Page 2 (data 31 to 60 of 151) | Displayed ini 30 data/page
Corresponding Author
Vita Briliana
Institutions
Trisakti School of Management
Abstract
Tujuan penelitian untuk mengetahui mengidentifikasi pengaruh dari motivasi, peluang, kemampuan dan suka terhadap keterlibatan sosial media untuk belanja online. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna Facebook dalam rangka bertransaksi belanja online khususnya busana muslim. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 215 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis SEM (Smart-PLS).Hasil penelitian menyatakan bahwa motivasi, kemampuan dan suka mempunyai pengaruh positif terhadap keterlibatan sosial media dalam belanja online dikalangan hijabers. Sementara peluang tidak memiliki pengaruh terhadap keterlibatan di sosial media.
Keywords
Ability, Facebook, Motivation, Opportunity, Social Media
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
TRIESTI CANDRAWATI
Institutions
POLITEKNIK NEGERI MALANG
Abstract
Abstrak. The using of information and communication technology in business can be seen on e-commerce, that also need the use of e-money to settled its transaction. E-money give different aspect on convenience and security. The development of information and communication technology, gave huge impact on human life and provide convenience for people in this digital era. The aim of this research was to know the factors that influence the use of e-money. The population in this research are 188 students in Accounting Management Study Program at Polytechnic State of Malang. There are 84 students use as sample using purposive sampling method. Multiple regression analysis employed in this research to find out influences on the use e-money. By using 5% real level some conclusions were obtained from this research. The result of this research is that perceived usefulness variable and perceived ease of use variable have a positive and significant on the effect of using E-Money but perceived cost variable has not a positive and signifiant on the effect of using E-Money. Abstrak. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam bisnis dalam perdagangan elektronik, ditunjang dengan digunakannya e-money dalam transaksinya. Penggunaan E-money memiliki beberapa perbedaan dibanding uang kertas, yaitu aspek kepraktisan dan keamanan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini memberikan dampak besar bagi kehidupan manusia serta memberikan kenyaman di era digital ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan e-Money. Populasi penelitian ini adalah 188 mahasiswa di Program Studi Akuntansi Manajemen Politeknik Negeri Malang. Sedangkan jumlah sampel diperoleh 84 mahasiswa dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis Regresi Berganda digunakan untuk menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan e-money. Dengan menggunakan taraf nyata 5% beberapa kesimpulan diperoleh dari penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah variabel Perceived usefulness dan Perceived ease of use berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat untuk menggunakan E-Money tetapi variabel perceived cost tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat untuk menggunakan E-Money.
Keywords
Perceived usefulness, Perceived ease of use, Perceived cost dan e-money
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Amiril Azizah
Institutions
Politeknik Negeri Samarinda
Abstract
Hasil analisis faktor mampu mengekstraksi 50 variabel menjadi 6 faktor yang dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam memutuskan untuk memilih jasa pelayanan Politeknik Negeri Samarinda yaitu kehandalan, kemampuan, empati, pelayanan, bukti fisik dan perhatian. Faktor tersebut menyumbangkan variance sebagai berikut; kehandalan (53,905%), kemampuan (6,165%), empati (3,597%), pelayanan (2,923%), bukti fisik (2,564%), dan perhatian (2,062%). Secara keseluruhan nilai cumulative percentage of variance 71,215% hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor secara bersama-sama mempunyai hubungan terhadap tingkat kepuasan mahasiswa terhadap jasa Politeknik Negeri Samarinda. Sedangkan hasil Importance Performance Analysis menunjukkan bahwa keenam faktor tersebut merupakan indikator dari berbagai faktor yang meliputi: Petunjuk pemberian pelayanan, kemampuan staf memberikan pelayanan, antusias staf membantu mahasiswa, keramahan, staf dapat menciptakan rasa percaya diri mahasiswa, kesigapan staf memberikan pelayanan, kemudahan memperoleh informasi, kesungguhan menerima keluhan, perhatian khusus kepada mahasiswa, wawasan staf, kehandalan staf yang terpercaya, tata karma staf, kesediaan staf untuk berdiskusi, harus menjadi prioritas utama bagi pihak manajemen Politeknik Negeri Samarinda. Hal ini menunjukkan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi tingkat kepuasan mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda berada dalam kuadran II (pertahankan prestasi) ini perlu terus dipertahankan oleh manajemen Politeknik Negeri Samarinda.
Keywords
Kepuasan, perceived performance, expectation, Politeknik Negeri Samarinda
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Ahyar Muhammad Diah
Institutions
Politeknik Negeri Samarinda
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda, dan mengukur seberapa jauh faktor-faktor secara bersama-sama mempunyai hubungan terhadap tingkat kepuasan mahasiswa termasuk mengetahui tingkat kesenjangan antara perceived performance dan expectation. Data yang digunakan adalah data primer dari 334 mahasiswa sebagi responden pengguna jasa Politeknik Negeri Samarinda. Terdapat 50 variabel yang diteliti dan dinyatakan valid dengan tingkat reliabilitas alpha sebesar 0, 9817. Hasil analisis faktor mampu mengekstraksi 50 variabel menjadi 6 faktor yang dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam memutuskan untuk memilih jasa pelayanan Politeknik Negeri Samarinda yaitu kehandalan, kemampuan, empati, pelayanan, bukti fisik dan perhatian. Faktor tersebut menyumbangkan variance sebagai berikut; kehandalan (53,905%), kemampuan (6,165%), empati (3,597%), pelayanan (2,923%), bukti fisik (2,564%), dan perhatian (2,062%). Secara keseluruhan nilai cumulative percentage of variance 71,215% hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor secara bersama-sama mempunyai hubungan terhadap tingkat kepuasan mahasiswa terhadap jasa Politeknik Negeri Samarinda. Sedangkan hasil Importance Performance Analysis menunjukkan bahwa keenam faktor tersebut merupakan indikator dari berbagai faktor yang meliputi: Petunjuk pemberian pelayanan, kemampuan staf memberikan pelayanan, antusias staf membantu mahasiswa, keramahan, staf dapat menciptakan rasa percaya diri mahasiswa, kemudahan memperoleh informasi, kesungguhan menerima keluhan, perhatian khusus kepada mahasiswa, wawasan staf, kehandalan staf yang terpercaya, tata karma staf, kesediaan staf untuk berdiskusi, harus menjadi prioritas utama bagi pihak manajemen Politeknik Negeri Samarinda. Hal ini menunjukkan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi tingkat kepuasan mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda berada dalam kuadran II (pertahankan prestasi) ini perlu terus dipertahankan oleh manajemen Politeknik Negeri Samarinda.
Keywords
Kepuasan, perceived performance, expectation, Politeknik Negeri Samarinda
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Andhy Setyawan
Institutions
Universitas Surabaya, Victoria University of Wellington, Universitas Airlangga
Abstract
Selama ini isu sustainabilitas telah menjadi wacana penting dalam literatur bisnis dan pemasaran. Inisiatif dan program yang bertujuan mendorong bertumbuh-kembangnya perilaku peduli lingkungan banyak dikampanyekan di mana-mana, termasuk di Indonesia. Sejumlah survei menyimpulkan bahwa konsumen saat ini peduli pada isu-isu sustainabilitas seperti lingkungan hidup, memiliki sikap positif terhadap pembelian green products dan menunjukkan niat positif untuk membeli green products. Sayangnya, hasil positif di survei-survei tersebut tidak selalu berkorelasi positif dengan perilaku aktual dalam konsumsi sehari-hari. Kesenjangan atau inkonsistensi antara apa yang dikatakan (sikap terhadap pembelian green products) dan apa yang dilakukan (pembelian green products) dikenal dengan istilah ‘green gap-. Artikel ini meneliti fenomena green gap dan menguji tipologi green consumers berdasarkan sikap terhadap pembelian green products dan perilaku pembelian green products sebagai basis segmentasi green consumers. Hasil kajian empiris mendukung eksistensi empat segmen berbeda, yakni truly responsible, latent responsible, spurious responsible, dan irresponsible segments.
Keywords
Green gap, green consumers, truly responsible consumers.
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Arton Briyan Prasetio
Institutions
TRISAKTI SCHOOL OF MANAGEMENT
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan word of mouth dengan citra merek, loyalitas merek, preferensi merek dan kepemimpinan merek pelanggan Miniso di Jakarta Barat. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan metode purposive sampling dan akan membutuhkan 116 responden. Hanya sampel tertentu yang memenuhi kriteria dan dapat digunakan sebagai sampel. Untuk penelitian ini, program SPSS digunakan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen di atas terhadap variabel dependen. Metode statistik dalam penelitian ini adalah regresi berganda.Penelitian menunjukkan bahwa dari mulut ke mulut untuk citra merek, loyalitas merek, preferensi merek dan kepemimpinan merek pelanggan Miniso di Jakarta Barat
Keywords
Brand Image, Brand Loyalty, Brand Preference, Brand Leadership, Word of Mouth.
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Diyah Tulipa
Institutions
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Abstract
Indonesia, dengan budaya etnis yang banyak, memberikan sebuah ruang bagi para pelaku pasar untuk meneliti keinginan dan kebutuhan tiap etnis berdasarkan pada pemasaran etnis. Keragaman budaya etnis dapat menjadi sebuah petunjuk yang baik untuk melakukan segmentasi konsumen Indonesia berdasarkan pada etnisitas. Tiap konsumen mempunyai identitas etnis sendiri. Mengetahui perbedaan antara kelompok etnis merupakan suatu pengetahuan yang penting bagi pemasar. Kelompok etnis dapat bertindak dan bereaksi secara berbeda dengan yang lainnya. Meskipun dalam kelompok yang sama, sebuah pemahaman sub-kelompok atau kelompok etnis yang berbeda dapat mengarah pada kebutuhan akan produk yang berbeda pula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi faktor pembentuk perilaku belanja konsumen didasarkan pada perspektif budaya Jawa Mataram. Hasil penelitian menemukan terdapat 33 faktor pembentuk perilaku konsumen dalam berbelanja. Berdasarkan tingkat ketergantungan dan mobilitas, terdapat 21 faktor yang memiliki mobilitas tinggi dan ketergantungan yang tinggi antar faktor. Sementara itu berdasarkan prospek pengaruh terhadap perilaku belanja terdapat dua faktor yaitu (1) proses pengajaran kepada anak memerlukan waktu yang panjang (2) mandiri dimana kemandirian sudah mulai dilakukan sejak usia muda.
Keywords
Budaya Etnis, Jawa Mataraman, Perilaku Belanja
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Maria Yosephine Dwi Hayu Agustini
Institutions
Soegijapranata Catholic University
Abstract
Secara konsep, pemasaran hijau masih belum menjadi pengetahuan yang mapan khususnya di negara sedang berkembang. Penerapannya juga masih sangat terbatas. Penelitian ini bermaksud untuk mengidentifikasi strategi pemasaran hijau pada perusahaan di Indonesia and Filipina yang menghasilkan produk hijau dengan tujuan memberikan kontribusi pada pengembangan pengetahuan strategi pemasaran hijau dalam konteks negara sedang berkembang. Wawancara mendalam kepada manajer enam perusahaan yang diteliti digunakan untuk mengumpulkan informasi. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan fenomena praktek pemasaran yang dilakukan perusahaan yang diteliti yang akan digunakan sebagai dasar menentukan strategi pemasaran hijau. Penelitian menghasilkan empat altenatif strategi. Lima perusahaan yang diteliti menerapkan strategi inovasi hijau dan hanya satu yang menerapkan strategi pemasaran hijau. Rendahnya kesadaran dan penerimaan konsumen terhadap produk hijau merupakan dasar pemilihan strategi untuk mempertahankan eksistensi usaha. Penelitian selanjutnya dapat menguji alternatif strategi yang dihasilkan pada lebih banyak perusahaan di lebih banyak negara sedang berkembang supaya konsep strategi pemasaran hijau dapat disempurnakan.
Keywords
pemasaran hijau, perluasan hijau, inovasi hijau, strategi pemasaran hijau, produk hijau
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
DEASY WULANDARI
Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember
Abstract
Persaingan bisnis ritel sangat ketat. Hal ini bukan hanya terjadi pada industri ritel tradisional dengan ritel modern tetapi di dalam internal bisnis ritel modern itu sendiri. Persaingan ketat ini masih ditambah dengan semakin maraknya bisnis ritel modern syariah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi mengenai implementasi pemasaran syariah dan customer value pada konsumen industri ritel modern syariah di Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami secara mendalam mengenai persepsi implementasi pemasaran syariah dan customer value pada konsumen industri ritel modern syariah di Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan yang dijadikan narasumber adalah pimpinan, karyawan dan konsumen bisnis ritel modern syariah di Jember. Hasil penelitian ini berdasarkan wawancara yang dilakukan pada pimpinan, karyawan dan konsumen industri ritel modern syariah di Jember, maka variabel pemasaran syariah dan customer value secara menyeluruh sudah dipersepsikan dengan baik.
Keywords
Pemasaran syariah, customer value, industri ritel modern syariah, kualitatif
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Rahmat Agus Santoso
Institutions
Universitas Muhammadiyah Gresik
Abstract
This study aims to examine the implementation of the marketing mix strategy in increasing sales of Teripang Crackers MSME-s in Sidayu District Gresik. The research method used is qualitative research methods, the types and sources of data used are primary data, and the technique of data collection is done by observation and interviews. The data analysis technique used in this study is an interactive model and the validity test of the data is done by member check. The results of this study indicate that the Teripang Crackers MSME-s in Sidayu District Gresik have not fully implemented the marketing mix strategy properly, this is evidenced by the lack of differentiation of products, the products that are marketed are relatively the same namely half-cooked and ready to eat teripang crackers. The price of marketing is also relatively the same, the marketing place of most the businessmen is in traditional markets around the District of Sidayu, while the distribution system used is a direct distribution system and distribution system using agent and shop intermediaries. Promotions used are direct promotions and promotions using social media such as Facebook and WhatsApp.
Keywords
Marketing Mix, Product, Price, Place, Promotion, MSME
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Moses Lorensius Hutabarat
Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Pelita Harapan
Lippo Village Karawaci - Tangerang
*moses.hutabarat[at]uph.edu
Abstract
Loyalitas konsumen merupakan salah satu aspek paling penting di dalam bisnis, dimana loyalitas dapat menjadi penentu sukses atau gagalnya perusahaan di dalam suatu industri. Tingginya tingkat loyalitas konsumen terhadap perusahaan mengindikasikan bahwa konsumen tidak akan berpindah ke kompetitor. Sebaliknya, rendahnya tingkat loyalitas konsumen terhadap perusahaan akan menyebabkan konsumen mudah untuk berpindah ke kompetitor, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan dan kepuasan konsumen terhadap loyalitas pelanggan mobil Honda di Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 pemilik mobil Honda di kota Tangerang. Pengujian terhadap data kuesioner dilakukan dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas. Alat yang digunakan dalam analisis data adalah PLS-SEM dengan program SmartPLS. Hasil temuan mengungkapkan bahwa seluruh hipotesis diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini, mengimplikasikan agar perusahaan yang bergerak di dalam industri otomotif di Indonesia untuk dapat tetap memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen, guna meningkatkan tingkat kepuasan mereka yang juga akan berdampak terhadap tingkat loyalitas konsumen terhadap perusahaan tersebut.
Keywords
Service Quality, Customer Satisfaction, Customer Loyalty. Kepuasan Pelanggan, Loyalitas, Honda
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
ANAS HIDAYAT
Institutions
Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen- YKPN, Yogyakarta
Abstract
Industri e-commerce di Indonesia kian berkembang sejalan dengan semakin tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia. Sayangnya banyak dari pengguna internet di Indonesia masih tidak yakin untuk berbelanja online karena kurangnya kepercayaan pembeli dengan penjual dan penyedia jasa. Shopee adalah salah satu contoh dari sedikit perusahaan e-commerce yang berhasil menggaet konsumen dalam waktu singkat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen Shopee untuk melakukan transaksi secara online. Penelitian ini menggunakan survei kuesioner yang dibagikan pada pelanggan yang sedang atau pernah bertaransaksi menggunakan aplikasi Shopee. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 168 responden. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan perangkat lunak WarpPLS versi 6. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan, persepsi nilai, dan minat beli secara positif berpengaruh pada keputusan konsumen untuk bertransaksi secara online menggunakan aplikasi Shopee.
Keywords
Kepercayaan, Persepsi Nilai, Minat Beli, keputusan Pembelian, dan E-Commerce
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
ANAS HIDAYAT
Institutions
Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen- YKPN, Yogyakarta
Abstract
Usaha rumah makan umumnya mempunyai anggaran promosi yang terbatas sehingga dapat bergantung pada Word of Mouth (WOM) di antara pelanggan sebagai salah satu alternatif sarana promosi. WOM ideal untuk diterapkan pada pemasaran layanan jasa karena jasa bersifat eksperiensial dan sulit untuk dinilai sebelum dibeli. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi WOM pada rumah makan yang menyiratkan pentingnya peran kualitas hubungan. Survei kuesioner digunakan untuk pengambilan data pada penelitian ini, yang dibagikan secara langsung pada pelanggan yang sedang atau pernah bersantap di rumah makan yang ada di Yogyakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 192 responden yang diambil dari 4 rumah makan di Yogyakarta. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan perangkat lunak WarpPLS versi 6. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas makanan dan kualitas lingkungan fisik mempengaruhi perilaku WOM pelanggan secara tidak langsung melalui kualitas hubungan yang tercipta dari kepuasan dan kepercayaan konsumen
Keywords
Kualitas Makanan, Kualitas Lingkungan Fisik, Kepuasan, Kepercayaan, dan Word of Mouth
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
I Nyoman Nurcaya
Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana - Bali
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan nasabah dan Customer Intimacy terhadap loyalitas nasabah. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Denpasar - Bali terhadap 90 nasabah Bank Rakyat Indonesia Cabang Denpasar. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan kepercayaan nasabah terhadap Customer Intimacy. Customer Intimacy berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas nasabah. Kepercayaan nasabah berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas nasabah. Customer Intimacy secara signifikan memediasi pengaruh kepercayaan nasabah terhadap loyalitas nasabah. Implikasinya, perusahaan perbankan harus memberikan kepercayaan yang kuat kepada nasabah dan membina keintiman atau komunikasi yang kuat dengan nasabah sehingga akan membentuk loyalitas nasabah.
Keywords
Kepercayaan, Cusomer Intimacy, Loyalitas
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Idris SE MSi
Institutions
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro
Jl Prof Soedarto SH Semarang
Abstract
Perkembangan dunia digital telah merambah berbagai bidang, tidak terkecuali produk jasa perbankan dan keuangan. Kehadiran e money telah menjadi salah satu komoditas tersendiri bagi lembaga keuangan untuk menunjukkan keunggulan bisnisnya dalam memberikan layanan dan kepuasan kepada pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh kualitas layanan, kemudahan penggunaan, kenyamanan layanan, dan keamanan terhadap kepuasan pelanggan yang menggunakan kartu Flazz BCA. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna kartu Flazz BCA di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan, kemudahan penggunaan, kenyamanan layanan, dan keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, namun kualitas layanan memliki pengaruh paling besar dalam mempengaruhi kepuasan pelanggan.
Keywords
Kualitas Layanan, Kemudahan Penggunaan, Kenyamanan Layanan, Keamanan, Kepuasan Pelanggan
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Erna Sofriana Imaningsih
Institutions
Universitas Mercu Buana Jakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, harga dan citra merek (brand image) terhadap keputusan pembelian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli dan mengosumsi Bikuit Roma Sari Gandum Sandwich di Kota Jakarta Timur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 115 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Non-Probability sampling dengan pendekatan Accidental Sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat dijadikan sampel jika dipandang cocok. Analisis data yang dilakukan adalah dengan mengunakan analisis deskriptif dengan cara menganalisa data melalui aplikasi Partial Least Square (PLS) dengan program SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai T statistiknya sebesar 2.118; variabel harga berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai T statistiknya sebesar 1.030; variabel citra merek (brand image) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai T statistiknya sebesar 2.514. Dengan demikian sebaiknya perusahaan PT Mayora Indah harus terus meningkatkan kualitas produk, penentuan harga bersaing dan meningkatkan citra merek karena hal ini mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian Biskuit Roma Sari Gandum Sandwich.
Keywords
Kualitas Produk, Harga, Citra merek, Keputusan Pembelian
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Sunaryo -
Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
universitas Brawijaya
Abstract
ABSTRACT Competition in the transportation business is growing, many companies arecreating online transportation business applications either through websites or mobile applications such as Traveloka, Ticket.com, Booking.com, and Agoda.com. However, public interest in conducting online transactions in the travel category is still considered low. The Technology Acceptance Model was chosen as a reference for modifying the research model framework with the aim of identifying the determinants of online transportation purchasing decisions. This study uses a sample of 210 respondents collected through surveys and data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results showed that the variables perceived ease of use, perceived usefulness, and sales promotion had a positive and significant influence on online purchasing decisions. The implication of this study is need to improve perceived ease of use and sales promotion of consumer purchasing decisions on mobile applications. This can be done, among others, by providing a live chat feature with Traveloka customer service and being able to use another sales promotion tool and Prizes to be able to increase consumer purchasing decisions on the Traveloka mobile application.
Keywords
perceived ease of use, perceived usefulness, sales promotion, purchase decision
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Martinus Robert Hutauruk
Institutions
Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
Abstract
Kinerja Layanan Jasa Pendidikan, antara harapan dan kenyataan Penelitian tentang kinerja layanan jasa pendidikan ini menggunakan lima dimensi kualitas pelayanan jasa dengan 5 variabel dan 15 indikator pelayanan. Analisis menggunakan diagram kartesius dengan membagi ke dalam 4 kuadran pelayanan yaitu A,B,C dan D. Terdapat 1 indikator pelayanan yang memiliki nilai sangat tinggi dan berada pada kuadran B yaitu penampilan fisik gedung. Satu indikator pelayanan yang memiliki nilai sangat rendah ( kuadran A ) dibandingkan dengan nilai harapan pelanggan yaitu jaringan internet. Tujuh indikator yang memiliki nilai rendah ( kuadran C) yaitu : ketepatan pelayanan, kesesuaian pelayanan dengan janji, kesigapan pegawai, penanganan keluhan mahasiswa, kemudahan menghubungi pegawai, tempat parkir dan kebersihan toilet. Enam indikator yang memiliki nilai tinggi ( kuadran D) yaitu : keramahan, kesopanan, reputasi kampus, kemampuan komunikasi pegawai, dan kebersihan lingkungan kelas
Keywords
keterandalan, kesigapan, jaminan, empati, bukti nyata.
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Dwi Gemina
Institutions
Universitas Djuanda Bogor, Jl. Raya Ciawi No. 1 Bogor Indonesia
Abstract
Industri Mikro Kecil Menengah (IMKM) memberikan sumbangan berarti bagi pertumbuhan ekonomi nasional, sebagai penggerak pembangunan daerah dibidang teknologi, memperluas kesempatan berusaha, kesempatan kerja dan peningkatan nilai tambah. Tujuan dari penelitian ini tanggapan pemilik usaha terhadap orientasi pasar, inovasi produk dan kinerja pemasaran IMKM makanan ringan di Kabupaten Subang serta untuk menganalisis kinerja pemasaran dipengaruhi secara simultan dan parsial oleh orientasi pasar dan inovasi produk pada industri mikro kecil menengah (IMKM) makanan ringan di Kabupaten Subang. Metode penelitian adalah deskriptif dan verifikatif dengan skala likert menggunakan pengujian regresi berganda, sampel berjumlah 50 IMKM makanan ringan menggunakan metode purposive sampling, kemudian kuesioner diuji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian bahwa secara simultan dan parsial variabel orientasi pasar dan inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran IMKM makanan ringan di Kabupaten Subang.
Keywords
Orientasi Pasar; Inovasi Produk; Kinerja Pemasaran; IMKM Makanan Ringan; Kabupaten Subang
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Nonik Ningrum
Institutions
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
Abstract
Penelitian ini menguji pengaruh brand familiarity pada brand attachment dengan dimediasi oleh actual self-congruence dan ideal self-congruence. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brand familiarity secara positif signifikan berpengaruh pada actual self-congruence, brand familiarity secara positif signifikan berpengaruh pada ideal self-congruence, actual self-congruence secara positif signifikan berpengaruh pada brand attachment, ideal self-congruence secara positif signifikan berpengaruh brand attachment, actual self-congruence memediasi secara parsial pengaruh brand familiarity pada brand attachment, dan ideal self-congruence tidak memediasi pengaruh brand familiarity pada brand attachment. Temuan dalam penelitian ini adalah hanya actual self-congruence yang dapat memediasi pengaruh brand familiarity pada brand attachment. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive random sampling dan jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 200 responden. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan structural equation modelling. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menguji model ini dengan menggunakan desain penelitian experiment.
Keywords
Brand Familiarity, Self-Congruence, Brand Attachment
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Ferry Firdhaus
Institutions
Magister Manajemen, UNMUL
Abstract
Setiap perusahaan dituntut untuk dapat bersaing secara kompetitif dalam hal menciptakan dan mempertahankan pembeli yang loyal, upaya-upaya mempertahankan pelanggan harus mendapat prioritas yang lebih besar dibandingkan upaya mendapatkan pelanggan baru. Strategi-strategi efektif harus meliputi juga upaya mencari prospek baru dan mempertahankan prospek yang telah ada. Bisnis property masih menjadi hal yang menarik seperti perumahan merupakan salah satu sektor bisnis yang sangat kompetitif dan berkembang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Atribut Diferensiasi, Kualitas Produk, dan Daya Tarik Produk Prinsipal terhadap Keputusan Pembelian di Perumahan Bukit Mediterania Samarinda. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang tinggal di perumahan Bukit Mediterania Samarinda. Teknik sampel yang digunakan purposive sampling dengan alat analisis Smart PLS. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui ada pengaruh atribut diferensiasi yang signifikan terhadap daya tarik produk prinsipal, ada pengaruh atribut diferensiasi yang signifikan terhadap keputusan pembelian, ada pengaruh kualitas produk yang signifikan terhadap daya tarik produk prinsipal, ada pengaruh kualitas produk yang signifikan terhadap keputusan pembelian, ada pengaruh daya tarik produk yang signifikan terhadap keputusan pembelitan.
Keywords
atribut diferensiasi, kualitas produk, daya tarik produk dan keputusan pembelian
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
I Gede Eka Arinatha
Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Balikpapan, Balikpapan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Cenderawasih, Jayapura
Abstract
Studi ini menyelidiki niat pelanggan untuk mengunjungi kembali green hotel yang dipengaruhi oleh green perceived value, green perceived risk dan green trust. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner online dengan teknik snowball sampling. Sampel akhir berjumlah 426 responden yang pernah menginap di sebuah hotel yang menerapkan program layanan ramah lingkungan di Indonesia. Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa green perceived value secara signifikan berpengaruh positif terhadap green trust dan niat untuk mengunjungi kembali green hotel. Sebaliknya, green perceived risk secara signifikan berpengaruh negatif terhadap green trust dan niat untuk mengunjungi kembali green hotel.
Keywords
Green Perceived Value, Green Perceived Risk, Green Trust, Niat Mengunjungi Kembali, Green Hotel
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Alimuddin Rizal
Institutions
Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang
Abstract
Abstrak Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas layanan dan kepercayaan terhadap kepuasan dan dampaknya pada loyalitas penonton. Responden penelitian ini sebanyak 178 responden adalah penonton di bioskop e_plaza Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah metode purposive sampling. Penngolahan data dibantu dengan Software SPSS Versi 19.00. Terdapat dua model penelitian yang dibangun, hasil uji statistika untuk model-1 terbukti bahwa kualitas layanan dan kepercayaan berpengaruh terhadap kepuasan baik secara parsial maupun simultan. Model-2 juga membuktikan bahwa kepuasan berpengaruh terhadap loyalitas baik secara parsial maupun simultan. Kedua model tersebut memiliki R2 Adjusted diatas 0,5 masing-masing sebesar 0,63 model-1 dan 0,866 untuk model-2. Jadi, dari studi ini membuktikan bahwa kepuasan penonton dapat dibangun dari kualitas layanan yang baik dan kepercayaan, Jika kepuasan terjaga, selalu ditingkatkan oleh manajemen maka akan berdampak pada setianya para penonton. Kata Kunci: Kualitas Layanan, Kepercayaan. Kepuasan dan Loyalitas. Abstract This study aims to analyze the effect of service quality and trust on satisfaction and its impact on customer loyalty. The respondents of this study were 178 respondents who were spectators at the e_plaza Semarang cinema. The sampling technique used is the purposive sampling method. Data processing is assisted with SPSS Software Version 19.00. There are two research models that were built, the results of statistical tests for model-1 prove that service quality and trust affect satisfaction both partially and simultaneously. Model-2 also proves that satisfaction affects loyalty both partially and simultaneously. Both models have R2 adjusted above 0.5 each of 0.63 model-1 and 0.866 for model-2. So, this study proves the audience of the cinema satisfaction can be built from good service quality and trust. If satisfaction is maintained, it is always improved by management it will have an impact on the loyalty of the customers. Key words: Service Quality, Trust, Satisfaction and Loyalty
Keywords
Service Quality, Trust, Satisfaction and Loyalty
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Noor Kholis
Institutions
Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Abstract
Selama lebih dari lima tahun mengelola kesehatan masyarakat, BPJS kesehatan banyak diminati masyarakat. Namun penelitian yang telah dilakukan Noor Kholis dkk (2015) menyimpulkan bahwa masyarakat tidak puas atas layanan jasa BPJS. Ada perbedaan yang signifikan antara harapan konsumen ketika akan menggunakan BPJS dengan layanan yang benar benar dirasakan ketika menggunakan fasilitas BPJS. Mendasarkan hal tersebut, Studi ini bertujuan mengkaji bagaimanakah mengembangkan kualitas layanan BPJS Kesehatan. Kualitas layanan BPJS ditinjau dari delapan dimensi, yakni 1). Compliance, 2) Assurance, 3) Reliability, 4). Tangible, 5). Emphaty, 6) Responsiveness, 7). System Asuransi, 8). Sincerity. Dimensi tersebut diukur dengan menggunakan pendekatan secara syar-i. Dimensi tersebut selanjutnya diuji bagaimana dampaknya terhadap Kepuasan dan loyalitas peserta BPJS. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 250 peserta BPJS dari lima Rumah Sakit Islam di Jawa Tengah. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan dibantu program SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan dimensi kualitas pelayanan, yang harus dikembangkan adalah dimensi reliability, Emphaty, Responsiveness, System Asuransi dan Sinceritykarena dimensi tersebut terbukti dapat meningkatkan kepuasan peserta BPJS. Loyalitas peserta BPJS akan meningkat manakala kepuasan peserta juga meningkat. Selain kepuasan, variabel yang mampu meningkatkan loyalitas peserta BPJS adalah emphaty, System Asuransi serta Sincerity. BPJS maupun mitra BPJS perlu mengembangkan dimensi dimensi tersebut, agar kepuasan dan loyalitas peserta BPJS Kesehatan semakin meningkat
Keywords
Kualitas Layanan, BPJS Kesehatan, Kepuasan, Loyalitas
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Yohan Wismantoro
Institutions
Universitas Dian Nuswantoro Semarang
Abstract
Perkembangan layanan internet mobile, memungkinkan semakin banyak konsumen yang mengadopsi smartphone sebagai perangkat komunikasi utama mereka. Penelitian ini berfokus pada penerapan TAM untuk mengetahui tingkat kesediaan pengrajin batik dan tekstil menggunakan smartphone dan variable-variabel dalam TAM yang mempengaruhi kesediaan tersebut. Populasi penelitian ini adalah para pengrajin batik dan tekstil di wilayah Bayat, Klaten, Jawa Tengah, dengan sampel berjumlah 243 menggunakan kuesioner 30 pertanyaan, dengan jawaban yang diukur dengan skala Likert 1-5. Hasil analisis data menggunakan software GSCA, dapat diketahui bahwa dari delapan hipotesis yang diajukan ada dua hipotesis yang tidak terbukti berpengaruh. Tehnical Support secara statistik tidak signifikan terhadap variabel ease of use. Temuan dalam penelitian ini memperkuat teori penerimaan teknologi TAM2. Management support mempengaruhi variable usefulness. Temuan ini sesuai atau memperkuat teori penerimaan teknologi Igbaria (1997). Social Influence tidak berpengaruh signifikan terhadap usefulness. Hasil penelitian ini tidak mendukung teori penerimaan teknologi TAM. Hal ini terjadi karena penelitian ini dilakukan pada saat smartphone tidak lagi dikatakan sebagai teknologi yang baru.
Keywords
ease of use, usefulness, smartphone, TAM
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Arum Wahyuni Purbohastuti
Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Abstract
Abstrak Persaingan yang ketat pada aplikasi pasar online mengakibatkan pemasar di industri ini lebih kreatif untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk tetap bertahan dan memenangkan persaingan dengan menggunakan berbagai macam cara. Salah satunya banyak pemasar yang menggunakan celebrity endorser untuk meningkatkan ekuitas mereknya. Karena dengan meningkatkan ekuitas merek tersebut akan mudah diingat oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji model penelitian yang menggambarkan tipe dan peran celebrity endorser dalam meningkatkan ekuitas merek Shopee. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemasar dalam menghadapi persaingan dengan melibatkan celebrity endorser. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kausal. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada 40 konsumen pengguna aplikasi Shopee di kota Serang dengan teknik sampling Accidental. Teknik analisis yang akan digunakan adalah Regresi berganda. Kata Kunci: Type of celebrity (nasional dan internasional), Celebrity Endorser (Endorser Credibility), Brand Equity
Keywords
Kata Kunci: Type of celebrity (nasional dan internasional), Celebrity Endorser (Endorser Credibility), Brand Equity
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Arum Wahyuni Purbohastuti
Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Abstract
Abstrak Persaingan yang ketat pada aplikasi pasar online mengakibatkan pemasar di industri ini lebih kreatif untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk tetap bertahan dan memenangkan persaingan dengan menggunakan berbagai macam cara. Salah satunya banyak pemasar yang menggunakan celebrity endorser untuk meningkatkan ekuitas mereknya. Karena dengan meningkatkan ekuitas merek tersebut akan mudah diingat oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji model penelitian yang menggambarkan tipe dan peran celebrity endorser dalam meningkatkan ekuitas merek Shopee. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemasar dalam menghadapi persaingan dengan melibatkan celebrity endorser. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kausal. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada 40 konsumen pengguna aplikasi Shopee di kota Serang dengan teknik sampling Accidental. Teknik analisis yang akan digunakan adalah Regresi berganda.
Keywords
Kata Kunci: Type of celebrity (nasional dan internasional), Celebrity Endorser (Endorser Credibility), Brand Equity
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Rila Anggraeni
Institutions
Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya
Abstract
Saat ini perkembangan teknologi menggeser aktivitas ekonomi tradisional (brick and mortar) ke aktivitas bisnis digital. Salah satu wujud dari perkembangan tersebut adalah munculnya penyedia jasa travel online. Meskipun keberadaan penyedia jasa travel online berhasil merebut pangsa pasar dari industri travel konvensional, penyedia jasa travel online juga menghadapi ancaman. Ancaman tersebut adalah melimpahnya arus informasi di internet yang memudahkan pengguna untuk memperbandingkan penawaran dari kompetitor. Hal ini akan mempengaruhi retensi pengguna dan membuka celah terjadinya perilaku beralih merek (brand switching). Untuk itu penting bagi penyedia jasa travel online untuk menciptakan dan mempertahankan loyalitas pengguna. Kepercayaan merek dan pengalaman merek disinyalir memiliki hubungan dengan loyalitas merek, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan tersebut. Penelitian ini melibatkan 150 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan metode SEM-PLS menggunakan software WarpPLS 5.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman merek kegunaan, sensorik, afektif, kognitif, dan relasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepercayaan dan loyalitas merek. Namun, pengalaman merek perilaku (behavioral brand experience) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepercayaan merek. Kontribusi dari penelitian ini adalah memberikan wawasan tentang loyalitas, kepercayaan, dan pengalaman merek dalam konteks penyedia jasa travel online yang berbeda dengan konteks brick and mortar company.
Keywords
loyalitas merek, pengalaman merek, kepercayaan merek, WarpPLS, penyedia jasa travel online
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
Santi Rimadias
Institutions
STIE Indonesia Banking School
Abstract
The existence of the plastic waste is one of the environmental issues of concern to the world nowadays, so the green product or eco-friendly product is expected to be the solution to reduce the volume of plactic waste. This research aims to analyze the determinants of green product purchase decision as plastic replacement at consumers in Indonesia, such as supporting enviromental protection, drive for enviromental responsibility, social appeal and green product experience. Data collection methods used in this research was survey by disseminating a questionnaire to the 123 respondents who already used a green product replacement for plastic. The analysis of the data used multiple regression. The results showed that supporting enviromental protection, drive for enviromental responsibility and green product experience have influence the green product purchase decision. Meanwhile, social appeal has no influence to the green product purchase decision.
Keywords
green product, purchase decision, plastic
Topic
Manajemen Pemasaran
Corresponding Author
I Made Wardana
Institutions
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana
Abstract
ABSTRAK E-bussiness di Indonesia berkembang sangat pesat dan menjadi semakin popular, salah satunya adalah bisnis online travel agent. Transaksi yang dilakukan tanpa adanya pertemuan antara calon pengguna dan penyedia jasa layanan ini terjadi hanya dengan dasar sebuah kepercayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peran online trust dalam memediasi hubungan antara E-Servqual dan E-Wom dengan purchase intention pada pemesanan kamar hotel di online travel agent.Pendekatan digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, untuk menguji dimensi E-Servqual dan E-Wom yang dirasakan dengan responden sebanyak 165 orang.Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Structural equation modelling (SEM) digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunujukan E-Servqual berpengaruh terhadap online trust dan purchase intention; e-wom berpengaruh terhadap purchase intention namun tidak berpengaruh terhadap online trust; online trust tidak berpengaruh terhadap purchase intention dan tidak berperan dalam memediasi hubungan E-Servqual dengan purchase intention namun online trust memiliki peran dalam memediasi hubungan e-wom dengan purchase intention. Kata kunci: E-Servqual, E-wom, online trust, purchase intention, online travel agent
Keywords
Kata kunci: E-Servqual, E-wom, online trust, purchase intention, online travel agent
Topic
Manajemen Pemasaran
Page 2 (data 31 to 60 of 151) | Displayed ini 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats