerapkan sistem tumpang sari yang memberikan hasil yang tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Sumerta, Kecamatan Denpasar timur, Kota Denpasar. Percobaan ini merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu Pengaturan Ruang Tumbuh (J) terdiri dari 3 taraf yaitu J1 = 50 cm x 50 cm, J2 = 60 cm x 50 cm, dan J3 = 70 cm x 50 cm; dan Sistem Tumpang Sari (O) terdiri dari 3 taraf yaitu OK = tumpang sari okra dengan kangkung, OS = tumpang sari okra dengan sawi dan OB = tumpang sari okra dengan bawang. Hasil penelititan menunjukkan interaksi antara pengaturan ruang tumbuh dengan sistem tumpang sari memberikan pengaruh nyata terhadap berat segar sayuran tumpang sari (kangkung, sawi dan bawang) per petak. Berat segar sayuran tumpang sari perpetak tertinggi diperoleh pada interaksi antara pengaturan ruang tumbuh 50 cm x 50 cm dengan sistem tumpang sari okra dengan kangkung yaitu 1666,67 g dan terendah didapat pada interaksi antara pengaturan ruang tumbuh 50 cm x 50 cm dengan sistem tumpang sari okra dengan bawang yaitu 650,00 g. Pengaturan ruang tumbuh, sistem tumpang sari dan interaksi antara pengaturan ruang tumbuh dengan sistem tumpang sari memberikan pengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar berangkasan dan berat kering oven berangkasan) dan hasil (jumlah buah, berat segar buah dan berat kering oven buah) tanaman okra. Berat segar buah okra per tanaman lebih tinggi didapat pada pengaturan ruang tumbuh 70 cm x 50 cm yaitu 861,83 g , mengalami peningkatan sebesar 8,24 % bila dibandingkan dengan pengaturan ruang tumbuh 50 cm x 50 cm yaitu 796,22 g. Sistem Tumpang sari okra dengan bawang mampu memberikan berat segar buah okra per tanaman lebih tinggi yaitu 892,33 g yang mengalami peningkatan sebesar 9,44 % dan 10,33 % bila dibandingkan sistem tumpang sari okra dengan kangkung yaitu 815,33 g dan sistem tumpang sari okra dengan sawi yaitu 808,75 g.
Keywords
Pengaturan Ruang Tumbuh, Sistem Tumpang sari; Tanaman Okra
Topic
Kesejahteraan Masyarakat
Corresponding Author
Ni Made Yudiastari
Institutions
Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa
Abstract
PENAMPILAN AYAM KAMPUNG SUPER YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG TEPUNG ROTI AFKIR SEBAGAI PENGGANTI JAGUNG Ni Made Yudiastari, Ni Ketut Etty Suwitari, Luh Suariani, Nyoman Kaca, Yan Tonga Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa Email : aniekwidiarsa@ymail.com ABSTRACK Ransum memegang peranan penting dalam keberhasilan usaha peternakan ayam broiler karena biaya yang dikeluarkan untuk ransum bisa mencapai 70% dari total biaya produksi. Salah satu bahan penyususn ransum ayam kampung yang biasa digunakan sebagai sumber energi adalah jagung. Dewasa ini produksi jagung Indonesia belum mencukupi kebutuhan, sehingga masih diperlukan import jagung. Untuk pakan ternak, karena harga jagung mahal maka diperlukan pakan alternatif untuk menggantikan jagung sebagai sumber energi. Salah satu bahan pakan yang banyak dijumpai adalah roti afkir. Roti afkir adalah roti yang sudah tidak dikonsumsi lagi oleh manusia, dan dibuang sebagai sampah. Roti ini masih bisa dimanfaatkan karena mempunyai kandungan gizi yaitu Protein Kasar 6,47%, Lemak Kasar 24,34%, Serat kasar 0,85, Abu 1,90% dan Energi Metabolis 2952Kkal/kg. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sampai tingkat pemberian berapa tepung rotidapat enggantikan jagung dalam ransum ayam kampung super. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Adapun perlakuan yang diberikan adalah R0 (ransum tanpa Tepung Roti Afkir/TRA}, R1 (ransum dengan 10%TRA) , R2 (Ransum dengan 20% TRA), R3(Ransum dengan 30% TRA) serat R4 (Ransum dengan 40% TRA). Variabel yang diamati adalam Pertambahan Berat Badan, Berat badan akhir, konversi ransum dan Berat karkas serta Prosentase karkas. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian tepung roti afkir sampai dengan 20% secara nyata mampu meningkatkan pertambahan berat badan, berat badan akhir, konsumsi ransum, berat potong serta berat karkas ayam kampung super umur 3-10 minggu. Dengan demikian dapat disarankan untuk menggunakan tepung roti afkir sebagai pengganti jagung sebesar 20%.
Keywords
Kata Kunci : Ayam Kampung Super, Penampilan, Tepung Roti Afkir,
Topic
Budaya dan Kearifan Lokal
Corresponding Author
I Nyoman Kardana
Institutions
Universitas Warmadewa
Abstract
Penelitian ekolinguistik dalam beberapa tahun belakangan ini cukup sering dilakukan. Akan tetapi, penelitain-penelitian tersebut masih terfokus mengkaji leksikon pada satu bidang tertentu. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bertujuan mengkaji khazanah leksikon yang terdapat pada daerah pariwisata. Dipilihnya daerah pariwisata mengingat daerah pariwisata merupakan daerah yang paling riskan terkena arus globalisasi akibat perkembangan pariwisata. Arus globalisasi akibat perkembangan teknologi informasi dan kemajuan pariwisata dapat mengubah perilaku dan perubahan sikap sosial masyarakat dan perubahan lingkungan biologis daerah tersebut. Sehubungan dengan itu, penelitian ini mengkaji dampak yang terjadi akibat perkembangan pariwisata di daerah pariwisata Sanur melalui kajian ekowisata linguistik. Kajian ini melihat khazanah leksikon yang ada sebelum dan sesudah terjadinya perkembangan pariwisata, jenis-jenis leksikon yang bertahan, punah, dan yang berinovasi. Data penelitian berupa data tulis dan data lisan. Untuk memastikan keberhasilan penelitian ini, diterapkan metode pengumpulan data berupa metode observasi dan metode wawancara dengan bantuan teknik rekam dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak leksikon yang berhubungan dengan lingkungan biologis di daerah Sanur. Banyak dari leksikon ini masih bertahan saat ini, tetapi tidak sedikit juga yang mengalami perubahan ke arah negatif, langka dan punah. Meski demikian, ada flora yang menunjukkan inovasi.
Keywords
Sanur, Linguistik Ekowisata, leksikon, perubahan lingkungan
Topic
Budaya dan Kearifan Lokal
Corresponding Author
Ni Ketut Etty Suwitari
Institutions
Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa
Abstract
Untuk menguji kualitas bahan pakan perlu diuji secara biologis melalui pengukuran nilai kecernaan, baik kecernaan bahan kering maupun kecernaan protein kasar pada ayam broiler. Pengukuran nilai kecernaan pada ayam broiler dilakukan karena ternak tersebut memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dalam waktu yang singkat, sehingga optimalitas penyerapan zat-zat makanan dapat terlihat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kecernaan ransum (bahan kering, bahan organik dan protein) dan juga retensi N dari ransum yang mengandung tepung daging keong mas sebagai pengganti tepung ikan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dengan Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 x 3 dengan 5 perlakuan yaitu R0 (Ransum yang mengandung 0% Tepung daging Keong Mas (TDKM)), R1 (Ransum dengan 5% TDKM), R2 (ransum dengan 10% TDKM), R3 (ransum dengan 15% TDKM) dan R4(ransum dengan 20%TDKM). Adapun variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik, dan Protein , serta Retensi N dari ransum yang mengandung tepung Daging Keong Mas sebagai pengganti tepung ikan.Dari hasil penelitian diperoleh bawa penggantian tepung ikan dengan tepung daging keong mas secara nyata (P>0,05) mampu meningkatkan Kecernaaan Protein Kasar, Bahan Kering dan Bahan Organik serta retensi N ransum. Oleh sebab itu disarankan untuk menggunakan tepung daging keong mas sebanyak 10% dalam ransum untuk meningkatkann kecernaan dan retensi N ransum ayam pedaging.
Keywords
Penampilan, kecernaan, retensi N, Keong Mas
Topic
Kesejahteraan Masyarakat
Corresponding Author
A.A.Made Semariyani
Institutions
Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa
Abstract
“Urutan” merupakan produk pangan analog sosis yang dibuat secara tradisional di Bali melalui proses fermentasi maupun tanpa fermentasi. Pembuatan “urutan” biasanya dilakukan pada saat hari raya Galungan dimana masyarakat memotong babi untuk keperluan upacara, sehingga daging yang tersedia cukup banyak. Masyarakat berupaya memperpanjang masa simpan daging tersebut dengan mengolahnya menjadi produk pangan yang dapat disimpan lebih lama. Untuk memenuhi selera konsumen, tuntutan pasar dan penganekaragaman pangan, bahan baku yang digunakan tidak lagi dari daging babi saja, tetapi sudah ada urutan yang dibuat dari daging ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya cemaran logam pada “urutan” ayam dalam upaya menjamin mutu dan keamanan pangan “urutan”ayam bagi konsumen.Target khusus yang ingin dicapai adalah mengetahui keamanan pangan “urutan” ayam dari segi cemaran logam berat sesuai dengan persyaratan sosis daging (SNI 01-3820-1995). Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan adalah membuat -urutan- ayam dengan formulasi terbaik dari penelitian sebelumnya yaitu formulasi penambahan lemak 10 % tanpa perlakuan fermentasi (Semariyani, dkk. 2017, Semariyani dan Sudiarta, 2018) kemudian dilakukan pengujian logam berat (Pb, Zn, Cu,), terhadap “urutan” ayam yang dihasilkan. Dari hasil uji akan diketahui apakah “urutan” tersebut aman atau tidak dikonsumsi setelah dibandingkan dengan standar mutu sosis daging (SNI 01-3820-1995) khususnya dari standar logam beratnya. Hasil yang diperoleh dari uji logam berat terhadap daging ayam dan “urutan” ayam yaitu kandungan Timbal (Pb) baik daging mentah, urutan mentah, dikukus, maupun yang digoreng nilainya berkisar antara 0,2167 sampai 1,0570 mg/kg, kandungan Tembaga (Cu) berkisar antara 0,0181 sampai 0,2718 mg/kg dan Zeng (Zn) berkisar antara 3,3727 sampai 7,1724 mg/kg semuanya memenuhi persyaratan standar sosis daging (SNI 01-3820-1995) yang mana persyaratan Pb adalah maksimal 2,0 mg/kg, Cu adalah maksimal 20 mg/kg sedangkan Zn maksimal 40 mg/kg. Sehingga “urutan” ayam yang dibuat dengan formula penambahan lemak 10% tanpa difermentasi aman untuk dikonsumsi.
Keywords
“urutan” daging ayam, keamanan pangan, logam berat
Topic
Kesejahteraan Masyarakat
Corresponding Author
Putu Dian Pradnyanitasari
Institutions
Faculty of Economics and Business, Warmadewa University, Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
*dianunwar[at]gmail.com
Abstract
This study aims to analyze the effect of cash internal control, the suitability of compensation, and individual morality on the tendency of accounting fraud (fraud). This study used 36 respondents who worked at LPD Tabanan Regency. Determination of the sample using purposive sampling, namely sampling techniques with certain criteria. To answer the research hypothesis using analytical tools, namely multiple linear regression. The results showed that internal cash control, the suitability of compensation and individual morality harmed the tendency of accounting fraud.
Keywords
Cash Internal Control, Compensation Suitability, Individual Morality, Accounting Fraud Tendency
Topic
Kesejahteraan Masyarakat
Corresponding Author
agung yuli
Institutions
Universitas Warmadewa
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Abstrak Sampah merupakan salah satu permasalahan terbesar di Negara Indonesia. Hampir di semua sungai, jalan, tempat umum, bahkan di dalam rumah kitapun bisa kita temui sampah. Berbagai upaya penanganan sampah gencar dilakukan oleh pemerintah, salah satunya melalui pengelolaan sampah. Dapat dipahami bahwa lingkungan mempunyai batas kemampuan tertinggi. Kemampuan tertinggi tersebut jika terlampaui, maka terjadilah pelanggaran daya dukung lingkungan yang mengakibatkan ekosistem dalam lingkungan menjadi tidak seimbang. Upaya penanganan dinilai tidak cukup melalui regulasi maupun kebijakan atau program yang dikeluarkan oleh pemerintah, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan produk plastik sedini mungkin. Generasi milenial merupakan generasi yang mempunyai kreatifitas sangat tinggi dalam mengoperasikan dan membuat teknologi komunikasi dan informasi. Akan tetapi generasi milenial masih banyak yang tidak peduli terhadap lingkungannya, mereka memiliki sifat yang apatis akan lingkungannya karena mereka sudah memiliki sifat yang individualis. Sifat individualis ini disebabkan karena mereka sudah memiliki gadget dan merasa tidak bisa hidup tanpa gadgetnya, sudah dipastikan mereka tidak peduli akan lingkungannya apalagi akan kelestarian lingkungan hidup karena mereka merasa itu bukanlah tanggung jawab mereka. Selain itu generasi milenial akan mencari eksistensinya di media sosial tanpa melihat lingkungan hidup disekelilingnya seperti bertambahnya pemakaian plastik yang berpengaruh terhadap menumpuknya sampah plastik. Generasi milenial harus memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membantu mengurangi penggunaan plastik. Karena peran generasi milenial sangatlah penting dalam mempengaruhi kelestarian lingkungan hidup di era perkembangan teknologi. Untuk mendukung pemerintah dalam upaya memerangi sampah plastik dengan membatasi timbulan dari sampah plastik serta menjaga kelestarian lingkungan, kami ingin memberikan Pendidikan Pembatasan Timbulan Sampah Plastik dan Pemanfaatan Aplikasi Layanan Sampah Bagi Generasi Milenial di Kota Denpasar. Kata Kunci : Pendidikan Sampah Plastik, Layanan Aplikasi Sampah, Generasi Milenial
Keywords
Pendidikan Sampah Plastik, Layanan Aplikasi Sampah, Generasi Milenial
Topic
Ekowisata
Corresponding Author
Sang Ayu Made Putri Suryani
Institutions
Universitas Warmadewa
Abstract
Pakan ikan merupakan biaya operasional tertinggi dalam usaha budidaya ikan. Sekitar 60% atau bisa lebih, biaya yang harus dikeluarkan agar budidaya ikan dapat berhasil Harga pakan pabrikan yang semakin meroket menyebabkan keuntungan para pembudidaya menipis, walaupun harga ikan konsumsi cenderung meningkat pula, tetapi sebenarnya justru pada pedagang/tengkulak yang lebih banyak menikmati peningkatan harga ikan konsumsi tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka untuk mengurangi kebutuhan akan pakan pabrikan tersebut. Mulai pembuatan pakan buatan dari bahan baku ikan asin dan dedak/bekatul sampai maggot sudah dicoba,kenyataannya ada yang berhasil dan ada yang masih perlu proses lebih lanjut. Pemberian pakan yang berkualitas baik akan buatan dan hijauan pada tahapan produksi telur ikan Nila merupakan suatu hal penting. Percobaan telah dilakukan dikolam pembudidaya wilayah Bogor dengan tujuan adalah untuk mendapatkan informasi tentang teknologi pakan induk gurame menggunakan ekstrak daun sente untuk peningkatan kualitas dan kuantitas produksi benih gurame.Kelompok ini telah banyak melakukan penyediaan benih terhadap budidaya ikan air tawar di Provinsi bali..Metoda yang akan dilakukan dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah dengan metoda wawancara, tatap muka, penyuluhan dan praktek secara langsung, Secara bertahap kegiatan tersebut akan lakukan. Dari kegiatan ini target luaran yang ingin dicapai yaitu peserta pelatihan secara mandiri mampu memanfaatkan daun sente dengan komposisi yang tepat dengan dosis yang tepat sehingga kualitas benih ikan dapat ditingkatkan dan kesejahteraan pembudidaya ikan dapat ditingkatkan tanpa merusak lingkungan perairan.
Keywords
Daun Sente, Ikan Nila, Pakan tambahan alami
Topic
Ekowisata
Corresponding Author
made suwitra
Institutions
Universitas Warmadewa
Abstract
Tujuan dari penulisan ini adalah ingin memberikan hasil analisis aspek kepastian hukum terhadap Awig-Awig dalam upaya peguatan Desa Adat yang dilandasi falsafah Tri Hitakarana. Penyuratan Awig-Awig sebagai bentuk kodifikasi hukum adat Bali yang di dalamnya mengatur tentang Krama Desa Adat dengan berbagai aktivitasnya, Parhyangan sebagai wadah bagi krama desa untuk menghubungkan diri dengan Ida Sang Hyang Widi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dan sekaligus sebagai sarana pelestarian kebudayaan Bali, Palemahan sebagai manisfestasi wilayah kekuasaan dan sekaligus sebagai wilayah yang menjadi fondasi sumber kehidupan dan tempat berpijak dalam menjalani kehidupan sampai meninggal dunia dalam hubungan harmonisasi. Dalam perkembangan kehidupan krama desa yang selalau berproses diperlukan penegasan pengaturan melalui penyuratan Awig-Awig baik dalam bidang keanggotaan krama desa dengan hak dan kewajibannya, perkawinan, waris dengan maksud dapat ditegakkan secara konsisten secara dinamis sesuai nilai kepatutan dalam masyarakat.
Keywords
Awig-awig, budaya Bali, desa adat, kepatutan
Topic
Kearifan Lokal
Corresponding Author
Simon Nahak
Institutions
Universitas Warmadewa
Abstract
Public awareness of law enforcement in the border area of the Republic of Indonesia with the state of the Democratic Republic of East Timor is held international dedication between the two countries, the consciousness of law means aware of the mind, Word and action of a series of deeds by each person/legal entity to obey and obey the law by means of a convert to not commit acts contrary Customs, customs) and written law (civil, administrative, and criminal as well as the form of agreement in international Customs and treaties) in space and time in terms of cross-legal relations in the state and cross between countries. Legal issues How are the factors that cause public law awareness on law enforcement in the border region of the Republic of Indonesia and the Democratic state of East Timor?, how is the practice of law enforcement applicable in each state as the basis of legal force to bind the law of public awareness in the border territory of the Republic of Indonesia and the democratic state of East Timor?, the purpose of the Countries to maintain harmonious relationships and adhere to the laws of the two countries that apply to the border region internationally. Factors on the cause of legal awareness of the citizens of people in the border areas of the two countries among others are human resources internally from themselves and externally because of environmental factors because it is not ready and does not understand the laws of both States, the substance, the structure and culture of law, belief in law enforcement officers, practice of law enforcement is conducted through litigation and non litigation Theory used the theory of force binding public law, theory of legal system, legal protection theory, restorative theory of justice and progressive law enforcement theory.
Keywords
legal awareness, Community citizens, border Indonesia with East Timor (Timor Leste)
Topic
Politik Hukum Desa Wisata
Corresponding Author
i wayan wirya sastrawan
Institutions
Program Studi Arsitektur
Fakultas Teknik dan Perencanaan
Universitas Warmadewa
Abstract
Dalam menjaga dan mendidik anak-anak saat ini terkendala dampak negative dari perkembangan teknologi terutama gadget (handphone dan sejenisnya). Terlebih lagi keterbatasan waktu orang tua dengan kesibukan pekerjaan sehingga tidak maksimal memberikan perhatian dan pengawasan pemakaian gadget pada anak-anak. Kondisi serupa dialami orang tua dilingkungan Banjar Suwung Batan Kendal, sehingga munculah ide untuk mendirikan suatu komunitas seni “Candi Ghana”sebagai media pengalihan perhatian anak-anak ke aktivitas lebih positif. Dampak positif komunitas seni ini sudah mulai dirasakan warga, dimana anak-anak sudah mulai teralihkan ke aktivitas positif di dalam komunitas seni ini. Sejak pendiriannya 2 Juni 2018 komunitas seni ini berkembang pesat dengan jumlah anggota sudah mencapai 268 orang. Sementara itu Komunitas Seni Candi Ghana masih memanfaatkan fasilitas baik alat maupun tempat yang ada di Bale Banjar Suwung Batan Kendal. Dengan pemanfaatan fasilitas yang ada di bale banjar, tentu memiliki batasan baik dari segi waktu dan kebutuhan ruangan. Seperti kegiatan rutin di komunitas sering terganggu bahkan harus dibatalkan akibat dimanfaatkannya bale banjar oleh kegiatan adat. Selain itu aktivitas dan kebutuhan besaran ruang komunitas cenderung lebih besar dari fasilitas yang tersedia di bale banjar. Belum lagi adanya event rutin kenaikan tingkat bagi anggota kursus tari dan tabuh/kerawitan/kerawitan, yang membutuhkan stage dengan kapasitas cukup besar sehinga dapat menampilkan seluruh gambelan yang diujikan. Untuk itu Warga/Krama Banjar Suwung Batan Kendal, Yayasan Batan Kendal, beserta pengurus komunitas seni sepakat untuk memindahkan kegiatan komunitas ini ke tempat yang lebih representative. Maka dimohonkanlah pendamping dari Universitas Warmadewa untuk mengatasi permasalahan terutama kebutuhan ruang aktivitas di dalam komunitas melalui sebuah perencanaan dan perancangan arsitektur. Dari permasalahan kondisi Komunitas Seni dan permohonan pendampingan mitra tersebut memerlukan penyelesaian berupa Perencanaan dan Perancangan Gedung Serba Guna Komunitas Seni Candi Ghana. Nantinya dokumen ini dapat dijadikan sebagai dasar pembuatan RAB dalam proposal pengalian dana, panduan pelaksanaan pembangunan, dan proses pemeliharaan/perawatan gedung. Tentunya keterlibat semua pihak dari warga Banjar Suwung Batan Kendal (pemilik dan pengguna), Yayasan (badan pengengelola), Pengurus dan anggota komunitas (pengguna), dan Universitas Warmadewa (ahli pendamping / desainer) sangat dibutuhkan untuk saling memberikan masukan dan informasi untuk mendukung Perencanaan dan Perancangan Gedung Serba Guna Komunitas Seni Candi Ghana.
Keywords
perencanaan, perancangan, gedung serba guna, komunitas seni
Topic
Kearifan Lokal
Corresponding Author
i gede surya darmawan
Institutions
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa
Abstract
Pura di Indonesia terutama di Bali yang mayoritas masyarakatnya beragama Hindu, merupakan media/sarana utama dalam melaksanakan persembahyangan dan wujud yadnya/persembahan secara tulus ikhlas terhadap Sang Pencipta. Sehingga keberadaan Pura sangat dijaga kelestariannya termasuk kelestarian fisik bangunannya. Kenyataannya, cukup banyak ditemukan Pura-Pura di Bali yang memiliki kondisi fisik arsitektur bangunan yang memprihatinkan. Keterbatasan dana dan sumber daya manusia menjadi faktor utama terjadinya hal tersebut. Seperti yang terjadi pada Pura Panti Pasek Padang Subadra, yang mana merupakan Pura Soroh (kelompok/disembah oleh kelompok masyarakat) yang keberadaannya sangat vital di Desa Taman Abiansemal. Keberadaan Pura yang sudah ada sejak tahun 1969 dan saat ini dikelola oleh 65 orang ini terbilang cukup memprihatinkan. Berbagai permasalahan seperti lapuknya bangunan Pelinggih Gedong Pesimpenan, Ratu Penglurah akibat termakan usia perlu mendapat perhatian. Dari sisi tata letak bangunan pada tapak, peletakan dari masing-masing bangunan pada tapak/site juga perlu ditata ulang karena saat hari pioadalan Pura berlangsung, ruang kosong tempat warga bersembahyang terbatas sehingga tidak dapat melaksanakan persembahyangan secara bersama-sama. Selain itu, kelengkapan Pura juga sangat minim yang belum terdapat bangunan Panggungan (Bale bertiang 4 sebagai stana Dewa dari 4 penjuru mata angin), Bale Pawedan sebagai tempat pemangku (pemimpin upacara) duduk dan memimpin ritual upacara Pura, serta bangunan tempat berstana Dewa Surya di sudut Timur Laut Site. Berdasarkan permasalahan ini, pihak ketua pengelola beserta perangkat desa yang menjadi mitra pengabdian ini menjalin kerjasama dengan Universitas Warmadewa dalam wujud Program Kemitraan Masyarakat (PKM), yang mana Univ. Warmadewa yang menunjuk 3 dosen dari bidang ilmu arsitektur dan teknik sipil untuk terjun ke lapangan menyelesaikan permalahan tersebut. Solusi yang ditawarkan yang juga merupakan luaran dari PKM ini adalah Dokumen Perencanaan dan Penataan Pura Panti Pasek Padang Subadra yang terdiri dari gambar kerja 2 dimensi dan 3 dimensi Pura dan disertai dengan rencana anggaran biaya berdasarkan alternatif-alternatif desain yang dihasilkan didasarkan pada perbedaan spesifikasi material yang berimbas pada anggaran biayanya. Dokumen perencanaan dan perancangan ini akan dipakai pihak mitra untuk mengajukan proposal penggalian dana dalam bentuk audensi ke instansi pemerintah seperti Kantor Gubernur, Dinas Kebudayaan dan Kantor DPRD. Selain itu, dokumen ini dipakai untuk penggalian dana internal ke masyarakat Desa Taman melalui pengadaan bazzar, lomba mancing air deras, dan pertandingan voli antar desa. Tidak hanya di bidang perencanaan, kerjasama dengan mitra dan masyarakat juga dilanjutkan pada tahap pembangunan yang mana tim PKM akan mengawal jalannya pembangunan melalui pengawasan berkala di lapangan agar sesuai dengan rencana anggaran biaya, spesifikasi bangunan dan waktu pengerjaannya.
Keywords
perencanaan, penataan, pura panti pasek padang subadra
Topic
Kearifan Lokal
Corresponding Author
Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti
Institutions
Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa
Abstract
The activity was carried out at the Sembung Mengwi Badung Village Farmer Group. The aim of which is to get an understanding of partnerships in applying fermented animal feed technology to cattle business. Participants are given knowledge about the theory and practice related to the application of straw feed technology. From this activity, the output targets to be supported are partners who receive, carry out and have the ability to apply efficient, effective and practical straw feed technology to cattle and their impact on improving development, growth and appearance of cattle for the better and healthier. The method used to achieve these objectives is to provide management training, production management, and making fermented rice straw (silage). These business activities are carried out to improve the ability to manage businesses efficiently and safely by increasing land use, utilizing local resources by maximizing the potential of internal partners and regional potentials such as the manufacture, supply of natural food and animal feed production. In realizing the achievement of program targets, in addition to training, partners are also carried out in accordance with discussions conducted under the guidance of field staff and the implementation team as well as executors appointed as debriefing according to program needs. In practice or program implementation, partners will make animal feed into silage with the principle of cost efficiency. Thus, it is expected that a Partner who is competitive and beneficial for economic growth and according to the work plan of Sembung Village, Badung Regency, Bali is based on organic, which is safe and inexpensive and capable of supporting government programs on organic and environmentally friendly agriculture (Go-Organic).
Keywords
Bali Mains Cattle, Fermented Straw, Sembung Village.
Topic
Ekowisata
Corresponding Author
Kartika Sari
Institutions
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa
Abstract
Dewasa ini, setiap orang memiliki peluang untuk mengalami stres. Stres adalah kondisi tertekan secara psikis yang disebabkan oleh pengalaman fisik maupun psikis yang tidak menyenangkan. Stres berkepanjangan dapat berdampak buruk bagi kondisi fisik, psikologis, intelektual, sosial, spiritual dan dapat mengancam keseimbangan fisiologis tubuh. Manajemen stres adalah upaya untuk mengendalikan dan menurunkan ketegangan yang muncul bersama dengan situasi yang sulit diatasi sehingga terjadi perubahan emosional dan fisik. Salah satu upaya manajemen stres adalah dengan Transcedental Meditation (TM). TM merupakan salah satu teknik meditasi yang diperkenalkan oleh Maharishi Mahesh Yogi. Dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini, sasaran utama kami adalah anggota kepolisian di SPN Singaraja, Bali dan bekerjasama dengan Yayasan Maharishi Global Raam Raj terkait inisiasi program Transcedental Meditation yang selanjutnya kegiatan ini kami beri nama Gerakan Sehat Mental Melalui Program Meditasi Transcedental. Kegiatan ini akan dilaksanakan di SPN Singaraja, Bali. Hasil yang diperoleh adalah penurunan tingkat stress berdasarkan data hasil DASS-42 serta gelombang EEG yang menggambarkan otak dalam kondisi relaks.
Keywords
meditasi, polisi, stress
Topic
Kearifan Lokal
Corresponding Author
Luh Suriati
Institutions
Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa
Abstract
Pembangunan industri yang berbasis pertanian saat ini berkembang dengan pesat. Pengembangan teknologi pengolahan melalui kegiatan yang saling menguntungkan antara petani produsen dengan industri pengolahan serta pembangunan ekonomi pedesaan. Salah satu desa yang berpotensi untuk itu adalah desa Wanagiri Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya sebagai petani dan merupakan daerah penghasil talas dan sekarang ini dikenal sebagai pusat wisata selfie twin lake view sehingga berpeluang sebagai pasar produk pangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah: a) Memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pengolahan produk hasil pertanian untuk membuka lapangan kerja mandiri, b) Meningkatkan pemahaman tentang pengetahuan kewirausahaan produk hasil pertanian. c) Membantu mengurangi pengangguran dan mempercepat keseimbangan sosial ekonomi masyarakat, d) Mendorong tumbuhnya pola-pola kemitraan dalam mengembangkan industri rumah tangga, e) Memberikan ketrampilan dalam pengolahan produk hasil pertanian berupa pembuatan olahan talas berupa bakwan talas, nugget talas, balado talas, dan berbagai jenis kripik talas, f) Memberikan ketrampilan mengemas produk olahan talas. Hasil dari pengabdian ini sangat baik dan efektif. Adapun luaran dari yang pada pengabdian masyarakat ini adalah: 1) Teknologi tepat guna pengolahan talas dengan berbagai macam olahan (mie, kripik, nugget, balado dan bakwan), 2) Produk yang berupa olahan talas yaitu mie, kripik, nugget, balado dan bakwan, 3) Metode pengkemasaan dan labelling. 4) Kiat pemasaran produk. 5) Budidaya tanaman talas di perumahan. 6) Publikasi di media masa Bali Post tentang aneka Olahan Talas
Keywords
Keladi, Olahan, Wanagiri
Topic
Ekowisata
Corresponding Author
putu suwantara
Institutions
Fakultas Hukum Universitas Warmadewa
Abstract
Desa Sangeh merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Keberadaa Desa Sangeh di salah satu kabupatn yang terkenal akan daerah tujuan wisata, membuat Desa Sangeh menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestic maupun mancangara. Untuk dapat tetap eksis sebagai daerah tujuan wisata, tentu banyak pembangunan dan bidang usaha pendukung pariwisata yang harus didirikan di Desa Sangeh, dan tentu hal tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk mengatisipasi hal tersebut Desa Sangeh mendirikan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai salah satu Lembaga Keuangan Mikro yang eksistensinya tidak perlu lagi diragukan. Selain LPD, Desa Samgeh juga mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Pendirian BPR memang diharapkan sangat membantu pemberian modal selain modal kredit yang diberikan oleh LPD. Tetapi secara normative, pendirian dan kepemilikan BPR di Desa Adat bertentangan dengan ketentuan Pasal 4 Peraturan OJK Nomor 20/POJK.3/2014.
Keywords
lembaga Keuangan Desa
Topic
Politik Hukum Desa Wisata
Page 7 (data 181 to 210 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats